My Name Is Khan: Diskriminasi Ada Dimana-mana
Loading...
 
posted on WOW Keren
11,306 views
My Name Is Khan: Diskriminasi Ada Dimana-mana

Sungguh mati, semula saya tidak tahu bahwa mayoritas nama marga Khan di India, beragama Islam. Saya mengenal beberapa tokoh dunia dengan nama akhiran Khan, seperti Agha Khan dan Ayub Khan, tetapi tidak pernah terpikir apa agama mereka.

Saya baru ngeh ketika nonton film yang sedang top box office di Jakarta, yang bercerita tentang seorang penderita Asperger Syndrome, asal Borivali, Mumbai, India, bernama Rizvan Khan. Dan dari sanalah alur cerita film ini dimulai, yaitu diskriminasi.

My Name is Khan adalah film mengenai seorang yang berperangai aneh, karena dia menderita sindroma sejenis autis dan terdiskriminasi karena agamanya. Dan diskriminasi selalu identik dengan ketidak-adilan. Dan ketidak adilan dilarang agama apapun. Rizvan yang mengikuti adiknya yang sudah sukses karena berniaga setelah hijrah ke San Francisco, pertama-tama dihadang oleh petugas satpam bandara San Francisco yang mencurigainya. Kembali karena namanya bermarga Khan. 3 jam dia diperiksa dan ditanya sana-sini hanya karena petugas imigrasi tidak yakin akan niat baiknya masuk ke Amerika. Mungkin petugas imigrasi bandara terkecoh akan keanehan sikap Khan yang memang penderita Asperger, tetapi alasan etnis dan agama nampak lebih kental mendominasinya. Singkat kata, Khan akhirnya bisa masuk ke Amerika dan bertemu adiknya. Lebih lanjut, dan disinilah cerita itu mulai kelihatan gregetnya, ketika Khan menikah dengan seorang janda cantik, juga keturunan India, yang serunya beragama Hindu. Mandira mempunyai anak menjelang remaja, yang ganteng, pintar, aktif, kritis dan banyak teman, dan karena ayah tirinya bernama Khan, dia menjadi Sameer bermarga Khan. Sameer yang semula mempunyai banyak teman bermain kemudian dimusuhi dan akhirnya dibunuh, hanya karena dia bermarga Khan, meskipun para pembunuh tahu persis bahwa Sameer beragama Hindu.

Disitulah hebatnya film ini mulai mengirimkan pesan. Diskriminasi ternyata binatang dengan banyak variabel. Karena kebencian warga Amerika yang memuncak akibat peristiwa 9-11, mereka mencederai bahkan membunuh Sameer Khan, meskipun dia tetap Hindu. Film ini dengan sangat halus dan implisit menceritakan bahwa diskriminasi bisa menjadi pisau bermata banyak. Korban diskriminatif mulai mengenai mereka yang beragama Islam, terus menjalar ke manusia bernama Khan, pemeluk Hindu, dan juga kulit berwarna lainnya. Diskriminasi membelit tanpa bisa dikontrol dan diprediksi larinya. Bahkan orang Amerika pun diceritakan dalam film itu juga terkena diskriminasi. Semua orang Amerika dicap sebagai binatang kapitalis, antek Yahudi bahkan Zionis dan di gebyah-uyah bernaluri penjajah. Diselipkan dalam film itu, adegan bagaimana menara kembar WTC diserang oleh 2 pesawat kamikaze yang mengakibatkan ribuan warga Amerika dan non-Amerika, beragama tertentu atau tidak beragama, berkulit putih atau berwarna, terpanggang kaku. Diskriminasi memang menjadi abstrak, bahkan absurb, tak jelas, tak berwadag, tak tahu lagi kemana arah moncong senjata kebencian ditembakkan. Ia bisa mengenai siapa saja yang hidup di alam ini, menghancurkan peradaban, meniadakan kemanusiaan, tanpa pola, dan tentu saja meluluh lantakkan keadilan. Itulah diskriminasi.

Meneruskan cerita tentang My Name is Khan, ia juga menggambarkan bagaimana kaum miskin di daerah Georgia, Amerika, yang mayoritas dihuni oleh kulit berwarna, terdiskriminasi oleh lajunya pembangunan Amerika dan kena getahnya dalam bentuk bencana alam. Mereka menderita karena banjir bandang dan dikesankan sangat lambat di rescue oleh pemerintah Amerika. Rizvan Khan dan Mandira Khan, suami isteri dengan identitas sangat baur digambarkan ikut menolong korban tanpa kenal lelah, tanpa pamrih. Kembali, diskriminasi tak menggambarkan dengan jelas siapa korban dan siapa pelaku. Suatu saat dan untuk kasus tertentu, seseorang bisa menjadi korban diskriminasi, sementara pada waktu yang hampir bersamaan dia bisa menjadi pelaku diskriminasi untuk kasus yang lain.

Fishbein (1996), seorang Psikolog Sosial dari Amerika, mengatakan bahwa diskriminasi lahir karena adanya stereotype dan prejudice. Discrimination involves harmful actions against others because they belong to a particular group. We often see that stereotyped beliefs and prejudiced attitudes will reveal themselves in discriminatory behavior. Stereotype sering sulit dihilangkan dari persepsi kita. Kadang, bahkan dengan data yang sangat minimal, orang dengan mudah menanamkan persepsi tentang suatu komunitas dengan cepat dan melekat. Dan ini sangat jauh dari rasional. Ketika seseorang menjadi korban penjambretan dan si penjahat, setelah tertangkap, ternyata berasal dari suku tertentu, maka dengan mudah ia mempersepsikan bahwa semua orang dengan suku itu merupakan tukang jambret. Prejudice atau prasangka-buruk menjadi menjadi sebab lain yang ikut memudahkan melahirkan diskriminasi. Ia lahir karena orang mempunyai negative premature assumption yang bahkan sudah berada dalam belakang kepalanya sebelum data apapun dia miliki.
Diskriminasi memang sangat merusak. Ia membuat korban menjadi menderita bahkan sering meminta nyawanya. Tak heran bahwa dimana-mana protes mengenai diskriminasi diteriakkan orang. Termasuk Rizvan Khan, yang harus lari-lari dari San Francisco ke Washington, untuk menemui Presiden Obama. Setelah berhasil, dari kejauhan Khan berteriak-teriak tanpa henti : "Mr President, my name is Khan, and I am not a terrorist��..My name is Khan, and I am not terrorist�..My name is ����". Jengah mendengar teriakan berulang-ulang dari Rizvan, akhirnya Obama menoleh dan memanggil Khan untuk mendekat. Dia memeluk Khan sambil mendengar derita Khan yang dijauhi isterinya, sementara anak tirinya, bernama Sameer dibunuh, karena bermarga Khan. Obama mendengar dan ikut empati dengan Razvan. Sayang dia tidak bisa menghidupkan kembali Sameer yang sudah dikubur beberapa hari yang lalu. "Mr President, my name is Khan��"

Trending Now
10 Gambar Pada Spanduk Jualan yang Bikin Gagal Paham

10 Gambar Pada Spanduk Jualan yang Bikin Gagal Paham

Spanduk menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mempromosikan barang yang dijual oleh pedagang. Biasanya spanduk ini berisi fot
753 views 0 shares
Hasil CROP Foto yang Mengubah Segalanya, Siap Siap Kagum Deh Lihatnya

Hasil "CROP" Foto yang Mengubah Segalanya, Siap Siap Kagum Deh Lihatnya

Semakin banyaknya penggunaan sosial media, semakin banyak orang mengupload foto biasanya mereka memilih fotonya diedit, crop, filter agar t
754,124 views 5,627 shares
12 Fakta Tentang Belanja Online yang Bisa Bikin Kamu Geregetan

12 Fakta Tentang Belanja Online yang Bisa Bikin Kamu Geregetan

Tekhnologi yang semakin maju di era sekarang bisa bikin semuanya serba instan. Pesan makan dengan online dan dikirim dengan ojek online juga
768,390 views 49,701 shares
10 Chat Dengan Cewek Matre yang Endingnya Greget Banget

10 Chat Dengan Cewek Matre yang Endingnya Greget Banget

Setiap pria pasti memiliki kriteria sendiri untuk menjadikan seorang wanita sebagai pasangannya. Salah satunya, mereka nggak ingin punya pas
1,407 views 0 shares
10 Status Facebook Salah Paham Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebook Salah Paham Ini Bikin Tepuk Jidat

Sebagai manusia, kesalahpahaman adalah hal yang biasa. Biasanya hal ini terjadi karena miskomunikasi ketika melihat atau ngobrolin sesuatu.
161,956 views 0 shares
10 Kelakuan Absurd Para Tukang yang Bikin Ngakak

10 Kelakuan Absurd Para Tukang yang Bikin Ngakak

Jika kamu familiar dengan ungkapan kuproy atau kepanjangannya yaitu kuli proyek, belakangan ungkapan ini menjadi goyonan di media sosial, ka
1,587 views 0 shares
[11 Gambar Lucu] Model Busana Wanita Masa Kini

[11 Gambar Lucu] Model Busana Wanita Masa Kini

Indonesia memiliki selera berbusana yang cukup unik terutama pada wanitanya. Mereka menggabungkan berbagai selera berbusana dari berbagai co
771,682 views 17,869 shares
25 Gambar perubahan zaman ini bikin tersentuh anak muda zaman sekarang .

25 Gambar perubahan zaman ini bikin tersentuh anak muda zaman sekarang .

Pacaran zaman dulu ngobrol berdua di meja sambil makan malam romantis. Sekarang mah, PACARAN SAMA HAPE!! Cieee, yang kangen masa lalu
839,713 views 24,936 shares
10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

Kita belum tahu pasti ada berapa banyak bahasa yang digunakan oleh para penduduk di dunia. Di Indonesia saja,hampir setiap suku memiliki bah
233,725 views 0 shares