SAHABAT SEJATI? PART 1/2
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,504 views
SAHABAT SEJATI? PART 1/2

Shania dan Ayana adalah sepasang sahabat. Mereka telah menjalin persahabatan sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Shania lebih muda dari Ayana, namun selisih umur mereka tidak begitu jauh, hanya beberapa bulan.

Persahabatan mereka terlihat sangat dekat meskipun mereka memiliki banyak sekali perbedaan. Shania memiliki postur tubuh yang tinggi, sedangkan Ayana memiliki postur tubuh yang lebih pendek darinya. Shania memiliki keluarga yang harmonis, dia hidup di lingkungan keluarga yang sehat dengan kebutuhan sehari-hari yang lebih dari cukup. Hal itu berbanding terbalik dengan Ayana, ia hidup di keluarga yang sudah terpecah-belah. Ibunya meninggal 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan. Dia hanya tinggal bersama ayahnya yang mengidap penyakit stroke dan hanya hidup mengandalkan gaji pensiunan milik ayahnya. Ayana sebenarnya memiliki seorang adik perempuan, namun dia telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu akibat terserang penyakit demam berdarah.

Sifat Shania dan Ayana juga sangat bertolak belakang. Ayana adalah seorang yang sabar, seseorang yang selalu lebih mementingkan kepentingan oranglain daripada kepentingan dirinya sendiri. Sedangkan Shania, sifatnya berbanding terbalik dengan Ayana. Shania mungkin telah terbiasadiperhatikan, bukan memerhatikan. Dia memang anak yang paling disayang dikeluarganya. Nggak heran, dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Usianya terpaut jauh dengan dua orang kakanya. Dimanapun kapanpun selain dirumahnya dia juga dapat beradaptasi dengan baik. Kehebatannya bergaul dan parasnya yang cantik membuat hamper semua orang yang mengenalnya dapat menjalin hubungan baik dengannya, lain dengan Ayana yang sangat sulit untuk bergaul. Bagi Ayana, Shania-lah sahabat satu-satunya yang dia miliki.
~oOo~
Kini mereka berdua telah duduk dibangku kelas XII SMA. Entah merupakan kebetulan atau bukan, semenjak duduk dibangku Sekolah Dasar mereka selalu saja mendapat kelas yang sama. Ayana duduk dimeja tepat di depan guru seorang diri, karena hari itu Shania sedang lebih dekat dengan temannya yang lain dikelas itu. Namun, jika Shania sudah merasa bosan dengan semua orang dikelas itu, maka ia akan kembali duduk bersama dengan Ayana. Nah, jika hal itu terjadi, ketika sahabatnya Shania kembali menganggapnya sebagai seorang sahabat, dia pasti akan mencatat nya disebuah buku kecil, seperti buku diary miliknya. Warnanya biru muda bergambar bunga, pita, dan dua burung dara yang sedang terbang. Sebenarya itu adalah buku lama yang dimiliknya semenjak dia masih sebagai murid Sekolah Dasar. Dia membelinya di sebuah toko ketika pergi ke Bandung bersama ayah dan ibunya. Dia membeli 2 buku yang sama, yang satu diberikannya kepada sahabatnya Shania, namun Ayana sudah sangat lama tidak pernah melihat Shania membawa buku kecil itu. Yang satu lagi tentu untuk dirinya sendiri, dan akhirnya buku itu menjadi tempatnya menuliskan ceritanya bersama Shania, hanya bersama Shania. Tekadang pula ia hanya menuliskan tentang Shania saja dalam buku itu.

"Januari 25, 2012�� Hari ini Shania duduk bersama Uzima. Ini adalah kali ke- 16 dia berpindah duduk selama kami bersekolah di SMA ini.
Ayana menulis perlahan, ditutupnya kemali buku itu setelah dia selesai menulis. Matanya kembali bergerilya mencari Shania. Setelah dia menemukan sosok cantik itu dia menancapkan pandangannya pada Shania. Kemanaun Shania pergi, maka disanalah ia akan mengalihkan pandangannya.
~oOo~
Pagi hari ketika pelajaran B.Indonesia sedang berlangsung seorang tetangga Ayana menghampiri ke kelasnya. Guru B.Indonesia, Bu Rosani yang sedang mengajar di kelas Ayana pun menyambut. Mereka berbincang bincang di depan pintu kelas. Ayana yang semakin terbenam dalam kepenasarannya hanya bisa diam, dipandangnya arah depan pintu tempat gurunya dan tetangganya berbicara.

"Ayana â?¦!" kata Bu Rosani yang masih berdiri didepan pintu, menatap kearah tempat duduk Ayana.
Ayana yang kaget mendengar suara gurunya langsung meninggalkan bangkunya dan menuju pintu.
"Berbenahlah" Bu Rosani berbisik kepada Ayana.
Ayana masih beum mengerti, namun belum juga dia gerakan mulutnya untuk meminta penjelasan Bu Rosani kembali mengulangi perkataannya
"Berkemaslah, nanti saudaramu ini yang akan menjelaskannya padamu"
Akhirnya Ayana menuruti perintah gurunya. Dia kembali ke bangku tempat duduknya dan mengemasi bukunya. Shania yang hari itu duduk bersamanya juga menjadi bingung.
"Ayana, ada apa?"
"Aku juga belum tahu." Ayana menjawab ringan sambil mengemasi bukunya.
"Doakan saja semuanya akan baik-baik saja." Ayana tersenyum dan beranjak dari bangkunya.
"Pastinya, hati-hati ya" Shania membalas, dan Ayana hanya membalas dengan senyuman.

Di luar kelas, tetangga Ayana menyambutnya. Wanita paruh baya itu menyambut Ayana, kemudian pamit kepada Ibu Rosani.
Dalam perjalana menggunakan angkutan umum Ayana dan tentangganya itu masih terdiam, Ayana pun tidak menanyakan sesuatu, dia mulai berpikir tentang sesuatu yang buruk. Selintas bayangan ayahnya terlintas dibenaknya. Pikiran itu semakin dan semakin jelas, walau Ayana berusaha menghilangkan firasal itu, tapi tidak bisa. Ayana mulai meneteskan air mata, tetangganya yang duduk disebelahnya kemudian merangkulnya, sepertinya dia sudah tahu apa yang terlintas di pikiran Ayana.

Tangisan Ayana semakin menjadi ketika sampai di depan rumahnya. Rumahnya terlihat lebih ramai dari biasanya. Tanpa bertanya kepada siapapun Ayana langsung masuk ke dalam rumahnya dan menuju kamar ayahnya. Dan benar ayahnya sedang berbaring, tanpa suara. Ayana tertunduk lemah, air matanya mengalir sangat deras. Perlahan dia merangkak menuju tempat ayahnya berbaring. Ayahnya masih bernapas, dia masih bisa bersuara, tapi matanya nggak dapat lagi bergerak.
"Ayana.." ucap ayahnya terbata-bata.
"Iya yah" Ayana mendengar ucapan ayahnya dengan seksama.
"Uj,, ujian depan."
Ayana mencoba untuk mengerti perkataan ayahnya.
"Kamu..harus lulus." ucap ayahnya.
"Ya, ayah Ayana akan lulus dengan nilai yang memuaskan."
"Anak-ku tersayang, jaga dirimu baik-baik." Dan ayahnya pun menghembuskan nafas terakhirnya.
"AYAHâ?¦!!!" Teriak Ayana.

Tetangganya mencoba untuk menenangkannya,
"Ayahâ?¦!!!" Ayana kembali terduduk lemas, dia mencoba melemparkan pandangannya menuju seluruh penjuru ruangan sempit itu, isak tangisnya terhenti, napasnya tersendat-sendat, hingga dia tidak mampu menguasai kesadarannya lagi.
Setelah upacara pemakaman Ayah Ayana selesai, teman teman dan guru-gurunya mengucapkan rasa duka-cita yang dalam kepadanya. Ayana yang sampai saat itu masih belum bisa menghentikan tangisnya, menerima belasungkawa mereka dengan baik. Namun dari sekian banyak teman yang datang, tidak terlihat Shania diantara mereka. Ayana tahu, bahwa Shania tidak suka acara semacam itu. Ayana pun memakluminya.
"February 27, 2012â?¦.. Hari ini pemakaman ayahku, dan Shania nggak ada di sini"
Ayana menulis pada uku kecilnya setelah dia mulai menguasai dirinya. Ayana membuka-buka buku biru yan tebal itu,
"sudah hampir habis." Katanya kepadda dirinya sendiri dengan suara sudah hampir habis.
Dia membuka kembali halaman demi halaman buku itu.

"March 28, 2006â?¦. Aku punya 2 diary baru, yang satu buat Shania, yang satu buat akuâ?¦"
"May 1, 2007â?¦.. Shania nggak jahat, aku yang salah"
"May 4, 2007�� Shania sangat baik, dia mau memaafkanku"
Ayana teringat sekilas dengan kejadian yang terjadi pada kedua kejadian itu. Kejadian sewaktu Shania ngambek karena dia nggak memperhatikan cerita Shania. Walau sebenarnya, Shania juga sering nggak memperhatikan Ayana saat dia bicara. Tapi Ayana dapat mengerti.
"February 28, 2012â?¦. Bodohkah aku?
~oOo~
Dua bulan kemudian, ujian kelulusan dimulai. Seluruh siswa dan siswi kelas XII berjuang untuk mendapatkan hasil yang terbaik, termasuk Ayana dan Shania.
"April 25, 2012â?¦ Seperti ujian-ujian sebelumnya, Shania mengambil jawabanku, dan menyalinnyaâ?¦"
"May 26, 2012â?¦ Aku lulus, Shania jugaâ?¦"
~oOo~ BERSAMBUNG ~oOo~

Trending Now
7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

Setiap orang pasti memiliki style sendiri. Entah itu selera fashionnya, musik yang mereka dengarkan, sepatu, hingga gaya rambut. Ada yang me
4,197 views 293 shares
Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Para jomblo yang selalu mengidam-idamkan punya pacar, sebaiknya berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Terutama bagi para cowok, kalo nggak
147,066 views 10,023 shares
Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Keadaan politik sedang memanas. Apapun bisa terjadi. Adanya Pemilihan Presiden 2019 membuat keadaan negara semakin tak kondusif. Tokoh tokoh
2,852 views 283 shares
10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

Lama tak berjumpa, tak bersua meski hanya lewat dunia maya, membuat perasaan seseorang menjadi kangen, apalagi kalau sudah pernah ada rasa d
372 views 0 shares
10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

Kamu pasti udah sering melihat foto-foto keren yang beredar di internet. Foto pemandangan alam contohnya. Tapi tahukah kamu, jika untuk meng
12,211 views 1,261 shares
Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Imajinasi dan kreativitas adalah hal yang nggak bisa dipisahkan dari seorang seniman. Keduanya ibarat nyawa bagi karya seni itu sendiri. Ber
2,944 views 225 shares
9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

Banyak momen dalam hidup ini yang berharga, yang patut kita abadikan. Sebagai kenang kenangan apabila masa itu sudah terlewat. Biasanya mome
63,396 views 4,156 shares
9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

Pernah gak sih kalian naik ojek online tapi terasa garing karena tidak ada komunikasi dengan driver, atau bahkan terlalu banyak ngobrol deng
890 views 0 shares
Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Kreasi produk dalam bidang kuliner semakin hari semakin beragam, akhir akhir ini yang lagi hits yaitu sebuah jenis hidangan yang dinamakan "
576 views 0 shares
Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Dalam kehidupan ini terkadang kita pernah melihat orang-orang dengan kemampuan tinggi ditengah keterbatasan. Berbekal semangat dan tekad yan
7,118 views 514 shares