Waiting #part8
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,487 views
Waiting #part8

#HappyRead
"Kenapa akhir-akhir ini kau jadi sering bermain dengan ponselmu?"tanyaku , ia meletakan ponselnya diatas meja

"Kau tahu ibuku dulu mempunyai perusahaan kan?"

"Iya... perusahaan yang besar itu kan?"

"Iya, kira-kira siapa penerusnya jika ibuku sudah tidak ada?"

"Tentu saja dirimu"

"Kau sudah mendapat jawabannya kan"

"Jadi akhir-akhir ini kau menjalankan perusahaan ibumu sendiri?"tanyaku tak percaya

"Ya begitulah , aku menjalankannya sendiri sejak umurku 15 tahun"

"Apa kau benar-benar menyanyangi ibumu , Yukii?"

"Tentu saja , ia seperti orang tua tunggal bagiku dulu"

"Jika kau pergi , siapa yang akan mengurus perusahaan itu?"

"Sebenarnya aku pergi keluar negeri tidak hanya akan belajar menjadi dokter , tapi akan mengurus cabang perusahaan baru disana."

"Oh..."

"Bagaimana dengan dirimu?"

"Apa maksudmu?"

"Apa yang akan kau lakukan jika aku pergi?"

"Mungkin aku akan menyibukan diri dengan Melly , ia fans beratmu .

Mungkin kalau dia tahu hubungan kita dia akan membunuhku hahaha..."

"Hahaha... apa dia sefanatik itu?"

"Apa kau tahu , bendahara osis yang cantik itu?"

"Ferly?"

"Yup , dia pernah kena bully sama Melly dan fansmu gara-gara urusan osis sehingga kalian dekat"

"Wah , hebat... sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengan anak seperti itu . Bisa saja kau terluka"

"Ia sobatku dari Smp tahu"

"Tapi sahabat bisa menusuk dari belakang tahu"

"Benar juga"

"Jadi berhati-hati lah"ucapnya tersenyum sambil mengacak-acak rambutku , kemudian ia mencuci piring . Hujan hampir reda , aku masih bingung mau ngapain hari ini . Mungkin nonton , jalan-jalan , atau ... entahlah . Aku berguling-guling dilantai kamarku , aku bosan dan bingung .

"Hey... Yukina ayo pergi"ucap Yukio sambil membuka pintu kamrku

"Kemana?"

"Kemana saja asalkan jangan diam saja disini , hujan sudah reda . Oh ya , hilangkan kebiasaanmu berguling-guling di lantai nanti kau flu"ucapnya sambilmenutup pintu . Mau tak mau akhirnya aku pergi bersamanya , pertama dia mengajaku nonton.

"Kau mau nonton apa?"tanyanya

"Itu...."ucapku sambil menunjuk film yang berisi pembunuhan berantai sebuah keluarga

"Kau benar-benar menyukai film pembunuhan ya -,-"

"Ya begilah x)"

"Aku masih belum yakin kalau kau cewek"ucapnya sambil pergi membeli tiket

"Apa -,-"

Yukio membeli tiket sementara aku membeli pop corn dan soda , seseorang menyenggolku . Hampir saja aku jatuh , aku mendongak untuk tahu siapa yang menyenggolku . "Ei!"seruku keras , ia adalah penyanyi terkenal . Aku tidak begitu tahu tentang penyanyi yang banyak diidolakan seperti dia , yang kutahu namanya Ei . Nama yang cukup aneh menurutku , ia tinggi dan seumuran denganku

"Maafkan aku , kau hampir saja jatuh . Tapi jangan memanggil namaku begitu keras , nanti aku yang repot"ucapnya sambil tersenyum

"Tidak apa-apa aku pergi dulu , permisi"ucapku sambil menghampiri Yukio yang dari tadi melihatku bersama Ei , tatapannya memancarkan tatapan yang tidak suka pada Ei .

"Siapa dia?"tanya Yukio tidak suka

"Ei , penyanyi terkenal itu . Ia tadi menyenggolku , aku hampir jatuh tadi"

"Tapi kau tidak apa-apakan?"

"Tidak apa-apa , ayo masuk"ucapku sambil menarik lengan Yukio . Dari jauh Ei memperhatikanku terus , kemudian seorang gadis menariknya"siapa Kei"tanya gadis itu. "Hanya seorang gadis yang menarik yang akhirnya kutemukan lagi"jawab Ei datar sambil masuk ke dalam mobilnya.

"Wah... film ini keren ya"ucapku ditengah-tengah film itu diputar

"Kau benar-benar aneh -,- ia kan sedang mengotopsi mayat itu"ucap Yukio datar

"Lihat , seharusnya ia mengayunkan pisau itu di lehernya bukan di perutnya dan ia harusnya film ini memiliki alur yang jelas ,tidak terlalu fiksi . Ini terlalu biasa , ku tarik kata-kataku yang menyebutkan film ini keren"

"Jika kau menonton film seperti ini lama-lama kau menjadi Psychopat"

"-,- Jika aku menjadi Psychopat , kau yang akan ku bunuh pertama"

"Hahaha"tawanya , aku cemberut . Menurutku novel atau cerita yang tidak ada pembunuhannya itu kurang menarik , setidaknya ada bagian tokoh yang mati . Banyak yang bilang kalau aku tipe gadis yang aneh , mereka bilang aku dari luar terlihat lembut tapi menyukai hal yang berhubungan dengan pembunuhan . Apakah salah menyukai hal tentang pembunuhan , tapi itu juga hak asasi setiap orang untuk berkomentar . Setelah melihat film itu Yukio mengajaku jalan-jalan ke pantai , tempat ini sepi . Jarang ada yang mau ke pantai di awal musim panas seperti ini , apa lagi jika ada acara yang seru di tengah kota . Aku melepas sepatuku dan berlarian kian kemari , hari mulai malam . Matahari yang tenggelam memancarkan cahaya oranye yang indah , Yukio berdiri disampingku . Ia menggandeng tanganku , aku menutup mataku

"Yukii... jika kau pergi besok , jangan pernah lupakan aku ya"ucapku

"Tak akan pernah"

"HuWaaaaaa........"teriaku keras

"Yukina...."panggilnya , aku menoleh

"Ayo kita berfoto"ucapnya sambil mengambil kamera dari ranselnya

"Ayo!"ucapku sambil tersenyum , walau ini hari terakhir bersamanya aku ingin memiliki kenangan yang indah yang bisa diabadikan dengan foto . Setelah mengambil beberapa foto , aku dan Yukio akhirnya pulang dengan pakaian basah kuyup karena bermain air laut . Hari ini begitu gelap , bintang-bintang terlihat saling bersain memancarkan cahayanya . Angin bertiup lumayan segar , aku duduk di jendela kamarku . Walau sering dimarahi ayahku karena bisa-bisa aku jatuh , aku sering mengirim beberapa karya tulisan ke beberapa penerbit . Sekitar 4 dari 7 novelku sudah terbit , aku sering menulis cerita di tempat ini . Sekedar mencari ide , "Bintang , apakah kau selalu bersinar sendirian di sana tanpa teman-temanmu"ucapku sendiri sambil menatap langit yang gelap dengan bintang-bintang bersinar terang menghiasinya . Dari jauh terlihat mobil ayah sedang masuk dari gerbang , sontak aku langsung masuk ke kamarku .

"Yukina....."teriak ayahku dari bawah , aku langsung turun dan menyambut kedatangannya

"Iya ayah"

"Sudah ayah bilang , jangan duduk di jendela , nanti kalau kamu jatuh dan patah tulang bagaimana"omel ayahku

"Ayah jangan bilang begitu nanti itu akan benar-benar terjadi bagaimana"ucapku membela diri

"Mangkanya jangan duduk di jendela lagi!"

"Tapi yah.."

"Tidak pakai tapi , dimana Yukio? Apa kalian sudah makan malam?"

"Dia sedang berkemas di kamarnya . Kami menunggu ayah pulang , ayo makan bersama"

"Ayah akan ganti baju dulu , sebentar lagi mama akan pulang . Kita tunggu saja dia pulang dulu"

"Baik , aku akan menata mejanya"ucapku sambil pergi ke ruang makan , beberapa menit kemudian mama pulang

"Ma , ayo makan"ajaku

"Sebentar , mama mau mandi dulu sekalian manggil ayah . Kau panggil Yukio saja dulu"ucapnya sambil masuk ke dalam kamarnya yang ada di bawah tangga . Aku langsung naik ke atas dan mengetuk kamar Yukio "Yuki-san , ayo makan"panggilku dari luar , tapi tidak ada jawaban . Aku membuka pintu kamarnya , Yukio sedang memakai headphone dan memainkan jarinya di keyboard laptopnya .

"Yukio."panggilku sambil herdiri di sebelahnya

"Apa?"jawabnya singkat

"Ayo makan dulu!"

"Aku nanti saja , makan saja duluan"jawabnya sambil tetap manatap layar laptopnya

"Ayolah , kita makan bersama"ucapku sambil mengalungkan tanganku di lehernya

"Baiklah"jawabnya sambil melepas headphone dan berdiri dari tempat duduknya

"Mana mama ya"jawabku setelah duduk di meja makan dan menyadari mama dan ayah belum ada di meja makan

"Entahlah , mungkin kasih istirahat"jawab Yukio

"Aku akan kemenggil mereka berdua"jawabku sambil berjalan ke arah pintu kamar ayah dan ibuku . Langkahku terhenti di depan pintu kamar mereka , terdengar pertengkaran mereka . Hatiku terasa sakit mendengar pertengkaran mereka tentang diriku

"Aku tahu dia anakmu tapi aku juga termasuk yang membesarkannya!"ucap mamaku sambil terisak

"Kita tidak pernah ada disisinya , kita terlalu sibuk bekerja . Selama kita pergi siapa yang menemaninya jika bukan Yukio"ucap ayahku menyakinkan

"Tapi aku sangat menyayanginya , bagaimana aku bisa merelakannya pergi . Yukio pergi saja itu sudah membuatku cemas , mereka adalah anak-anaku juga "

"Aku tahu ini berat bagimu , tapi kau kira aku juga senang jika mereka pergi . Pikirkanlah jika Yukio pergi siapa yang akan menemani Yukina sendiri rumah? Apa kau tega melihatnya sendirian?"ucap ayahku . Aku sudah tidak kuat lagi mendengar pertengkaran mereka , aku membuka pintu kamar mereka perlahan . Kulihat mamaku berusaha menghentikan tangisnya , jika aku pergi akankah ada yang menyambut mereka ketika mereka pulang?

"Ma... aku tidak akan ikut Yukio , aku akan tetap disini . Aku akan slalu menyambut kepulangan kalian dari bekerja , jika aku pergi siapa yang akan menyambut kalian?"ucapku dengan senyum memaksa

"Benarkah Yukina?"tanya mamaku

"Iya , aku tidak akan ikut Yukio"ucapku sambil memeluk mama . Walau ia bukan orang tua kandungku , aku tahu rasanya kehilangan orang yang paling kita sayang . Aku akan slalu ada disisi mama , walau ia terkadang tidak ada disisiku tapi aku berjanji akan slalu berada disisi orang yang kusayang . Di ambang pintu Yukio berdiri meoihat semua yang terjadi , ia mengertibetapa aku menyayangi mama walau harus ada yang dikorbankan

#TBC
hari ini post kilat lagi , lumayang buat refreshing sebelum UKK :D

Trending Now
10 Chat yang Isinya Gagal Fokus Ini Bikin Kita Cekikikan

10 Chat yang Isinya Gagal Fokus Ini Bikin Kita Cekikikan

Setiap hari kita dianjurkan untuk meminum air putih sebanyak 8 gelas sehari atau setara 2 liter air. Karena kekurangan cairan atau kurang mi
708 views 0 shares
7 Meme Buatan Netizen Tentang Kenaikan Biaya BPJS Yang Mencekik

7 Meme Buatan Netizen Tentang Kenaikan Biaya BPJS Yang Mencekik

Beberapa hari terakhir ini rakyat sekaligus netizen sempat heboh dan ramai membicarakan tentang soal kenaikan iuran BPJS yang direncanakan o
5,278 views 0 shares
Kumpulan Foto Saat Bocah Ketimpa Apes, Mau Ketawa Takut Dosa!

Kumpulan Foto Saat Bocah Ketimpa Apes, Mau Ketawa Takut Dosa!

Masa anak-anak adalah masa yang paling ceria. Pada masa inilah anak mulai mempelajari dan megamati apa yang mereka lihat. Nggak jarang pula
7,128 views 221 shares
9 Orang Ini Makan & Minum Dengan Cara Kepepet, Jadinya Ngurangin Nafsu Makan

9 Orang Ini Makan & Minum Dengan Cara Kepepet, Jadinya Ngurangin Nafsu Makan

Makan dan minum jadi kebutuhan manusia setiap harinya, dan masing masing dari kita sudah memiliki kebiasaan bagaimana untuk makan dan minum,
5,678 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
220,538 views 9,337 shares
15 Foto & Ekspresi Lucu Para Atlit Lompat Indah Ini Bisa Membuatmu Senyum Senyum

15 Foto & Ekspresi Lucu Para Atlit Lompat Indah Ini Bisa Membuatmu Senyum Senyum

Terpilih menjadi Atlit Olympiade yang mewakili negaranya bertanding di Kancah dunia memang sebuah prestasi tersendiri. Tidak heran mereka be
93,331 views 2,119 shares
10 Cerita Dosen Salah Fokus Foto Profile yang Isinya Bikin Tersenyum Geli

10 Cerita Dosen Salah Fokus Foto Profile yang Isinya Bikin Tersenyum Geli

Ketika kita menjadi mahasiswa, menjadi hal yang wajar kalau kita berhubungan dengan dosen melalui chat. Entah untuk ijin nggak masuk kelas a
6,161 views 0 shares
11 Driver Ojek Online Bawa Barang Gak Biasa Pake Motor, Ngeri Deh Lihatnya!

11 Driver Ojek Online Bawa Barang Gak Biasa Pake Motor, Ngeri Deh Lihatnya!

Driver ojek online saat ini sudah pasti bisa ditemukan di jalan raya, beberapa diantara mereka kadang sedang mengangkut penumpang, ada juga
7,049 views 0 shares
WOW! Pelukis Ini Menggunakan Bulu Burung Sebagai Kanvasnya!

WOW! Pelukis Ini Menggunakan Bulu Burung Sebagai Kanvasnya!

Kekreatifitasan seseorang memang ga ada habisnya ya Pulsker. Buktinya seniman yang satu ini menggunakan media yang ga biasa untuk menulis ya
11,650 views 1,457 shares
8 Nama Produk Tiruan Ini Bikin Kamu Nggak Habis Pikir

8 Nama Produk Tiruan Ini Bikin Kamu Nggak Habis Pikir

Gaya bukanlah sekedar gaya, ada modal yang kita butuhkan untuk menunjang penampilan kita. Ada orang yang mau merogoh kocek dalam ketika mere
8,393 views 385 shares