I Hate That Smile
Loading...
 
posted on WOW Keren
3,105 views
I Hate That Smile


maaf jika ada persamaan kata , judul , atau mungkin isi dari cerita singkat dibawah ini . karena itu semua ketidak sengajaan semata :v

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Chellicia mempersembahkan ~ ( biar kayak dipilem pilem gitu :v )


- I Hate That Smile

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jika bicara apa yang aku benci , ada satu ..

satu hal yang paling ku benci , ada disampingku ..

aku tidak membenci apapun dari dirinya , hanya saja ..

aku benci senyuman itu

~

Senyumannya .. mengapa aku membencinya ?

itu .. itu .. karena ..

~

Hari ini pembagian nilai ulangan , syukurlah aku tidak mendapat remidi untuk ulangan satu ini . gadis pirang disebelahku tersenyum sendiri setelah melihat nilai ulangannya .

" yah .. 40 , tidak apa .. ada sedikit kemajuan " tatapannya mengarah padaku seolah ia mengajakku untuk sedikit berbincang . aku tak begitu memperdulikannya dan segera memalingkan wajahku .

' apa dia bodoh ? dapat 40 pun bangga ? '

~

Dijam istirahat , gadis pirang itu menuruni tangga dengan beban berat di kedua tangannya , setumpuk buku buku yang akan diantarkan keperpustakaan . tanpa disadari orang orang dari belakangnya terburu buru ingin menuruni tangga tanpa memperhatikan gadis pirang didepannya . jadilah tabrakan yang mengalahkan gadis priang pembawa buku tersebut .

" sakit " gerutunya mengelus elus punggungnya . aku pun menghampirinya dan berniat membantunya . " kau , jangan salah sangka , aku hanya tak tega melihat gadis kesakitan dilantai seperti itu " ujarku seraya mengulurkan tanganku untuk membantunya .

ia sejenak menatap bola mata biruku dan tersenyum , seperti ia tak merasa keberatan telah ditabrak oleh 8 siswa dengan kecepatan lari seperti lari kuda .

tangannya pun meraih tanganku untuk berdiri . " terimakasih ya .. " aku malas menganggapinya , dan segera berlalu . namun gadis pirang itu malah membununtutiku dan terus mengajakku untuk mengobrol .

~

Esok , setelah bel pulang sekolah , gadis pirang berdiri dihadapanku dengan ukiran senyuman diwajahnya . rambut hingga ujung sepatunya basah . walau kutahu , pasti Kisanagi lah yang sering membully gadis pirang tersebut . mungkin hampir setiap hari .

" hai .. " sapanya dengan penuh semangat . " kenapa badanmu basah kuyup begitu ? " tanyaku yang sebenarnya sudah tahu alasannya . masih dengan senyuman gadis pirang itu menjawab , " Kisanagi-san dan teman temannya menyiramku , jadi basah deh .. " .

aku bahkan heran mengapa gadis didepanku ini masih dapat tersenyum meskipun dirinya telah dikerjai habis habisan oleh geng Kisanagi yang selalu membuat onar disekolah .

" biasanya gadis akan menangis jika diberlakukan seperti itu "

" benarkah ? " matanya melebar terkejut , seakan tidak tahu bagaimana sifat gadis normal setelah dibully . " tentu saja , tapi kau malah selalu tersenyum "

ia mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V . dan kembali mengembangkan senyum sampai deretan gigi putih dan mulutnya terlihat , " Karena aku tidak boleh menangis~ "

~

Dikantin akupun melihat gadis pirang itu kembali dibully geng Kisanagi . ia menumpahkan teh panas dan mie yang baru matang keatas rambut pirang gadis tersebut .

aku pun berlari dan membantu gadis pirang itu untuk lari , setelah kami sampai di tempat yang lebih aman , sejenak kami mengatur nafas kami dulu .

rambut pirangnya kini ternodai mie dan teh , terlihat asap teh dan mie yang masih panas tersebut mengebul diatas kepalanya .

bukan tangis yang kulihat , hanya senyum .. senyuman murni seperti orang yang sangat bahagia .

" tidakkah kau tahu ? aku benci saat kau tersenyum diatas penderitaanmu sendiri ! "

ku rogoh saku seragamku dan mengambil sapu tangan yang berada didalamnya . dan mengelap teh dan mie yang menempel diwajahnya .

matanya melebar , sepertinya ia terkejut . dan dengan cepat tangan kanannya menangkis tanganku yang sedang mengelap wajahnya dengan sapu tanganku . hingga sapu tangan hijauku terlempar tak jauh dari ku .

" kau bilang kau benci senyuman ini ? kenapa kau malah mempertahankannya ? " wajahnya tertunduk . aku mengangkat sebelah alis mataku tanda tak paham .

" apa maksudmu ? sungguh aku tak paham ? " hatiku semakin gelisah , takut kalau membuat nya marah .

kepalanya perlahan terangkat , bukannya wajah penuh dendam dan amarah . yang kudapat , hanya senyuman gadis pirang itu seperti biasanya .

" maaf tadi itu tidak sengaja "

" berhenti tersenyum seolah olah tidak terjadi apa - apa !? aku semakin membencinya ! " ucapku dengan nada meninggi . ia terhenyak ,

" aku hanya tidak ingin terlihat lemah dihadapanmu .. aku . . aku "

" apa hanya itu alasanmu ? "

" lagipula ? apa masalahmu jika , jika aku selalu tersenyum ? " ia bertanya balik kepadaku , tentu saja jawaban yang tidak mudah diucapkan , apalagi , aku belum menemukan jawabannya .

" karena aku benci melihat orang orang yang tersiksa namun dapat bertahan dengan mudahnya ! apa kau tidak sadar ? aku selalu peduli denganmu , siapa orang yang tega melihat teman sebangkunya yang menderita sepertimu !? kau tidak perlu membohongi perasaanmu sendiri " jawabku dengan lantangnya .

" karena kepedulianmu .. aku tidak mau merepotkanmu .. aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa mengatasinya sendiri " senyuman kembali menghiasi bibir mungilnya .

" kalau begitu .. aku minta maaf ya .. "

apa aku tidak salah dengar ? seharusnya aku yang minta maaf padanya karena telah membentaknya , padahal ia tak salah apapun .
aku tak tega terus melihat wajahnya yang dihiasi senyumannya tersebut . segera aku berbalik dan meninggalkannya . namun tanganku tertahan ,

" jika kau membenci senyumanku .. aku tidak akan tersenyum lagi padamu .. namun.. esok , izinkan aku tersenyum padamu .. "

" untuk terakhir kalinya "

segera kukibas tanganku yang ditarik oleh nya dan berlari menjauh .

terdengar samar samar bisikan seseorang disertai isakan .

" aku bahagia "

~~

bel masuk telah berdering untuk kesekian kalinya , sudah 2 minggu gadis pirang itu tidak masuk sekolah .. kuharap ia ada disini , disebelahku , seperti biasanya .. dengan senyumannya .. yang sekarang kurindukan .

' hiks.. hiks ' suara isakan terdengar dari pintu masuk kelas , para siswi banyak yang menangis dan membawa seikat bunga . mereka meletakkan vas dan bunga tersebut di .. dimeja .. sebelahku .. dimana gadis pirang itu duduk ..

tidak .. tidak bisa diterima .. ia belum memberikan senyumannya untuk terakhir kalinya ! kini aku rindu ! aku rindu gadis pirang dan senyum riangnya .. senyuman yang menghapus luka dan duka dihatinya . kuakui ia adalah gadis yang hebat .. dan tegar ..

~

aku berlari mendobrak pintu kelas dan berlari disepanjang koridor bayang bayang gadis pirang menjelajahi benakku . ah siapa yang bisa lupa dengan gadis itu !?

disaat melewati salah satu ruangan , terlihat gadis pirang sedang duduk termangu disalah satu bangku . aku pun menghampirinya , disaat yang sama ia mendongak menatapku . dengan sapu tangan hijauku digenggamannya , ia lalu memberikannya padaku .

" ini sapu tanganmu .. kau meninggalkannya kan ? " sorot mata hampa , tanpa ekspresi . tidak .. ini bukan gadis pirang yang kukenal murah senyum !

" kenapa ? kenapa tidak ada senyuman itu !? senyuman yang kau janjikan untuk terkahir kalinya ?! dimana senyuman yang kurindukan " aku menggigit bagian bawah bibirku . mencoba menahan tangisku , jika ia bisa menahan tangisnya dalam cobaan yang selalu ia dapat , kenapa aku tidak bisa !?

aku terus menatap gadis pirang yang sedang duduk dibangku , dihadapanku . tangis ku meledak diiringi tubuhku yang ambruk untuk mendekap tubuh gadis pirang tersebut .

" eh !? "

" aku .. aku .. aku hanya ingin senyuman terkhirmu .. maaf .. maafkan aku .. jika .. saat itu aku membentakmu .. "

tangannya terasa mengelus punggungku .

" diriku yang asli telah mati "

" jadi .. kau tak memerlukan senyuman yang kau benci itu lagi "

air mata dapat kurasakan menembus seragam ku hingga mengenai pundakku .

" aku .. aku tidak bisa menahan tangisku .. akulah yang lemah ! " aku semakin mengeratkan dekapanku , aku tak ingin ia lepas dariku , aku tak ingin ia pergi dariku .. aku .. aku hanya ingin melihatnya seperti biasa tersenyum setiap harinya ..

ia tersenyum bahagia , air matanya mengalir melewati sudut matanya . ia sedikit tertawa .

" ini senyuman terakhirku .. aku juga ingin .. melihatmu tersenyum " ucapnya , walaupun aku tak dapat melihatnya tersenyum disaat aku sedang mendekapnya .

akupun memaksakan senyuman ,

" nah .. kita sama sama bahagia kan ? " mendengar ucapannya membuat hatiku terasa ditusuk beribu pedang .

yang kudekap berubah menjadi udara ..

Kini didepanku hanyalah kursi kosong ..


" sudah berakhir ? "

" jika saja masih dapat kulihat .. "

" senyuman yang ku benci itu "



- END


Pesan dari cerita diatas :

" Keep Smile " :v wkkwk << abaikan


Terimakasih yang sudah baca capek capek sampe bawah ..

maaf jika cerita nya aneh , gaje atau kurang seru .. :v

Wow dan komentar sangat dianjurkan ( Wow jika bagus aja , klo komentar untuk kritikan dan sarannya )

oke terimakasih banyak .. atas parsitipasi anda ^_^

Trending Now
10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

Hidup di Indonesia sangat mudah sekali menemukan warung atau toko kelontong. di mana tempat usaha ini menyediakan barang yang kita butuhkan
3,518 views 0 shares
10 Potret Makanan Gosong yang Lapar Hilang

10 Potret Makanan Gosong yang Lapar Hilang

Semua orang suka makan dan punya makanan favorit, tapi kenyataannya nggak semua orang bisa memasak. Apalagi memasak butuh fokus, nggak cuma
727 views 0 shares
8 Video YouTube yang Judulnya Super Nyeleneh

8 Video YouTube yang Judulnya Super Nyeleneh

YouTube adalah platform di mana penggunanya bisa membuat atau menonton video. Siapapun bisa membuat kanal di YouTube. Apalagi saat ini, bany
642 views 0 shares
Indahnya Setetes Air Mata Saat Di Zoom Perbesar, Lihat 9 Fotonya!

Indahnya Setetes Air Mata Saat Di Zoom Perbesar, Lihat 9 Fotonya!

Banyak yang tidak mengira kalau ternyata air mata yang menetes memiliki keindahan didalam bentuknya, hal ini terkuak setelah dilakukan penel
36,362 views 1,418 shares
Brilian. Desain 9 Tas Belanja ini Bukti Bahwa Kreatifitas Dimulai dari Sesuatu yang Sederhana. Bikin ikutan Kreatif

Brilian. Desain 9 Tas Belanja ini Bukti Bahwa Kreatifitas Dimulai dari Sesuatu yang Sederhana. Bikin ikutan Kreatif

Manusia semakin lama semakin pintar. Karena memang pedaban manusia yang membuat dan memaksa manusia untuk pintar. Ilmu pengetahuan dan tekno
4,726 views 142 shares
10 Potret Makanan yang Tampilannya Nyeleneh

10 Potret Makanan yang Tampilannya Nyeleneh

Seseorang tetap butuh makan untuk bertahan hidup. Disarankan sih 3 kali dalam sehari. Tapi pernah nggak si saat kamu ingin makan, di saat ya
2,338 views 0 shares
10 Tulisan di Tempat Parkir yang Bikin Gagal Paham

10 Tulisan di Tempat Parkir yang Bikin Gagal Paham

Hampir semua masyarakat Indonesia saat ini memiliki kendaraan bermotor sendiri.  Salah satunya agar mereka bisa dengan mudah pergi ke manap
924 views 0 shares
10 Spanduk Rumah Dijual yang Bikin Calon Pembeli Gagal Paham

10 Spanduk Rumah Dijual yang Bikin Calon Pembeli Gagal Paham

Saat ini properti adalah salah satu hal yang paling dicari. Memiliki bisnis properti juga suatu hal yang menjanjikan, karena semakin tahun h
1,205 views 0 shares
10 Chat Kehabisan Bahan Obrolan yang Isinya Kocak Banget

10 Chat Kehabisan Bahan Obrolan yang Isinya Kocak Banget

Saat kita ingin memiliki pasangan, hal yang kita lakukan adalah PDKT ke gebetan. Tapi ini bukanlah hal yang mudah, enggak cukup dengan ngaja
3,400 views 0 shares
Terjemahan Dari 10 Kode Yang Sering Diucapin Cewek

Terjemahan Dari 10 Kode Yang Sering Diucapin Cewek

Cewek adalah makhluk Tuhan yang paling sulit dimengerti dan dipahami. Untuk mengungkapkan keinginannya saja, mereka selalu menggunakan kode-
168,639 views 11,549 shares