Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
4,567 views
Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu.

Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung cerminan pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
 

 

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan cerminanbangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk cerminan pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

    Untuk anakku yang sangat Aku cintai,

    Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.

    Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.

    Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.

    Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.

    Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.

    Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.

    Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.

    Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
    Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri….

Trending Now
Nggak Cuma Keren, 9 Tato Ini Juga Punya Fungsi Lain Lho

Nggak Cuma Keren, 9 Tato Ini Juga Punya Fungsi Lain Lho

Rajah tubuh atau tato seringkali diidentikkan dengan kriminal dan kekerasan. Hal ini karena adanya pandangan di masyarakat bahwa orang yang
3,920 views 1,093 shares
Inilah 6 Hal Yang Dilakukan Cewek Saat Menunggu Balasan Pesan Saat Chatingan

Inilah 6 Hal Yang Dilakukan Cewek Saat Menunggu Balasan Pesan Saat Chatingan

Chating merupakan hal yang mengasyikkan, apalagi yang diajak chating adalah kekasih pujaan hatinya, pasti waktu serasa sebentar saat chating
2,913 views 153 shares
10 OOTD Atta Halilintar yang Disamakan Dengan Bungkus Indomie Ini Kocak Banget

10 OOTD Atta Halilintar yang Disamakan Dengan Bungkus Indomie Ini Kocak Banget

Buat kamu yang saat ini hobbynya nonton Youtube, pasti udah nggak asing lagi dengan sesorang yang menyatakan dirinya sebagai King Of Youtube
3,256 views 0 shares
Foto-Foto Jadul Saat Dipoles Menjadi Berwarna dan Nampak Menarik

Foto-Foto Jadul Saat Dipoles Menjadi Berwarna dan Nampak Menarik

Pepatah lama mengatakan, sebuah foto memiliki sejuta makna. Ya, rupanya pepatah ini ada benarnya Pulsker. Foto memang bisa membangkitkan per
1,820 views 0 shares
Polwan Cantik Vanni Simbolon Bikin Semangat Dateng ke TPS

Polwan Cantik Vanni Simbolon Bikin Semangat Dateng ke TPS

Selama ini polisi dan tentara dikenal sebagai aparatur negara yang terlihat begitu gagah bahkan terkesan kaku. Sehingga membuat masyarakat s
1,290 views 0 shares
Momen Lucu dan Menggemaskan Bayi Saat Mengalami Pemotretan

Momen Lucu dan Menggemaskan Bayi Saat Mengalami Pemotretan

Masa balita adalah masa dimana anak-anak sedang lucu-lucunya nih Pulsker. Makanya nggak heran kalau banyak orang tua mengabadikan kelucuan m
892 views 0 shares
Aneka Meme Ditikung Teman yang Bikin Kamu Ngakak

Aneka Meme Ditikung Teman yang Bikin Kamu Ngakak

Sebagai makhluk sosial, kita pasti membutuhkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang akan membantu kita adalah orang-orang terdek
761 views 0 shares
7 Meme Lucu Tentang Menangnya Paslon Nurhadi Aldo Ini Kocak Banget

7 Meme Lucu Tentang Menangnya Paslon Nurhadi Aldo Ini Kocak Banget

Pesta Demokrasi baru saja usai pada tanggal 17 April 2019 kemarin. Berdasarkan Quick Count, kita juga sudah melihat siapa yang unggul dalam
2,338 views 0 shares
10 Meme PEMILU Ini Isinya Nyindir Kamu yang Golput

10 Meme PEMILU Ini Isinya Nyindir Kamu yang Golput

Hari Ini pada tanggal 17 April 2017 ini masa depan Bangsa Indonesia ditentukan untuk 5 tahun kedepan. Dimana hari ini pesta Demokrasi di mul
1,645 views 152 shares
12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

Mayoritas cewek sering mengabadikan aktivitasnya dalam suatu momen tertentu atau bahkan dalam keseharian, dengan alasan untuk dokumentasi at
130,971 views 13,445 shares