Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
4,406 views
Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu.

Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung cerminan pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
 

 

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan cerminanbangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk cerminan pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

    Untuk anakku yang sangat Aku cintai,

    Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.

    Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.

    Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.

    Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.

    Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.

    Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.

    Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.

    Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
    Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri….

Trending Now
Nggak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Juga Punya Tempat Wisata Kece Ini

Nggak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Juga Punya Tempat Wisata Kece Ini

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber alam dan budayanya gengs. Makanya nggak heran jika dari Sabang sampai Merauke ada ban
702 views 172 shares
[10 FOTO] Kreasi Seni Rumah Burung untuk di Perkotaan

[10 FOTO] Kreasi Seni Rumah Burung untuk di Perkotaan

Di perkotaan semakin jarang terlihat burung-burung yang beterbangan dan mengeluarkan kicauan yang menyejukkan hati. Hal ini menjadi sebuah
19,810 views 1,065 shares
Rapi dan Teratur, Inilah Cara Caleg Berkampanye di Jepang

Rapi dan Teratur, Inilah Cara Caleg Berkampanye di Jepang

Saat ini, di tahun 2019 kita memasuki tahun kampanye. Seluruh rakyat Indonesia yang sudah memenuhi syarat harus memilih pasangan calon presi
1,221 views 153 shares
10 KALIMAT SEDERHANA Agar ISTRI & Pasanganmu BAHAGIA

10 KALIMAT SEDERHANA Agar ISTRI & Pasanganmu BAHAGIA

Wah artikel ini cocok banget untuk suami-suami yang ingin membahagiakan istrinya. Tapi kalau ada istri yang membaca ini juga boleh dishare k
27,845 views 3,321 shares
Deretan Meme Kocak Nungguin Cewek Dandan yang Bikin Kamu Ngakak

Deretan Meme Kocak Nungguin Cewek Dandan yang Bikin Kamu Ngakak

Menjadi hal wajib bagi kebanyakan cewek untuk berdandan sebelum keluar. Walaupun mereka dikaruniai wajah cantik sejak lahir, tetap aja masih
1,659 views 315 shares
7 Perbandingan Ikon Kota di Indonesia Dulu dan Sekarang

7 Perbandingan Ikon Kota di Indonesia Dulu dan Sekarang

Setiap kota di suatu negara, pasti memiliki ikon atau landmark sebagai simbol tempat tersebut. Biasanya ikon ini berbentuk sebuah bangunan,
1,565 views 273 shares
20 CARA Agar Hidupmu Jadi Lebih Baik Ala CUREJOY

20 CARA Agar Hidupmu Jadi Lebih Baik Ala CUREJOY

Untuk memiliki tubuh yang sehat dan kuat itu tidak instan, diperlukan kerja keras dan pola hidup yang sehat pula kan PULSKER! Nah buat yang
17,730 views 672 shares
Wow... Sandal Jepit yang Dikenakan 6 Selebriti Ini Harganya Fantastis!

Wow... Sandal Jepit yang Dikenakan 6 Selebriti Ini Harganya Fantastis!

Selebriti memang selalu identik dengan kehidupannya yang serba glamour, semua itu dilakukan semata - mata untuk menjaga penampilan dan imej
1,963 views 147 shares
Aneka Meme Tukang Becak yang Bikin Kamu Ngakak Banget

Aneka Meme Tukang Becak yang Bikin Kamu Ngakak Banget

Pulsker, kita tentunya sudah nggak asing lagi sama moda transportasi roda tiga bernama becak. Kendaraan tak bermesin ini sampai kini masih b
1,077 views 143 shares
Mungkin 10 Hal Gila Ini Cuma Terjadi Di Dubai..WOW!!

Mungkin 10 Hal Gila Ini Cuma Terjadi Di Dubai..WOW!!

Dubai adalah negara yang dikenal dengan masyarakatnya yang kaya raya dan sumber daya alamnya yang melimpah. Jadi nggak heran jika kehidupan
5,011 views 491 shares