sejarah uang indonesia "RUPIAH"
Loading...
 
posted on WOW Keren
12,874 views
sejarah uang indonesia RUPIAH

Sejarah Uang Indonesia ‘Rupiah’

Keadaan ekonomi di Indonesia pada awal kemerdekaan ditandai dengan hiperinflasi akibat peredaran beberapa mata uang yang tidak terkendali, sementara Pemerintah RI belum memiliki mata uang. Ada tiga mata uang yang dinyatakan berlaku oleh pemerintah RI pada tanggal 1 Oktober 1945, yaitu mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda, dan mata uang De Javasche Bank.

Diantara ketiga mata uang tersebut yang nilai tukarnya mengalami penurunan tajam adalah mata uang Jepang.

Peredarannya mencapai empat milyar sehingga mata uang Jepang tersebut menjadi sumber hiperinflasi. Lapisan masyarakat yang paling menderita adalah petani, karena merekalah yang paling banyak menyimpan mata uang Jepang.

Kekacauan ekonomi akibat hiperinflasi diperparah oleh kebijakan Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) Letjen Sir Montagu Stopford yang pada 6 Maret 1946 mengumumkan pemberlakuan mata uang NICA di seluruh wilayah Indonesia yang telah diduduki oleh pasukan AFNEI. Kebijakan ini diprotes keras oleh pemerintah RI, karena melanggar persetujuan bahwa masing-masing pihak tidak boleh mengeluarkan mata uang baru selama belum adanya penyelesaian politik. Namun protes keras ini diabaikan oleh AFNEI. Mata uang NICA digunakan AFNEI untuk membiayai operasi-operasi militernya di Indonesia dan sekaligus mengacaukan perekonomian nasional, sehingga akan muncul krisis kepercayaan rakyat terhadap kemampuan pemerintah RI dalam mengatasi persoalan ekonomi nasional.
Karena protesnya tidak ditanggapi, maka pemerintah RI mengeluarkan kebijakan yang melarang seluruh rakyat Indonesia menggunakan mata uang NICA sebagai alat tukar. Langkah ini sangat penting karena peredaran mata uang NICA berada di luar kendali pemerintah RI, sehingga menyulitkan perbaikan ekonomi nasional.
Oleh karena AFNEI tidak mencabut pemberlakuan mata uang NICA, maka pada tanggal 26 Oktober 1946 pemerintah RI memberlakukan mata uang baru ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai alat tukar yang sah di seluruh wilayah RI. Sejak saat itu mata uang Jepang, mata uang Hindia Belanda dan mata uang De Javasche Bank dinyatakan tidak berlaku lagi. Dengan demikian hanya ada dua mata uang yang berlaku yaitu ORI dan NICA. Masing-masing mata uang hanya diakui oleh yang mengeluarkannya. Jadi ORI hanya diakui oleh pemerintah RI dan mata uang NICA hanya diakui oleh AFNEI. Rakyat ternyata lebih banyak memberikan dukungan kepada ORI. Hal ini mempunyai dampak politik bahwa rakyat lebih berpihak kepada pemerintah RI dari pada pemerintah sementara NICA yang hanya didukung AFNEI.
Untuk mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing yang ada di Indonesia, pemerintah RI pada tanggal 1 November 1946 mengubah Yayasan Pusat Bank pimpinan Margono Djojohadikusumo menjadi Bank Negara Indonesia (BNI). Beberapa bulan sebelumnya pemerintah juga telah mengubah bank pemerintah pendudukan Jepang Shomin Ginko menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Tyokin Kyoku menjadi Kantor Tabungan Pos (KTP) yang berubah nama pada Juni 1949 menjadi Bank tabungan Pos dan akhirnya di tahun 1950 menjadi Bank Tabungan Negara (BTN). Semua bank ini berfungsi sebagai bank umum yang dijalankan oleh pemerintah RI. Fungsi utamanya adalah menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat serta pemberi jasa di dalam lalu lintas pembayaran.
Terbentuknya Bank Indonesia
Jauh sebelum kedatangan bangsa barat, nusantara telah menjadi pusat perdagangan internasional. Sementara di daratan Eropa muncul lembaga perbankan sederhana, seperti Bank van Leening di negeri Belanda. Sistem perbankan ini kemudian dibawa oleh bangsa barat yang mengekspansi nusantara pada waktu yang sama. VOC di Jawa pada 1746 mendirikan De Bank van Leening yang kemudian menjadi De Bank Courant en Bank van Leening pada 1752. Bank itu adalah bank pertama yang lahir di nusantara, cikal bakal dari dunia perbankan pada masa selanjutnya. Pada 24 Januari 1828, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi dengan nama De Javasche Bank (DJB). Selama berpuluh-puluh tahun bank tersebut beroperasi dan berkembang berdasarkan suatu oktroi dari penguasa Kerajaan Belanda, hingga akhirnya diundangkan DJB Wet 1922.
Masa pendudukan Jepang telah menghentikan kegiatan DJB dan perbankan Hindia Belanda untuk sementara waktu. Kemudian masa revolusi tiba, Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasaan, antara Republik Indonesia (RI) dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA). Perbankan pun terbagi dua, DJB dan bank-bank Belanda di wilayah NICA sedangkan “Jajasan Poesat Bank Indonesia” dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 mengakhiri konflik Indonesia dan Belanda, ditetapkan kemudian DJB sebagai bank sentral bagi Republik Indonesia Serikat (RIS). Status ini terus bertahan hingga masa kembalinya RI dalam negara kesatuan. Berikutnya sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, RI menasionalisasi bank sentralnya. Maka sejak 1 Juli 1953 berubahlah DJB menjadi Bank Indonesia, bank sentral bagi Republik Indonesia.

Banyak orang lupa, bahwa Yogyakarta selama empat tahun pernah menjadi ibukota Republik Indonesia. Tepatnya pada 4 Januari 1946 sampai 27 Desember 1949 ibukota Republik Indonesia ada di Yogyakarta.
Berpindahnya ibukota RI saat itu bukan tanpa alasan, situasi Jakarta kala itu dalam kondisi tidak aman dan roda pemerintahan RI macet total akibat adanya unsur-unsur yang saling berlawanan. Di satu pihak masih adanya pasukan Jepang yang memegang satus quo, di pihak lain adanya sekutu yang diboncengi NICA. Singkatnya, situasi Jakarta makin genting dan keselamatan para pemimpin bangsa pun terancam. Atas inisiatif HB IX, ibukota RI berpindah ke Yogyakarta. Hijrah ibukota RI itu merupakan atas nasehat dan prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan dari Yogyalah persoalan politik bangsa dikoordinasikan. Semua itu bisa berhasil dengan baik berkat kepemimpinan HB IX.
Dipilihnya Yogya sebagai ibukota RI karena pandangan politik ke depan dan keberanian Sultan HB IX mengambil resiko. Sehingga dapat dikatakan HB IX dan masyarakatnya merupakan penyambung kelangsungn RI dalam menghadapi agresi militer Belanda. Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan aktor intelektualis yang memiliki multi status. Selain sebagai Raja, kepala derah, menteri pertahanan, Sultan adalah key person dan juru runding dengan Belanda, juga sebagai figur kunci birokrasi sipil di Indonesia. Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang aslinya bernama G.R.M Dorojatun, sejak diangkat menjadi Sultan 18 Maret 1940, menggantikan ayahnya Sri Sultan HB VIII sudah dekat dengan kalangan rakyat dan tentu saja beliau memahami aspirasi rakyat, termasuk penderitaan dan harapannya semasa penjajahan Belanda dan Jepang.
Karena perpindahan ibukota inilah maka semua uang ORI yang diterbitkan pada tahun 1946 s/d 1949 yaitu seri ORI II, III, IV dan ORI Baru tercantum kata2 Djokjakarta. Bukan lagi Djakarta seperti pada seri ORI I.

Trending Now
Nggak Percaya Jerawat Bisa Hilang Dalam 3 Hari? Kalian Perlu Baca Ini!

Nggak Percaya Jerawat Bisa Hilang Dalam 3 Hari? Kalian Perlu Baca Ini!

Artikel ini dipersembahkan oleh Pond’s Acne Solution – wajah bersih, jerawat berkurang mulai dalam 3 hari   Hai Girls, bisa dibilang
16,859 views 314 shares
Kumpulan Gambar Hewan Tersenyum Ini Bakalan Bikin Hari Kamu Menyenangkan!

Kumpulan Gambar Hewan Tersenyum Ini Bakalan Bikin Hari Kamu Menyenangkan!

Hola Pulsker! setiap orang pasti pernah mengalami hari buruk yak. seberapa keras usaha manusia untuk bisa bahagia, pasti selalu ada kejadian
2,081 views 82 shares
Festival Lampion Indah Ini Di Luar Negeri? Bukan, Ini Di Indonesia!

Festival Lampion Indah Ini Di Luar Negeri? Bukan, Ini Di Indonesia!

Kalo ada yang bilang Indonesia gak bisa bikin festival yang keren, pasti dia belum ngeliat festival ini. Tunggu bentar, festival apaan nih?
1,850 views 0 shares
7 Foto Bersejarah Yang Jarang Diketahui Oleh Masyarakat

7 Foto Bersejarah Yang Jarang Diketahui Oleh Masyarakat

Pulskers, pasti ngga asing donk dengan foto albert einstein yang lagi melet? atau foto charlie caplin dengan kumis ala hitlernya? tau ngga s
6,923 views 220 shares
Kumpulan Desain Jaket Hoodie Yang Unik dan Gak Biasa!

Kumpulan Desain Jaket Hoodie Yang Unik dan Gak Biasa!

hampir semua orang di bumi pasti punya jaket ya gaes, barang satu atau dua lah paling enggak, pasti punya baju pelengkap yang dipakai untuk
4,340 views 52 shares
Amazing ! Ini Dia Gaya Princess Disney Dalam Balutan Hijab, Bikin Adem...

Amazing ! Ini Dia Gaya Princess Disney Dalam Balutan Hijab, Bikin Adem...

Selama ini princess Disney dikenal dengan kecantikan, kebaikan, dan keberaniannya. Tanpa menyinggung soal SARA, seorang seniman mencoba memb
39,833 views 1,962 shares
Keliatan Banget Kalo Hasil Photoshop Ini Gagal..ckckck

Keliatan Banget Kalo Hasil Photoshop Ini Gagal..ckckck

Ehh..tangan kanan yang kanan kekar gitu,tapi yang kiri kok kecil gitu yaa
328,280 views 993 shares

Fashion yang Kebablasan! Baju-Baju ini Susah Dipake di Dunia Nyata!

Industri fashion selalu jadi rujukan buat mode pakaian yang bakal populer. Industri ini ngasih standar tinggi buat mode-mode yang dibentuk.
25,019 views 46 shares
10 Cake Pernikahan yang Unik dan Lucu #6 Bener Banget!

10 Cake Pernikahan yang Unik dan Lucu #6 Bener Banget!

Merayakan pesta pernikahan yang meriah adalah dambaan setiap pasangan pengantin. Semua hal akan disiapkan sesempurna mungkin mulai dari tem
7,890 views 0 shares
[12 GAMBAR] Mengenal Jam Kerja Organ Dalam Kita Sendiri

[12 GAMBAR] Mengenal Jam Kerja Organ Dalam Kita Sendiri

Organ-organ dalam kita sangat vital perannya untuk mendukung kehidupan kita. Oleh sebab itu kita perlu mengetahui jam berapa saja organ vita
6,369 views 246 shares