7 Kisah Penyamaran Presiden dan Wakil Presiden RI.
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,118 views
7 Kisah Penyamaran Presiden & Wakil Presiden RI.

1. Bung Karno


Seperti dikisahkan oleh Mangil Martowidjojo, mantan Komandan Detasemen Kawal Pribadi, dalam buku Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967, Sang Proklamator sering menyamar sebagai rakyat biasa.



Saat di Yogyakarta, Bung Karno dan Ibu Fatmawati terkadang jalan-jalan keluar masuk desa. Dari Istana Gedung Agung mereka naik mobil lantas di desa atau sawah, mobil diparkir di pinggir jalan dan ditunggu oleh sopir pribadi. Saat berjalan kaki masuk keluar kampung dan meninjau persawahan, Bung Karno dan Ibu Fatmawati dikawal seorang polisi pengawal.

Ketika sedang berjalan kaki dan melihat ada cacing merayap di tengah jalan, BK memerintahkan pengawalnya untuk memasukkan cacing itu ke sawah. Ada anggota polisi pengawal merasa jijik memegang cacing, dengan cepat BK memegang cacing kepanasan itu dan memasukkannya ke sawah.

Bung Karno juga sering berbincang dengan rakyat jelata, di kampung maupun di tengah sawah. Rakyat yang dia ajak ngobrol kelihatan gembira.

Keluar dari istana secara incognito sering dilakukan. Suatu hari Bung Karno berkata pada Mangil, "Yo, Mangil. Bapak ingin keluar sebentar. Bapak ingin melihat umpyeke wong golek pangan di Jakarta (Bapak ingin melihat kesibukan orang mencari rejeki di Jakarta)."

Bung Karno bisa pergi ke daerah Senen, jalan mendekati gerbong kereta api yang ditempati orang-orang yang tidak punya tempat tinggal. Dia bercakap-cakap dengan para gelandangan itu. Ada seorang perempuan yang berkata keras, "Lo, itu "kan suara Bapak! Itu Bapak, ya?" Karuan saja, sekitar tempat itu penuh dengan orang. Mangil langsung membawa Bung Karno pergi.


2. Sri Sultan Hamengku Buwono IX



Sultan Hamengku Buwono IX terkenal merakyat. Banyak kisah menarik yang terjadi antara Sultan dan masyarakat Yogyakarta. Sultan bahkan membuat seorang wanita pedagang beras pingsan.

Hal ini pernah disaksikan langsung oleh SK Trimurti, istri dari Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi. Dalam buku 'Takhta Untuk Rakyat' wanita yang merupakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya mengalami langsung sikap ringan tangan Sultan.

Kejadiannya berlangsung pada tahun 1946, ketika pemerintah Republik Indonesia pindah ke Jogjakarta. Saat itu, Trimurti dari Jalan Malioboro ke utara menuju ke rumahnya di Jalan Pakuningratan (Utara Tugu). Dia penasaran dengan kerumunan yang ada. Setelah ditanyakan, ternyata ada wanita pedagang yang jatuh pingsan di depan pasar. Ternyata yang membuat warga berkerumun bukan karena wanita yang jatuh pingsan di pasar, melainkan penyebab wanita itu jatuh pingsan.

Ceritanya berawal ketika wanita pedagang beras ini memberhentikan jip untuk menumpang ke pasar Kranggan.

Setelah sampai di Pasar Kranggan, sang pedagang wanita ini meminta sang sopir untuk menurunkan semua dagangannya. Setelah selesai dan bersiap untuk membayar jasa, dengan halus, sang sopir menolak pemberian itu. Dengan nada emosi, wanita pedagang ini mengatakan kepada sang sopir, apakah uang yang diberikannya kurang. Tetapi tanpa berkata apapun sang sopir berlalu menuju ke arah selatan.

Seusai kejadian itu, seorang polisi datang menghampiri dan bertanya kepada pedagang wanita itu. "Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?" tanya polisi.

"Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir satu ini agak aneh." jawab sang wanita dengan nada emosi.

"Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." jawab sang polisi.

wanita pedagang itu pingsan setelah mengetahui sopir yang dimarahinya karena menolak menerima uang imbalan dan membantunya menaikan dan menurunkan barang dagangan, adalah Sultan Hamengku Buwono IX.

Sultan yang gemar menyetir sendiri ini memang senang memberikan tumpangan. Berkali-kali orang yang mau nunut alias numpang terkejut karena yang ditumpanginya adalah mobil Sultan Yogyakarta sekaligus menteri negara. Sultan sendiri cuek-cuek saja. Dia malah senang bisa membantu masyarakat


3. Pak Harto



Presiden kedua RI Soeharto sering melakukan incognito atau penyamaran. Pak Harto blusukan keliling daerah terpencil untuk melihat hasil-hasil pembangunan.

Biasanya saat melakukan kunjungan tidak resmi tersebut, Soeharto hanya ditemani ajudan, satu atau dua pengawal dan dokter pribadi. Hal ini dikisahkan mantan ajudan Soeharto yang akhirnya menjadi Wapres Jenderal (Purn) Try Soetrisno.

"Pak Harto selalu melakukan incognito. Pak Harto selalu berpesan tidak boleh ada satu pun yang tahu kalau Pak Harto mau melakukan incognito," ujar Try dalam buku Pak Harto, The Untold Stories.

Saat menyamar, Pak Harto selalu membawa makanan sendiri. Makanan itu dimasak oleh Ibu Tien Soeharto. Menunya sederhana sambal teri dan kering tempe. Soeharto selalu makan bersama ajudan dan pengawalnya.


4. Susilo Bambang Yudhoyono



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga menghabiskan akhir pekan dengan berwisata di Monas. SBY menyamar agar tak dikenali oleh masyarakat. Dia mengajak cucunya Almira Tunggaldewi keliling Monumen Nasional (Monas).

"Jalan-jalan di Monas. Incognito (menyamar) sama cucu beliau," kata Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha, Senin (21/10).

SBY mengaku senang mengunjungi Monas secara langsung. SBY sempat menyaksikan beberapa obyek wisata di sekitar Monas. Tapi SBY berharap pengelolaan Monas dibenahi. "Beliau berharap Monas dikelola lebih baik lagi. Kan Monas sudah baik jadi lebih baik lagi," kata Julian.

Dalam foto yang diterima merdeka.com dari Biro Pers dan Media Istana Kepresienan, tampak Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Aira, Agus Harimurti Yudhoyono beserta istri dan anaknya, Aira tampak berjalan kaki. Ibas dan istrinya juga tampak hadir. Semuanya menggunakan kacamata hitam biar tak dikenali warga.


5. Jusuf Kalla



Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah membikin repot Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Suatu hari di akhir pekan, JK yang waktu itu masih menjadi wakil presiden rupanya ingin jalan-jalan pagi di Taman Suropati.

Taman itu tidak jauh dari rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat. Letaknya hanya beberapa meter. JK waktu itu ingin mengajak cucunya jalan-jalan pagi hari.

Untuk menghindari Paspampres, JK tidak lewat depan rumah. Tentu saja, depan rumah dinasnya ada penjagaan ketat dari Paspampres. JK memilih keluar lewat pintu samping rumah bersama cucunya.

JK akhirnya 'lolos' dari pengawasan Paspampres. Dia kemudian berjalan ke Taman Suropati. Di taman saat itu, sedang ramai ada acara pagi. Ya, sebuah stasiun televisi swasta sedang mengadakan acara hiburan di sana.

Sekilas tidak banyak mengenal JK. Beberapa orang berpapasan dengan JK juga tidak menegur. Penyamaran JK baru ketahuan saat sedang duduk dengan seorang bapak yang sedang membaca koran.

"Sedang baca koran Pak," tanya JK. Saat itu seorang bapak yang ditanya langsung menengok. Bapak itu kaget bukan kepalang, ternyata orang menyapanya adalah seorang wakil presiden.

Suasana di sana langsung heboh. Kamera televisi pun langsung menyorot JK. Sementara masyarakat yang berada di Taman Suropati langsung mengerumuni JK.

Suasana heboh ini langsung terdengar oleh Paspampres. Pasukan khusus ini langsung berlari menuju Taman Suropati untuk kembali mengawal JK. Karena demi keamanan, JK akhirnya kembali lagi ke rumah dinasnya.

Trending Now
Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Thumbnail : theplaidzebra.com   Buat sebagian orang, liburan adalah hal yang wajib direncanakan setiap tahunnya untuk merileksasikan
686 views 1,065 shares
7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

Thumbnail : backpackerumrah.com   Mungkin kamu sudah pernah liburan di sekitaran Asia Tenggara, seperti Singapura atau Malaysia. Tapi
13,237 views 7,622 shares
Rasakan Liburan Antimainstream di Gunung dengan Membawa 7 Barang Ini

Rasakan Liburan Antimainstream di Gunung dengan Membawa 7 Barang Ini

Thumbnail : treckingequipments.com   Liburan adalah saat yang paling dinanti. Soalnya, kamu bisa menghabiskan waktu berlibur dengan
27,392 views 5,361 shares
WOW KEREN BANGET! Tentara Indonesia Emang Gagah Mulai Jaman Dulu!

WOW KEREN BANGET! Tentara Indonesia Emang Gagah Mulai Jaman Dulu!

Tentara Indonesia yang berjuang di jaman kemerdekaan dulu emang luar biasa. Jauh sebelum heboh polisi dan tentara ganteng, mereka udah lebi
64,844 views 3,424 shares
15 Foto Bukti Kalo Profesi Fotografer Wedding Itu Bukan Pekerjaan Mudah

15 Foto Bukti Kalo Profesi Fotografer Wedding Itu Bukan Pekerjaan Mudah

Buat sebagian orang menilai kalo profesi atau pekerjaan fotografi wedding atau pernikahan itu adalah pekerjaan yang sepele, kalian mungkin a
199,382 views 15,546 shares
Nggak Selamanya Buruk, 7 Aksi Vandal di Toilet Umum Ini Malah Terlihat Kreatif

Nggak Selamanya Buruk, 7 Aksi Vandal di Toilet Umum Ini Malah Terlihat Kreatif

Toilet merupakan sarana yang paling vital bagi kehidupan manusia. Di rumah, di sekolah, di kantor dan di berbagai tempat umum lainnya pasti
1,321 views 0 shares
Melihat Kehidupan Masa Lalu Masyarakat Jepang Lewat Sebuah Foto Klasik

Melihat Kehidupan Masa Lalu Masyarakat Jepang Lewat Sebuah Foto Klasik

Selain Amerika Serikat, negara maju yang memiliki pengaruh di dunia saat ini adalah Jepang. Hampir di seluruh dunia produk teknologi Jepang
615 views 446 shares
Seniman Jepang Ini Rubah Daun Kering Jadi Replika Hewan Purba Unik

Seniman Jepang Ini Rubah Daun Kering Jadi Replika Hewan Purba Unik

Melihat daun kering yang berserakan di lingkungan sekitar, kebanyakan orang menganggapnya sampah. Mereka acuh tak acuh seolah daun kering te
1,514 views 1,376 shares
Ngakak Maksimal, 7 Tulisan dan Spanduk di Pinggir Jalan Ini Bikin Gagal Paham

Ngakak Maksimal, 7 Tulisan dan Spanduk di Pinggir Jalan Ini Bikin Gagal Paham

Pulsker kita tentunya sering kan melihat papan tanda dan tulisan di tempat umum?. Biasanya isinya tentang nama toko, jalan dan sebagainya. H
3,519 views 907 shares
10 Foto Orang yang Berani Mengambil Resiko Ini Bikin Tepok Jidat

10 Foto Orang yang Berani Mengambil Resiko Ini Bikin Tepok Jidat

Setiap orang ditakdirkan memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang penakut, pemberani, atau bahkan nekat. Nah, Orang yang biasanya disebut
3,079 views 346 shares