Now! or Never!!! ~me in the past~ *38
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
5,463 views
Now! or Never!!! ~me in the past~ *38

Gomen ne, yang pesan episode special Megumi & Hiro TTuTTv reski masih belum punya ide untuk bikin episode khusus untuk mereka berdua :v tapi, akan reski usahakan buat! >w<)9 tapi tidak sekarang karena reski ada persiapan lomba. Jadi ditunda dulu.

Ohh yah, supaya tahu perkembangan Reski. Silahkan Add Facebook Reski =w= dan follow Reski :v (liat di profilku) --> pulsk.com/u/192600

I HOPE YOU LIKE!

~cerbung~

''Aku tidak melamun!'', bantah Megumi Mashiro.

''Berhenti mengalihkan pembicaraan!'', seru Hiro Takara.

Tiba-tiba ada KAMUS TEBAL mendarat tepat di kepala megumi dan hiro(?!!!)

''Awww...'', pekik megumi dan hiro di mejanya karena terkena buku tebal itu. Sangat tebal.

''Hei! Siapa yang...'', perkataan hiro berhenti ketika matanya menangkap seorang senior berambut pirang panjang dengan kacamata kotak pink sedang berdiri di sampingnya sambil menatap dirinya (hiro) dengan tatapan tajam.

''Kalian! Dasar, baru junior sudah melanggar peraturan...! Ini perpustakaan...! Dilarang berteriak-teriak!'', kata senior itu ketika berhasil mengeluarkan megumi dan hiro dari perpustaan dan memarahi mereka ber-2 saat di luar.

''I'm So-sorry!'', ucap megumi dan hiro di hadapan senior itu sambil menundukkan kepalanya.

Senior itu membuang muka, ia lalu kembali ke dalam perpustakaan.

Megumi mengelah nafas, ''Fiuh.... . Senior yang menyeramkan'', gumamnya.

Hiro hanya tersenyum geli mendengar itu, tiba-tiba terdengar lagu jepang. Ternyata nada dering ponsel hiro, hiro mengankat ponselnya, ''Halo. Tante? Ada apa? Hah? Ahh, baiklah. Akan kuusahakan. Okay'', kata hiro sebelum mengakhiri pembicaraan.

''Ada apa?'', tanya megumi sambil menatap hiro.

Hiro mengelah nafas, ''Tanteku menyuruhku membeli kue untuk makanan penutup. Katanya, sebentar malam ia akan kedatangan tamu'', jelas hiro. Hiro kembali mendesah, ''Padahal aku baru di New York ini. Mana tahu? Ahh, susah juga'', gumam hiro lebih pada di sendiri sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.

''Ahh, benar juga. Bagaimana kalau aku bantu? Aku sudah tinggal di sini hampir 2 tahun'', usul megumi.

Dan...

Tentu saja hiro mau.

***

''Jadi, kau di biayai tantemu yang seorang dosen, kuliah di Columbia University New York? Wow, jadi kau tinggal di apartemennya tantemu, sekarang?'', tanya megumi yang duduk di sebelah hiro saat laki-laki itu mengemudi mobilnya.

Hiro mengangguk, tatapannya menatap ke depan memerhatikan jalan, ''Yaah, tanteku sudah menganggapku anaknya. Maklum, dia belum punya suami dan anak'', jelas hiro. ''Kau sendiri? Kenapa kau bisa di sini? Saat kutanya Natsume, dia bilang bahwa kau menjalani pengobatan''

Jantung megumi langsung berdegup kencang, wajahnya langsung memucat. ''K-kak... . Kak Natsume bilang begitu? Lalu, kak Natsume bilang apa lagi?''

Hiro mendesah, ''Hanya itu. Dia tidak mau menjelaskan, meski sudah kupaksa'', hiro menghentikan kata-katanya sejenak. ''Megumi, apakah kau punya penyakit?''

Megumi membasahi bibir, ia lalu membuang muka ke luar jendela. Menatap gerimis hujan, ''Tidak serius. Cuman penyakit ringan saja''

DEGH. Kilatan mata hiro menghilang, ''Aku tahu kau bohong megumi. Kalau memang cuman penyakit ringan, tidak mungkin kau menjalani pengobatan sampai keluar negri begini'', pikir hiro. Hiro mengelah nafas, lalu bergumam 'ohh'.

Dua puluh menit kemudian mereka ber-2 berhenti di depan toko kue kecil bergaya Perancis di Madison Avanue. Pada papan nama di atas pintu masuk toko itu tertulis 'A Piece of Cake' dalam tulisan berukir memberikan kesan antik.

''Ini tempatnya?'', tanya hiro kepada megumi ketika mereka sudah keluar dari mobil lalu ia berdiri di depan toko dan mengintip ke dalam dari jendela.

Megumi mengangguk, ''Ya, aku dan Mrs.Clark sering membeli kue di dini. Ayo, masuk''

Hiro masih terlihat tagu, ''Megumi, aku tidak tahu apakah aku mau masuk ke dalam''

Megumi yang sudah berdiri di depan toko, menoleh dan menatap hiro dengan alis terangkat heran, ''Kenapa?''

''Toko ini terlalu manis untuk dimasuki laki-laki, ''gumam hiro dengan kening berkerut. ''Apakah kau tidak berpikir begitu? Coba lihat, toko ini didominasi warna ungu pucat''

Megumi tertawa, ''Astaga, kau ini konyol sekali. Tidak, aku tidak berpikir toko ini terlalu 'manis' bagi laki-laki. Bersyukurlah mereka tidak mengecat toko mereka dengan warna merah muda. Sekarang berhentilah mengeluh dan masuk''

Hiro masih tidak bergerak dari tempatnya. Megumi mendesah dan melangkah menghampiri hiro, ''Oh, ayolah, hiro. Jangan merajuk di sini. Sekarang masih gerimis dan di sini dingin sekali, ''katanya sambil menyelipkan tangannya di lekukan siku hiro dan menarik ke arah toko, ''Kau boleh meneruskan rajukanmu di dalam. Bagaimana?''

Megumi membiarkan tangannya meluncur dari lekukan siku hiro ke arah pergelangan tangannya dan meraih lengan jaketnya, berusaha menarik laki-laki keras kepala itu. Sepertinya usahanya berhasil karena hiro mendesah tanda menyerah dan membiarkan megumi menariknya ke pintu toko. Namun tiba-tiba hiro memutar pergelangan tangannya dan menggenggam tangan megumi.

Megumi yakin jantungnya berhenti berdetak beberapa detik ketika tangan hiro menyentuh tangannya. Apakah megumi sempat mengeluh dingin? Aneh, karena sekarang megumi merasa hangat. Megumi mendongak menatap hiro yang tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.

''Baiklah'', gumam hiro pelan dan mendorong pintu toko dengan tegas, membuat bel kecil di atas pintu berdenting. ''Ayo, kita selesaikan ini secepat mungkin''

Megumi menunduk untuk menyembunyikan senyuman di balik syalnya, namun ia membiarkan hiro tetap menggenggam tangannya sementara mereka masuk ke dalam toko.

***

Megumi di antar pulang oleh hiro saat selesai membeli kue, setelah mengucapkan terima kasih. Hiro melajukan mobilnya, menjauh dari apartemen megumi di Riverside Drive.

Setelah mobil lexus hiro menghilang saat pembelokkan, megumi mengelah nafas. ''Kapan, yah?'', pikir megumi yang masih berdiri di tempatnya. ''Kapan kita bisa bersatu?'', kata megumi dalam hati. Ia lalu mendesah, ''Saat ini...., aku hanya bisa berharap kaulah jodohku...'', pikirnya.

''Sampai kapan kau mau berbohong?''

Megumi membalikkan badannya, dan mendapati Robby Parkinson berdiri tidak jauh darinya. ''Robby? Sedang apa kau di sini?''

Robby mengangkat kedua bahunya, ''Aku sedang mencari Rick. Kukira ia selalu berkunjung di apartemenmu''

''Aku baru pulang. Jadi, aku tidak tahu''

Robby mengangguk mengerti, ''Ohh yah, dari mana kau? Berkencan dengan laki-laki jepang itu ya?''

Megumi mendesah, ''Aku tidak berkencan dengannya. Kau tahu?'', kata megumi mendelik tajam.

Robby memutar bola matanya, ''Jadi, apakah ia sudah tahu?''

Hening sejenak, ''Tidak. Hiro tidak tahu. Dia memang mempertanyakan penyakitku... . Lalu aku bilang, tidak terlalu serius. Hanya penyakit ringan...''

''Sampai kapan kau mau berbohong? Kenapa kau tidak terus terang saja...???'', seru robby.

Megumi memberengut ke arah laki-laki berambut hitam itu, ''Berbohong demi kebaikan tidak apa-apa, kan?! Lagi pula...., ini 'mungkin' yang terbaik. Aku tidak ingin.... . Sangat tidak ingin dia menyesal nantinya'', jelas megumi lirih. Matanya berkaca-kaca.

Robby mendegus kesal, ''Berbohong demi kebaikan, hanya akan memperburuk segala sesuatu, karena tdk akan ada kebenaran yang bisa dipertahankan dengan kepalsuan! Setidaknya..., dia belum tentu menyesal! Kau masih punya peluang!'', seru robby kesal. ''Kau seperti bukan megumi yang kukenal, megumi yang pantang menyerah. Tapi itu dulu.... . Sekarang?! Megumi yang putus asa'', robby mendesah. ''Sungguh mengecewakan....'', gumamnya lirih.

***

''A-aku.... . Aku ingin jadi pacarmu...'', ucap Rick Gates canggung di hadapan megumi. Sekarang ia duduk berhadapan dengan gadis itu di sebuah Cafe. ''A-aku mengerti kau tidak ingin menjalin hubungan apa pun sekarang karena penyakitmu, tapi.... '', rick belum menyelesaikan perkataannya karena ia tiba-tiba di sela oleh megumi.

''Rick'', sahut megumi. ''Kukira kau tahu apa yang akan kujawab, kan?''

Rick menunduk dan mengangguk pelan.

Megumi mengelah nafas, ''Harusnya kau tidak melakukan ini'', ucapnya pelan.

''Maaf'', gumam rick. Rick lalu mengangkat wajah menatap megumi, ''Apa ini gara-gara laki-laki jepang itu?''

Megumi mengerutkan kening tidak mengerti, ''Maksudmu..???''

''Aku mendengar kabar bahwa kau dekat dengan laki-laki jepang di kampusmu. Dan kalian sering menghabiskan waktu bersama. Apa kabar itu benar?'', tanya rick tajam.

Megumi menelan ludah, ia mengusahakan agar wajahnya tetap datar. ''Kabar itu sama sekali tidak benar. Sudahlah, aku sibuk. Bye~'', ucap megumi sambil berlalu pergi.

***

Megumi melirik ke kanan kiri sebelum menyebrang jalan dan menghampiri hiro yang sudah menunggu dengan mobil lexus-nya. Yaaah, megumi memang akhir-akhir ini banyak menghabiskan waktu bersama hiro. Tapi bukan sebagai pacar, melainkan teman.

Teman? Entahlah...

''Kau sudah lama menunggu, yah?'', tanya megumi.

''Tidak, kok. Ayo, masuk ke mobil'', kata hiro.

Megumi baru ingin masuk, tapi...

''Megumi!!!'', seru seseorang. Megumi berbalik kebelakang dan mendapati ricksedang menghampirinya, ''Jadi, dia laki-laki itu?'', gumam rick di hadapan megumi saat ia melirik ke hiro.

''Ada apa, rick?'', tanya megumi.

''Hahaha. Tidak kok'', ucap rick sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. ''Tidak jadi'', katanya sebelum pergi.

Awalnya rick ingin menemui megumi, tapi... . ''Kau tak akan pernah tahu seberapa besar rasa kecewa yang masih tersimpan di dalam diri ini, meski kau sudah bisa melihatku tertawa'', pikir rick sambil menjauh pergi dari megumi dan 'hiro'.

***

Kelly Smith, mengamati temannya (rick) yang duduk disebelahnya. Sepertinya rick sedang melamun sampai tidak memerhatikan penjelasan dosen yang ada di kelas itu.

Kira-kira ada apa...???

Apa mungkin?

~bersambung~

Yosh! tolong komentarnya (kalau bisa dikritik :''v) dan jangan lupa WOW!!! Ja, mata!!! >o<)//

ngaku sobat pulsk? join in the grup!!! -> https://www.facebook.com/groups/270565743109083/?book

Terima kasih telah membaca ewe)//

Trending Now
7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

Setiap orang pasti memiliki style sendiri. Entah itu selera fashionnya, musik yang mereka dengarkan, sepatu, hingga gaya rambut. Ada yang me
4,301 views 293 shares
Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Para jomblo yang selalu mengidam-idamkan punya pacar, sebaiknya berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Terutama bagi para cowok, kalo nggak
147,143 views 10,023 shares
Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Keadaan politik sedang memanas. Apapun bisa terjadi. Adanya Pemilihan Presiden 2019 membuat keadaan negara semakin tak kondusif. Tokoh tokoh
2,917 views 283 shares
10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

Lama tak berjumpa, tak bersua meski hanya lewat dunia maya, membuat perasaan seseorang menjadi kangen, apalagi kalau sudah pernah ada rasa d
451 views 0 shares
10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

Kamu pasti udah sering melihat foto-foto keren yang beredar di internet. Foto pemandangan alam contohnya. Tapi tahukah kamu, jika untuk meng
12,267 views 1,261 shares
Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Imajinasi dan kreativitas adalah hal yang nggak bisa dipisahkan dari seorang seniman. Keduanya ibarat nyawa bagi karya seni itu sendiri. Ber
2,982 views 225 shares
9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

Banyak momen dalam hidup ini yang berharga, yang patut kita abadikan. Sebagai kenang kenangan apabila masa itu sudah terlewat. Biasanya mome
63,510 views 4,156 shares
9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

Pernah gak sih kalian naik ojek online tapi terasa garing karena tidak ada komunikasi dengan driver, atau bahkan terlalu banyak ngobrol deng
954 views 0 shares
Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Kreasi produk dalam bidang kuliner semakin hari semakin beragam, akhir akhir ini yang lagi hits yaitu sebuah jenis hidangan yang dinamakan "
605 views 0 shares
Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Dalam kehidupan ini terkadang kita pernah melihat orang-orang dengan kemampuan tinggi ditengah keterbatasan. Berbekal semangat dan tekad yan
7,137 views 514 shares