5 Wilayah Khusus di Indonesia
Loading...
 
posted on WOW Keren
10,911 views
5 Wilayah Khusus di Indonesia

Artikel ini berkaitan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-66 (17 Agustus 2011) yang sebentar lagi akan diperingati segenap elemen tumpah darah Indonesia. Di Indonesia, setidaknya ada lima wilayah (provinsi) yang memiliki status sebagai daerah khusus (daerah otonom, khusus dan istimewa).

Kekhususannya di dalam suatu negara, diberi kebebasan dari pemerintah di luar daerah tersebut. Biasanya suatu daerah diberi sistem ini karena keadaan geografinya yang unik atau penduduknya merupakan minoritas negara tersebut, sehingga diperlukan hukum-hukum yang khusus, yang hanya cocok diterapkan untuk daerah tersebut. Berikut ulasannya:


1. Provinsi Aceh

Aceh yang sebelumnya pernah disebut dengan nama Daerah Istimewa Aceh (1959-2001) dan Nanggroe Aceh Darussalam (2001-2009) adalah provinsi paling barat di Indonesia. Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri, berbeda dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, karena alasan sejarah. Ibu kota Aceh ialah Banda Aceh. Pelabuhannya adalah Malahayati-Krueng Raya, Ulee Lheue, Sabang, Lhokseumawe dan Langsa. Aceh mempunyai kekayaan sumber alam seperti minyak bumi dan gas alam. Sumber alam itu terletak di Aceh Utara dan Aceh Timur. Aceh juga terkenal dengan sumber hutannya, yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan, dari Kutacane, Aceh Tenggara, Seulawah, Aceh Besar, sampai Ulu Masen di Aceh Jaya. Sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga terdapat di Aceh Tenggara.

Lambang Aceh adalah Pancacita. Pancacita adalah lima cita, yaitu keadilam, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan, dan kesejahteraan. Lambang Aceh berbentuk persegi lima yang menyerupai kopiah. Dalam perisai itu terdapat dacin (alat timbangan), rencong, padi, kapas, lada, cerobong pabrik, kubah masjid (di antara padi dan kapas), kitab dan kalam. Keadilan dilembangkan dengan dacin. Kepahlawanan dilambangkan dengan recong. Kemakmuran dilambangkan dengan padi, kapas, lada, dan cerobong pabrik. Kerukunan dilambangkan dengan kubah masjid. Sedangkan kesejahteraan dilambangkan kitab dan kalam.

2. Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972). Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.588.198 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

Lambang Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta berbentuk sebagai sebuah perisai bersegi lima. Dalam perisai ini terlukis sebuah pintu gerbang atau gapura. Kemudian di tengahnya ada gambar Monumen Nasional Indonesia yang di sisi kiri dan kanan dilingkari dengan padi dan kapas. Lalu di bawahnya ada gambar gelombang yang dilukiskan secara stilistis.


3. Daerah Istimewa Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi di Indonesia yang meliputi [Negara] Kesultanan Yogyakarta dan [Negara] Kadipaten Pakualaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan merupakan suatu enclave dari Provinsi Jawa Tengah. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2. Walaupun memiliki luas terkecil kedua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali.

Lambang Daerah Istimewa Yogyakarta atau sering disebut golong-gilig adalah lambang berbentuk bulat (golong) dan silinder (gilig) yang terdiri dari lukisan bintang, padi dan kapas, tugu bersayap, lingkaran merah yang mengelilingi lingkaran putih, dan ompak bertatakan teratai. Gambar bintang pada lambang ini memiliki makna Ketuhanan Yang Maha Esa. Padi dan kapas sebagai simbol kesejahteraan. Tugu bersayap sebagai simbol perikemanusiaan, sayap bagian dalam berjumlah 9 tertuju pada Hamengkubuwono IX dan bagian luar berjumlah 8 tertuju pada Paku Alam VII memiliki makna kepemimpinan. Lingkaran merah putih untuk simbol kebangsaan. Ompak dengan tatakan bunga teratai sebagai simbol kerakyatan.


4. Provinsi Papua

Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

Lambang Papua berbentuk perisai berpaju lima, menggambarkan kesiapsiagaan dan ketahanan. Lima paju menunjukkan keseluruhan unsur Pancasila. Dalam perisai berpaju lima terdapat gambar tiga buah tugu berdiri di atas tumpukan batu bersusun 5 dan 9 menggambarkan perjuangan Trikora dan kemenangan Pepera tahun 1969. Padi dan kapas, masing-masing berjumlah 7 butir dan 8 buah kapas dengan tangkai terikat sehelai pita bertekuk 4 dan berjurai 5. Secara keseluruhan melukiskan Proklamasi 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tiga buah gunung berjajar sama tinggi, berpuncak salju menggambarkan ciri provinsi Papua.


5. Provinsi Papua Barat

Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus. Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua. Provinsi Papua Barat ini meski telah dijadikan provinsi tersendiri, namun tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya. Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 2004.

Provinsi ini mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak-Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Lambang Papua Barat memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Tulisan Papua Barat menjelaskan nama Provinsi Papua Barat. Bintang berwarna putih bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan cita-cita serta harapan yang akan diwujudkan. Pohon dan ikan bermakna bahwa Provinsi Papua Barat memiliki sumber daya hutan dan sumber daya laut yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Menara kilang dengan semburan api berwarna merah bermakna bahwa Provinsi Papua Barat memiliki kekayaan bahan tambang yang melimpah dst. (**)

Trending Now
10 Komentar di Status Facebook yang Bikin Kita Cekikikan

10 Komentar di Status Facebook yang Bikin Kita Cekikikan

Nggak bisa dipungkiri jika kehidupan kita saat ini nggak lepas dari yang namanya internet dan media sosial. Ketika bangun tidur, banyak dari
3,620 views 0 shares
Kayanya Penempatan 10 Kunci Gembok Ini Salah Tempat Deh!

Kayanya Penempatan 10 Kunci Gembok Ini Salah Tempat Deh!

Biasanya sih, untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan pencurian, beberapa orang membuat pengamanan esktra untuk melindungi barang berha
66,057 views 3,631 shares
10 Merk Makanan KW yang Bikin Gagal Paham. Kocak Banget!

10 Merk Makanan KW yang Bikin Gagal Paham. Kocak Banget!

Nggak bisa dipungkiri jika merek suatu produk memang sangat berpengaruh terhadap penjualan. Makanya nggak heran banyak sekali merek terkenal
3,757 views 0 shares
10 Potret Orang Naik Motor Membawa Barang Berlebih yang Bahaya Banget

10 Potret Orang Naik Motor Membawa Barang Berlebih yang Bahaya Banget

Berkendara di Jalan Raya memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Selain harus memiliki surat izin mengemudi atau SIM, kita juga harus me
886 views 0 shares
10 Tulisan di Kemasan Makanan Ini Bikin Tersenyum Kecut

10 Tulisan di Kemasan Makanan Ini Bikin Tersenyum Kecut

Makanan ringan biasanya dikemas sementara bikin agar menarik minat para pembelinya. Biasanya, selain diberi gambar yang menarik, kemasan mak
2,541 views 0 shares
8 Video YouTube yang Judulnya Super Nyeleneh

8 Video YouTube yang Judulnya Super Nyeleneh

YouTube adalah platform di mana penggunanya bisa membuat atau menonton video. Siapapun bisa membuat kanal di YouTube. Apalagi saat ini, bany
3,819 views 0 shares
10 Lauk Nyeleneh yang dicampur Nasi ala Orang Indonesia

10 Lauk Nyeleneh yang dicampur Nasi ala Orang Indonesia

Nggak bisa dipungkiri jika banyak orang Indonesia yang memiliki prinsip, belum makan namanya kalau belum makan nasi. Walaupun bisa diganti d
2,095 views 0 shares
10 Foto Bungkus Makanan yang Super Nyeleneh

10 Foto Bungkus Makanan yang Super Nyeleneh

PPKM yang sampai saat ini kita jalani membuat kita nggak bisa lagi makan di tempat saat makan di luar. Hal ini adalah salah satu himbauan pe
2,798 views 0 shares
10 Tingkah Bocil di Warnet yang Bikin Tepuk Jidat

10 Tingkah Bocil di Warnet yang Bikin Tepuk Jidat

Setelah hilangnya wartel atau warung telepon, muncullah warnet atau warung internet yang menyediakan layanan berupa komputer yang bisa diaks
2,410 views 0 shares
10 Promosi Menggunakan Spanduk bak Caleg yang Bikin Tertipu

10 Promosi Menggunakan Spanduk bak 'Caleg' yang Bikin Tertipu

Ketika musim pemilihan umum tiba, di jalan raya pasti sering kita temukan spanduk atau baliho yang mempromosikan calon legislatif. Biasanya
2,023 views 0 shares