Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC
Loading...
 
posted on WOW Keren
12,504 views
Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC

Saya mengikuti Sunaryo yang menaiki tangga baja melingkar menuju ruangan pengendali Pintu Outlet di Cipinang Besar Selatan. Setelah pintu terbuka, tampak ruangan memanjang bercat dan berlantai putih yang berisi panel-panel untuk mengoperasikan pintu air.

Dia sudah bertugas sebagai penjaga pintu air ini sejak Kanal Banjir Timur (KBT) resmi digunakan pada 2011.

Dari deretan jendela di sepanjang ruangan yang mirip lorong itu Sunaryo bisa memantau bentang lingkungan hulu kanal.

Mulut saluran aliran keluar yang menuju Sungai Cipinang itu mulai mendangkal dan penuh sampah. Dari anjungan pintu air itu kami bisa menyaksikan aneka bungkus plastik mi instan, plastik pembungkus belanja, hingga bak mandi plastik yang kandas tengkurap.

"Di Jakarta menghilangkan sampah itu sangat sulit," kata Sunaryo. "Kesadaran orang-orang di sini sangat susah."

"Orang membuang sampah ke kali itu paling enak: Begitu dilempar sudah hilang," ujar Sunaryo dengan kesal. "Sedangkan mengangkatnya lebih susah."

Imbauan untuk tidak membuang sampah di sungai sekadar gembar-gembor. Tetap saja sampah menumpuk di pintu airnya. Kalau kanal tidak dibersihkan selama sebulan, alat ekskavator pun perlu turun mengangkut. "Kalau tenaga orang saja kewalahan."

Terdapat lima sungai yang aliran dan sampah yang menyertainya ditampung oleh KBT. Dalam perjalanannya menuju muara, sampah-sampah itu tersangkut di pintu-pintu outlet dan pintu bendung gerak.

Di kesempatan berbeda, saya bertanya soal sampah kepada Mona Lohanda, seorang peneliti sejarah Jakarta dan arsiparis di Arsip Nasional Republik Indonesia. Mona mengisahkan sebuah plakat bertahun 1630 yang berisi aturan yang dikenal sebagai negenuursbloemen"kalau diterjemahkan bebas artinya bunga-bunga jam sembilan.

Aturan yang dibuat Dewan Hindia Belanda "di dalamnya termasuk Gubernur Jenderal VOC" itu mengizinkan warga Kota Batavia untuk membuang sampah ke kanal kota setelah pukul 21.00. "Kata 'negenuurbloemen' itu pemanisan dari aturan membuang kotoran manusia dari rumah tangga di dalam tembok kota," ungkapnya.

Di dalam buku Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia, Mona pernah menulis, "Sampah rumah tangga pun ikut dibuang ke kali, karena aturan membuat dan menempatkan bak sampah di muka rumah baru dikeluarkan pada pertengahan abad ke-19."

Menurut Mona, aturan tersebut terus berlaku lantaran kakus baru ditemukan di Eropa pada abad ke-19 pula. Tampaknya aturan zaman VOC itu berlanjut ratusan tahun, bahkan hingga hari ini.

Kini, Sunaryo boleh sedikit berlega. Kampung di sekitar pintu airnya sudah mengusahakan untuk menunjuk petugas pengumpulan dan pengangkutan sampah di setiap rumah. Namun, tiba-tiba terlintas di benaknya tentang teman-temannya para petugas kebersihan KBT. "Tetapi, kalau kanal bersih, lalu yang biasa bersihin kanal kerjanya apa?" (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)

Trending Now
Berbagai Penampakan Makanan yang Membuatmu Mikir Macam-Macam

Berbagai Penampakan Makanan yang Membuatmu Mikir Macam-Macam

Ada banyak makanan yang sering kita lihat sehari-hari. Mulai dari yang unik sampai berbentuk nyeleneh dan bikin otak mikir macam-macam. Sepe
1,022 views 196 shares
5 Nama Asli Komika yang Lebih Bagus Dari Nama Panggungnya

5 Nama Asli Komika yang Lebih Bagus Dari Nama Panggungnya

Stand up komedi dikenal dengan guyonan yang cerdas dan nggak biasa. Apa yang biasa dipikirkan oleh komika, terkadang nggak pernah kita pikir
817 views 155 shares
Jangan Parkir Sembarangan Kalau Nggak Ingin Kena Karma Kayak Gini

Jangan Parkir Sembarangan Kalau Nggak Ingin Kena Karma Kayak Gini

Di tempat umum seperti mall dan pusat keramaian lainnya pasti kerap kali kita jumpai tempat parkir. Biasanya mobil-mobil yang ada pun tertat
862 views 147 shares
Klasik Abis. Begini Foto Prewedding 9 Pasangan Seleb Bergaya Tradisional. Seru!!

Klasik Abis. Begini Foto Prewedding 9 Pasangan Seleb Bergaya Tradisional. Seru!!

Upacara pernikahan adalah upacara yang sangat sakral dan mampunyai tradisi yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Ini merupakan kekayaa
553 views 117 shares
9 Olahan Makanan yang Memakai Keju Mozzarella yang Bikin Ludah Meleleh

9 Olahan Makanan yang Memakai Keju Mozzarella yang Bikin Ludah Meleleh

Kuliner kekinian memang menggiurkan benar benar sangat menggoda dan menguji keimanan. Bagaimana tidak dengan tambahan topingnya yang berupa
977 views 79 shares
8 Kesalahan Kecil yang Punya Dampak Besar Bagi Orang Lain

8 Kesalahan Kecil yang Punya Dampak Besar Bagi Orang Lain

Manusia memang tempat salah dan lupa. Ungkapan ini sedari dulu sampai sekarang memang berlaku Pulsker. Karena dalam kehidupan sehari-hari ki
1,533 views 151 shares
8 Meme Kehendak Emak-Emak yang Bikin Ngakak

8 Meme 'Kehendak Emak-Emak' yang Bikin Ngakak

Siapa sih yang nggak tahu kelakuan emak-emak? Kumpulan kaum hawa ini sekarang nggak cuma menggeser truk dan bus menjadi raja jalanan, tetapi
1,665 views 177 shares
5 Artis yang Melakukan Reparasi Gigi, Senyumnya Bikin Pangling

5 Artis yang Melakukan Reparasi Gigi, Senyumnya Bikin Pangling

Ada pepatah yang bilang Senyummu mengalihkan duniaku, Percaya atau tidak menebar senyuman bisa membuat kedamaian dan kebahagiaan ke setiap o
2,116 views 140 shares
Seolah Punya Nyawa Banyak, Ini Nih Aksi Seseorang yang Nggak Memperhatikan Keselamatan Kerja

Seolah Punya Nyawa Banyak, Ini Nih Aksi Seseorang yang Nggak Memperhatikan Keselamatan Kerja

Tiap pekerjaan pasti memiliki resikonya masing-masing. Semakin berat pekerjaan semakin tinggi pula resikonya. Untuk itulah mengapa kita terk
2,391 views 155 shares
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
21,571 views 10 shares