Hujannya Kederasan (Cerita Sedih si Induk Kucing)
Loading...
 
posted on WOW Keren
8,345 views
Hujannya Kederasan (Cerita Sedih si Induk Kucing)

Anak-anak kucing beserta induknya di tengah pusat kota. Kardus AQUA di depan sebuah toko.

Sore-sore berdebu untuk kota. Banyak sekali hewan berlalu lalang sebagaimana saban hari. Keramaian dan kebisingan.

Anak bertanya: "Mak, kenapa rumah kita di sini?"
Induk: "Emak sudah tak tahu lagi harus kemana. Kalian sudah emak bawa ke beberapa tempat. Selalu diusir."
Anak bertanya lag

i: "Tidak adakah lorong di sekitar sini?"
Induk: "Lorong-lorong sering dijamahi preman-preman yang mengincar kamu dan ketiga saudaramu, sayang. Ibu tak sudi mereka mengintip kita semua dan mengintai setiap saat."
Sore-sore seperti saban sore. Anjing-anjing berlalu lalang. Banyak pula para tetikus got raksasa berdasi keluar masuk toko. Mereka semua bertaring dan masih ada sisa darah di tiap-tiap mulut mereka. Anak-anak kucing selalu ketakutan melihat mereka semua.

Di antara semuanya, ada beberapa makhluk putih yang beda. Jarang sekali lewat. Biasanya mereka menunduk dan kalem. Di antara mereka ada yang berjenggot, ada pula yang rambutnya sengaja ditutupi.

Hari menjelang malam. Anjing-anjing makin banyak berkeliaran. Tak lupa, beberapa babi yang gemuk-gemuk cekakak-cekikik; biasanya mereka bersama anjing-anjing betina. Malam-malam selalu saja begitu; membuat induk khawatir keselamatan mereka. Namun, jika harus pindah ke lorong-lorong gelap, di sana banyak sekali preman-preman [tikus werok] yang mengintai. Serba salah!

"Emak, aku sudah tidak tahan lagi di sini. Pindahlah ke tempat sepi!"

Sang induk pun bingung juga. Ia ingin sekali pindah. Malam itu juga, ia harus menemukan tempat yang cocok untuk anak-anaknya selagi masa persusuan.

Ia pun beranjak pergi. Sebelumnya, ia berkata: "Kalian jangan kemana-mana. Emak akan mencari tempat bagus. Nanti kalau emak pulang, kalian akan kenyang."

Anak-anak pun menuruti kata-kata emak. Mereka diam di dalam kardus dalam keadaan saling menindih. Mereka sudah tidak bercanda lagi dan memang sulit untuk bercanda. Jika ingin bercanda dan saling main cakar, harus keluar kardus dan dilewati kaki-kaki hewan-hewan pejalan kaki. Sebagian mereka dengan arogan menendang tak sudi. Karena itulah, keceriaan masa kecil mereka tertundaâ?¦hingga emak mendapat tempat layak. Jika tidak dapat, keceriaan masa kecil mereka takkan tertundaâ?¦.karena takkan ada.

Induk telah pergi cukup jauh. Ia menemukan sebuah rumah warga di belakang gedung-gedung. Rumah itu sederhana. Bukan sederhananya saja yang menarik perhatian si Induk. Tetapi alunan suara dari terasnya. Suara lantunan Al-Qur"an dari pemilik rumah.

"Aku ingin anakku besar di sekitar rumah ini". Gumamnya. Ia pun mengeong, mencari perhatian pemilik rumah yang sedang mengaji di teras. Seorang bapak-bapak berpeci hitam dan bersarung. Ia sejenak berhenti mengaji dan menatap si Induk. Mata mereka beradu. Kucing Induk itu mengeong sekali lagi.

Si bapak melihat kucing itu kurus sekali dan sepertinya isi perut terkuras demi anak-anaknya. Ia sangat mengerti laparnya kucing itu. Bergegas menuju ke dalam rumah. Sekembalinya keluar, si bapak melemparkan satu ikan goreng. Seketika si Induk menyambarnya. Menggingit dan membawanya. Ia sempat mengeong sekali sebagai haturan rasa terima kasih. Lalu bergegas si Induk pergi kembali ke tempat anak-anaknya. Belum lamaâ?¦.hujan turun tiba-tiba dengan derasnyaâ?¦.

Sang Induk berjuang keras melawan deras. Ia berlari melompat kesana kemari, melewati jalan-jalan yang mulai sepi dan mulai digenangi air. Di mulutnya masih tergigit satu ikan. Ia ingin memakannya segera bersama anak-anaknya yang sudah cukup besar untuk mendapat makanan selain dari susu.

Masih berlari. Lalu sampailah ia di depan toko yang sudah tiada siapa-siapa. Tak ada makhluk hidup di sana. Perlahan si Induk melepas gigitan ikannya. Lalu ia mengeong tak henti-henti memanggil anak-anaknya. Kardus pun tak ditemukan. Ia terus mengeong.

Tak henti ia mengeong. Berjalan kesana kemari mengeong. Hingga tak pedulikan ikan yang ia taruh begitu saja. Saking bingungnya mencari anak-anak yang hilang tak sisakan jejak. Sementara hujan masih derasâ?¦hujan terus menderasâ?¦sederas tangisan induk di dalamâ?¦

Tangisan induk di dalamâ?¦.yang ia sendirian terdiam di sanaâ?¦ditinggal siapa-siapaâ?¦hanya hujan yang temani sementaraâ?¦

Hujannya Kederasan

Trending Now
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
6,505 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,342 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
308,799 views 23,460 shares
14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

Indonesia tidak kalah kreatif dalam memilih nomer cantik, entah itu nomer telpon ataupun plat nomer. Meskipun biayanya mahal tapi tetap saja
288,152 views 7,312 shares
10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

Awalnya media sosial tercipta untuk hiburan semata. Menyenangkan, kita bisa bermain media sosial hingga mengenal banyak orang di dunia maya.
598,734 views 0 shares
PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

Jepang! gak abis-abis ngomongin negara nyelempit mirip kue semprit dan bermata sipit ini. selain terkenal dengan kekuatan agresinya pada mas
291,868 views 7,283 shares
10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

Setiap orang pasti punya makanan favoritnya masing-masing.cara membuat orang Indonesia, biasanya makanan yang bikin lahab adalah lalapan dan
10,735 views 0 shares
10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Jaman sekarang, dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain tanpa bertemu langsung dengannya. K
579,202 views 2,710 shares
Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Iklan memang salah satu sarana promosi dalam strategi pemasaran produk. Sehingga sangat wajar dalam sebuah iklan, yang ditampilkan pastilah
442,744 views 17,421 shares
10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

Biasanya peraturan dibuat agar hidup kita lebih teratur dan terarah. Peraturan sendiri ada yang tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan te
5,142 views 0 shares