Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe
Loading...
 
posted on WOW Keren
14,733 views
Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe

asal usul

Tempe berwarna keputih-putihan akibat hifa kapang yang melekatkan biji-biji kedelai.

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai.

Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa"mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.



Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.



Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji1 kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.



Tempe di Indonesia


Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.



Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.



Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe."Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah.



Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.



Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe".



Tempe di Luar Indonesia


Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.



Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Sementara itu, tempe populer di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe. Di Jepang, tempe diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sekitar tahun 1983. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Trending Now
Berbagai Penampakan Makanan yang Membuatmu Mikir Macam-Macam

Berbagai Penampakan Makanan yang Membuatmu Mikir Macam-Macam

Ada banyak makanan yang sering kita lihat sehari-hari. Mulai dari yang unik sampai berbentuk nyeleneh dan bikin otak mikir macam-macam. Sepe
1,017 views 196 shares
5 Nama Asli Komika yang Lebih Bagus Dari Nama Panggungnya

5 Nama Asli Komika yang Lebih Bagus Dari Nama Panggungnya

Stand up komedi dikenal dengan guyonan yang cerdas dan nggak biasa. Apa yang biasa dipikirkan oleh komika, terkadang nggak pernah kita pikir
815 views 155 shares
Jangan Parkir Sembarangan Kalau Nggak Ingin Kena Karma Kayak Gini

Jangan Parkir Sembarangan Kalau Nggak Ingin Kena Karma Kayak Gini

Di tempat umum seperti mall dan pusat keramaian lainnya pasti kerap kali kita jumpai tempat parkir. Biasanya mobil-mobil yang ada pun tertat
857 views 146 shares
Klasik Abis. Begini Foto Prewedding 9 Pasangan Seleb Bergaya Tradisional. Seru!!

Klasik Abis. Begini Foto Prewedding 9 Pasangan Seleb Bergaya Tradisional. Seru!!

Upacara pernikahan adalah upacara yang sangat sakral dan mampunyai tradisi yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Ini merupakan kekayaa
536 views 117 shares
9 Olahan Makanan yang Memakai Keju Mozzarella yang Bikin Ludah Meleleh

9 Olahan Makanan yang Memakai Keju Mozzarella yang Bikin Ludah Meleleh

Kuliner kekinian memang menggiurkan benar benar sangat menggoda dan menguji keimanan. Bagaimana tidak dengan tambahan topingnya yang berupa
977 views 79 shares
8 Kesalahan Kecil yang Punya Dampak Besar Bagi Orang Lain

8 Kesalahan Kecil yang Punya Dampak Besar Bagi Orang Lain

Manusia memang tempat salah dan lupa. Ungkapan ini sedari dulu sampai sekarang memang berlaku Pulsker. Karena dalam kehidupan sehari-hari ki
1,532 views 151 shares
8 Meme Kehendak Emak-Emak yang Bikin Ngakak

8 Meme 'Kehendak Emak-Emak' yang Bikin Ngakak

Siapa sih yang nggak tahu kelakuan emak-emak? Kumpulan kaum hawa ini sekarang nggak cuma menggeser truk dan bus menjadi raja jalanan, tetapi
1,662 views 177 shares
5 Artis yang Melakukan Reparasi Gigi, Senyumnya Bikin Pangling

5 Artis yang Melakukan Reparasi Gigi, Senyumnya Bikin Pangling

Ada pepatah yang bilang Senyummu mengalihkan duniaku, Percaya atau tidak menebar senyuman bisa membuat kedamaian dan kebahagiaan ke setiap o
2,116 views 140 shares
Seolah Punya Nyawa Banyak, Ini Nih Aksi Seseorang yang Nggak Memperhatikan Keselamatan Kerja

Seolah Punya Nyawa Banyak, Ini Nih Aksi Seseorang yang Nggak Memperhatikan Keselamatan Kerja

Tiap pekerjaan pasti memiliki resikonya masing-masing. Semakin berat pekerjaan semakin tinggi pula resikonya. Untuk itulah mengapa kita terk
2,380 views 155 shares
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
21,562 views 10 shares