Daftar Situs Porno Yang Belum Di Blokir!!!!! WASPADA DAN WOWNYA DONG
Loading...
1,579,364 views
WOW 26 Share Tweet
Daftar Situs Porno Yang Belum Di Blokir!!!!! WASPADA DAN WOWNYA DONG

#Bahaya Film Porno Bagi Otak Laki Laki#
Karena semakin merajalelanya Film Panas atau Pornografi, membuat pemerintah melakukan sebuah gerakan preventif, yaitu membatasi atau mem-block akses ke situs situs ini, demi menjaga kualitas pikiran anak muda bangsa Indonesia.

Melihat Kemajuan tekhnologi memang seperti melihat dua sisi bereda seperti mata uang logam beda namun sekatnya cuman sedikit. ini berarti bahwa pengguna internet harus menentukan pilihan mau kearah mana ia akan melakukan aktifitas dengan internetm sebut saja jika menentukan kepingin hal yang negatif ini sebenarnya membahayakan otak bagi laki-laki

Para peneliti mengklaim bahwa lelaki yang menonton porno secara berlebihan maka materi abu-abu di otaknya akan berkurang.

Materi abu-abu dalam otak terkait dengan kecerdasan dan memainkan peran penting dalam memori, perhatian, kesadaran persepsi, pikiran, bahasa dan alam sadar manusia.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan penelitian dengan merekrut 64 subjek laki-laki pada kelompok usia 21-45 tahun dengan berbagai konsumsi pornografi.

Lalu otak peserta dipindai dengan teknologi MRI saat mereka sedang menonton situs porno, bersama dengan gambar non-seksual.

Para peneliti mengatakan temuan mereka mengungkapkan bahwa volume materi abu-abu dari caudate kanan striatum lebih kecil pada pengguna pornografi dengan intensitas lebih tinggi.

Tak hanya itu, konsumsen pornografi berat juga memiliki hubungan yang lemah antara striatum dan korteks prefrontal, area otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan.

Meski demikian, kata para peneliti, pornografi belum tentu benar-benar dapat mengecilkan otak. “Tidak jelas, misalnya, apakah menonton film porno menyebabkan perubahan otak atau apakah orang yang lahir dengan otak tertentu menonton lebih banyak pornografi,” kata penulis studi Dr Simone Kuhn dari Max Planck Institute for Human Development di Berlin. (Times of India)