Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe
Loading...
 
posted on WOW Keren
15,183 views
Asal Usul dan Sejarah Perkembangan Tempe

asal usul

Tempe berwarna keputih-putihan akibat hifa kapang yang melekatkan biji-biji kedelai.

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai.

Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa"mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.



Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.



Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji1 kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.



Tempe di Indonesia


Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.



Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.



Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe."Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah.



Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkus tempe, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksi tempe meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen tempe dan tahu.



Standar teknis untuk tempe telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai "produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas tempe".



Tempe di Luar Indonesia


Tempe dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang tempe. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.



Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Sementara itu, tempe populer di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe. Di Jepang, tempe diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sekitar tahun 1983. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Trending Now
10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

Sinetron adalah film series yang tayang di TV Indonesia. Sampai saat ini, sinetron masih menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang men
454 views 0 shares
8 Meme Nyindir Cewek Matre yang Gak Bisa Bedain Mana Barang Mahal, Ngena Banget !

8 Meme Nyindir Cewek Matre yang Gak Bisa Bedain Mana Barang Mahal, Ngena Banget !

Punya pacar sesuai kriteria tertentu adalah harapan tiap orang, dan sah-sah saja kita membuat kriteria pacar yang akan kita pilih pulsker. H
505,755 views 24,974 shares
10 Spanduk yang Dipasang Ini Bikin Kita Mikir Keras

10 Spanduk yang Dipasang Ini Bikin Kita Mikir Keras

Spanduk adalah sebuah tulisan yang berisi peringatan atau tulisan promosi. Biasanya spanduk diletakkan di tempat yang strategis agar orang b
263 views 0 shares
WOW! Ini Dia 14 Motor Legendaris Di Indonesia

WOW! Ini Dia 14 Motor Legendaris Di Indonesia

Pulsker, dunia otomotif Indonesia ini sejarahnya panjang banget loh. Mulai jaman kakek, ayah, sampe kita, selalu ada kendaraan legendaris ti
500,738 views 6,494 shares
KUMPULAN TATO-TATO Gagal Paling Buruk dan Jelek dalam Sejarah!

KUMPULAN TATO-TATO Gagal Paling Buruk dan Jelek dalam Sejarah!

HOLA pulsker! tau tato dong? tau lah cuy, tinta abadi yang digambarkan di tubuh manusia ini masih jadi favorit banyak orang karena punya sen
496,514 views 4,345 shares
10 Tingkah Konyol Masyarakat Indonesia yang Bikin Ngakak

10 Tingkah Konyol Masyarakat Indonesia yang Bikin Ngakak

Nggak bisa dipungkiri jika saat ini media sosial juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat. Karena setiap hari, ada saja hal-hal viral yan
1,053 views 0 shares
10 Chat Bukan Pembeli Onine Shop yang Isinya Ngeselin

10 Chat Bukan Pembeli Onine Shop yang Isinya Ngeselin

Di zaman yang sudah modern seperti saat ini, dalam urusan belanja bukan lagi hal yang sulit. Kita bisa berbelanja melalui online shop yaitu
25,218 views 0 shares
10 Meme Kebiasaan Anak yang Bikin Ibu Gregetan

10 Meme Kebiasaan Anak yang Bikin Ibu Gregetan

Saat kita bocah dulu, hidup serasa lebih ringan karena nggak ada beban yang kita pikirkan selain PR matematika. Tapi selalu aja ada kelakuan
4,062 views 0 shares
9 Chat Minta Putus ke Pacar yang Bikin Nyesek

9 Chat Minta Putus ke Pacar yang Bikin Nyesek

Stereotip seorang jomblo adalah mereka yang tidak memiliki pasangan dan hidupnya kesepian. Tapi itu kan baru mendapat, karena kenyataannya,
1,711 views 0 shares
Kumpulan Kata Mutiara di Buku Tahunan Yang Malah Bikin Ngakak

Kumpulan Kata Mutiara di Buku Tahunan Yang Malah Bikin Ngakak

Masa sekolah bisa dibilang menjadi masa-masa yang indah. Bagaimana tidak, di fase ini kita belajar bersosialisasi dengan sesama, memiliki ba
41,740 views 0 shares