Still Loving You Chapter 1
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
10,850 views
Still Loving You Chapter 1

Still Loving You
Author : Ifanaru Hinata a.k.a CloverLeaf
Rated : Story T


Chapter 1

Hari pertama masuk sekolah untuk siswa baru Global Highschool. "Sekolah yang biasa saja, tak ada hal yang istimewa." Batin Andrea, seorang yeoja yang baru menjadi siswa di Global Highschool.

"Apakah akan ada hal yang menarik" batin Andrea "Huft" ia menghela nafas sambil melihat ke arah langit.

Para siswa baru hanya didiamkan di halaman sekolah, karena hari belum menunjukkan pukul 8 tepat masuk sekolah. Seperti suasana di sekolah baru lain, semua siswa baru akan bergerombol dengan teman sekolah mereka dulu, seolah menunjukkan bahwa mereka adalah "kubu" terbanyak. Padalah dalam kubu tersebut tidak ada pembicaraan yang berarti, dalam artian pemimpin kubu yang hanya banyak bicara, yang lain hanya menyahut seadanya. Suasana yang sangat dibenci Andrea, setidaknya ia mempunyai sahabat yang sangat ia sayangi yang selalu menemaninya.

>>>>>>>
Semua siswa baru dikumpulkan di halaman sekolah untuk memulai upacara penerimaan siswa baru. Pagi yang tidak terlalu terik, udara berhembus segar, tercium aroma rumput dan tanah yang terkena embun. Sungguh pagi yang cerah. Saat ini Andrea sedang bersama sahabatnya Fina dan Minnie. Mereka bertiga sudah bersahabat dari mereka kecil.

"Hei! Apakah kalian tahu, Rikho, Rikho Windra bersekolah disini?" ucap Fina bersemangat dengan memandang kedua sahabatnya lekat-lekat

"Benarkah?" Minnie menatap Fina lekat-lekat

"Iya, kemarin aku melihatnya, Juna juga disini!"

"Benarkah? Kyaaa!!! Akhirnya kita bertemu kembali." Ujar Minnie sambil melompat-lompat kesenangan.

"Hei, Andrea, kenapa kau tidak bereaksi? Apakah kau tidak merindukan mereka?" Fina menatap Andrea dengan rasa heran, karena saat ini Andrea tidak menunjukkan ekspresi yang diharapkan Fina maupun Minnie.

Andrea POV

Apa yang dia bilang tadi? Rikho? Rikho Windra bersekolah disini?
Aku Schok mendengarnya jantungku berdetak tak karuan mendengar nama "Rikho Windra". Apakah dia sedang berada di sini? Aku tidak mampu mengedarkan pandanganku untuk mencarinya, aku hanya bisa menggerakkan ekor mataku dengan merunduk karena bila aku bisa menemukan sosok itu, mungkin aku tidak bisa memandangnya lama-lama.

"Hei!, Andrea, kenapa kau tidak bereaksi? Apakah kau tidak merindukan mereka?" Fina bertanya padaku dengan perasaan heran dan cemas.

"Ah, tidak. Tentu aku merindukan mereka" jawabku sebisanya, tak ada kata-kata lain lagi yang bisa aku ucapkan. Pikiranku masih berkutat dengan nama "Rikho Windra". Terlintas banyak pertanyaan dalam hatiku. Benarkah "Rikho Windra" yang itu? Mengapa pula ia sekolah disini, bukankah lebih baik ia tetap di Seoul? Bagaimana dia sekarang, apakah dia seperti dulu? Apakah dia masih jahil seperti dulu?

"..ndrea! Hei! Andrea!" ucapan Minnie membuyarkan lamunanku.

"Apa?Ada apa?" jawabku dengan kaget

"Ayo kita ke aula sekarang, gurunya tidak mau berpanas-panasan disini. Mereka bilang nanti kulitnya akan menjadi hitam"

"hem? Benarkah? Bukannya hari ini tidak terlalu panas?" aku menoleh pada Minnie untuk memastikan kebanaran dibalik kata-kata Fina.

"Tentu saja tidak! Ia hanya mengarangnya."

"Owh, Fina masih sama seperti dulu ya." Kataku pada Minnie untuk meminta pendapatnya.

"Ya, aku senang jika bersamanya." Minnie melihat kearah Fina yang sudah berjalan di depan.

"Apakah Rikho juga tidak berubah, ya?"

"Apa? Kau bilang apa?" Minnie mengalihkan pandangannya dan menatapku. Mengapa aku melontarkan kalimat itu! Aish!

"Hei! Apa yang kalian lakukan! Kalian lambat seperti Ddangko! Ayo cepat nanti kita akan ketinggalan!" Fina langsung merangkul lenganku dan Minnie, dan langsung menuju aula karena para guru disini kepanasan(?) Mungkin Fina juga sudah menyelamatkanku dari kalimat tak penting yang terlontar dari mulutku.

>>>>>>

"Hah, pidato guru sangat membosankan. Mengapa ia tidak sadar bahwa murid-murid disini tidak memperhatikannya? Coba lihat berapa siswa yang memperhatikannya" Fina mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari seorang siswa baik. Aku dan Minnie juga ikut mengedarkan pandangan.

"hei, hei, lihat itu!" Minnie mencolek aku dan Fina. Ia menunjukkan seorang siswa berkacamata yang dengan notenya yang terlihat senantiasa mencatat dan mendengarkan setiap ucapan dan kata-kata songsaengnim. Dia terlihat sangat rapi, rambutnya model 80an mengkilap. Kami bertiga hanya terheran-heran melihat tingkahnya.

"Apakah benar ia mencatat apa yang di katakana oleh guru?" tanyaku sambil melihat Minnie dan Fina yang sedang mengawasinya.

"Mungkin" jawab Minnie terheran heran, dan mengangguk-anggukkan kepalanya

"Tidak! Lihatlah lekat-lekat, ia hanya sedang menulis cerita porno" Fina meyakinkan ucapannya. Aku dan Minnie lantas melihatnya lekat-lekat.

"Wow... mengapa banyak tulisan "ah oh ah oh" disitu" Minnie schok dan menutupi mulutnya.

"Lihatlah sekarang apa yang ia lakukan, ia sedang memegang itu nya sendiri sambil berkeringat. Pasti ia sedang memikirkan hal-hal kotor. Ih, menjijikkan." Kata terakhir Fina sontak membuat target penglihatan menghadap kearah kami.

"Ssstttt, dia menengok kesini!" aku menepuk-nepuk lengan Fina dan Minnie agar mengalihkan pandangan darinya. Aku dan Minnie merasa masih diawasi dengan tatapan curiga. Aku mengedarkan pandanganku ke arah Fina, yang berada paling dekat dengan target penglihatan. Kulihat dia tenag-tenang saja, tak ada rasa takut ataupun tegang. Minnie yang berada di tengah-tengah aku dan Fina, melihatku mengawasi Fina "Bakat aktingnya sudah keluar. Kita ikuti saja ekspresinya." Lantas ia menghadap pada guru dan ikut terfokus. Aku juga melakukan hal yang sama sampai merasa pandangan orang aneh itu lenyap.

"Sial! Membuatku kaget saja. Mengapa ia menatap kita dengan tampang mesumnya! Tidak kusangka orang yang terkesan kutu buku seperti dia ternyata adalah seorang penggila porno" Bisik Fina pada kami.

"Benar ternyata kalau hanya penampilan luar saja kita tidak akan bisa menilai." Minnie mengangguk-anggukkan kepalanya.
Fina adalah orang yang sangat jujur, meskipun kebanyakan kata-kata jujurnya itu sangat menyakitkan. Sedangkan Minnie, ia merupakan Fans Fina no.1 karena menyukai sifatnya. Mungkin aku adalah Fans no.2 "Dan kita tergabung dalam C-L-O-V-E-R" *mengatur formasi berdiri berdua dengan pose pahlawan bertopeng*

"â?¦kita akan mendengarkan pidato perwakilan murid baru oleh Rikho Windra."
"Apa tadi yang songsaengnim katakan? Rikho Windra?" aku menoleh pada Minnie dan Fina yang berada di sisi kananku.

"Ha? Jadi Rikho yang mewakili pidatonya!" Fina ternyata juga schok mendengar apa yang dikataka Kepala Sekolah. Minnie mengedarkan pandangan ke samping panggung agar dapat menemukan sosok "Rikho Windra", aku tidak mampu mengedarkan pandanganku, aku merunduk ke bawah. Terbesit pertanyaan yang ada di pikiranku, dimana dia sekarang? Bagaimana keadaannya saat ini? Aku ingin melihat wajahnya, aku sungguh ingin mendengar suaranya, apakah dia berbeda dengan yang dulu. Ah, pipiku terasa panas, jantungku mulai berdegup lebih cepat dari biasanya. Oh Tuhan, ini sangat tidak baik untukku.

"Fina apa kau baik-baik saja? Wajahmu panas, apakah kau sakit?" Minnie merundukkan kepalanya mengukuti pergerakanku dan menjulurkan tangannya ke dahiku.

"Tidak, aku baik-baik saja. Hanya sedikit sesak." Benar aku merasa sesak sekarang aku ingin sekali melihat wajahnya, tapi disisi lain itu membuatku sangat sesak.

"Hei, Rikho sangat berbeda. Lihatlah." Ucapan Fina membuatku sangat ingin melihat seseorang yang saat ini menjadi pusat perhatian di depan. Minnie juga sepertinya sudah melihat Rikho Windra versi Remaja Aku mengumpulkan keberanianku untuk melihatnya.

"Wowâ?¦ dia sangat berbeda" ucapku yang setengah berbisik.

"Benar, dia terlihat lebih dewasa." Ucapan Minnie membuatku mengangguk-anggukkan kepalaku. Benar ia terlihat lebih dewasa, oh Tuhanâ?¦ mengapa ia berhasil membuat jatungku berdebar lebih cepat lagi.

Author POV


"Eherm, Selamat Pagi semua, Saya Rikho Windra â?¦.." seorang pria yang terlihat tampan memberikan sambutan yang sangat memukau. "oh Tuhan, suaranya sangat berbeda, lebih berat. Dia memang menjadi seorang Pria sekarang." Batin Andrea, pandangannya tak bisa lepas dari sosok " Rikho Windra" Andrea terus menatapnya lekat-lekat. Jantungnya berdebar lebih kencang, darahnya mengalir lebih cepat, mungkin bila seorang "Rikho Windra" mendekat, sekolah pasti akan dipulangkan pagi.
Andrea sangat merindukan sosok yang sedang berdiri di podium itu. Cara bicaranya masih sama dengan pikiran Andrea, ia adalah sosok yang mencolok.

"Saya bersyukur bisa bersekolah disini, karena saya dapat bertemu kembali dengan teman lama saya..." sedikit kata Rikho yang terdengar di telinga Andrea karena ia hanya terfokus pada namja tampan yang berbicara.

"Ha?, siapa itu? Siapa yang dimaksud Rikho?" Fina menengok ke arah Minnie dan Andrea

"Apa mungkin itu adalah kita? Jika benar begitu, aku akan senang mendengarnya." Minnie membalas ucapan Fina dengan ekspresi berharapnya. Saat ini pikiran Andrea sangat kacau, programer otaknya rusak, pandangan matanya kosong, pikirannya penuh kejadian-kejadian masa lalu, tepatnya 3 tahun yang lalu.

"Saya juga masih menunggu sesuatu untuk hal-hal yang harus saya sampaikan dengan benar. I"m still remember a moment that we"re together 3 years ago. Terimakasih" Rikho melemparkan pandangannya ke arah Andrea sambil melemparkan evil smirknya, penutupan pidato yang sangat membuat penasaran.

Andrea POV

Apa yang dia katakan barusan? Kenapa juga dia menatap ke arah sini? Apakah dia masih juga mengingatnya? Ini tidak mungkin! Bukankah aku terlalu jahat?
~TBC~

Chapter 1 nya sampai disini dulu ya. Buat yang penasaran Klik aja WOW nya, nanti bakalan dilanjutin kalau banyak yang nge-WOW. Biar Author tambah semangat. Terimakasih untuk kalian yang mau membaca <(_ _)>

~CloverLeaf~

Trending Now
Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Demi cinta, semua orang rela melakukan pengorbanan apapun untuk pasangannya. Mereka cenderung tidak ingin pasangannya sedih bahkan terluka.
61,300 views 5,167 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
5,323 views 0 shares
10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

Setiap orang sudah memiliki pasangan, pasti ingin hubungannya berlanjut ke bahtera pernikahan. Bagi orang Indonesia sendiri, pernikahan buka
11,185 views 0 shares
10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

Kendaraan saat ini sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai kebutuhan sekunder, karena tanpa sebuah kendaraan mobilitas manusia akan susah. Se
12,904 views 0 shares
10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

Bagi kamu yang tinggal di pemukiman padat penduduk pasti nggak asing dengan jalanan yang sempit atau kecil. Biasanya jalanan ini hanya bisa
4,663 views 0 shares
10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

Kereta api adalah salah moda transportasi yang ada di Indonesia. Menurut Undang-Undang, kereta api memiliki jalan sendiri sehingga harus mel
13,865 views 0 shares
10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dengan enak. Tapi sebenarnya yang namanya rasa makanan itu relatif, jadi nggak s
4,280 views 0 shares
10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

Selain kewajiban bagi para laki-laki yang memasuki akil baligh, khitan juga bisa dilakukan dengan alasan kesehatan. Kalau jaman dulu khitan
6,819 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
227,139 views 9,337 shares