Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Loading...
 
posted on WOW Keren
25,330 views
Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta

Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta.

Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik.

Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?

Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan "makhluk-makhluk halus" tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena "diambil" oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul.

Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Trending Now
Jangan Sepelekan, 7 Hal Ini Ternyata Bisa Bikin Rambut Rontok Lho!

Jangan Sepelekan, 7 Hal Ini Ternyata Bisa Bikin Rambut Rontok Lho!

Bagi wanita, rambut adalah salah satu hal yang sangat berharga, jadi tidak heran jika ada istilah 'rambut adalah mahkota wanita'. Memiliki r
5,567 views 1,907 shares
5 Hal Inspiratif yang Terlihat Saat Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Negara

5 Hal Inspiratif yang Terlihat Saat Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Negara

Tepat tanggal 17 Agustus 2017 kemarin, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke- 72. Upacara Pengibaran Ben
8,140 views 2,340 shares
13 Surga Dalam Dunia Nyata Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Indonesia

13 Surga Dalam Dunia Nyata Ini Cuma Bisa Kamu Temukan di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai banyak sekali anugerah keindahan alam yang nggak kalah menakjubkan jika di bandingkan deng
14,248 views 91 shares
Sayur dan Buah Berukuran Jumbo yang Bikin Kalian Terbengong Kaget Saat Melihatnya

Sayur dan Buah Berukuran Jumbo yang Bikin Kalian Terbengong Kaget Saat Melihatnya

Pulsker, dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya tidak pernah lepas dari yang namanya sayur dan buah-buahan. Keduanya selalu saja ada dan
43,643 views 2,161 shares
Eehh..Kebiasaan yang Selalu Kita Lakukan Ini Ternyata Salah!

Eehh..Kebiasaan yang Selalu Kita Lakukan Ini Ternyata Salah!

Ada kalanya kita sebagai manusia melakukan hal yang salah, tapi dari kesalahan yang kita lakukan itu, kita juga harus berusaha untuk memperb
156,750 views 6,724 shares
WOW ! Aneka Benda Ini Cocok banget Buat Kamu yang Pemalas !

WOW ! Aneka Benda Ini Cocok banget Buat Kamu yang Pemalas !

Semakin canggih teknologi malah bikin amnusia jadi malas! Kalo dulu kita harus rela berjalan jauh untuk menuju suatu tempat, sekarang ngga p
51,351 views 857 shares
Seniman Ini Memperbaiki Tembok dengan Cara Unik, Jadinya WOW!

Seniman Ini Memperbaiki Tembok dengan Cara Unik, Jadinya WOW!

Karya seni bisa diaplikasikan di mana saja. Bahkan di tempat umum yang kondisi fasilitasnya tidak dihiraukan oleh banyak orang. Seorang seni
118,974 views 2,141 shares
10 Orang Cerdas yang Bisa Menyelesaikan Masalah Dengan Caranya Sendiri

10 Orang Cerdas yang Bisa Menyelesaikan Masalah Dengan Caranya Sendiri

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah dan mereka akan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah mereka. Lebih istimewa lagi jika kita
18,560 views 3,031 shares
Perbandingan 7 Foto Keren Sebelum dan Sesudah di Edit

Perbandingan 7 Foto Keren Sebelum dan Sesudah di Edit

Di era digital yang serba canggih seperti saat ini apapun bisa dibikin keren Pulsker. Dan yang paling sering adalah foto. Sering kan hampir
18,468 views 2,005 shares
Deretan Realita vs Logika Sinetron yang Nggak Masuk Akal

Deretan Realita vs Logika Sinetron yang Nggak Masuk Akal

Sinema elektronik atau yang lebih akrab disebut dengan sinetron adalah sajian televisi yang sudah akrab dikalangan masyarakat Indonesia seja
71,000 views 4,364 shares