sejarah uang indonesia "RUPIAH"
Loading...
 
posted on WOW Keren
13,687 views
sejarah uang indonesia RUPIAH

Sejarah Uang Indonesia ‘Rupiah’

Keadaan ekonomi di Indonesia pada awal kemerdekaan ditandai dengan hiperinflasi akibat peredaran beberapa mata uang yang tidak terkendali, sementara Pemerintah RI belum memiliki mata uang. Ada tiga mata uang yang dinyatakan berlaku oleh pemerintah RI pada tanggal 1 Oktober 1945, yaitu mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda, dan mata uang De Javasche Bank.

Diantara ketiga mata uang tersebut yang nilai tukarnya mengalami penurunan tajam adalah mata uang Jepang.

Peredarannya mencapai empat milyar sehingga mata uang Jepang tersebut menjadi sumber hiperinflasi. Lapisan masyarakat yang paling menderita adalah petani, karena merekalah yang paling banyak menyimpan mata uang Jepang.

Kekacauan ekonomi akibat hiperinflasi diperparah oleh kebijakan Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) Letjen Sir Montagu Stopford yang pada 6 Maret 1946 mengumumkan pemberlakuan mata uang NICA di seluruh wilayah Indonesia yang telah diduduki oleh pasukan AFNEI. Kebijakan ini diprotes keras oleh pemerintah RI, karena melanggar persetujuan bahwa masing-masing pihak tidak boleh mengeluarkan mata uang baru selama belum adanya penyelesaian politik. Namun protes keras ini diabaikan oleh AFNEI. Mata uang NICA digunakan AFNEI untuk membiayai operasi-operasi militernya di Indonesia dan sekaligus mengacaukan perekonomian nasional, sehingga akan muncul krisis kepercayaan rakyat terhadap kemampuan pemerintah RI dalam mengatasi persoalan ekonomi nasional.
Karena protesnya tidak ditanggapi, maka pemerintah RI mengeluarkan kebijakan yang melarang seluruh rakyat Indonesia menggunakan mata uang NICA sebagai alat tukar. Langkah ini sangat penting karena peredaran mata uang NICA berada di luar kendali pemerintah RI, sehingga menyulitkan perbaikan ekonomi nasional.
Oleh karena AFNEI tidak mencabut pemberlakuan mata uang NICA, maka pada tanggal 26 Oktober 1946 pemerintah RI memberlakukan mata uang baru ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai alat tukar yang sah di seluruh wilayah RI. Sejak saat itu mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda dan mata uang De Javasche Bank dinyatakan tidak berlaku lagi. Dengan demikian hanya ada dua mata uang yang berlaku yaitu ORI dan NICA. Masing-masing mata uang hanya diakui oleh yang mengeluarkannya. Jadi ORI hanya diakui oleh pemerintah RI dan mata uang NICA hanya diakui oleh AFNEI. Rakyat ternyata lebih banyak memberikan dukungan kepada ORI. Hal ini mempunyai dampak politik bahwa rakyat lebih berpihak kepada pemerintah RI dari pada pemerintah sementara NICA yang hanya didukung AFNEI.
Untuk mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing yang ada di Indonesia, pemerintah RI pada tanggal 1 November 1946 mengubah Yayasan Pusat Bank pimpinan Margono Djojohadikusumo menjadi Bank Negara Indonesia (BNI). Beberapa bulan sebelumnya pemerintah juga telah mengubah bank pemerintah pendudukan Jepang Shomin Ginko menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Tyokin Kyoku menjadi Kantor Tabungan Pos (KTP) yang berubah nama pada Juni 1949 menjadi Bank tabungan Pos dan akhirnya di tahun 1950 menjadi Bank Tabungan Negara (BTN). Semua bank ini berfungsi sebagai bank umum yang dijalankan oleh pemerintah RI. Fungsi utamanya adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat serta pemberi jasa di dalam lalu lintas pembayaran.
Terbentuknya Bank Indonesia
Jauh sebelum kedatangan bangsa barat, nusantara telah menjadi pusat perdagangan internasional. Sementara di daratan Eropa muncul lembaga perbankan sederhana, seperti Bank van Leening di negeri Belanda. Sistem perbankan ini kemudian dibawa oleh bangsa barat yang mengekspansi nusantara pada waktu yang sama. VOC di Jawa pada 1746 mendirikan De Bank van Leening yang kemudian menjadi De Bank Courant en Bank van Leening pada 1752. Bank itu adalah bank pertama yang lahir di nusantara, cikal bakal dari dunia perbankan pada masa selanjutnya. Pada 24 Januari 1828, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi dengan nama De Javasche Bank (DJB). Selama berpuluh-puluh tahun bank tersebut beroperasi dan berkembang berdasarkan suatu oktroi dari penguasa Kerajaan Belanda, hingga akhirnya diundangkan DJB Wet 1922.
Masa pendudukan Jepang telah menghentikan kegiatan DJB dan perbankan Hindia Belanda untuk sementara waktu. Kemudian masa revolusi tiba, Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasaan, antara Republik Indonesia (RI) dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA). Perbankan pun terbagi dua, DJB dan bank-bank Belanda di wilayah NICA sedangkan “Jajasan Poesat Bank Indonesia” dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 mengakhiri konflik Indonesia dan Belanda, ditetapkan kemudian DJB sebagai bank sentral bagi Republik Indonesia Serikat (RIS). Status ini terus bertahan hingga masa kembalinya RI dalam negara kesatuan. Berikutnya sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, RI menasionalisasi bank sentralnya. Maka sejak 1 Juli 1953 berubahlah DJB menjadi Bank Indonesia, bank sentral bagi Republik Indonesia.

Banyak orang lupa, bahwa Yogyakarta selama empat tahun pernah menjadi ibukota Republik Indonesia. Tepatnya pada 4 Januari 1946 sampai 27 Desember 1949 ibukota Republik Indonesia ada di Yogyakarta.
Berpindahnya ibukota RI saat itu bukan tanpa alasan, situasi Jakarta kala itu dalam kondisi tidak aman dan roda pemerintahan RI macet total akibat adanya unsur-unsur yang saling berlawanan. Di satu pihak masih adanya pasukan Jepang yang memegang satus quo, di pihak lain adanya sekutu yang diboncengi NICA. Singkatnya, situasi Jakarta makin genting dan keselamatan para pemimpin bangsa pun terancam. Atas inisiatif HB IX, ibukota RI berpindah ke Yogyakarta. Hijrah ibukota RI itu merupakan atas nasehat dan prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan dari Yogyalah persoalan politik bangsa dikoordinasikan. Semua itu bisa berhasil dengan baik berkat kepemimpinan HB IX.
Dipilihnya Yogya sebagai ibukota RI karena pandangan politik ke depan dan keberanian Sultan HB IX mengambil resiko. Sehingga dapat dikatakan HB IX dan masyarakatnya merupakan penyambung kelangsungn RI dalam menghadapi agresi militer Belanda. Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan aktor intelektualis yang memiliki multi status. Selain sebagai Raja, kepala derah, menteri pertahanan, Sultan adalah key person dan juru runding dengan Belanda, juga sebagai figur kunci birokrasi sipil di Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang aslinya bernama G.R.M Dorojatun, sejak diangkat menjadi Sultan 18 Maret 1940, menggantikan ayahnya Sri Sultan HB VIII sudah dekat dengan kalangan rakyat dan tentu saja beliau memahami aspirasi rakyat, termasuk penderitaan dan harapannya semasa penjajahan Belanda dan Jepang.
Karena perpindahan ibukota inilah maka semua uang ORI yang diterbitkan pada tahun 1946 s/d 1949 yaitu seri ORI II, III, IV dan ORI Baru tercantum kata2 Djokjakarta. Bukan lagi Djakarta seperti pada seri ORI I.

Trending Now
7 Hal Penting Termasuk Pemilihan Menu Makanan yang Harus Kamu Perhatikan Saat Nge-date Pertama dengan Si Dia

7 Hal Penting Termasuk Pemilihan Menu Makanan yang Harus Kamu Perhatikan Saat Nge-date Pertama dengan Si Dia

Thumbnail : kpopmap.com   Setiap orang pasti ingin memiliki pasangan dalam hidupnya, dan hal ini biasa dimulai dengan tahap PDKT ata
20,313 views 15,516 shares
9 Alasan kenapa kamu harus menikahi teman satu SMA

9 Alasan kenapa kamu harus menikahi teman satu SMA

Kamu jomblo tapi sudah siap menikah? Duh, coba tengok sebentar di masa-masa SMA-mu dulu, siapa tahu jodohmu nyempil di deretan teman SMA yan
28,045 views 3,077 shares
10 Meme tentang Dilan dan Milea di Angkot Ini Bikin Ngakak Kocak

10 Meme tentang 'Dilan dan Milea di Angkot' Ini Bikin Ngakak Kocak

Pasangan Dilan dan Milea dalam yang novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan 1990 memang menjadi perhatian saat ini. Bukan hanya karena akan tay
1,514 views 0 shares
Tips Menata Foto Polaroid di Dinding Kosan Biar Makin Artistik

Tips Menata Foto Polaroid di Dinding Kosan Biar Makin Artistik

Ada banyak cara untuk memajang foto dirumah atau di kos. Jika biasanya dipasang dengan menggunakan bingkai, teknik menggantung di dinding ki
822 views 0 shares
Cospalyer Cantik Ini Bisa Mengubah Dirinya Menjadi Berbagai Macam Karekter

Cospalyer Cantik Ini Bisa Mengubah Dirinya Menjadi Berbagai Macam Karekter

Dia adalah Alyson, anak dari seorang ibu yang pernah menjadi pemain profesional. Setiap Halloween, ibunya selalu membuatkannya baju dengan b
13,556 views 2,267 shares
10 Fasilitas Hotel yang Bikin Kita Garuk-garuk Kepala

10 Fasilitas Hotel yang Bikin Kita Garuk-garuk Kepala

Hotel adalah tempat menginap sementara saat kita bepergian. Biasanya hotel kita pesan saat kita pergi ke luar kota untuk berbagai acara. Di
1,014 views 0 shares
Status Pakai Bahasa Inggris ala Kidz Jaman Now yang Lucunya Kebangetan

Status Pakai Bahasa Inggris ala Kidz Jaman Now yang Lucunya Kebangetan

Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa yang lazim digunakan. Bahkan ada beberapa negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa resminya
1,395 views 0 shares
Deretan Orang yang Mengaku Mirip Dengan Artis.. Bener Nggak Ya?

Deretan Orang yang Mengaku Mirip Dengan Artis.. Bener Nggak Ya?

Ada teori yang mengatakan jika setiap orang memiliki tujuh kembaran lain di dunia. Istilah ini lebih sering dikenal dengan 'doppelganger'. A
1,264 views 0 shares
10 Meme Seputaran Nikah Ini Bikin Kamu Buru-buru Kawin

10 Meme Seputaran Nikah Ini Bikin Kamu Buru-buru Kawin

Setiap orang pasti mendambakan pernikahan. Momen sakral yang hanya ingin dirasakan sekali seumur hidup. Tapi persyaratan nikah itu yang pali
1,449 views 0 shares
Potret Miris ‘Bus Sekolah’ di India, Mulai dari Gerobak sampai Bajaj Butut

Potret Miris ‘Bus Sekolah’ di India, Mulai dari Gerobak sampai Bajaj Butut

Selama ini India terkenal akan film dan budaya Bollywood-nya yang mendunia. Namun, taukah kalian Pulsker dibalik itu ada peristiwa-peristiwa
508 views 0 shares