Unik dan Luar Biasa. 9 Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam. Hanya Ada di Indonesia Lho
Loading...

Indonesia memang negara yang kaya budaya. Berakar dari nenek moyang yang berasal dari berbagai ras, sehingga menghasilkan berbagai suku yang berbeda beda, sehingga mempunyai adat budaya yang berbeda pula.

 

Ditambah lagi dengan latar belakang bekas negara jajahan, membuat bangsa Indonesia juga mempunyai keturunan yang berasal dari negara penjajah. Ditambah lagi perkawinan campuran antar negara yang sangat mungkin terjadi karena proses sosialisasi.

 

Tapi beberapa adat budaya yang memang asli Indonesia masih tetap dipertahankan di era globalisasi seperti sekarang ini. Tradisi nenek moyang yang turun menurun merupakan kekayaan yang merupakan identitas bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Seperti perayaan menyambut tahun baru islam di beberapa daerah di Indonesia berikut yang dirangkum oleh pulsk yang dilansir dari idntimes.com. Cekidot..

1
Nganggung d8 Pangkal Pinang

Nganggung di Pangkal pinang memiliki makna maasyarakat membawa dulang uang berukuran besar yang berisi makanan lengkap dengan lauk pauknya untuk dimakan bersama sama dengan warga lainnya di masjid. Lebih mudahnya tradisi ini disebut dengan makan besar.

Nganggung d8 Pangkal Pinang Nganggung di Pangkal pinang memiliki makna maasyarakat membawa dulang uang berukuran besar yang berisi makanan lengkap dengan lauk pauknya untuk dimakan bersama sama dengan warga lainnya di masjid. Lebih mudahnya tradisi ini disebut dengan makan besar.
Advertisements

2
Festifal Tabot di Bengkulu

Masyarakat Bengkulu merayakan tahun Baru Islam 1 Hijriyah dengan mengadakan festival Tabot mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Hijriyah yaitu mengarak benda raksasa bernama tabot keliling kampung. Sama seperti di Aceh festival ini dilakukan untuk mengenang wafatnya cucu nabi Muhammad SAW yang bernama Husein di Karbala Irak. Festival Tabot pertama kali diadakan pada tahun 1685 oleh Syeh Burhanudi yang dikenal pula sebagai imam Senggolo. Festival Tabot di Bengkulu memeiliki aspek ritual dan non ritual. Festival Tabot yang ritual hanya boleh dilaksanakan oleh mereka yang merupakan keturunan Tabot, sedangkan festival tabot yang non ritual bisa dilakukan oleh siapapun. Acaranya berupa menari, rebana dan memukul kendang.

Festifal Tabot di Bengkulu Masyarakat Bengkulu merayakan tahun Baru Islam 1 Hijriyah dengan mengadakan festival Tabot mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Hijriyah yaitu mengarak benda raksasa bernama tabot keliling kampung. Sama seperti di Aceh festival ini dilakukan untuk mengenang wafatnya cucu nabi Muhammad SAW yang bernama Husein di Karbala Irak. Festival Tabot pertama kali diadakan pada tahun 1685 oleh Syeh Burhanudi yang dikenal pula sebagai imam Senggolo. Festival Tabot di Bengkulu memeiliki aspek ritual dan non ritual. Festival Tabot yang ritual hanya boleh dilaksanakan oleh mereka yang merupakan keturunan Tabot, sedangkan festival tabot yang non ritual bisa dilakukan oleh siapapun. Acaranya berupa menari, rebana dan memukul kendang.

3
Memborong perabot di Makasar

Masyatrakat Makasar mempunyai tradisi yang paling unik diantara daerah lainnya di Indonesia. Merayakan tahun baru Islam ini mereka akan berbondong bondon pergi ke pasaruntuk memborong perabot rumah. Entah apa yang melatar belakangi tradisi ini. Tradisi ini ssudah dilakukan secara turun temirun. Perabot yang mereka beli selalu berhubungan dengan tempat air seperti ember, gayung dan ketel air.

Memborong perabot di Makasar Masyatrakat Makasar mempunyai tradisi yang paling unik diantara daerah lainnya di Indonesia. Merayakan tahun baru Islam ini mereka akan berbondong bondon pergi ke pasaruntuk memborong perabot rumah. Entah apa yang melatar belakangi tradisi ini. Tradisi ini ssudah dilakukan secara turun temirun. Perabot yang mereka beli selalu berhubungan dengan tempat air seperti ember, gayung dan ketel air.

4
Bari'an di Pati

Tradisi Bari'an adalah tradisi yang mana para waraga membawa nasi beserta lauk pauknya dari rumah kemudian dikumpulkan sama sama dalam satu tempat dan didoakan di tempat itu sebelum dimakan besama sama di situ juga. Cara ini juga mempunyai tujuan untuk membina kerukunan antar warga.

Barian di Pati Tradisi Barian adalah tradisi yang mana para waraga membawa nasi beserta lauk pauknya dari rumah kemudian dikumpulkan sama sama dalam satu tempat dan didoakan di tempat itu sebelum dimakan besama sama di situ juga. Cara ini juga mempunyai tujuan untuk membina kerukunan antar warga.

5
Ngadulag di Sukabumi

Di Sukabumi warga merayakan Tahun Baru Hijriyah dengan melakukan lomba menabuh bedug yang disebut ngadulag. Lomba ini biasanya dilakukan berkelompok yaitu terdiri dari tiga orang atau lebih dan memiliki tugas sebagai pem7kul bedug, pemukul kentongan dan alat lainnya. Irama yang ditampulkan akan membuat kagum para penikmatnya karena tabuhan itu menghasilkan irama yang unik.

Ngadulag di Sukabumi Di Sukabumi warga merayakan Tahun Baru Hijriyah dengan melakukan lomba menabuh bedug yang disebut ngadulag. Lomba ini biasanya dilakukan berkelompok yaitu terdiri dari tiga orang atau lebih dan memiliki tugas sebagai pem7kul bedug, pemukul kentongan dan alat lainnya. Irama yang ditampulkan akan membuat kagum para penikmatnya karena tabuhan itu menghasilkan irama yang unik.

6
Ledug Suro

Tahun baru Islam biasanya dirayakan oleh masyarakat Magetan dengan melakukan tradisi Ledung Suro yang diawali dengan kirab Nayoko Projo yang dibuat dalam bentuk lesung. Acara diakhiri dengan andhum bolu Rahayu, dengan bentuk bedug dan warga akan saling berebut bolu yang merupakan makanan khas Magetan tersebut.

Ledug Suro Tahun baru Islam biasanya dirayakan oleh masyarakat Magetan dengan melakukan tradisi Ledung Suro yang diawali dengan kirab Nayoko Projo yang dibuat dalam bentuk lesung. Acara diakhiri dengan andhum bolu Rahayu, dengan bentuk bedug dan warga akan saling berebut bolu yang merupakan makanan khas Magetan tersebut.

7
Mubeng Beteng di Yogyakarta

Mubeng beteng di Yogyakarta adalah tradisi mengelilingi benteng yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharram di kerato Ngayogyakarta Hadiningrat dan diikuti oleh semua warga. Saat pelaksanaan tradisi tersebit para warga dan abdi dalem keraton mengelilingi benteng benteng dengan hitungan ganjil dan dilakukan dengan tanpa suara atau bisu dan tanpa alas kaki. Makna tradisi mubeng benteng sendiri.merupakan wujud keprihatinan, introspeksi dan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Mubeng Beteng di Yogyakarta Mubeng beteng di Yogyakarta adalah tradisi mengelilingi benteng yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharram di kerato Ngayogyakarta Hadiningrat dan diikuti oleh semua warga. Saat pelaksanaan tradisi tersebit para warga dan abdi dalem keraton mengelilingi benteng benteng dengan hitungan ganjil dan dilakukan dengan tanpa suara atau bisu dan tanpa alas kaki. Makna tradisi mubeng benteng sendiri.merupakan wujud keprihatinan, introspeksi dan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

8
Ngumbah Keris di Jawa

Masyarakat Jawa biasanya merayakan 1 Muharam ini dengan mencuci keris atau ngumbah keris. Tradisi ini adalah tradisi sakral yang hanya dilakukan pada saat saat tertentu saja, dan dipercaya bisa menambah kekuatan pada keris tersebut.

Ngumbah Keris di Jawa Masyarakat Jawa biasanya merayakan 1 Muharam ini dengan mencuci keris atau ngumbah keris. Tradisi ini adalah tradisi sakral yang hanya dilakukan pada saat saat tertentu saja, dan dipercaya bisa menambah kekuatan pada keris tersebut.

9
Kirab Kebo Bule di Surakarta

Pada tanggal 1 Muharram keraton Surakarta mengadakan tradisi mengarak kebo bule yang merupakan kerbao albino keliling Surakarta. Kerbau yang dianggap keramat ini dipercaya merupakan heean keasayangan Pakubuwono II menurut buku Babad Solo karya Raden Mas Said. Yang menjadi sorotan dalam tradisi ini adalah saat masyarakat saling berebut untuk bisa menyentuh kerbau yang diarak dan mencari kotorannya yang dipercaya akan membawa keberkahan bagi orang yang berhasil mendapatkannya.

Kirab Kebo Bule di Surakarta Pada tanggal 1 Muharram keraton Surakarta mengadakan tradisi mengarak kebo bule yang merupakan kerbao albino keliling Surakarta. Kerbau yang dianggap keramat ini dipercaya merupakan heean keasayangan Pakubuwono II menurut buku Babad Solo karya Raden Mas Said. Yang menjadi sorotan dalam tradisi ini adalah saat masyarakat saling berebut untuk bisa menyentuh kerbau yang diarak dan mencari kotorannya yang dipercaya akan membawa keberkahan bagi orang yang berhasil mendapatkannya.