Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,516 views
Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua

Sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI yang pertama, masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, sehingga dibentuklah "Panitia Sembilan" tersebut di atas guna menggodok berbagai masukan dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI itu. Adapun susunan keanggotaan dari "Panitia Sembilan" ini adalah sebagai berikut :

Ir.

Soekarno (ketua)
Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (anggota)
Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota)
Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)

Sesudah melakukan perundingan yang cukup sulit antara 4 orang dari kaum kebangsaan (pihak "Nasionalis") dan 4 orang dari kaum keagamaan (pihak "Islam"), maka pada tanggal 22 Juni 1945 "Panitia Sembilan" kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter", yang pada waktu itu disebut-sebut juga sebagai sebuah "Gentlement Agreement". Setelah itu sebagai ketua "Panitia Sembilan", Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia kecil yang dipimpinnya kepada anggota BPUPKI berupa dokumen rancangan asas dan tujuan "Indonesia Merdeka" yang disebut dengan "Piagam Jakarta" itu. Menurut dokumen tersebut, dasar negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan itu diterima untuk selanjutnya dimatangkan dalam masa persidangan BPUPKI yang kedua, yang diselenggarakan mulai tanggal 10 Juli 1945.

Di antara dua masa persidangan resmi BPUPKI itu, berlangsung pula persidangan tak resmi yang dihadiri 38 orang anggota BPUPKI. Persidangan tak resmi ini dipimpin sendiri oleh Bung Karno yang membahas mengenai rancangan "Pembukaan (bahasa Belanda: "Preambule") Undang-Undang Dasar 1945", yang kemudian dilanjutkan pembahasannya pada masa persidangan BPUPKI yang kedua (10 Juli-17 Juli 1945).
Sidang resmi kedua
Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-17 Juli 1945

Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Pada persidangan BPUPKI yang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk itu antara lain adalah: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Ir. Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta).

Pada tanggal 11 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas pembentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai berikut :

Prof. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)
Mr. KRMT Wongsonegoro (anggota)
Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
Mr. Raden Panji Singgih (anggota)
Haji Agus Salim (anggota)
Dr. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

Pada tanggal 13 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut.

Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu :

Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi :

Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama "Piagam Jakarta", sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat "Piagam Jakarta". Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam, Syariat Islam, dalam negara Indonesia baru. "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" pada akhirnya disetujui dengan urutan dan redaksional yang sedikit berbeda.

Trending Now
10 Ekspresi Orang Marah Tapi Konyol, Lucu Abis !

10 Ekspresi Orang Marah Tapi Konyol, Lucu Abis !

Semua orang bisa marah, dan pasti ada suasana yang mencekam pada saat itu, akan tetapi bagaimana jika seseorang marah dengan tidak mencekam
33,936 views 196 shares
Perubahan Apa Saja Pada Pria yang Membuatnya Makin Gentleman dan Bikin Cewek Makin Sayang? Ini Dia 7 Diantaranya

Perubahan Apa Saja Pada Pria yang Membuatnya Makin Gentleman dan Bikin Cewek Makin Sayang? Ini Dia 7 Diantaranya

Dalam menjalani sebuah hubungan, selain dibutuhkan rasa cinta dan sayang juga butuh yang namanya kepribadian. Kepribadian ini pun bisa dilih
570 views 97 shares
Tahu Juga Bisa Jadi Olahan yang Lezat dan Praktis Serta Mudah Membuatnya Lho, Ini Dia 7 di Antaranya

Tahu Juga Bisa Jadi Olahan yang Lezat dan Praktis Serta Mudah Membuatnya Lho, Ini Dia 7 di Antaranya

Tahu memang sudah melekat dalam masakan dan lidah orang Indonesia, dari dulu hingga sekarang. Makanan berbahan dasar kedelai ini awal mulany
1,824 views 361 shares
Kini Rongsokan Mobil Bekas Bisa Jadi Perabotan Rumah yang Unik dan Tak Kalah Menariknya Lho

Kini Rongsokan Mobil Bekas Bisa Jadi Perabotan Rumah yang Unik dan Tak Kalah Menariknya Lho

Perabotan rumah sudah menjadi barang wajib yang dimiliki di setiap rumah ya pulsker. Selain digunakan untuk tempat yang memiliki kegunaan te
763 views 48 shares
10 Kelakuan Aneh Orang Jepang Ini Bikin Gagal Paham

10 Kelakuan Aneh Orang Jepang Ini Bikin Gagal Paham

Yang kita tahu negara Jepang merupakan gudangnya orang-orang dengan otak jenius dan pekerja keras. Bukan cuma itu aja, orang Jepang juga dik
10,519 views 328 shares
THE POWER OF EMAK-EMAK NAIK MATIC, RESMI MENJADI RAJA BARU DI JALANAN !

THE POWER OF EMAK-EMAK NAIK MATIC, RESMI MENJADI RAJA BARU DI JALANAN !

Saat ini ada spesies baru penguasa jalanan. Meskipun sinetron BOY anak jalanan mengakibatkan banyaknya abege abege yang kebut-kebutan sembar
56,049 views 3,135 shares
AKSI Buruk Para Orang Tua terhadap Anaknya Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

AKSI Buruk Para Orang Tua terhadap Anaknya Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

biasanya ya para orang tua pasti melakukan yang terbaik dan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi anaknya..tapi sepertinya hal itu gak ber
51,754 views 1,557 shares
5 Kebiasaan Kekinian Anak Muda.

5 Kebiasaan Kekinian Anak Muda.

Beda dulu, beda sekarang. - - - - - # - - - - - Tag/mention teman kamu yang suka memotret tiket nonton. KAMPUNGAN! :p   Sumber gambar :
7,673 views 3 shares
Ajiipp..!! 11 Olahan Ayam yang Bikin Ngiler dan Pengen Makan "Sekarang"

Ajiipp..!! 11 Olahan Ayam yang Bikin Ngiler dan Pengen Makan "Sekarang"

Resep masakan ayam merupakan salah satu kuliner yang bahan dasarnya di dapat dengan harga yang terjangkau. Ayam juga nikmat di olah dengan d
237 views 46 shares
Aksi Lucu nan Menggemaskan Bayi Kembar di Tempat Tidur Ini Bikin Siapa Saja Geregetan

Aksi Lucu nan Menggemaskan Bayi Kembar di Tempat Tidur Ini Bikin Siapa Saja Geregetan

Dilahirkan kembar memang memiliki keunikan dan anugerah tersendiri ya pulsker. Karena bisa melakukan hal bersama dengan pasangan kembar kita
203 views 0 shares