kisah-sedih-anak-yang-merawat-ayahnya
Loading...
 
posted on Everything in Life
4,676 views
kisah-sedih-anak-yang-merawat-ayahnya

Zhang Da menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat muda. Tahun 2001, ketika usianya mencapai 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah.
Ibunya keliru karena tidak tahan dengan kemiskinan yang dihadapi keluarganya.

Yang lebih tragis, ibunya pergi karena merasa tidak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tidak berdaya, dan tidak harta. Dan ia tidak mau membantu keluarganya.




Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua tanggung jawab keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari rezeki, memasak, memandikan ayahnya, mencuci pakaian, mengobati ayahnya, dan sebagainya.

Yang sangat menjadi inspirasi, ia tidak mau berhenti sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia makan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk memberi energi. Tidak semua bisa jadi bahan makanannya, ia memelih berdasarkan pengalaman. Jika satu tumbuhan di rasa tidak sesuai dengan lidahnya, ia tinggalkan dan berubah ke tumbahan berikutnya. Sangat beruntung karena ia tidak memakan tumbuhan atau herbal yang beracun.

Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk ayahnya, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan keluar menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli berbagai kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi juga membutuhkan obat yang harus disuntikkan. Karena tidak mampu membawa ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada ayahnya.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik perhatian pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah Cina mengadakan penghargaan tingkat nasional pada tokoh-tokoh inspirasi tingkat nasional. Dari 10 nama yang dipilih, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi tokoh terpilih yang termuda.

Acara tersebut diselenggarakan melalui siaran langsung dimedia secara nasional. Zhang Da diminta tampil ke depan panggung. Seorang pengacara bertanya kenapa dia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak bisa menyerah, tidak bisa melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, "katanya.

Setelah itu terdengar tepukan gemuruh dari seluruh penonton. Pengacara bertanya pada dia lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau?, Sekolah di mana?, Dan apa yang kamu inginkan? Berapa banyak uang yang kamu perlukan sehingga kamu habis belajar dan mau sambung belajar di mana. Pokoknya apa yang kamu mau sebutkan saja. Di sini ada banyak kantor, bisnis, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu! "Jelas pengacara.

Zhang Da terdiam. suasana menjadi sunyi menunggu ucapanya. pengacara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" Kata pengacara menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di situ, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya secara langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa yang diinginkan oleh Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah! "Kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata terharu para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas keikhlasannya berbakti kepada orang tuanya. Sedangkan pada waktu itu tamu yang hadir dapat membantu menolongnya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan juga kasih sayang dari ibunya itu sangat tidak ternilai.

Pengajaran moral yang sangat sederhana, tetapi sangat berarti. Setuju kan?

Trending Now
10 Orang Terjebak di Tempat Umum yang Lucu tapi Kasihan

10 Orang Terjebak di Tempat Umum yang Lucu tapi Kasihan

Saat menjalankan aktivitas sehari-hari, sering kali kita mengalami kesialan. Entah karena keteledoran, atau memang datang dengan sendirinya.
2,908 views 0 shares
10 Foto Penumpang Ojol yang Super Nyeleneh

10 Foto Penumpang Ojol yang Super Nyeleneh

Hari gini disaat kita membutuhkan sesuatu seperti pergi ke suatu tempat atau mengantar barang, tapi nggak ada yang bisa mengantar, hal utama
3,339 views 0 shares
10 Kelakuan Kocak Netizen +62 Saat Cari Jodoh di Medsos

10 Kelakuan Kocak Netizen +62 Saat Cari Jodoh di Medsos

Jaman sekarang apa sih yang gak diposting di media sosial, segala macam masalah, pengalaman, keluh kesah dan apa aja yang ada dipikiran neti
557,270 views 0 shares
Kumpulan Meme GERHANA MATAHARI TOTAL Yang Bisa Membuatmu Terhibur

Kumpulan Meme GERHANA MATAHARI TOTAL Yang Bisa Membuatmu Terhibur

Banyak yang menantikan tanggal 9 maret, untuk apa ? untuk menyaksikan fenomena yang langka terjadi, yaitu gerhana matahari total, yang bisa
71,744 views 496 shares
10 Tulisan Spanduk Jualan yang Bikin Cekikikan

10 Tulisan Spanduk Jualan yang Bikin Cekikikan

Spanduk biasa digunakan oleh seseorang untuk menulis peringatan atau himbauan. Namun bagi beberapa pedagang spanduk biasa digunakan untuk me
4,592 views 0 shares
9 Kejadian Kocak yang Pernah Terjadi Saat Memesan Ojol

9 Kejadian Kocak yang Pernah Terjadi Saat Memesan Ojol

Walaupun waktu nggak bisa diulang lagi, tapi kita bisa mengingat semua kejadian yang pernah kita alami. Mulai dari kejadian yang menyenangka
2,009 views 0 shares
10 Fungsi Lain Dari Magic Com yang Bikin Nggak Habis Pikir

10 Fungsi Lain Dari Magic Com yang Bikin Nggak Habis Pikir

Nggak bisa dipungkiri jika berkat adanya teknologi hampir semua hal menjadi lebih mudah. Salah satunya adalah menanak nasi. Jika zaman dulu
5,865 views 0 shares
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
80,311 views 171 shares
10 Nama Jalan Di Google Map yang Bikin Penasaran

10 Nama Jalan Di Google Map yang Bikin Penasaran

Jaman dulu memang berbeda dengan jaman sekarang yang semuanya jauh lebih mudah. Kalau zaman dulu ketika kita ingin menuju tempat yang enggak
1,489 views 0 shares
9 Chat Typo Antara Penjual dan Pembeli yang Bikin Bingung

9 Chat Typo Antara Penjual dan Pembeli yang Bikin Bingung

Smartphone membuat kita bisa terhubung dengan siapapun. Enggak cuma telepon atau video call aja, tetapi juga bisa melalui chatting. Bahkan k
4,339 views 0 shares