10 Supporter Sepakbola Ini Paling Ditakuti di Dunia, Siapa Saja Mereka?
Loading...

Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling populer di seluruh dunia. Olahraga ini membuat siapa saja terkesima pulsker, mulai dari orang tua, remaja dan anak-anak. Tak peduli miskin atau kaya, agama, ras dan suku. Sepakbola menyatukan orang-orang di berbagai penjuru dunia. Dan sepakbola juga memunculkan rasa cinta dan fanatisme.

 

Fanatisme inilah yang dimiliki oleh para pendukung atau supporter sepakbola di arena stadion. Keberadaan mereka bagi para pemain merupakan penyemangat, dan tak heran jika mereka disebut pemain ke-13 dalam sepakbola. Terkadang kecintaan supporter sepakbola ini berujung pada aksi kekerasan yang membuat mereka ditakuti pulsker. Dan berikut adalah 10 supporter bola paling ditakuti di dunia, yang dikutip dari sumber Fourfortwo.com.

1
Supporter paling ditakuti pertama datang dari Amerika Latin pulsker, yakni supporter River Plate. Peristiwa mencekam River Plate adalah saat melawan Boca Juniors pada ajang Torneo Apertura, 9 November 2003 silam. Dalam laga tersebut, kesebelasan tuan rumah kalah dua gol tanpa balas. Keesokan harinya, dua pendukung Boca Juniors ditemukan tewas. Pelakunya diduga adalah anggota Los Borrachos del Tablon, kelompok suporter garis keras River Plate, karena bersama dua jenazah tersebut ditemukan pesan bertuliskan “Boca 2, River Plate 2.”

Supporter paling ditakuti pertama datang dari Amerika Latin pulsker, yakni supporter River Plate. Peristiwa mencekam River Plate adalah saat melawan Boca Juniors pada ajang Torneo Apertura, 9 November 2003 silam. Dalam laga tersebut, kesebelasan tuan rumah kalah dua gol tanpa balas. Keesokan harinya, dua pendukung Boca Juniors ditemukan tewas. Pelakunya diduga adalah anggota Los Borrachos del Tablon, kelompok suporter garis keras River Plate, karena bersama dua jenazah tersebut ditemukan pesan bertuliskan “Boca 2, River Plate 2.”
Advertisements

2
Begitupula dengan negara sepakbola Brasil memiliki supporter garis keras Vasco da Gama. Setahun sebelum Piala Dunia 2014, perkelahian terjadi di tribun antara kelompok pendukung Vasco da Gama dan Atletico Paranaense. Sampai-sampai nih pulsker, cara yang digunakan untuk mengangkut para korban adalah dengan menggunakan helikopter. Dan kerusuhan tersebut tidak membuat pertandingan dibatalkan. Setelah satu jam dan sepuluh menit, pertandingan dilanjutkan kembali.

Begitupula dengan negara sepakbola Brasil memiliki supporter garis keras Vasco da Gama. Setahun sebelum Piala Dunia 2014, perkelahian terjadi di tribun antara kelompok pendukung Vasco da Gama dan Atletico Paranaense. Sampai-sampai nih pulsker, cara yang digunakan untuk mengangkut para korban adalah dengan menggunakan helikopter. Dan kerusuhan tersebut tidak membuat pertandingan dibatalkan. Setelah satu jam dan sepuluh menit, pertandingan dilanjutkan kembali.

3
Selanjutnya ada peristiwa mencekam yang dilakukan supporter Al Masry di Mesir tahun 2012 silam. Kelompok suporter garis keras Al Masry turun ke lapangan dan menyerang para pemain Al Ahly, lalu kemudian para suporternya. Serangan ini disebut-sebut bernuansa politis dan terorganisir karena polisi-polisi membiarkan para suporter Al Masry membawa pisau, pedang, bat bisbol, dan senjata lain ke dalam stadion. Sebanyak 79 orang tewas dan lebih dari seribu orang luka-luka. Ngeri juga ya pulsker?.

Selanjutnya ada peristiwa mencekam yang dilakukan supporter Al Masry di Mesir tahun 2012 silam. Kelompok suporter garis keras Al Masry turun ke lapangan dan menyerang para pemain Al Ahly, lalu kemudian para suporternya. Serangan ini disebut-sebut bernuansa politis dan terorganisir karena polisi-polisi membiarkan para suporter Al Masry membawa pisau, pedang, bat bisbol, dan senjata lain ke dalam stadion. Sebanyak 79 orang tewas dan lebih dari seribu orang luka-luka. Ngeri juga ya pulsker?.

4
Supporter yang dikenal brutal dan selalu memicu anarkis adalah Wisla Krakow nih pulsker. Dan bukan hanya pendukung kesebelasan lawan yang harus waspada kepada para pendukung Wisla Krakow ini. Kono pada tahun 1990 para polisi sampai harus mundur dan mencari perlindungan ketika usaha mereka untuk memecah perkelahian antara pada pendukung Wisla Krakow dan Cracovia malah membuat mereka menjadi sasaran kedua kelompok.

Supporter yang dikenal brutal dan selalu memicu anarkis adalah Wisla Krakow nih pulsker. Dan bukan hanya pendukung kesebelasan lawan yang harus waspada kepada para pendukung Wisla Krakow ini. Kono pada tahun 1990 para polisi sampai harus mundur dan mencari perlindungan ketika usaha mereka untuk memecah perkelahian antara pada pendukung Wisla Krakow dan Cracovia malah membuat mereka menjadi sasaran kedua kelompok.

5
Bukan Amerika Latin namanya kalau sepakbolanya tidak berhubungan mafia, salah satunya adalah supporter Newels Old Boy. Di Rosario Argentina misalnya, bukan hanya pendukung kesebelasan lawan yang bisa menjadi musuh. Roberto “Pimpi” Camino, pimpinan barra brava (suporter garis keras Argentina), tewas dibunuh oleh orang-orang suruhan Diego “Panadero” Ochoa, yang ingin menduduki posisi Pimpi. Pimpi ditembak sebanyak lima kali termasuk di kaki dan jantung ketika keluar untuk merokok setelah minum-minum di sebuah bar. Jenazahnya kemudian diangkut dengan mobil dan dibuang di depan Rumah Sakit Carrasco.

Bukan Amerika Latin namanya kalau sepakbolanya tidak berhubungan mafia, salah satunya adalah supporter Newels Old Boy. Di Rosario Argentina misalnya, bukan hanya pendukung kesebelasan lawan yang bisa menjadi musuh. Roberto “Pimpi” Camino, pimpinan barra brava (suporter garis keras Argentina), tewas dibunuh oleh orang-orang suruhan Diego “Panadero” Ochoa, yang ingin menduduki posisi Pimpi. Pimpi ditembak sebanyak lima kali termasuk di kaki dan jantung ketika keluar untuk merokok setelah minum-minum di sebuah bar. Jenazahnya kemudian diangkut dengan mobil dan dibuang di depan Rumah Sakit Carrasco.

6
Klub Universitario di Peru pun tak kalah memiliki supporter yang anarkis dan garis keras pulsker. Tahun 2011 lalu, para pendukung Universitario melompati pagar pembatas dan mengejar salah satu supporter lawan bernama Oyarce hingga ke ujung area. Oyarce terjatuh dari ketinggian 30 meter dan meninggal dunia dalam ambulans ke rumah sakit.

Klub Universitario di Peru pun tak kalah memiliki supporter yang anarkis dan garis keras pulsker. Tahun 2011 lalu, para pendukung Universitario melompati pagar pembatas dan mengejar salah satu supporter lawan bernama Oyarce hingga ke ujung area. Oyarce terjatuh dari ketinggian 30 meter dan meninggal dunia dalam ambulans ke rumah sakit.

7
Selain Amerika Latin, negara yang memiliki supporter garis keras lainnya adalah Inggris. Salah satunya adalah kelompok pendukung Millwall yang dikaitkan dengan penyakit sosial di Inggris. Kekerasan adalah bagian dari hooligan Millwall, dan dalam beberapa kesempatan mereka memicu keributan hanya karena mereka ingin berkelahi. Tak perlu kelompok suporter lawan, cukup antar sesama pendukung Millwall. Yang juga pernah menjadi sasaran kekerasan hooligan Millwall adalah kuda polisi. Sebanyak 24 kuda dan 47 orang polisi terluka setelah para hooligan Millwall meluapkan kekecewaan akibat kekalahan Millwall dari Birmingham.

Selain Amerika Latin, negara yang memiliki supporter garis keras lainnya adalah Inggris. Salah satunya adalah kelompok pendukung Millwall yang dikaitkan dengan penyakit sosial di Inggris. Kekerasan adalah bagian dari hooligan Millwall, dan dalam beberapa kesempatan mereka memicu keributan hanya karena mereka ingin berkelahi. Tak perlu kelompok suporter lawan, cukup antar sesama pendukung Millwall. Yang juga pernah menjadi sasaran kekerasan hooligan Millwall adalah kuda polisi. Sebanyak 24 kuda dan 47 orang polisi terluka setelah para hooligan Millwall meluapkan kekecewaan akibat kekalahan Millwall dari Birmingham.

8
Para pendukung Galatasaray tidak main-main pulsker saat mereka menyambut kesebelasan lawan, dengan spanduk besar bertuliskan “selamat datang di neraka”. Menjelang semifinal Piala UEFA tahun 2000 antara Galatasaray dengan Leeds United, dua pendukung Leeds tewas ditusuk oleh anggota dari kelompok pendukung garis keras Galatasaray. Dengan lolosnya Arsenal ke final untuk berhadapan dengan Galatasaray, para hooligan Inggris bersatu untuk melancarkan balas dendam di Kopenhagen, Denmark. Kerusuhan berlangsung selama dua hari dan memakan korban 4 tewas, 15 luka-luka lho.

Para pendukung Galatasaray tidak main-main pulsker saat mereka menyambut kesebelasan lawan, dengan spanduk besar bertuliskan “selamat datang di neraka”. Menjelang semifinal Piala UEFA tahun 2000 antara Galatasaray dengan Leeds United, dua pendukung Leeds tewas ditusuk oleh anggota dari kelompok pendukung garis keras Galatasaray. Dengan lolosnya Arsenal ke final untuk berhadapan dengan Galatasaray, para hooligan Inggris bersatu untuk melancarkan balas dendam di Kopenhagen, Denmark. Kerusuhan berlangsung selama dua hari dan memakan korban 4 tewas, 15 luka-luka lho.

9
Semangat garis keras para supporter juga berlanjut di Italia pulsker. Di Italia, dua pendukung Liverpool ditusuk oleh para pendukung AS Roma pada 2001. Lima tahun berselang, tiga pendukung Middlesbrough yang menjadi korban. Di dalam negeri, yang tercatat pernah menjadi korban para pendukung Roma garis keras adalah kelompok pendukung SS Lazio dan Napoli.

Semangat garis keras para supporter juga berlanjut di Italia pulsker. Di Italia, dua pendukung Liverpool ditusuk oleh para pendukung AS Roma pada 2001. Lima tahun berselang, tiga pendukung Middlesbrough yang menjadi korban. Di dalam negeri, yang tercatat pernah menjadi korban para pendukung Roma garis keras adalah kelompok pendukung SS Lazio dan Napoli.

10
Siapa bilang negara Balkan tak memiliki supporter garis keras, FK Partizan adalah contohnya. Dan negara-negara Balkan adalah wadahnya kekerasan suporter sepakbola. Salah satu kekerasan supporter mengerikan adalah di Beograd, ibu kota Serbia ada 2008 silam. Seorang pria tewas ditembak dalam sebuah perkelahian terorganisir antara kelompok pendukung Partizan dan Novi Sad. Setahun berselang, seorang pendukung Toulouse (Prancis) tewas dikeroyok menjelang pertandingan Europa League melawan Partizan. Wah, ngeri juga ya pulsker...jangan sampai deh hal kayak gini terjadi di Indonesia lagi ya?.

Siapa bilang negara Balkan tak memiliki supporter garis keras, FK Partizan adalah contohnya. Dan negara-negara Balkan adalah wadahnya kekerasan suporter sepakbola. Salah satu kekerasan supporter mengerikan adalah di Beograd, ibu kota Serbia ada 2008 silam. Seorang pria tewas ditembak dalam sebuah perkelahian terorganisir antara kelompok pendukung Partizan dan Novi Sad. Setahun berselang, seorang pendukung Toulouse (Prancis) tewas dikeroyok menjelang pertandingan Europa League melawan Partizan. Wah, ngeri juga ya pulsker...jangan sampai deh hal kayak gini terjadi di Indonesia lagi ya?.