KAKEK PENJUAL AMPLOP DI ITB
Loading...
 
posted on WOW Keren
6,799 views
KAKEK PENJUAL AMPLOP DI ITB

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik.

Sepintas barang jualannya itu terasa "aneh" di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia "nyempil" sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. "Seribu", jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. "Saya beli ya pak, sepuluh bungkus", kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. "Kakek cuma ambil sedikit", lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal "menipu" harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: "Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkapâ?¦"

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, aamiin.

Trending Now
10 Plesetan Nama Tempat Usaha yang Bikin Pembeli Cekikikan

10 Plesetan Nama Tempat Usaha yang Bikin Pembeli Cekikikan

Setiap pelaku usaha pasti akan melakukan berbagai cara agar barang yang mereka jual bisa menarik minat para pembeli. Salah satunya dengan me
1,865 views 0 shares
10 Jawaban Nyeleneh Siswa Saat Ujian yang Bikin Tepuk Jidat

10 Jawaban Nyeleneh Siswa Saat Ujian yang Bikin Tepuk Jidat

Sudah menjadi kewajiban para siswa mengikuti ujian setelah mempelajari materi yang diberikan oleh para guru. Biasanya soal-soal yang diberik
12,258 views 0 shares
10 Chat Hubungan LDR yang Isinya Ngenes Tapi Kocak

10 Chat Hubungan LDR yang Isinya Ngenes Tapi Kocak

Salah satu godaan terberat dalam menjalani hubungan adalah ketika terpisah oleh jarak, atau lebih dikenal dengan hubungan LDR. Karena nggak
2,416 views 0 shares
Kayanya Penempatan 10 Kunci Gembok Ini Salah Tempat Deh!

Kayanya Penempatan 10 Kunci Gembok Ini Salah Tempat Deh!

Biasanya sih, untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan pencurian, beberapa orang membuat pengamanan esktra untuk melindungi barang berha
67,499 views 3,631 shares
9 Orang Ini Sedang Menolong Orang Lain Dengan Cara Kocak

9 Orang Ini Sedang Menolong Orang Lain Dengan Cara Kocak

Kita nggak bisa hidup di dunia ini sendirian, jadi nggak heran kalau kita perlu pertolongan orang lain, begitu juga sebaliknya. Walaupun ter
174,284 views 1,464 shares
Kenyataan Menyedihkan Ketika Berbelanja di ONLINE SHOP Yang Tidak Sesuai Harapan

Kenyataan Menyedihkan Ketika Berbelanja di ONLINE SHOP Yang Tidak Sesuai Harapan

sering belanja online gak gaes? apalagi yang cewek pasti doyan deh kalo belanja baju di online shop. tapi kadang ada beberapa pengalaman gak
447,819 views 7,319 shares
Serem! Kumpulan Ikan Lele Raksasa Ini Bisa Memakan Manusia Utuh

Serem! Kumpulan Ikan Lele Raksasa Ini Bisa Memakan Manusia Utuh

Kita mungkin sudah sangat familier dengan namanya ikan Lele atau orang bule nyebutnya Catfish, ikan dengan ciri khas Kumis ini biasa kita ko
60,246 views 3,055 shares
15 Foto Pekerja Ini Akan Membuatmu Lebih Bersyukur Dengan Pekerjaan Yang Kamu Jalani Sekarang

15 Foto Pekerja Ini Akan Membuatmu Lebih Bersyukur Dengan Pekerjaan Yang Kamu Jalani Sekarang

Sangat banyak dari kita yang sering mengeluh dengan pekerjaan yang kita jalani sekarang, seperti tidak ada kenaikan gaji atau tidak ada cuti
97,406 views 16,662 shares
10 Tingkah Bocil di Warnet yang Bikin Tepuk Jidat

10 Tingkah Bocil di Warnet yang Bikin Tepuk Jidat

Setelah hilangnya wartel atau warung telepon, muncullah warnet atau warung internet yang menyediakan layanan berupa komputer yang bisa diaks
3,442 views 0 shares
10 Spanduk Warung Bertema Hantu yang Bikin Ketawa Merinding

10 Spanduk Warung Bertema Hantu yang Bikin Ketawa Merinding

Mendengar kata hantu memang membuat pikiran kita langsung bergidik ngeri. Tapi bagi beberapa orang, mereka bisa memanfaatkan hal ini sebagai
1,060 views 0 shares