Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe
Loading...
 
posted on WOW Keren
15,085 views
Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe

asal usul

Tempe berwarna keputih-putihan akibat hifa kapang yang melekatkan biji-biji kedelai.

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai.

Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa"mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.



Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.



Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji1 kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.



Tempe di Indonesia


Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.



Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.



Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe."Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah.



Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.



Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe".



Tempe di Luar Indonesia


Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.



Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Sementara itu, tempe populer di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe. Di Jepang, tempe diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sekitar tahun 1983. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Trending Now
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
189 views 0 shares
10 Pertanyaan Konyol di Facebook yang Bikin Gregetan

10 Pertanyaan Konyol di Facebook yang Bikin Gregetan

Hari gini, siapa sih yang nggak main media sosial? Bahkan orang tua kita sekalipun, karena smartphone yang kita pegang saat ini sangat erat
264 views 0 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
275 views 0 shares
10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

Kemajuan teknologi membawa kita pada jaman dimana semuanya bisa menjadi lebih mudah. Membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal i
116,228 views 7,337 shares
10 Barang Aneh yang Ketinggalan Ini Bikin Berpikir Keras

10 Barang Aneh yang Ketinggalan Ini Bikin Berpikir Keras

Sudah takdirnya jika manusia tempatnya salah dan lupa. Maka nggak heran ada saja kejadian yang bikin kita gregetan karena keteledoran diri s
225 views 0 shares
10 Status Ibu-ibu di Facebook yang Nggak Ada Matinya

10 Status Ibu-ibu di Facebook yang Nggak Ada Matinya

Media sosial nggak hanya dimiliki oleh anak muda saja, melainkan dari berbagai kalangan. Dari yang muda hingga yang tua. Hal ini sudah terbu
1,797 views 0 shares
Kamu Cowok Kurus ? Sebaiknya Hindari 7 Gaya Fashion Seperti Ini

Kamu Cowok Kurus ? Sebaiknya Hindari 7 Gaya Fashion Seperti Ini

Halo kakak pulsker semua, apakah kamu termasuk cowok berbadan kurus,,? alias kurang berisi ataupun cungkring ? ada sebagian pendapat yang b
266,521 views 2,029 shares
10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

Setiap orang pasti punya hobi dalam hidupnya, salah satu yang paling digandrungi anak muda saat ini adalah main game. Enggak cuma lewat smar
1,855 views 0 shares
Ngantuk tak Tertahankan, 10 Orang Ini Tidur Sembarangan

Ngantuk tak Tertahankan, 10 Orang Ini Tidur Sembarangan

Ketika kita merasa lelah setelah seharian beraktifitas, sesampainya di rumah, hal yang kita tuju pertama kali pasti kamar dan kasur. Tapi ka
9,768 views 309 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
276,448 views 16,691 shares