I Love You (cerpen)
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
8,673 views
I Love You (cerpen)

Perkenalkan, aku Fera. Aku masih duduk pada kelas 11 ^-^ .

Aku itu perempuan yang aktif, gk terlalu pintar, biasa aja, dan mungkin kalau urusan pelajaran yang bikin otak sakit itu pasti nilaiku jelek semua. Kalau soal urusan keluarga dan teman ataupun sahabat tentu aku punya. Keluargaku, hanyalah keluarga kecil. Ada Ayah, Ibu, Kakak, dan aku. Kakakku itu laki-laki, jadi ya begitu sifatnya, dan aku gk mau bahas soal itu lagi. Kalau soal sahabat, aku punya 2 orang. Mereka adalah Christine dan Rinda. Kami sudah saling kenal sejak masih SD, yah jadinya sudah pasti sahabat dong! Aku hampir lupa, biasanya kan di setiap kelas itu pasti ada cowok/cewek populer ya kan? Tentunya di sekolahku juga ada. Ceweknya itu bernama Shasa, dia cantik, baik (mungkin, karena aku gk terlalu kenal), disukain banyak orang. Cowoknya itu bernama Albert, diliat dari namanya kayak Albert Einstein, dan memang Albert itu pinter banget kebetulan mereka berdua itu sekelas denganku. Dia itu udah pasti keren, baik (gk tau juga, tapi kelihatannya baik karena dia itu mudah bersosialisasi), dan mungkin itu faktor aku menyukainya.. >///< .

Hari Senin
Aku sudah berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah aku cepat-cepat menaruh tas dan langsung lari ke lapangan karena ada upacara bendera. Untung saja gk telat, karena sih hobiku itu telat, karena suka begadang, hehehe. Christine dan Rinda sih mereka rajin, jadi sudah baris yang agak kedepan sana, kalau aku paling belakang ._. . Selesai upacara kami kembali ke kelas masing-masing. Kalau soal di kelas aku males menceritakannya, jadiâ?¦ aku SKIP ._.; . Saat jam istirahat aku hanya diam di kelas, memandangi Shasa dan Albert, mereka kelihatan akrab sekali. Aku jadi iri melihatnya
Christine: "Ah, jangan diliat terus, Ra!"
Rinda: "Iya, nanti kamu tambah sedih deh. Mending kita ke kantin aja, mau gk?"
Aku hanya menggelengkan kepala. Entah kenapa rasanya enggan sekali meninggalkan kelas ini.
Rinda: "Kan bener, pasti gara-gara mereka berdua kelihatan akrab ya?"
Aku: "Eh?! M-m-memang kenyataannya mereka deket, dan cocok. Kelak pasti mereka berdua sangat bahagia." Aku mengatakannya dengan sedikit rasa marah dan mungkin... cemburu.
Christine: "Iya sih, memang bener. Mereka itu deket banget! Sampai beredar gossip yang menyebutkan kalau mereka itu P.A.C.A.R.A.N!"
Aku dan Rinda hanya mengangguk. Mendengar hal itu rasanya aku tambah semakin cemburu. Tapi aku belum terlalu kenal dengan Albert, aku ingin mengenalnya lagi. Tapi bagaimana? Dia pasti sudah punya perasaan kepada perempuan lain.
Saat pulang sekolah aku memberanikan diri untuk berbicara kepada Albert, yang kedua kalinya. Albert pasti bersama teman-temannya.
Aku: "Ehm... eh ... A-a-albert!"
Albert: "Aku?"
Aku: "Ya."
Albert: "Kalian pulang saja dulu, aku bisa pulang sendiri kok."
Lalu teman-teman Albert pulang dan Albert berjalan ke arahku.
Albert: "Ada apa?"
Aku: "Ah, uhm, aku,"
Aku: "Gak bisa ngomong! Ngomong apa ya? Fera,,, pikir!" (dalam hati)
Aku: "Uhm, masih ingat aku?"
Albert: "Tentu. Masak teman sekelasnya sendiri tidak ingat? Fera, ya kan?"
Aku mengangguk dan pasti sekarang ini pipiku memerah...
Albert: "Jadi hanya itu?"
Aku: "Mungkin. Oh ya, hati-hati di jalan!"
Albert: "Makasih. Kamu juga hati-hati apalagi kamu cewek. Akhir-akhir ini kan banyak penjahat."
Aku: "Ya juga sih, tapi gk papa! Aku kan cewek kuat! Hehehe."
Albert: "Ya... kalau gitu sampai jumpa besok. Kalau ada perlu apa, aku siap menolongmu."
Aku: "Bener?"
Albert: "Gk. Benerlah! Biasanya aku juga sering membantu Shasa."
Aku: "Shasa... jadi memang bener, mereka pasti saling suka." (dalam hati)
Aku: "Aku boleh bertanya gk?"
Albert: "Silahkan,"
Aku: "Kenapa kau terlihat begitu dekat dengan Shasa? Bahkan hampir satu sekolah ini membicarakan tentang kalian berdua, dan katanya kalian sudah pacaran. Apa itu benar?
Albert: "Ah... kenapa tiba-tiba nanyak begitu?"
Aku: "Karena aku ingin tau!"
Albert: "Ini rahasia antara aku dan Shasa. Jadi kamu tidak boleh tau. Maaf."
Aku: "A-aku mengerti, jadi benar kalian pacaran tapi tidak mau mengakuinya. Tapi kalau disembunyikan terus menerus itu akan membuat hati sakit!"
Aku langsung pergi...
Sesampai di rumah, aku itu rasanya stres, depresi, frustasi, gk tau besok gemana kalau aku nanti ketemu sama Albert! Salah ngomong lagi! Walaupun sih ada benernya juga, tapi ya sudahlah!

Hari Selasa
Sudah di sekolah, rasanya hatiku itu tambah sakit... Albert dan Shasa itu deket banget! Nusuk gitu! Dan supaya aku gk bakal merasakan sakit itu lagi, kuputuskan untuk MENJAUHI ALBERT.
Setiap kali ia ingin bicara, aku langsung pergi. Aku tidak berbicara dengan Albert sama sekali.

Hari Rabu
Sama halnya dengan sebelumnya, tidak ada ngomong, tapi sebenarnya aku ingin sekali berbicara, bercanda, dan mengenal lebih dekat Albert, dan ingin tau siapa sebenarnya Shasa bagi Albert. Pulang sekolahnya, Shasa menemuiku.
Shasa: "Fera, ya kan?"
Aku: "I-iya, ada apa?"
Shasa: "Aku mencarimu atas suruhan Albert."
Aku: 'Kenapa gk Albertnya sendiri??!! Nyuruh pacarnya!!' (dalam hati)
Aku: "Terus..?"
Shasa: "Dia tanya, kenapa kamu tuh ngejauhi Albert? Memang dia ada salah sama kamu?"
Aku: "Mana mungkin aku berani dekat-dekat dengan pacarmu!! Aku itu bukan tipe cewek yang suka ngerusak hubungan orang lain tau!!"
Shasa: "Ah.. Hahahahahahaha!!"
Aku: "Kenapa ketawa? Seneng?!"
Shasa: "Ya ampun, jadi selama ini itu masalahnya!"
Aku: "Masalah apaan sih?! Gk ngerti aku! Ngomong tuh yang jelas!!" (Sifat burukku mulai keluar)
Shasa: "Ya sih, memang sebenarnya ini rahasia, tapi apa boleh buat, aku kasian denganmu. Tapi, kumohon jangan bocorin ya!"
Aku: "Apaan?!!"
Shasa: "Aku sama Albert itu saudara.. Jadi mana mungkin pacaran! Ya jadi alasan kami deket karena saudara itu aja. Pacaran? Gosip yang bohong itu.. Jadi, sekarang jangan salah sangka ya! Aku tau kok kamu suka kan sama saudaraku itu? Lebih tepatnya kakakku. Yah aku dan dia hanya selisih beberapa bulan saja.."
Aku: "Darimana kau tau kalo aku suka sama dia?!"
Shasa: "Itu ngaku :P "
Aku: >///< "Memang bener,.."
Shasa: "Aku saranin, besok dan seterusnya tolong mulai bicara dengan kakakku ya!"
Aku: "Ya.."

Hari Kamis
Berkat bantuan Shasa, adik Albert aku jadi bersemangat lagi!
Rinda: "Ada apa? Galaunya udah ilang?"
Christine: "Semangat amat."
Aku: "Hehehe.."
Shasa datang kearahku
Shasa: "Kumohon jangan beri tau sapa-sapa!"
Aku: "Iya iya"
Christine: "Jadi galaumu sudah ilang?"
Aku mengangguk
Rinda: "Baguslah."
Aku pulang lebih telat, karena ada tugas piket.. tadi pagi aku gk piket, LUPA.. :P Selesai piket, kulihat ada Albert disana.
Albert: "Sudah selesai?"
Aku: "Ngapain kau disini?!"
Albert: "Nungguin kamu, jadi kemarin.. kamu sudah bertemu adikku?"
Aku: "Ya."
Albert: "Kami gk pacaran. Ingat itu, aku gk mau kamu salah paham dan kamu malah jadi..."
Aku: "?"
Albert: "GK JADI!!" >///<
Aku: "Albert, sepertinya aku suka...."
Albert: "S-suka..?"
Aku: 'Jangan sekarang!' (dalam hati)
Aku: "Aku suka roti!! Ahehehe."
Albert: "Kalau gitu mau beli roti?"
Aku mengangguk
Kami bersama membeli roti.. rasanya menyenangkan. Langit mulai gelap, mendung, dan akhirnya hujan. Aku dan Albert gk bawa payung!! Gemana nih?!
Albert: "Sepertinya kita harus berteduh disini.."
Aku mengangguk sambil memakan roti yang tadi masih sisa
Aku: "Dingin."
Albert: "Pake jaketku!"
Aku: "Tidak usah.."
Aku tanpa sadar memegang baju Albert, dan spontan mengatakan
Aku: "Mungkin, tidak. Aku menyukaimu. Itu mengapa aku menjauhimu, karena kamu dekat dengan Shasa! Karena aku gk mau merusak hubungan kalian..!"
Albert: "Fera,,"
Aku: "Maaf.. maaf.. aku gk bermaksud apa.. dan alasan lain krn kamu disukain banyak cewek di sekolah, dan kamu.. kamu gk mungkin suka cewek yang biasa-biasa aj-..."
Albert: "Cukup!"
Aku: "eh"
Albert: "Merendahkan diri sendiri, gk malu apa?! Aku gk suka cewek yg kusukain merendahkan dirinya seperti ini!"
Albert: 'Ke-ke-keceplosan!!' (dalam hati)
Aku: "...HHHAAA??????!!!!!"
Albert: "Apa?!"
Aku: "Gk.., tapi kenapa?"
Albert: "Kepo!"
Aku: "Kasih tau!"
Albert: "Tidak akan!"

Tak terasa, hujan pun sudah reda.. Rasanya.. suasana hatiku lebih enak,

Albert: "Ayo pulang, akan kuantar kau." sambil mengulurkan tangan
Aku: "Ya!" :)
Kami berjalan bersama, sambil bergandengan tangan..

Aku: "I love you.."
Albert: ".... eh... m-m-makasih, i-i-i l-love you t-t-too,,"
Albert: 'Alasannya karena, saat pertama kali masuk SMA, dan saat banyak yang kesusahan kamu itu mau menolong mereka, walau belum saling kenal, kamu gk peduliin itu,, kamu tetep care sama mereka, dan waktu itu aku salah satu dari mereka. Berkatmu, aku berusaha meneladani kerja kerasmu itu.. dan hasilnya seperti sekarang ini, mungkin, mungkin itu salah satu faktor aku menyukaimu.'

~The End~
Thanks for reading!
See you next time!

Trending Now
10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

Masa kuliah adalah masa dimana kita mulai beranjak dewasa. Di mana kita bertemu dengan orang-orang yang baru dan nggak bisa lagi bersantai-s
11,814 views 0 shares
Momen-Momen Saat Lihat Benda Seperti Makanan Ini Bikin Perut Makin Lapar

Momen-Momen Saat Lihat Benda Seperti Makanan Ini Bikin Perut Makin Lapar

Kalau udah masalah perut memang nggak bisa diabaikan. Pasti dong kamu nggak bakalan membiarkan perutmu kosong dan tidak terisi makanan sama
2,591 views 0 shares
10 Foto Perpaduan Makanan yang Bikin Hilang Napsu Makan

10 Foto Perpaduan Makanan yang Bikin Hilang Napsu Makan

Setiap hari kita harus memakan makanan agar menambah nutrisi dalam tubuh. Ngomongin tentang makanan, orang Indonesia itu memiliki satu kebia
1,868 views 0 shares
8 Potret Barang Tiruan yang Bikin Ngakak

8 Potret Barang Tiruan yang Bikin Ngakak

Barang original biasanya terbukti berbahan bagus, berkualitas tinggi, awet dan tahan lama. Dan karena itu semua, kenapa barang original memi
7,278 views 0 shares
10 Gaya Rambut Kocak yang Bikin Kamu Ketawa Sampai Mules

10 Gaya Rambut Kocak yang Bikin Kamu Ketawa Sampai Mules

Bagi semua orang rambut adalah mahkota. Jadi nggak heran kalau banyak orang sangat memperhatikan gaya rambut mereka. Karena bukan hanya bisa
36,986 views 155 shares
10 Potret Kocak Emak-emak Boncengin Anak. Nggak Ada Lawan!

10 Potret Kocak Emak-emak Boncengin Anak. Nggak Ada Lawan!

Kalau selama ini yang kamu tahu raja jalanan adalah kendaraan besar seperti truk atau bus, sepertinya kamu kurang update, karena saat ini ya
16,397 views 0 shares
10 Ide Jenius Ala Driver Ojek Online yang Keren Banget

10 Ide Jenius Ala Driver Ojek Online yang Keren Banget

Saat ini, semua orang bisa menjadi driver ojek online. Karena memang tuntutan keadaan yang mengharuskan mencari nafkah melalui pekerjaan ini
1,701 views 0 shares
10 Hasil Tukang Bangunan Kreatif Bikin Pola di Tembok Ini Bikin Gagal Paham

10 Hasil Tukang Bangunan Kreatif Bikin Pola di Tembok Ini Bikin Gagal Paham

Sebelum mendirikan bangunan, tukang bangunan pasti membuat konsep desainnya sejak awal. Tukang bangunannya biasanya bekerja sesuai dengan ko
2,903 views 0 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
217,734 views 3,543 shares
12 Posisi Absurd Alat-Alat Elektronik di Rumah Ini Bikin Kamu Geleng-Geleng Kepala

12 Posisi Absurd Alat-Alat Elektronik di Rumah Ini Bikin Kamu Geleng-Geleng Kepala

Salah satu perabotan rumah yang wajib ada di dalam rumah adalah alat-alat elektronik. Perabotan yang biasanya mengharuskan menggunakan energ
3,485 views 0 shares