Sekai o Sukuimasu #Part 1
Loading...

Halo halo~! Maafkan Mine-chan yang kelamaan merancang ceritanya :3

Mungkin karena Mine-chan vakum selama 2 tahun membuat otak Mine-chan tidak bisa berpikir cepat dan mendapatkan ide secepat dulu

Sekali lagi, gomennasai^w^

 

 

Sekai o Sukuimasu

Genre: Shoujo,Sci-Fi, Fantasy, Romance, Supranatural.

Part 1

----------------------------------------------------------------------------

 

“Oii! Bakar sosisnya sekarang, ntar keburu malam lagi, “bentak Kuze sembari menunjukkan jari telunjuknya kepada Viola.

“Sabarlah… Kau khawatir keburu malam atau kau sudah kelaparan? ”balas Oneki dengan nada menertawakan.

Kuze mendengus kesal lalu pergi kearah tenda miliknya. Oneki tertawa terbahak-bahak karena perilaku Kuze.

“Onii-chan, sebaiknya kau jangan terlalu jahat padanya seperti itu” ucapku.

“Hahaha..Maafkan Onii-chan mu ini ya ^w^”

Oneki-kun pun pergi ke tenda milik Kuze untuk meminta maaf.

“Hillan,”

Seseorang menyentuh bahuku. Ketika aku berbalik kebelakang tak ada seorang pun dibelakangku.

Aneh sekali.. Tadi ada yang memanggil namaku

Karena kejadian itu aku cepat-cepat pergi menuju tempat makan malam.Disana terdapat Viola,Izumi dan Tetsuya yang sedang membakar beberapa daging steak barbeque untuk makan malam.

“Hai Hillan!” sambut Izumi padaku.

“O-Oh h-hai Izumi” balasku dengan senyuman kecil.

“Kau tampak gugup.. Apa yang terjadi padamu Hillan-chan?” tanya Tetsuya.

“E-etto.. Tadi aku berada didepan tenda Kuze dan tenda punya Niki dan disana aku sendirian namun tiba-tiba ada yang memanggilku namun disana tidak ada siapa siapa.. Itu membuatku gugup dan ketakutan setengah mati “

“Ah.. Tadi pun ada keanehan disini. Api unggun yang kubuat tiba-tiba mati tanpa sebab. Kupikir tadi ada air yang terjatuh namun disini tidak ada pohon yang akan menjatuhkan tetesan air”

“Sudahlah, mungkin ada seseorang yang jahil diantara kita-kita yang disini” kata Viola-chan mencoba membuat kita positif thinking.

Tiba-tiba aku mencium bau busuk dari arah tenda milikku dan milik Oneki.

“Apa kalian mencium bau busuk ini? “tanyaku.

“ Iya.. Bau ini sangat menggangu hidungku. Seseorang cobalah untuk memeriksanya “ jawab Viola sambil menutup hidungnya karena bau ini sangatlah bau.#Plakk:v

“ Aku akan memeriksanya. Kalian tunggulah disini, dan jangan menjahiliku” Tetsuya pergi kearah dalam hutan untuk memeriksa tenda milikku dan Oneki.

“OII!! KALIAN KEMARILAH.. INI SANGAT ANEH!!” Tetsuya berteriak untuk memanggil kami. Dengan cepat kami berlari menuju dalam hutan.

“Ada apa Tet--, makhluk apa ini?!”Izumi terkejut dengan penampilan hewan tersebut.

Hewan itu memiliki tampilan seperti kucing hitam namun dia memiliki sayap seperti naga dan di sekujur tubuhnya banyak sekali luka cakaran dan darah. Hewan itu pun mengeluarkan suara kesakitan.

“Apa yang terjadi dengan hewan ini? Dia tampaknya sangat kesakitan dengan luka-lluka itu”tanya Viola.

“Tampaknya dia habis bertarung habis-habisan,” jawab Tetsuya.

Namun tiba-tiba hewan itu memancarkan warna putih yang sangat terang dari tubuhnya dan hewan itu menghilang dan hanya meninggalkan 6 kalung dengan berbagai ukiran yang berbeda, dan 1 buah koper yang sangat besar.

“Benda apa ini? Kenapa dia mengeluarkan benda ini?,”Viola mencoba memegang koper itu namun tangannya diberhentikan oleh Tetsuya.

“Jangan memegangnya dulu,aku ada perasaan aneh terhadap benda-benda ini. Lebih baik kita tanyakan dulu ini pada Oneki terlebih dahulu,” Tetsuya mengambil koper dan semua kalung itu kedalam tendanya.

 

>Makan malam<

 

Waktu makan malam pun tiba. Kuze dan Oneki pun keluar dari tenda dan mengambil makanan yang disediakan diatas meja.

Aku menghampiri kak Oneki yang sedang mengambil makanan.“Ooo.. Jadi kak Oneki sudah baikan sama Kuze?”

Kak Oneki membalikkan badannya dan melihat mataku.”Adikku,mari kita pulang sekarang juga..”

Aku sangat terkejut dengan ucapannya tadi.”Eh..Kenapa kita harus pulang dengan cepat?Lagian kita kan disini untuk merayakan kelulusan kakak”

“Kurasa kau tidak tahu apa yang terjadi..”Dia menarik tanganku ke meja makan. “Kurasa hutan ini ada sesuatu yang menyeramkan”

“Maksud kakak apaan sih?! Aku sungguh tak mengerti semua ucapan kakak”

“Yang kakak maksud kita harus cepat keluar dari hutan ini sebelum kita merasakan akibatnya”

“Kak,sadarlah!Kita disini untuk merayakan kelulusan kakak dan hutan ini hanyalah hutan biasa,lagian Viola dan keluarganya kan sudah pernah berlibur kesini jadi hutan ini baik-baik saja”

“Kurasa yang diucapkan Oneki benar” Tiba-tiba seseorang muncul disamping Oneki.

“Tetsuya!Kau jangan mencoba menakut-nakuti kami!”bentak Niki.

Tiba-tiba Izumi dan Kuze menarik tangan kami semua menuju meja makan.

“Ayolah teman-teman mari kita bahas ini bersama-sama setelah makan malam”

 

>9 PM<

 

“Nah, kayak gini kan lebih enak. Perut sudah terisi bikin kita berpikir lebih jernih”ucap Izumi sembari mebagikan kami permen lollipop yang selalu dibawanya.

“Baiklah..Tetsuya, darimana kau tahu bahwa hutan ini menyeramkan dan penuh misteri?”tanya Niki.

Tetsuya menghela nafas panjang.”Tadi sore kami mendapatkan koper dan 6 buah kalung ini di dekat tenda Kuze..”.Tetsuya menghela nafas lagi”..Dan koper ini sudah kubuka tadi dan isinya adalah 10 buku tua yang terkunci dan beberapa kunci yang aneh”

“Lalu, apa kaitannya dengan hutan ini?”tanyaku karena aku terlalu heran.

“Salah satu buku berhasil kubuka karena ada tanda tanganku di belakang buku itu dan buku itu berisi tentang diriku di dunia lain yang bernama Sekai o Sukuimasu..Lalu aku menemukan secarik kertas yang mengisahkan awal mula hu--,“

“Hei! Apa yang terjadi dengan langit?” tanya Izumi.

Aku pun melihat kearah langit. Langit yang tadinya berwarna hitam dengan gemerlap bintang-bintang,sekarang berubah menjadi langit merah darah.

Aku sangat terkejut.Perasaan takut mulai menghampiriku.Aku menggengam tangan Izumi yang berada di sampingku.

“Apa yang terjadi disini?!”tanya Niki dengan nada marah.

“Kurasa langit berubah karena aku menceritakan semua yang berkaitan dengan hutan ini”jawab Tetsuya.

“Teman-teman, mari kita pergi sebelum sesuatu yang lebih menyeramkan terjadi”ujar Viola ketakutan.

Tetsuya menghampiri Viola dan mengelus kepalanya.“Tampaknya kita tidak bisa pergi kemana-mana lagi.. Hutan ini sudah dilapisi pelindung yang hanya bisa ditembus oleh sekelompok orang non terpilih”

“D-dan itu artinya.. S-sesuatu akan t-terjadi p-pada kita?”

“Iya.. Kuharap kita bisa keluar dari tempat ini” Tetsuya memeluk Viola dari belakang.”Kurasa ini adalah waktu yang tepat untukku untuk mengatakan bahwa aku cinta padamu Viola”

Viola pun menangis dipelukan Tetsuya.

Tak lama kemudian, sebuah benda besar jatuh dari langit dan menimpa kami semua.