Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,485 views
Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua

Sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI yang pertama, masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, sehingga dibentuklah "Panitia Sembilan" tersebut di atas guna menggodok berbagai masukan dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI itu. Adapun susunan keanggotaan dari "Panitia Sembilan" ini adalah sebagai berikut :

Ir.

Soekarno (ketua)
Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (anggota)
Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota)
Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)

Sesudah melakukan perundingan yang cukup sulit antara 4 orang dari kaum kebangsaan (pihak "Nasionalis") dan 4 orang dari kaum keagamaan (pihak "Islam"), maka pada tanggal 22 Juni 1945 "Panitia Sembilan" kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter", yang pada waktu itu disebut-sebut juga sebagai sebuah "Gentlement Agreement". Setelah itu sebagai ketua "Panitia Sembilan", Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia kecil yang dipimpinnya kepada anggota BPUPKI berupa dokumen rancangan asas dan tujuan "Indonesia Merdeka" yang disebut dengan "Piagam Jakarta" itu. Menurut dokumen tersebut, dasar negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan itu diterima untuk selanjutnya dimatangkan dalam masa persidangan BPUPKI yang kedua, yang diselenggarakan mulai tanggal 10 Juli 1945.

Di antara dua masa persidangan resmi BPUPKI itu, berlangsung pula persidangan tak resmi yang dihadiri 38 orang anggota BPUPKI. Persidangan tak resmi ini dipimpin sendiri oleh Bung Karno yang membahas mengenai rancangan "Pembukaan (bahasa Belanda: "Preambule") Undang-Undang Dasar 1945", yang kemudian dilanjutkan pembahasannya pada masa persidangan BPUPKI yang kedua (10 Juli-17 Juli 1945).
Sidang resmi kedua
Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-17 Juli 1945

Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Pada persidangan BPUPKI yang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk itu antara lain adalah: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Ir. Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta).

Pada tanggal 11 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas pembentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai berikut :

Prof. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)
Mr. KRMT Wongsonegoro (anggota)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
Mr. Raden Panji Singgih (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Dr. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

Pada tanggal 13 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut.

Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu :

Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi :

Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama "Piagam Jakarta", sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat "Piagam Jakarta". Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam, Syariat Islam, dalam negara Indonesia baru. "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" pada akhirnya disetujui dengan urutan dan redaksional yang sedikit berbeda.

Trending Now
Orang-Orang Ini Adalah Orang yang Paling PD Sedunia

Orang-Orang Ini Adalah Orang yang Paling PD Sedunia

Percaya diri atau biasa disebut PD adalah salah satu modal utama kita dalam melakukan berbagai aktivitas. Karena dengan percaya diri, kita a
13,060 views 206 shares
Kumpulan Foto Kelakuan Aneh Orang-Orang Ini Bikin Ngakak

Kumpulan Foto Kelakuan Aneh Orang-Orang Ini Bikin Ngakak

Namanya juga manusia nggak pernah luput dari kesalahan. Tapi apa jadinya ya jika kesalahan kita itu tertangkap kamera dan fotonya tersebar d
15,769 views 461 shares
15 Arsitektur Moderen di Jepang ini Keren Banget Loh Pulsker!

15 Arsitektur Moderen di Jepang ini Keren Banget Loh Pulsker!

Kecerdasan masyarakat Jepang emang udah ga perlu lagi dipertanyakan ya Pulsker. Selain cerdas, mereka juga kreatif! Nih buktinya, beberapa b
9,604 views 179 shares
Kocak! 9 Orang Ini Ga Sengaja Berpakaian yang Mirip Dengan Sekelilingnya

Kocak! 9 Orang Ini Ga Sengaja Berpakaian yang Mirip Dengan Sekelilingnya

Pulsker pernah ga pergi ke suatu tempat dan ga sengaja berpakaian seperti sekeliling? Kalo ga pernah beruntung banget deh. Beda banget sama
20,407 views 610 shares
[10 GAMBAR] CARA KONYOL tapi KREATIF Dalam Menyelesaikan MASALAH

[10 GAMBAR] CARA KONYOL tapi KREATIF Dalam Menyelesaikan MASALAH

Manusia memiliki akal budi yang berbeda daripada makhluk yang lainnya. Oleh sebab itu manusia lebih pintar dalam menghadapi setiap masalah y
61,783 views 1,588 shares
Keren! Kue-kue Ini Bikin Pulsker Seperti Memakan Galaksi!

Keren! Kue-kue Ini Bikin Pulsker Seperti "Memakan" Galaksi!

Keindahan galaksi kita memang ga bisa dipungkiri ya Pulsker! Motif galaksi ini lagi trending banget dipake oleh remaja-remaja. Ada yang "m
8,495 views 296 shares
Orang ini Menggambar Wajah Kartun Untuk Penumpang Kereta

Orang ini Menggambar Wajah Kartun Untuk Penumpang Kereta

untuk sobat pulsker yang berangkat sekolah atau kerja menggunakan kendaraan umum, pasti sering bertemu dengan berbagai macam orang. Karena
47,040 views 391 shares
Keren, Laguna Ini Berwarna Pink!

Keren, Laguna Ini Berwarna Pink!

Pulsker tau ga Laguna itu apa? Jadi, laguna itu danau di pinggir laut. Nah laguna biasanya berwarna biru atau biru kehijauan. Laguna yang s
1,609 views 167 shares
FOTO: Merinding, Ini Bukti Bahwa Bumi Sudah Tua & Bahaya

FOTO: Merinding, Ini Bukti Bahwa Bumi Sudah Tua & Bahaya

Selama ini kamu sendiri pasti juga menyadari kalau bumi memang semakin tua seiring dengan berjalannya waktu. Di mana semakin tuanya tempat t
182,164 views 4,920 shares
8 Desain Sepeda Paling Tak Masuk Akal

8 Desain Sepeda Paling Tak Masuk Akal

Sepeda adalah alat transportasi beroda dua yag tak sepi peminatnya dari dulu hingga sekarang. Alat transportasi ini memang tidak bermesin da
5,700 views 0 shares