Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,879 views
Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua

Sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI yang pertama, masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, sehingga dibentuklah "Panitia Sembilan" tersebut di atas guna menggodok berbagai masukan dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI itu. Adapun susunan keanggotaan dari "Panitia Sembilan" ini adalah sebagai berikut :

Ir.

Soekarno (ketua)
Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (anggota)
Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota)
Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)

Sesudah melakukan perundingan yang cukup sulit antara 4 orang dari kaum kebangsaan (pihak "Nasionalis") dan 4 orang dari kaum keagamaan (pihak "Islam"), maka pada tanggal 22 Juni 1945 "Panitia Sembilan" kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter", yang pada waktu itu disebut-sebut juga sebagai sebuah "Gentlement Agreement". Setelah itu sebagai ketua "Panitia Sembilan", Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia kecil yang dipimpinnya kepada anggota BPUPKI berupa dokumen rancangan asas dan tujuan "Indonesia Merdeka" yang disebut dengan "Piagam Jakarta" itu. Menurut dokumen tersebut, dasar negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan itu diterima untuk selanjutnya dimatangkan dalam masa persidangan BPUPKI yang kedua, yang diselenggarakan mulai tanggal 10 Juli 1945.

Di antara dua masa persidangan resmi BPUPKI itu, berlangsung pula persidangan tak resmi yang dihadiri 38 orang anggota BPUPKI. Persidangan tak resmi ini dipimpin sendiri oleh Bung Karno yang membahas mengenai rancangan "Pembukaan (bahasa Belanda: "Preambule") Undang-Undang Dasar 1945", yang kemudian dilanjutkan pembahasannya pada masa persidangan BPUPKI yang kedua (10 Juli-17 Juli 1945).
Sidang resmi kedua
Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-17 Juli 1945

Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Pada persidangan BPUPKI yang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk itu antara lain adalah: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Ir. Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta).

Pada tanggal 11 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas pembentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai berikut :

Prof. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)
Mr. KRMT Wongsonegoro (anggota)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
Mr. Raden Panji Singgih (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Dr. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

Pada tanggal 13 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut.

Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu :

Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi :

Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama "Piagam Jakarta", sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat "Piagam Jakarta". Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam, Syariat Islam, dalam negara Indonesia baru. "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" pada akhirnya disetujui dengan urutan dan redaksional yang sedikit berbeda.

Trending Now
7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

Thumbnail : backpackerumrah.com   Mungkin kamu sudah pernah liburan di sekitaran Asia Tenggara, seperti Singapura atau Malaysia. Tapi
29,898 views 9,941 shares
Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Thumbnail : theplaidzebra.com   Buat sebagian orang, liburan adalah hal yang wajib direncanakan setiap tahunnya untuk merileksasikan
10,390 views 2,435 shares
Gambar Jadul yang Dibikin Parodi Percakapan Ini Isinya Bikin Ngakak

Gambar Jadul yang Dibikin Parodi Percakapan Ini Isinya Bikin Ngakak

Kalau kamu generasi 90an, pasti ingat beberapa gambar yang ada dibuku pelajaran SD yang memperlihatkan gambar keluarga yang rukun. Biasanya
2,636 views 562 shares
10 Komik Tentang Mantan yang Isinya Makjleb dan Bikin Gagal Move On

10 Komik Tentang Mantan yang Isinya Makjleb dan Bikin Gagal Move On

Saat kita pacaran, rasanya dunia milik kita berdua. Tapi disaat putus, bahkan kamu nggak mau mengingat nama mantanmu lagi, padahal dia adala
3,888 views 939 shares
10 Kelakuan Orang Saat Banjir.. Nyeleneh Banget!

10 Kelakuan Orang Saat Banjir.. Nyeleneh Banget!

Saat akhir tahun, hujan pasti melanda beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya, dampak dari hujan sendiri adalah banjir. Dampak dari banji
1,464 views 668 shares
Tak Sekedar Barang Rongsokan, Selongsong Peluru Pun Bisa Jadi Karya Seni Mengagumkan

Tak Sekedar Barang Rongsokan, Selongsong Peluru Pun Bisa Jadi Karya Seni Mengagumkan

Mendengar kata peluru tajam, membuat bulu kuduk kita jadi berdiri. Gimana nggak Pulsker, peluru tajam biasanya digunakan untuk berperang dan
484 views 0 shares
Tato Kaki 3-Dimensi Bergambar Sepatu yang Nampak Nyata Banget

Tato Kaki 3-Dimensi Bergambar Sepatu yang Nampak Nyata Banget

Seni rajah tubuh atau tato, selama ini seringkali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Banyak yang mengidentikkannya dengan kriminal,
907 views 0 shares
Deretan Mobil Mewah yang Digunakan untuk Mengangkut Rumput dan Hewan, Duh !

Deretan Mobil Mewah yang Digunakan untuk Mengangkut Rumput dan Hewan, Duh !

Sejatinya, selain sebagai alat transportasi mobil juga digunakan sebagai alat pengangkut barang. Tentunya barang tersebut harus disesuaikan
530 views 0 shares
Nggak Cuma Indah Gerakannya, 9 Tarian Asli Indonesia Ini Juga Mengandung Mistis

Nggak Cuma Indah Gerakannya, 9 Tarian Asli Indonesia Ini Juga Mengandung Mistis

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan bahasa daerah, adat istiadat, suku dan budayanya. Dan disetiap dareah memiliki ciri khas ma
1,741 views 275 shares
Kumpulan Meme Ditolak Cewek Ini Bikin Kamu Gagal Galau

Kumpulan Meme 'Ditolak Cewek' Ini Bikin Kamu Gagal Galau

Cinta itu nggak harus memiliki. Jadi kalau kamu ditolak cewek, ya terima aja, siapa tahu jodohmu masih disimpan Tuhan. Dan saat waktunya tib
7,400 views 842 shares