Wonderful Friends: Elder Brother - Part 3
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,033 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 3

Maaf telat upload

==The Story==

Kami sudah selesai, kemudian seorang pelayan memberikan semacam daftar harga.Perjanjian kami adalah, "Bayar sendiri-sendiri". Jadi, aku akan membayar jus yang kubeli.

Tiba-tiba aku sadar: Aku tidak bawa uang.

Mizu masih meminum minumannya.Saat dia melihat ke arahku, aku memberikan senyuman tak berdosa kepadanya.

"Aku akan bayar tehku.Urus-urusanmu sendiri."Kata Mizu bangkit dari duduknya.

Mizu pergi dan membayar minumannya di kasir.

"AAAAAHHH!!"

Sialan anak itu. Kalau aku bertemu dengannya lagi, akan kuhajar dia sampai seluruh wajahnya berwarna ungu dan hidungnya mengeluarkan darah.

Tapi, kalau sudah begini, aku akan pergi ke kasir dan mengatakan kebenaran. Well, here goes nothing.

Aku pergi ke kasir. "E-etto..anu." Aku mulai bicara. "Aku tadi memesan jus, tapi aku tidak membawa uang. Gomen-ne."

"Oh, tidak apa-apa." Kata kasir. "Tadi ada laki-laki yang membayar jus /////// untuk meja anda."

"Apa? Laki-laki mana?" Tanyaku.

"Laki-laki tinggi dengan rambut hitam tebal." Jawab kasir. "Orang yang duduk bersama anda tadi."

>>>Mizu-kun<<<

Akhirnya aku bisa sendirian juga. Aku tidak tahan kalau berada berduaan bersama seorang cewek. Bagaimanapun juga, entah kenapa sekarang aku merindukannya. Entah itu wajah kecilnya, senyumannya itu atau tarian bodoh yang dia lakukan saat dia tertidur tadi.

"Sora-kun!" Oh, sekarang suaranya.

Jangan bilang itu benar-benar dia.

"Sora-kun. Ini aku!" Lili muncul di depanku.Ya ampun.

"Kau berhasil keluar juga?" Tanyaku.

"Kau ini. Dasar kau! Kau meninggalkanku sendirian! Sebel!" Teriaknya.

"Oh... diamlah." Kataku. "Kau menarik perhatian orang-orang."

"Kau membuatku benar-benar kesal!" Katanya. "Aku sempat mengira kalau aku harus mencuci piring gara-garanya."

"Aku juga turut senang kau tidak benar-benar harus melakukannya." Lanjutku.

Dia pun akhirnya tutup mulut. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.

"Ngomong-ngomong, Sora-kun." Apaan dia? "Aku berterima kasih karena kau sudah mentraktirku jus."

"Jangan repot-repot." Kataku. "Aku baru-baru ini mendapat banyak uang."

"Banyak uang? Dari mana?" Tanya Lili.

Aku benar-benar malas menjawab. Aku mendiamkannya dan terus berjalan.

"Hei, kau! Jawab a..."

"Whoa!"

Perkataan Lili terpotong oleh ekspresi terkejutku. Aku melihat Haze memasuki sebuah bangunan bersama seorang wanita.

"Bukankah itu Haze-kun?" Tanya Lili.

"Kau bisa bilang begitu." Kataku sambil melihat bangunan itu lebih dekat.

Ternyata itu adalah sebuah bangunan panti asuhan.
Apa yang anak itu lakukan di tempat seperti ini? Kalau kasusnya Haze, aku benar-benar khawatir soal apa yang akan kulihat di dalam.

"Apa yang Haze-kun lakukan di panti asuhan?" Tanya Lili.

"Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya." Jawabku.

Aku berjalan mendekati pintu depan. Aku mengetuk pintunya, kemudian seorang wanita membukakan pintu tersebut.

"Selamat petang, bu." Ucapku.

"Selamat sore." Balasnya.

"Umm, kami..."

Belum aku selesai bicara, "Oh, kalian pasti teman Haze-kun." Kata wanita itu. "Masuklah."

Wanita itu membukakan pintu untuk kami. Di dalam, terlihat Haze sedang melihat anak-anak disana bermain. Seketika, dia menoleh ke arah kami.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Haze.

"Aku yang harusnya bertanya seperti itu." Kata Mizu. "Apa yang orang sepertimu lakukan di tempat seperti ini?"

"Dia menolongku saat aku dirampok." Jawab wanita yang membukakan pintu kami. "Ngomong-ngomong, namaku Diana. Aku pemilik panti asuhan ini."

"Aku Lili, atau Littan." Lili memperkenalkan diri.

"Aku Sora. Sora Mizuhashi." Aku juga memperkenalkan diri. "Jadi, barang apa saja yang dia ambil darimu?"

"APA!?" Haze yang mendengar itu tersinggung. "Jagalah perasaanku, kawan."

"Baik. Maafkan aku." Ucapku. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Seperti yang kukatakan." Jawab Diana. "Setelah dia menolongku, dia memintaku mengantarnya ke tempatku, maka disinilah dia."

"Ya. Kau dengar dia?" Tanya Haze.

"Bagaimana aku tahu kau tidak mengarahkan pistol ke punggungnya?" Tanyaku.

"Apa masalahmu, kawan!?"

"Teman-teman." Panggil Lili.

Dia melihat keluar jendela. Diluar, terlihat ada beberapa orang menunggu. Mereka tidak kelihatan ramah. Sama sekali tidak kelihatan ramah.

"Aku urus mereka." Kata Haze sambil melangkah keluar.

"Tidak, Haze!" Kataku sambil menahannya.

"Apa? Kau tidak percaya padaku?" Tanya Haze.

"Bahkan bila yang kau katakan itu benar, aku tidak akan membiarkanmu melawan mereka dengan caramu." Jawabku. "Aku akan coba bicara dengan mereka."

"Bicara!?" Tanya Haze tekejut. "Mereka membawa bambu runcing dan tongkt baseball. Apa kau benar-benar berpikir bisa mengajak mereka bicara?"

"Sudahlah, Haze." Kataku. "Biar kita lakukan ini dengan caraku."

"Caramu, tentu saja."

Aku pun keluar lewat pintu depan. Aku menghitung berapa orang yang ada disana. Aku menghitung, ada sembilan.

"Dimana Diana?" Tanya seseorang yang sepertinya pemimpin mereka.

"Dia pergi keluar angkasa untuk mengalahkan sang kaisar dan menciptakan kedamaian." Jawabku sarkastik. "Tentu saja dia ada di dalam."

"Bagaimana dengan si penyelamat itu? Dia ada disini?" Tanya orang itu lagi.

"Tidak ada penyelamat apapun disini, sobat." Jawabku. "Hanya aku, nona Diana, teman-teman satu sekolahku dan anak-anak."

"Jadi, siapa itu di depan pintu?" Tanya orang itu.

Aku melihat ke belakang. Tidak ada siapapun di depan pintu. Aku pun berbalik.

"Tidak ada siapapun di..."

Tiba-tiba, seseorang memukul wajahku dan mengenai hidungku.Tapi, aku pernah mengalami yang lebih buruk.Aku terjatuh bagaimanapun juga.

"Kelihatannya kau baru disini, nak.Kau belum tahu apa-apa."Kata si ketua itu."Kalian berempat, masuklah."

Empat dari mereka berjalan menuju ke gedung panti asuhan.Aku menahan kaki satu orang dari mereka.

"Kalian tidak pergi lebih jauh kesana sebelum melewatiku." Kubilang.

"Baik." Kata orang yang kutahan kakinya.

Orang itu mengangkat kaki yang satunya lagi ke belakang, kemudian mengayunkannya ke arahku. Sebelum kaki itu mengenaiku, aku menghindar, dan akhirnya orang itu malah menendang betis temannya. Sementara orang yang ditendang temannya sendiri itu kesakitan, aku berdiri. Orang itu mencoba memukulku, aku pun menunduk, dan orang itu malah memukul wajah temannya yang menendangnya tadi. Sementara aku hanya tinggal menendang kaki orang itu sampai dia jatuh.

"Serang dia!"

Satu orang yang membawa kapak berjalan cepat ke arahku. Dia terus bergerak ke kanan dan ke kiri dan aku hanya bisa memastikan dia tetap di depanku dengan terus berputar. Hingga akhirnya kami berada di dua sisi jungkat-jungkit. Dari belakang, aku mendengar teriakkan seseorang. Ternyata seseorang melmpat ke arahku mengangkat kapak. Aku langsung menghindar, orang itu mendarat di bagian jungkat-jungkit yang naik, sehingga sisi lainnya naik dan mengenai selengkangan orang yang ada di sisi lain, yang kuhadapi sebelumnya.

"Ouh..." Aku merasa agak kasihan melihatnya.

Sementara untuk orang yang melompat ke arahku tadi, aku hanya tinggal menginjak sisi lain jungkat-jungkit sehingga sisi lainnya naik dan mengenai dagunya begitu keras.

Masih ada satu lagi yang harus kuhadapi, dan dia membawa belati. Dia terus mengayun-ayun belatinya untuk menyakitiku dan aku terus berjalan mundur untuk menghindarinya. Hingga kakiku menyentuh sesuatu, ternyata sebuah ayunan.

Aku punya ide.
Aku pun menendang ayunan itu ke belakang. Ayunan itu memutar secara vertikal, dan mengenai kepala orang itu, hingga orang itu pingsan.

Akhirnya tinggal tiga orang yang berada di dekat bangunan panti asuhan.

"Masuk ke dalam!" Teriak si ketua.

Mereka bertiga pun lari menuju pintu masuk. Tidak mungkin aku bisa berlari dan menangkap mereka bertiga sebelum mereka berhasil meraih pintu depan. Satu-satunya pilihanku adalah mengeluarkan pistol dengan peredam suara, kemudian menembak ketiga orang itu di kaki secepat mungkin.

Dan... berhasil. Mereka semua terjatuh dengan luka tembakkan di kaki.
Aku menyimpan kembali pistolku.

Aku melihat kembali ke si ketua. Dia berlari, kemudian mencoba memukulku, tapi sebelum itu terjadi, aku menendang ayunan yang tadi kugunakan ke depan, hingga ayunan itu mengenai dagunya dan ayunan itu kembali seperti seharusnya.

Dia masih bisa berdiri. Dia mencoba memukulku, aku menepisnya kemudian mencengkeram lehernya.

"Sepertinya kau yang paling lama di antara mereka. Kau pasti tahu banyak hal." Kubilang masih sambil mencengkeram lehernya. "Mari kita bicara."

<<< Hiko >>>

Aku dan Nata akhirnya berhasil menemukan kantor Felix MacTavish. Pintu depannya terbuat dari kaca dengan sisi-sisi kayu.

"Jadi, sekarang apa?" Tanya Nata.

"Kita ketuk pintunya."

Aku pun mengetuk pintu itu. Tidak ada jawaban.

"Sepertinya tidak ada siapapun." Kata Nata.

"Kita belum mencoba mengetuk tiga kali." Kataku.

Aku mencoba mengetuk pintu lagi, tapi aku tidak memperhatikan kemana aku mengetuk. Ternyata aku mengetuk kepala seorang gadis.

"Oh, eh... maafkan aku." Ucapku.

"Oh, tidak apa-apa." Kata gadis itu sambil mengusap keningnya. "Namaku Project."

"Project? Itu namamu?" Tanya Nata.

"Itu namaku untuk sementara." Jawabnya. "Itu nama yang diberikan tuan MacTavish setelah dia berhasil membuatku."

"Membuatmu?" Tanyaku bingung.

"Oh, ngomong-ngomong, kalian mau menemui tuan MacTavish?" Tanya Project.

"Oh, iya." Jawabku. "Apa dia ada?"

"Ada di kantornya." Jawab Project. "Biar kuantar."

Project mengantar kami berdua ke satu tempat. Disana ada seorang pria berkacamata sedang menulis.

"Tuan MacTavish." Panggil Project kepada pria itu. "Anda dapat tamu."

"Aku tidak menerima tamu." Jawab pria itu.

Project pun berbalik. "Eh, maaf. Sepertinya tuan MacTavish tidak menerima tamu sekarang ini." Ucap Project.

"Tuan MacTavish!" Aku mencoba membujuknya. Aku mengeluarkan benda yang ingin kuperlihatkan padanya. "Kami mau membicarakan soal benda ini."

"Aku sudah bilang. Aku tidak mau..."

Perkataannya terhenti saat melihat benda yang kupegang. Dia berjalan mendekat dan melihat benda itu lebih dekat.

"Dari mana kau dapat benda ini?" Tanya tuan MacTavish.

Trending Now
Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Setiap orang pasti menginginkan acara pernikahannya menjadi moment romantis yang bisa teringat sampai kapanpun. Salah satu cara yang belakan
232,243 views 68,555 shares
28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Memiliki wajah yang sempurna merupakan impian bagi banyak orang. Namun hal itu kadang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Karena setiap
233,136 views 3,232 shares
10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

Nggak bisa dipungkiri jika teknologi saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah ojek online. Ya, keb
106,983 views 0 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
377 views 0 shares
10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

Selain dalam pikiran, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengenang sesuatu adalah dengan mengabadikannya momen lewat jepretan kamer
241,932 views 19,965 shares
WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

Kamu suka nonton film? Pasti banyak yang bilang suka nih. Pada tau belum sih kalo ternyata film-film sebelum dikasih efek visual malah kelia
242,503 views 7,141 shares
Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Dengan adanya media sosial, hampir setiap orang memamerkan semua momen yang mereka rasakan melalui foto lalu mengunggahnya. Dan terkadang ha
242,582 views 48,219 shares
10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

Arsitek adalah pekerjaan yang mendesain suatu bangunan seperti rumah, gedung atau fasilitas umum lainnya. Dalam pekerjaannya arsitek harus
242,588 views 8,130 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
849,828 views 0 shares
10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

Salah satu ciri khas kendaraan umum di Indonesia adalah tulisan yang ditempel pada tubuh kendaraan. Yang paling sering kita jumpai adalah tu
433 views 0 shares