Sejarah Monumen Nasional
Loading...
 
posted on
577 views
Sejarah Monumen Nasional

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Setelah pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Jakarta setelah sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950 menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Sukarno mulai memikirkan pembangunan sebuah monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Sukarno. Akan tetapi Sukarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ke dalam rancangan monumen itu. Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektare. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961.

Trending Now
Kumpulan Foto Bukti Bahwa Kita Tak Bisa Menghindari Kesialan

Kumpulan Foto Bukti Bahwa Kita Tak Bisa Menghindari Kesialan

Jodoh, maut dan rejeki memang sudah diatur oleh Tuhan. Begitupula dengan jalan hidup kita. Jika bisa memilih, kita pasti ingin ditakdirkan m
13,654 views 2,382 shares
9 Momen Harmonis Marsha Timothi - Vino Bastian yang Jauh Dari Gosip

9 Momen Harmonis Marsha Timothi - Vino Bastian yang Jauh Dari Gosip

Sering dipasangkan dalam sinetron remaja pasangan ini menikah di tahun 2012. Mereka sangat kompak, bahkan sinetron yang mereka bintangi ini
439 views 145 shares
7 Tulisan Pada Barang Ini Bikin Kita Mikir Keras

7 Tulisan Pada Barang Ini Bikin Kita Mikir Keras

Sudah menjadi hal yang wajar jika produsen mempromosikan barang yang mereka jual dengan tulisan menarik. Hal ini nggak lain agar pelanggan m
638 views 184 shares
7 Tingkah Konyol Para Pemuda Ini Bikin Kamu Nyengir Dibuatnya

7 Tingkah Konyol Para Pemuda Ini Bikin Kamu Nyengir Dibuatnya

Memasuki usia muda selalu ada saja aksi yang dilakukan oleh seseorang. Termasuk hal-hal konyol dalam kehidupan sehari-hari Pulsker. Seperti
172 views 0 shares
Serba Serbi Kehidupan yang Pernah Dialami Cowok, Bener Nggak Nih?

Serba Serbi Kehidupan yang Pernah Dialami Cowok, Bener Nggak Nih?

Ngomongin perbedaan cewek dengan cowok bakalan nggak ada habisnya. Mereka adalah ibarat air dan api Pulsker. Selain beda secara fisik, juga
1,663 views 128 shares
10 Kelakuan Anak Jaman Now yang Bikin Ngakak Sampai ke Mars

10 Kelakuan Anak Jaman Now yang Bikin Ngakak Sampai ke Mars

Kita sering menyebut anak jaman sekarang dengan istilah anak jaman now. Berbeda dengan anak-anak jaman dulu, anak jaman now ini terkadang ti
1,514 views 139 shares
6 Desainer Muda yang Mendunia dan Inspiring Banget. Salut!

6 Desainer Muda yang Mendunia dan Inspiring Banget. Salut!

Dunia fashion Indonesia sedang dibuat bangga oleh para desainer desainer muda yang berbakat dan penuh dengan inovasi. Entah bagaimana merek
677 views 131 shares
Ilustrasi Kehidupan Percintaan Masa Kini yang Bikin Hati Miris

Ilustrasi Kehidupan Percintaan Masa Kini yang Bikin Hati Miris

Dari hari ke hari perubahan dalam hidup terus terjadi. Termasuk gaya hidup sehari-hari kita Pulsker. Ditambah lagi perkembangan teknologi ya
1,224 views 125 shares
Beginilah Penampakan Keadaan Ibukota Paling Sepi di Dunia

Beginilah Penampakan Keadaan Ibukota Paling Sepi di Dunia

Saat mendengar kata Ibukota, pasti yang kamu bayangkan adalah kota yang ramai karena berbagai macam pusat ada disamakan, seperti pusat perek
8,116 views 1,986 shares
Lika-Liku Kehidupan Ibu Muda Saat Membesarkan Buah Hatinya

Lika-Liku Kehidupan Ibu Muda Saat Membesarkan Buah Hatinya

Tak ada sosok yang paling berpengaruh di dunia ini kecuali orang tua, terutama ibu atau emak. Dari sebelum kita dilahirkan, ibu sudah berkor
1,040 views 176 shares