Now! or Never!!! ~me in the past~ *39
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
832 views
Now! or Never!!! ~me in the past~ *39

Gomen ne, yang pesan episode special Megumi & Hiro TTuTTv reski masih belum punya ide untuk bikin episode khusus untuk mereka berdua :v ditambah reski lagi lomba. Doa kan reski supaya menang ya!

I HOPE YOU LIKE!

~cerbung~

Kelly Smith, mengamati temannya (rick) yang duduk disebelahnya.

Sepertinya rick sedang melamun sampai tidak memerhatikan penjelasan dosen yang ada di kelas itu.

Kira-kira ada apa...???

Apa mungkin?

''Psst... . Rick...! Rick...!!!'', seru Kelly dengan nada rendah ke Rick yang duduk melamun di samping meja Kelly.

Rick menoleh dengan malas, ''Ada apa?'', tanyanya sambil bertopang dagu.

Kelly menyipitkan mata ke arah sahabat dari kecilnya itu, ''Ada apa...? Ada apa...?!! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu...!'', ucap Kelly. ''Ada apa denganmu...? Pagi-pagi begini sudah muram-_-''

Rick mengelah nafas, ''Lagi galau = Gangguan Antara Laper Ama Utang''

Kelly menyipitkan mata sekali lagi, menatap rick sebal. ''Yang serius dong jawabnya...! Kau jadi benar-benar mirip orang yang tidak makan seribu tahun -_-'', kata Kelly sambil mendengus kesal.

Rick menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan. ''Aku ditolak untuk ke-2 kalinya''

''Dengan siapa?''

''Pertama, sama kau...! Ke-2, sama Megumi Mashiro'', jawab rick. Ia lalu kembali mendesah, ''Apa aku tidak boleh ditakdirkan oleh orang yang kusukai...?!'', gerutu rick jengkel.

Kelly tertawa kecil, ''Astaga... . Rick, mungkin kau belum ditakdirkan untuk bersama orang yang kau sukai. Sabar yah... . Jodoh pasti bertemu, kok! Hahaha...''

Rick memutar bola matanya, ''Kau ini menghibur sekaligus menghina yahh-_-''

***

Sepulang dari kampusnya, seperti biasa. Megumi diantar 'lagi' oleh Hiro Takara pulang sampai di apartemennya di Riverside Drive. Setelah mengucapkan terima kasih, megumi masuk ke apartemennya yang ada di lantai 4.

''Aku pulang...'', kata megumi sambil memasuki ruang tamunya.

Tiba-tiba muncul Mrs.Clark, ''Ohh. Megumi? Ada kejutan untukmu...'', ucap Mrs.Clark disertai senyuman penuh makna.

Megumi mengerutkan keningnya hingga alisnya bersatu di balik poninya, ''Ohh yah? Apa?''

''Hmmm, rahasia. Sekarang, pergilah ke kamar tamu dan lihatlah kejutannya. Jangan kaget...'', kata Mrs.Clark.

Megumi memutar bola matanya, ia lalu berjalan menuju kamar tamu. Saat megumi membuka pintu kamar tamu dengan ragu, mata hitamnya melebar kaget. ''Kak Natsume?'', bisik megumi pada diri sendiri. Namun, terdengar jelas oleh Natsume yang sedang membereskan kopernya.

''Megu...'', kata-kata Natsume belum selesai karena tiba-tiba saja megumi berlari menuju Natsume dan memeluknya hingga terjatuh di karpet coklat itu.

''Kakak! Kak Natsume!!! Ini beneran Kakak, kan?! Ini bukan mimpi...'', ucap megumi sambil memeluk erat natsume.

Natsume tersenyum, ia lalu mengusap-usap rambut megumi. ''Iya. Iya...'', kata Natsume. Natsume lalu menatap megumi, ''Astaga..., ini beneran megumi? Mirip sekali dengan orang barat ya... . Tapi, tambah cantik...''

Megumi melepas pelukannya, ''Hehe... . Kak, Kakak sedang apa di New York? Liburan, ya? Tapi, kan...''

''Bukan liburan'', sela Natsume. ''Hanya khawatir...'', kata Natsume dengan nada rendah.

''Khawatir...? Ahh, jangan-jangan soal 'itu' lagi ya? Aku baik-baik saja, kok. Kakak nggak usah khawatir. Tapi, aku senang Kakak ada disini. Hehe...''

Natsume kembali tersenyum menatap megumi, ''Aneh... . Sejak megumi punya penyakit ia selalu putus asa, tapi kenapa ia begitu bersemangat sekarang? Apa ada 'sesuatu' hal yang membuat ia bertahan hidup ?'', pikir Natsume. Ia kembali mengusap-usap kepala megumi, ''Dasar sok kuat'', ucap Natsume sambil tersenyum nakal.

***

''Jadi Kak Natsume akan tinggal disini sampai aku sembuh dari penyakitku? Yeeey! >w<)/'', kata megumi sambil membantu Natsume membereskan barang-barangnya di kamar tamu itu.

Natsume mengangguk mengiyakan, ''Begitulah... . Selama di sini juga, Kakak akan mencoba masuk di kampusmu...'', kata Natsume sambil memasukkan baju yang ada di koper ke lemari baju.

''Ohh yah Kak, hiro juga ada di sini loh. Di New York! Aku sekampus dengannya...!''

Aktifitas Natsume berhenti, ia lalu menatap megumi yang sedang menata barang-barangnya di atas meja, ''Hiro? Ada disini? Sekampus denganmu?'', kata Natsume dengan nada tidak percaya.

Megumi yang tidak menyadari nada Natsume yang meninggi mengangguk sambil tersenyum lebar. ''Yah! Hebat, bukan? Sungguh mengejutkan... . Apa mungkin aku berjodoh dengannya?''

Tiba-tiba saja permen yang ada di dalam mulut Natsume langsung tertelan saat megumi mengucapkan kalimat itu dengan nada senang, natsumepun terbatuk-batuk. ''Uhuk... . Uhuk...''

''Ahh! Kakak kenapa?! Akan kuambilkan air!'', kata megumi panik, dengan cepat megumi mengambil segelas air mineral lalu memberikannya pada sodara tiri nya itu.

''Arigato... . Ahh, maksud kakak. Terima kasih....'', kata Natsume.

''Awalnya aku juga nggak terbiasa bahasa inggris. Tapi, lama-kelamaan akan terbiasa kok!''

Natsume mengacak-acak rambut megumi, ''Huh. Adek yang sok tahu...'', kata Natsume sambil tersenyum lebar.

***

Natsume menyelimuti megumi yang sudah tertidur di kamarnya. Sebelum keluar, Natsume menatap megumi di ambang pintu, ia lalu mengelah nafas. ''Apa aku benar-benar tidak punya peluang untuk mendapatkanmu, megumi?'', pikirnya. Natsume lalu menutup pintu kamar megumi dengan perlahan.

Seharusnya Natsume tahu bahwa cinta ia dan megumi itu terlarang...

***

''Megumi? Ada apa denganmu? Kenapa kau begitu pucat?'', tanya hiro saat mengantar megumi pulang dari kampusnya, Columbia University New York.

Megumi yang duduk di kursi penumpang depan mendongak menatap hiro yang sedang menyetir mobil lexus-nya. Megumi lalu memaksakan seulas senyum, ''Tidak. Hanya saja aku sangat lelah hari ini...'', jawab megumi dengan suara serak.

''Bagaimana kalau kita kerumah sakit dulu? Sepertinya kau tidak begitu baik. Wajahmu pucat dan kau tambah kurus'', kata hiro dengan nada khawatir.

''Tidak. Tidak usah. Terima kasih, aku hanya ingin segera sampai di apartemenku dan beristirahat''

Hiro tidak membantah, hiro lalu mempercepat laju kendaraannya.

***

''Aku pulang...'', ucap megumi lesu sambil berjalan pelan memasuki ruang tamu di apartemen itu. Ia lalu duduk di sofa karena tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan jantungnya berdetak tidak beraturan. ''Ukh...'', gumam megumi sambil menempelkan telapak tangannya di dada. Sepertinya penyakit megumi akan kambuh...

''Megumi...?? Apa kau oke?'', tanya Natsume -yang tiba-tiba muncul di ruang tamu yang tadinya sepi dan sunyi itu- dengan nada khawatir.

Megumi mendongak. Natsume dapat melihat jelas keringat yang mengalir di pipi pucat megumi. Natsume lalu berjalan di hadapan megumi dan memerhatikan wajah megumi lekat-lekat.

''Hei...? Ada apa denganmu, megumi? Kenapa kau pucat sekali? Pasti kau terlalu lelah, kan?'', Tanya Natsume lagi.

Megumi kembali memaksakan seulas senyum, ia lalu berdiri. ''Aku tidak apa-apa. Hanya kelelahan, kalau istirahat mungkin aku....''

Kata-kata megumi terhenti karena ia tiba-tiba saja ia pingsan di hadapan Natsume...

**

Megumi keluar dari ruang pemeriksaan dengan tampang yang murung dan lesu bersama Natsume. Pikiran megumi kembali pada saat dokter menjelaskan tadi...

**Flashback**

Megumi dan Natsume duduk dengan tegang berhadapan dengan dokter berkacamata yang sedang membaca hasil tes 'jantung' megumi. Dokter itu lalu mendesah sebelum menatap lurus megumi...

''Miss Mashiro, aku menyesal mengatakan ini. Tapi setelah semua usaha yang anda lakukan selama berbulan-bulan, setelah meminum sekian banyak obat mengerikan yang kadang-kadang menimbulkan efek samping, setelah mengikuti diet ketat yang dianjurkan, setelah semua yang harus anda lakukan demi mendapat sedikit harapan bahwa kondisi jantung anda membaik, jantung anda tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Malah hasil tes menunjukkan kondisi jantung anda semakin melemah'', jelas Dr. Scultz.

Dr.Harold Schultz, salah seorang kardiolog terbaik di rumah sakit itu berusaha bersikap optimistis, tapi megumi tahu Dr.Schultz mulai kehilangan harapan. Megumi juga mulai kehilangan harapan...

**Flashback (END)**

''Tenang lah, semua akan baik-baik saja'', kata Natsume sambil menepuk punggung megumi yang sedang berjalan di koridor rumah sakit itu, berusaha menghibur sodara tiri nya itu.

Megumi menatap Natsume sambil tersenyum tipis, ''Apakah Kak Natsume bisa menjamin semua akan baik-baik saja?'', ucap megumi dengan nada rendah. ''Tidak, kan?''

Dan saat megumi mengatakan kalimat terakhir itu, Natsume yakin bahwa jantungnya seakan di robek lalu di injak-injak. Bagaimana tidak, cara megumi mengucapkan itu sungguh ketus dan sinis.

Megumi memejamkan mata menyesali kata-katanya yang terakhir, megumi lalu memijat-mijat pelipisnya dengan satu tangan. ''Maaf kan aku... . Aku tidak bermaksud begitu Kak. Jiwaku sedang kacau sekarang...'', kata megumi mengusahakan dengan nada lembut.

Natsume menghebuskan nafasnya yang tanpa sadar ia tahan sejak tadi, ''Tidak apa-apa... . Kakak tahu bahwa kamu tertekan, putus asa, juga marah''

Megumi tersenyum sedih, ''Kakak benar. Hanya saja aku tidak tahu marah pada siapa. Mungkin pada hidup yang kupikir tidak adil...'', kata megumi. Matanya lalu berkaca-kaca, ''Aku takut bahwa kematian akan segera menjemputku sebentar lagi...'', ucap megumi yang air matanya akhirnya pecah. Untung saja koridor rumah sakit itu sepi...

Hati Natsume terpukul melihat megumi menangis di hadapanya, Natsume lalu memeluk megumi berharap itu bisa membuat gadis bermata hitam pekat itu tenang. ''Kematian, sebuah kepastian yang akan dihadapi semua orang, bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi...'', bisik Natsume sambil mengelus rambut megumi dan memeluknya semakin erat.

~bersambung~

Yosh! tolong komentarnya (kalau bisa dikritik :''v) dan jangan lupa WOW!!! Ja, mata!!! >o<)//

ngaku sobat pulsk? join in the grup!!! -> https://www.facebook.com/groups/270565743109083/?book

Terima kasih telah membaca ewe)//

Trending Now
7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

7 Gaya Rambut yang Terinspirasi Dari Tokoh Kartun

Setiap orang pasti memiliki style sendiri. Entah itu selera fashionnya, musik yang mereka dengarkan, sepatu, hingga gaya rambut. Ada yang me
4,301 views 293 shares
Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Gaya Pacaran Kekinian yang Malah Bikin Repot

Para jomblo yang selalu mengidam-idamkan punya pacar, sebaiknya berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Terutama bagi para cowok, kalo nggak
147,145 views 10,023 shares
Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Damai Rasanya. Kocaknya 9 Percakapan Imajinatif "Wowo Sayang Wiwi" Bikin Adem Ayem

Keadaan politik sedang memanas. Apapun bisa terjadi. Adanya Pemilihan Presiden 2019 membuat keadaan negara semakin tak kondusif. Tokoh tokoh
2,918 views 283 shares
10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

10 Chat Modus Yang Artinya Kangen, Kalo Rindu Disampaikan Jangan Ditahan

Lama tak berjumpa, tak bersua meski hanya lewat dunia maya, membuat perasaan seseorang menjadi kangen, apalagi kalau sudah pernah ada rasa d
451 views 0 shares
10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

10 Foto Menakjubkan yang Diambil Tanpa Bantuan Photoshop

Kamu pasti udah sering melihat foto-foto keren yang beredar di internet. Foto pemandangan alam contohnya. Tapi tahukah kamu, jika untuk meng
12,269 views 1,261 shares
Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Begini Jadinya Kalau Benda Awalnya Biasa Saja Ditangan Orang Kreatif

Imajinasi dan kreativitas adalah hal yang nggak bisa dipisahkan dari seorang seniman. Keduanya ibarat nyawa bagi karya seni itu sendiri. Ber
2,984 views 225 shares
9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

9 Foto Konyol ini Liatnya Bikin Kamu Darah Tinggi

Banyak momen dalam hidup ini yang berharga, yang patut kita abadikan. Sebagai kenang kenangan apabila masa itu sudah terlewat. Biasanya mome
63,512 views 4,156 shares
9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

9 Percakapan Dengan Abang Ojek Online, Penuh Drama tapi Seru!

Pernah gak sih kalian naik ojek online tapi terasa garing karena tidak ada komunikasi dengan driver, atau bahkan terlalu banyak ngobrol deng
954 views 0 shares
Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Gelato Lagi Hits, Ternyata Beda lho sama Es Krim, Ini dia 7 Perbedaannya!

Kreasi produk dalam bidang kuliner semakin hari semakin beragam, akhir akhir ini yang lagi hits yaitu sebuah jenis hidangan yang dinamakan "
605 views 0 shares
Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Inspiratif, Keterbatasan Bukan Halangan Bagi 7 Orang Ini untuk Beprestasi

Dalam kehidupan ini terkadang kita pernah melihat orang-orang dengan kemampuan tinggi ditengah keterbatasan. Berbekal semangat dan tekad yan
7,137 views 514 shares