Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Loading...
 
posted on WOW Keren
25,499 views
Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta

Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta.

Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik.

Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?

Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan "makhluk-makhluk halus" tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena "diambil" oleh sang Ratu.

Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul.

Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Trending Now
Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Ingin Liburan Hemat ke Luar Negeri? Simak 7 Tips Mudah Ini

Thumbnail : theplaidzebra.com   Buat sebagian orang, liburan adalah hal yang wajib direncanakan setiap tahunnya untuk merileksasikan
253 views 220 shares
7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

7 Pulau Surga Untuk Foto Instagramable yang ada di Filipina, Super Keren!

Thumbnail : backpackerumrah.com   Mungkin kamu sudah pernah liburan di sekitaran Asia Tenggara, seperti Singapura atau Malaysia. Tapi
8,294 views 6,130 shares
Rasakan Liburan Antimainstream di Gunung dengan Membawa 7 Barang Ini

Rasakan Liburan Antimainstream di Gunung dengan Membawa 7 Barang Ini

Thumbnail : treckingequipments.com   Liburan adalah saat yang paling dinanti. Soalnya, kamu bisa menghabiskan waktu berlibur dengan
26,367 views 5,340 shares
WOW KEREN BANGET! Tentara Indonesia Emang Gagah Mulai Jaman Dulu!

WOW KEREN BANGET! Tentara Indonesia Emang Gagah Mulai Jaman Dulu!

Tentara Indonesia yang berjuang di jaman kemerdekaan dulu emang luar biasa. Jauh sebelum heboh polisi dan tentara ganteng, mereka udah lebi
64,193 views 3,426 shares
15 Foto Bukti Kalo Profesi Fotografer Wedding Itu Bukan Pekerjaan Mudah

15 Foto Bukti Kalo Profesi Fotografer Wedding Itu Bukan Pekerjaan Mudah

Buat sebagian orang menilai kalo profesi atau pekerjaan fotografi wedding atau pernikahan itu adalah pekerjaan yang sepele, kalian mungkin a
198,343 views 15,535 shares
Nggak Selamanya Buruk, 7 Aksi Vandal di Toilet Umum Ini Malah Terlihat Kreatif

Nggak Selamanya Buruk, 7 Aksi Vandal di Toilet Umum Ini Malah Terlihat Kreatif

Toilet merupakan sarana yang paling vital bagi kehidupan manusia. Di rumah, di sekolah, di kantor dan di berbagai tempat umum lainnya pasti
59 views 0 shares
Melihat Kehidupan Masa Lalu Masyarakat Jepang Lewat Sebuah Foto Klasik

Melihat Kehidupan Masa Lalu Masyarakat Jepang Lewat Sebuah Foto Klasik

Selain Amerika Serikat, negara maju yang memiliki pengaruh di dunia saat ini adalah Jepang. Hampir di seluruh dunia produk teknologi Jepang
53 views 0 shares
Seniman Jepang Ini Rubah Daun Kering Jadi Replika Hewan Purba Unik

Seniman Jepang Ini Rubah Daun Kering Jadi Replika Hewan Purba Unik

Melihat daun kering yang berserakan di lingkungan sekitar, kebanyakan orang menganggapnya sampah. Mereka acuh tak acuh seolah daun kering te
36 views 0 shares
Ngakak Maksimal, 7 Tulisan dan Spanduk di Pinggir Jalan Ini Bikin Gagal Paham

Ngakak Maksimal, 7 Tulisan dan Spanduk di Pinggir Jalan Ini Bikin Gagal Paham

Pulsker kita tentunya sering kan melihat papan tanda dan tulisan di tempat umum?. Biasanya isinya tentang nama toko, jalan dan sebagainya. H
72 views 0 shares
10 Foto Orang yang Berani Mengambil Resiko Ini Bikin Tepok Jidat

10 Foto Orang yang Berani Mengambil Resiko Ini Bikin Tepok Jidat

Setiap orang ditakdirkan memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang penakut, pemberani, atau bahkan nekat. Nah, Orang yang biasanya disebut
63 views 0 shares