Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Loading...
 
posted on WOW Keren
25,412 views
Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta

Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta.

Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik.

Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?

Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan "makhluk-makhluk halus" tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena "diambil" oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul.

Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Trending Now
7 Tips Mudah Ambil Foto ala Fashion Blogger yang Kece dan Kekinian

7 Tips Mudah Ambil Foto ala Fashion Blogger yang Kece dan Kekinian

via instagram.com/bodysilhouette_official   Buat kamu yang mengikuti tren fashion, nggak ada salahnya jika kamu mencoba hal baru sep
9,250 views 947 shares
Kelakuan Hewan Kalau Udah Kelewat Sayang Sama Pemiliknya, Nggak Mau Ditinggal

Kelakuan Hewan Kalau Udah Kelewat Sayang Sama Pemiliknya, Nggak Mau Ditinggal

Selalu ada saja tingkah unik dan lucu ditunjukkan hewan peliharaan kita. Kelucuan inilah yang dapat menghilangkan penat kita setelah seharia
2,167 views 0 shares
Deretan Rambu Lalu Lintas Ngawur yang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Deretan Rambu Lalu Lintas Ngawur yang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Saat kita berkendara di jalan raya, yang harus kita patuhi adalah rambu-rambu lalu lintas yang di letakkan di tempat sesuai kebutuhannya. Se
4,285 views 1,218 shares
Kumpulan Potret Orang Nekat Saat Bekerja Ini Bikin Kaki Merinding

Kumpulan Potret Orang Nekat Saat Bekerja Ini Bikin Kaki Merinding

Setiap hari, para tulang punggung keluar dari rumahnya untuk mencar nafkah untuk keluarganya. Nggak pernah peduli panas atau hujan, niat me
7,475 views 907 shares
Demen Cosplay tapi Minim Budget? Coba Inovasi Ini !

Demen Cosplay tapi Minim Budget? Coba Inovasi Ini !

Cosplay sudah bukan hal yang asing lagi di kota-kota besar. Banyaknya penggemar anime dan juga karakter superhero lainnya, membuat kreativit
44,607 views 915 shares
Inilah 5 Perbedaan Lebaran Jaman Dulu vs Sekarang, pasti kamu mengalami !

Inilah 5 Perbedaan Lebaran Jaman Dulu vs Sekarang, pasti kamu mengalami !

Lebaran sebentar lagi akan datang setelah kita menempuh Bulan Ramadhan yang pernuh Berkah.   Lebaran identik dengan bagi-bagi angpau, kue
17,626 views 1,128 shares
Indahnya, Jenis Merpati Warna Warni Yang Dikira Netizen Hasil Photoshop

Indahnya, Jenis Merpati Warna Warni Yang Dikira Netizen Hasil Photoshop

Sepintas mengira foto merpati ini adalah hasil olah foto digital menggunakan Software photoshop, tapi ternyata foto ini adalah sosok asli me
19,190 views 1,783 shares
[15 FOTO] Beda Asuhan MAMA VS PAPA. Kamu Suka Diasuh yang SIAPA?

[15 FOTO] Beda Asuhan MAMA VS PAPA. Kamu Suka Diasuh yang SIAPA?

Orang tua memiliki cara sendiri-sendiri dalam mendidik anak-anaknya. Tidak perlu jauh membedakan antara orang tua anak yang satu dengan oran
280,119 views 22,771 shares
Selain Meong Ini Sebutan Panggilan Kucing Dari Berbagai Negara

Selain 'Meong' Ini Sebutan Panggilan Kucing Dari Berbagai Negara

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling dipilih di Indonesia. Selain karena lucu dan menggemaskan, kucing juga hewan yang terk
2,862 views 1,007 shares
7 Meme Curhatan Skripsi yang Cuma Mahasiswa Tingkat Akhir Bisa Rasain

7 Meme Curhatan Skripsi yang Cuma Mahasiswa Tingkat Akhir Bisa Rasain

Siklus menjadi seorang mahasiswa tidaklah selalu berjalan mulus. Ibarat roda, terkadang ada saat kita berada di atas dan dibawah. Ada saat d
7,397 views 1,710 shares