Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
Loading...
 
posted on WOW Keren
13,300 views
Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

JAKARTA - Bagi masyarakat Wajib Pajak dan petugas pajak, bulan Maret adalah bulan yang sibuk. Bulan Maret adalah batas waktu penyampaian SPT Tahunan.

Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) batas akhir penyampaian pajak adalah tanggal 31 Maret. Sedangkan untuk Wajib Pajak Badan, batas akhir penyampaiannya adalah 30 April.
Lalu bagaimaana cara mengisi SPT Tahunan PPh WP OP? Banyak wajib pajak menganggap pengisian SPT tersebut sulit. Padahal sebenarnya cukup mudah. Pandu Pajak akan menjelaskan bagaimana cara pengisian SPT Tahunan, khususnya SPT Tahunan PPh WP OP.

Ada tiga jenis formulir SPT Tahunan Pph WP OP. Yaitu Formulir 1770SS, Formulir 1770S dan Formulir 1770. Setiap WP OP harus mengisi salah satu dari formulir tersebut.

Lantas Apa bedanya masing-masing formulir tersebut? Harus mengisi yang mana? Ini jawabannya.

Formulir 1770 diperuntukkan bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan seperti berikut:
1. Dari usaha atau pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan atau Norma Penghitungan Penghasilan Neto;
2. Dari satu atau lebih pemberi kerja
3. Penghasilan lain

Formulir 1770S diperuntukkan bagi Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan seperti berikut ini:
1. Dari satu atau lebih pemberi kerja
2. Dari dalam negeri lainnya dan atau
3. Yang dikenakan Pajak Penghasilan final dan/atau bersifat final

Formulir 1770 SS adalah bagi Wajib Pajak:
1. Yang mempunyai penghasilan hanya dari satu pemberi kerja dengan jumlah penghasilan bruto dari pekerjaan tidak lebih dari Rp 60 juta setahun dan.
2. Tidak mempunyai penghasilan lain kecuali penghasilan berupa bunga bank dan atau bunga koperasi.
Apabila Anda memiliki penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja dan juga memiliki penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, maka formulir yang Anda gunakan adalah SPT Tahunan 1770. Jika Anda tidak memiliki penghasilan lain dari usaha atau pekerjaan bebas tapi memiliki penghasilan final atau bersifat final maka Anda menggunakan formulir 1770 S.

Apabila Anda hanya memliki penghasilan dari satu pemberi kerja dengan penghasilan brutonya tidak lebih dari Rp 60 juta setahun, maka gunakan formulir 1770 SS. Tetapi kalau penghasilan Anda lebih dari Rp 60 juta setahun maka gunakan formulir 1770 S.

Cukup mudah bukan menentukan jenis formulir mana yang akan Anda pakai dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh OP. Sekarang tak ada alasan lagi untuk tidak bayar pajak.


Tips Pengisian Formulir

Sebelum membuat laporan pajak Anda coba perhatikan tips-tips berikut yang akan memudahkan Anda dalam membayar pajak.

Jika Anda Wajib Pajak pengisi SPT Formulir 1770 SS, Anda Wajib mengikuti cara ini:
1. Siapkan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dari pemberi kerja. Atau yang lebih dikenal dengan formulir 1721-A1 atau 1721-A2
2. Mulailah mengisi SPT Tahunan sesuai data Anda.
3. Sajikan harta dan kewajiban sesuai kenyataan yang ada untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. Sebaiknya buat kertas kerja tersendiri.

Nah, jika Anda Wajib Pajak pengisi SPT Formulir 1770 S, ini yang perlu Anda lakukan.
1. Siapkan Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dari pemberi kerja (1721-A1 atau 1721-A2), bila Anda seorang pegawai.
2. Siapkan bukti pemotongan pajak yang dilakukan pihak lain berkaitan dengan penghasilan yang pernah Anda diterima. Seperti Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (bersifat final), PPh Pasal 23, Bukti Pemotongan Hadiah Undian, dan sebagainya apabila ada.
3. Siapkan bukti pembayaran pajak yang dibayar sendiri. Seperti Surat Setoran Pajak atau Tanda Bukti Fiskal Luar Negeri apabila ada.
4. Siapkan bukti pembayaran zakat atas penghasilan kepada badan atau lembaga amil zakat yang resmi atau disahkan pemerintah, apabila ada.
5. Buatlah rekapitulasi penghasilan selama setahun, baik yang sudah dipotong pajaknya oleh pihak lain atau yang belum.
6. Mulailah mengisi SPT Tahunan setelah data umumnya terisi.
7. Pengisian dimulai dari lampiran 1770S-I yang menyajikan penghasilan neto dari pekerjaan dan sumber penghasilan lainnya. Pergunakan data bukti pemotongan dari pihak lain untuk mengisinya.
8. Isikan juga apabila Anda memiliki penghasilan yang belum dilakukan pemotongan oleh pihak lain.
9. Ikuti petunjuk dalam formulir SPT yang bersangkutan (dalam setiap lembar bagian bawah terdapat petunjuk yang sangat jelas)
10. Sajikan harta dan kewajiban sesuai kenyataan yang ada untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.
Dan bila Anda Wajib Pajak SPT Formulir 1770, mudah untuk mengisi formulirnya.
1. Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menyiapkan catatan penghasilan bruto atau peredaran usaha setiap hari selama setahun.
2. Lalu, temukan tarif prosentase norma penghitungan penghasilan neto untuk jenis usaha Anda. Misalnya Anda memiliki usaha rumah makan di Jakarta. Tarif yang ditetapkan adalah sebesar 25 persen. Ini berarti penghasilan neto atau laba bersih usaha rumah makan di Jakarta adalah 25 persen dari peredaran usaha.
3. Jika Anda menggunakan pembukuan, siapkan laporan keuangan, Neraca dan Laporan Rugi Laba.
4. Buat perbandingan laporan keuangan dengan tahun yang lalu. Analisis untuk peningkatan atau pengurangan yang mencolok.
5. Buat kertas kerja terlebih dahulu untuk menyesuaikan laporan keuangan versi akuntansi dengan ketentuan perpajakan.
6. Siapkan juga Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dari pemberi kerja (formulir 1721-A1 atau 1721-A2), bila Anda kebetulan juga seorang pegawai.
7. Siapkan bukti pemotongan pajak yang dilakukan pihak lain berkaitan dengan penghasilan yang pernah Anda diterima. Seperti Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (bersifat final), PPh Pasal 23, Bukti Pemotongan Hadiah Undian, dan sebagainya apabila ada.
8. Siapkan bukti pembayaran pajak yang dibayar sendiri (Surat Setoran Pajak atau Tanda Bukti Fiskal Luar Negeri), apabila ada.
9. Lalu siapkan bukti pembayaran zakat atas penghasilan kepada badan/lembaga amil zakat yang resmi/disahkan pemerintah, apabila ada.
10. Buatlah rekapitulasi penghasilan selama setahun. Baik yang sudah dipotong pajaknya oleh pihak lain atau yang belum.
11. Buat juga biaya-biaya yang berkenaan dengan perolehan penghasilan tersebut.
12. Mulailah mengisi SPT Tahunan setelah data umumnya terisi.
13. Pengisian dimulai dari lampiran 1770-I yang menyajikan penghitungan penghasilan neto. Pembukuan yang Anda lakukan akan termuat juga dalam laporan ini. Isikan data laporan rugilaba pada lampiran 1770-I halaman 1 bila Anda menggunakan pembukuan. Bila tidak, Anda dapat melanjutkan pada halaman 2.
14. Pergunakan data bukti pemotongan dari pihak lain untuk mengisi penghasilan yang diperoleh dari luar usaha atau pekerjaan bebas.
15. Isikan juga apabila Anda memiliki penghasilan yang belum dilakukan pemotongan oleh pihak lain.
16. Ikuti petunjuk dalam formulir SPT yang bersangkutan. Dalam setiap lembar bagian bawah terdapat petunjuk yang sangat jelas sumber angka dan ditujukan kemana.
17. Sajikan harta dan kewajiban sesuai kenyataan yang ada untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.

Untuk teknis pengisian, Anda hanya perlu mengikuti petunjuk yang sudah diberikan. Anda bisa meminta buku pengisian SPT Tahunan ke Kantor Pelayanan Pajak, atau mengunduh pada website www.pajak.go.id. Untuk lebih jelasnya Anda dapat mendownload contoh pengisian SPT berikut ini. Selamat mengisi SPT Tahunan Anda.

Trending Now
10 Potret Raport Siswa yang isinya Mengocok Perut

10 Potret Raport Siswa yang isinya Mengocok Perut

Saat menjadi siswa, setelah mengikuti ujian semester, kita akan menerima rapor untuk melihat nilai kita beberapa bulan terakhir. Momen ini
3,021 views 0 shares
8 Hasil karya melipat uang kertas rupiah ini bakal bikin kamu takjub!

8 Hasil karya melipat uang kertas rupiah ini bakal bikin kamu takjub!

Tak ada yang menyangka memang dari hobi melipat kertas membawa Peterdhruva Henley menghasilkan suatu karya yang wow banget. Ya, dari yang aw
303,996 views 57,133 shares
Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Teknologi semakin canggih, itu juga membuktikan jika kemampuan seseorang mulai berkembang untuk menciptakan sesuatu. Apalagi buat mereka yan
305,155 views 16,682 shares
9 Potret Ulang Tahun yang Unik dan Nyeleneh

9 Potret Ulang Tahun yang Unik dan Nyeleneh

Setiap manusia pasti merasakan ulang tahun setiap tahunnya. Dan beberapa orang mengadakan selebrasi untuk memperingati bertambahnya usia. Ya
1,440 views 0 shares
10 Gaya Artis Indonesia Saat Di Bangku Sekolah, Cakep Nggak Ya?

10 Gaya Artis Indonesia Saat Di Bangku Sekolah, Cakep Nggak Ya?

Sebelum meniti karir menjadi sang idola, sama seperti kita, para artis juga mengenyam pendidikan akademis. Sama-sama memakai seragam dan per
311,925 views 23,605 shares
10 Nama Camilan Asli Indonesia yang Bikin Kita Cekikikan

10 Nama Camilan Asli Indonesia yang Bikin Kita Cekikikan

Bagi beberapa orang, camilan adalah makanan yang harus tersedia di manapun mereka berada. Camilan juga setia menemani kita ketika menonton f
153 views 0 shares
Kumpulan Screenshot Chat yang Bapernya Salah Tempat

Kumpulan Screenshot Chat yang Bapernya Salah Tempat

'Jaman sekarang janji gabisa dipegang, bisanya di screenshot' Begitulah kata kids zaman now. Adanya fitur screenshot di smartphone, membuat
103,184 views 0 shares
10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

Kemajuan teknologi membawa kita pada jaman dimana semuanya bisa menjadi lebih mudah. Membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal i
124,472 views 7,337 shares
10 Chat Tentang Pertanyaan yang Jawabannya Nggak Nyambung Banget

10 Chat Tentang Pertanyaan yang Jawabannya Nggak Nyambung Banget

Saat ini kita bisa berkomunikasi dengan mudah dengan orang lain. Tentu saja berkat adanya teknologi. Bisa melalui media sosial atau dengan a
1,636 views 0 shares
10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

Arsitek adalah pekerjaan yang mendesain suatu bangunan seperti rumah, gedung atau fasilitas umum lainnya. Dalam pekerjaannya arsitek harus
241,105 views 8,130 shares