Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe
Loading...
 
posted on WOW Keren
14,689 views
Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe

asal usul

Tempe berwarna keputih-putihan akibat hifa kapang yang melekatkan biji-biji kedelai.

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai.

Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa"mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.



Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.



Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji1 kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.



Tempe di Indonesia


Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.



Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.



Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe."Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah.



Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.



Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe".



Tempe di Luar Indonesia


Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.



Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Sementara itu, tempe populer di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe. Di Jepang, tempe diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sekitar tahun 1983. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Trending Now
7 Cara Cool Menghadapi Pertanyaan Kapan Nikah saat Lebaran..Wajib Coba Nih!

7 Cara Cool Menghadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah' saat Lebaran..Wajib Coba Nih!

Thumnail : kapanlagi.com   Lebaran sebentar lagi, jadi nggak sabar menunggu momen kumpul bareng keluarga kan? Bagi sebagian orang mem
46,386 views 4,584 shares
Serunya Permainan Anak Tradisional Jaman Dulu, Kamu Pernah Ngerasaian Juga ?

Serunya Permainan Anak Tradisional Jaman Dulu, Kamu Pernah Ngerasaian Juga ?

Kalau kalian lahir atau dibesarkan di era 90-an pasti mengenal banyak permainan seru dulu. Terutama permainan diluar rumah yang menyenangkan
8,744 views 2,378 shares
10 Foto Keren yang Tercipta Karena Kebetulan

10 Foto Keren yang Tercipta Karena Kebetulan

Buat kamu yang suka dunia fotografi, kamu mungkin bisa membeli kamera bagus dengan kualitas terbaik yang bisa menciptakan foto sempurna. Tap
4,330 views 263 shares
Diambil dari Sudut yang Pas, Foto-Foto Ini Terlihat Keren Sempurna

Diambil dari Sudut yang Pas, Foto-Foto Ini Terlihat Keren Sempurna

Selalu saja ada kejadian atau peristiwa unik dan nggak terduga di dunia. Entah karena disengaja ataupun tidak, yang jelas kejadian tersebut
656 views 132 shares
Wow! Ada 8 Rumah Layak Tinggal di Dunia. Tertarik?

Wow! Ada 8 Rumah Layak Tinggal di Dunia. Tertarik?

Selera setiap manusia berbeda beda tergantung kepribadian masing masing. Terkadang terkesan luar biasa, sangat bagus, bahkan aneh. Tapi just
803 views 168 shares
Tingkah Lucu Kucing yang Mirip dengan Benda dan Sosok Sekitar Kita

Tingkah Lucu Kucing yang Mirip dengan Benda dan Sosok Sekitar Kita

Sebagai hewan peliharaan, kucing dan anjing memang terlihat menggemaskan. Tingkahnya yang lucu dan perawatannya nggak ribet membuatnya disuk
752 views 246 shares
Bukannya Memotivasi, Quote Koplak Ini Justru Bikin Kesal Pembacanya

Bukannya Memotivasi, Quote Koplak Ini Justru Bikin Kesal Pembacanya

Pulsker, kalian tentunya sudah nggak asing kan dengan quote yang berseliweran di media sosial? Quote ini ada yang memberikan motivasi dan se
1,258 views 0 shares
Deretan Fashion Item Unik yang Bikin Kamu Bertanya-tanya

Deretan Fashion Item Unik yang Bikin Kamu Bertanya-tanya

Desainer juga manusia yang tak luput dari salah dan lupa. Terkadang mereka juga membuat desain yang gagal. Walaupun banyak dari mereka yang
1,253 views 220 shares
9 Konsep Pertunangan Uniknya Bikin Kamu Berfantasi

9 Konsep Pertunangan Uniknya Bikin Kamu Berfantasi

Pertunangan adalah sebuah ikatan yang satu tingkat lebih serius di atas pacaran.Yang artinya seseorang sudah diikat oleh pasangan yang ingin
1,113 views 169 shares
Bukannya Sexy, Foto 10 Orang Ini Malah Bikin Tepok Jidat

Bukannya Sexy, Foto 10 Orang Ini Malah Bikin Tepok Jidat

Tampaknya media sosial telah sukses membuat banyak orang menjadi narsis. Dengan adanya kamera di smartphone, setiap hari penggunanya berlomb
22,519 views 395 shares