7 Kakak Adik Yang jadi RIVAL di Sepakbola
Loading...

Bermain satu klub dengan suadara sendiri merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi. Namun apa jadinya jika dua orang saudara kandung harus bentrok dalam balutan jersey tim yang berbeda? Bahkan ketika mereka harus membela negara yang berbeda?

 

 

Rumit memang, bahkan tak jarang hubungan mereka harus renggang meskipun pada akhirnya kembali harmonis seperti sedia kala. Berikut ini adalah 7 Kakak beradik yang menjadi rival dalam dunia sepakbola.

1. Kevin Prince Boateng dan Jerome Boateng

181455381-1
Dua kakak beradik ini merupakan saudara seayah. Tetapi begitu, Price Boateng lebih memilih membela Timnas Ghana. Sedang Jerome memilih untuk membela Timnas Jerman. Meskipun sering bentrok di pertandingan International, tetapi keduanya tetap akur walaupun beberapa saat yang lalu hubungan mereka sempat renggang ketika Kevin-Prince melayangkan tekel keras kepada Ballack yang membuat Ballack absen membela Timnas Jerman pada PD 2010. Jerome yang marah kepada Kevin-Price mengatakan bahwa Kevin memang pantas di kartu merah. Sang kakak pun merasa tersinggung dengan ucapan si Adik. Namun hubungan mereka kembali membaik setelah pertandingan Jerman vs Ghana di PD 2010.

 

 

Tak butuh waktu lama, Kevin dan Jerome pun kembali bentrok pada Piala Dunia 2014. Berikut tweet Kevin-Prince setelah Jerman dan Ghana dipastikan satu grup pada Piala Dunia 2014.

 

 

“Adik sudah tiba waktunya lagi… begitulah indahnya kehidupan! Tak sabar… love you bro!!!”

 

2. Taulant Xhaka dan Granit Xhaka

brothersxhaka-kN7F--621x414@LiveMint
Xhaka bersaudara ini merupakan saudara kandung, memiliki ibu dan ayah yang sama. Tapi uniknya, mereka berdua malah memilih timnas yang berbeda. Meskipun lahir di Swiss, tetapi Taulant lebih memilih membela Timnas Albania. Sedangkan si adik tetap memilih membela Swiss. Hubungan antara warga Swiss dan Albania memang terbilang dekat. Bahkan banyak di antara pemain Timnas Swiss yang lahir di Albania. Taulant dan Granit akhirnya untuk pertama kali bentrok dalam Piala Eropa 2016 ketika Swiss dan Albania tergabung dalam grup yang sama.

 

 

“Sungguh sesuatu yang spesial untuk keluarga saya menyaksikan dua kakak beradik tampil untuk kubu yang berbeda. Sangat spesial. Mungkin lebih spesial untukku ketimbang kakak saya,” kata Granit seusai kemenangan 1-0 bagi Swiss, sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

 

3. Kolo Toure dan Yaya Toure

yayatourekolotoure-cropped_1aev59t4xmx1e12r696y1g4uj4
Meskipun keduanya membela negara yang sama, namun Kolo dan Yaya membela dua klub berseberangan yang notabene adalah rival dalam perebutan gelar liga. Yaya merupakan andalan Manchester City sedangkan Kolo membela Liverpool. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 2015 ketika Manchester City bersua dengan Kolo.

 

 

“Saya akan menghentikan Yaya Toure jika diperlukan. Ia adalah pemain yang berbahaya di tim Manchester City. Saya tidak akan ragu untuk menekelnya sekalipun demi kemenangan tim,?” ujar Kolo Toure yang diwawancarai sebelum final Capital One Cup seperti yang dilansir oleh The Guardian.

 

Halaman Selanjutnya