Safe Keeper - Part 3
Loading...
 
posted on WOW Keren
858 views
Safe Keeper - Part 3

Maaf karena lama sekali uploadnya. Internet di rumah sy cukup kacau dan sy di rumah nenek sy saat upload ini.

So, enjoy...

==The Story==

"Apa yang terjadi?" Tanya Amira.

"Kontaminasi bahan kimia.

Air-air yang mengalir di sekitar tempat ini mengandung kadar bahan kimia yang tinggi. Orang-orang mendapat penyakit ////// //// dan mati seketika." Jawab RD. "Karena itulah tempat ini sepi. Kemudian seseorang memberikan rumor bahwa ada hantu penculik di desa ini agar tidak ada yang coba-coba masuk."

"Dan orang yang memberikan rumor itu tidak lain adalah aku." Bisik RD pada dirinya sendiri.

"Maaf. Aku tidak tahu." Ucap Amira.

"Minta maaflah pada dirimu sendiri, dan lihat siapa yang datang."

Kemudian, terlihat Howard masuk dari pintu depan, diantar oleh Sania dan satu orang laki-laki.

"Amira! Aku benar-benar khawatir." Howard langsung memeluk Amira erat-erat.

Sepertinya Amira kurang suka, "Apa-apaan ini! Lepaskan aku!"

"B-baik." Howard langsung melepas pelukkannya.

"That's mildly hillarious." Komentar RD. "Hanya kalau kalian benar-benar ingin tahu: kita harus keluar dari tempat ini. Sekarang."

Tiba-tiba, kedua jendela depan rumah itu pecah. Dua orang masuk menerobos jendela. Kedua orang itu membawa senapan.

Howard melumpuhkan salah satu dari mereka dengan membenturkan kepalanya ke meja, lalu mendorongnya ke tembok. Yang satunya lagi dilumpuhkan oleh RD dengan cara simple: memukul kepala bagian belakangnya.

"Apa yang terjadi?" Tanya Amira.

"Dua orang bertopeng melompat masuk dari jendela membawa AK Pistol." Jawab RD. "Apa lagi yang perlu kujelaskan?"

"Kenapa mereka ada di sini?" Tanya Gaston sambil mendekati tubuh kedua orang tersebut.

Sementara itu, Sania melihat keluar jendela.

"Tidak mungkin aku tahu." Jawab RD.

"RD!" Sania memanggil RD.

Tiba-tiba...
Crett!!

Sesuatu menembus tembok dan mengenai perut Sania. Sania pun terjatuh.

"Kita ditembaki!" Teriak Sania

Peluru terus melesat menembus tembok rumah itu. Semuanya menunduk. RD membalikkan meja yang ada di ruangan itu untuk perlindungan double. Amira, Howard, RD dan Gaston berlindung di belakang meja itu. Sania juga melakukannya dengan meja kecil.

"Apa yang kau lihat di luar?" Tanya RD kepada Sania.

"Dua mobil. Enam orang bersenjatakan AK-47." Jawab Sania.

"Tentu saja."

"Apa rencana kita?" Tanya Howard.

Semuanya terdiam sejenak. Tatapan mata Sania dan Gaston mengarah ke RD, seakan dialah yang harus menjawab.
RD mengambil sebuah telepon. Sepertinya dia menelpon seseorang.

"Hei, apa kabarmu?" Tanya orang di telepon.

"Hei, kami sehat. Tapi orang-orang asing menembaki kami. Kami tidak punya jalan keluar." Jawab RD.

"Apa yang bisa kubantu?" Tanya orang di telepon lagi.

"Berikan gambar radius 50 meter dari tempatku berada dari udara." Jwab RD.

"Baik. Gambar dikirim kepadamu sekarang."

RD melihat montor HP-nya. Dia melihat gambar yang dia pesan.

"Di belakang orang-orang itu ada rumah-rumah lain, kan?" Tanya RD.

"Terakhir kali kulihat, iya." Jawab Sania.

"Baik. Kita serang mereka dari belakang." Kata RD.

"Jadi, bagaimana kita keluar dari sini?" Tanya Howard. "Tempat ini tidak punya pintu belakang. Jendela belakang juga tertutup oleh balok kayu."

"Orang-orang yang masuk lewat jendela itu membawa AK Pistol, kan?"

"Memang." Jawab Howard.

"Kita gunakan salah satu dari mereka untuk melubangi tembok, kemudian kita lurus ke rumah sebelah yang punya pintu belakang. Kita menyelinap ke rumah-rumah yang ada di belakang mereka dan lumpuhkan mereka."

RD kemudian mengatakan kalau dia butuh dua orang. Yang satunya ikut bersamanya, dan yang satunya melakukan covering fire dari tempat itu juga. Karena keadaan Sania tidak memungkinkan untuk berdiri atau paling tidak menaikkan tubuhnya untuk menembak lewat jendela, maka dia tidak punya pilihan selain mengajak Howard.

"Kau bisa memakai senjata api?" Tanya RD.

"Tidak." Jawab Howard. "Tapi aku bisa melempar pisau. Aku yang terbaik di kota."

"Excellente."

RD dan Howard merangkak menuju sisi lain dari rumah itu. Sementara itu, Gaston mengambil AK Pistol yang satunya lagi dan bersiap untuk melakukan covering fire.

Covering fire akan melakukan dua hal. Setiap AK Pistol yang di bawa satu orang memiliki satu round magazine dengan isi 75 peluru dan satu round magazine cadangan dengan isi peluru yang sama. Jadi, pertama, Gaston akan memberikan sinyal kapan dia akan memberi covering fire. Kemudian Gaston akan mulai menembaki orang-orang itu, dan di saat yang sama, RD akan menembak jalan keluarnya melewati tembok itu. Bukan apa-apa, dia hanya tidak mau orang-orang itu curiga saat mendengar suara tembakkan tanpa ada yang menembaki mereka.

Fungsi kedua. Covering fie akan menarik perhatian orang-orang itu saat RD dan Howard berlari ke rumah-rumah yang ada di belakang orang-orang yang menyerang mereka, dan BAM! Stealth kill, madafaka!

Gaston tahu benar bagaimana harus melakukannya.

"Kau yakin benda itu bisa membuat lubang di dinding beton ini?" Tanya Howard sambil memegangi tembok yang akan dilubangi.

"Tenang. Aku pernah lihat ini di YouTube." Jawab RD.

Kemudian RD mengokang AK Pistol yang dia bawa.

"Yang perlu ditanyakan adalah, seberapa besar dorongan yang akan benda ini berikan padaku." Kata RD. "Kau stand by di sana. Berikan sinyal kalau Gaston akan mulai menembak."

Gaston memberikan sinyal, sedangkan Howard menjadi perantara untuk menyampaikannya kepada RD.

3...

2...

1...

Go!

Gaston mulai menembak ke arah orang-orang yang menembaki mereka di luar, di saat yang sama, RD menembaki tembok beton yang membatasi antara rumah itu dengan rumah di sebelahnya. Sementara itu, Amira yang tidak terbiasa dengan suara tembakkan menutup kedua telinganya.

Setelah 75 tembakkan, akhirnya mereka berhenti.

"Day M, man. Membuat lingkaran dengan benda ini benar-benar sulit." Kata RD.

RD menendang area yang dia buat lingkaran. Akhirnya lubang pun terbuka. RD mengecek bagian dalamnya.

"Clear."

RD pun masuk, disusul Howard di belakangnya. RD mengeluarkan sebuah pistol dengan peredam suara.

Mereka berdua keluar lewat pintu belakang rumah itu. Setelah itu mereka berjalan ke sisi, tepatnya beberapa puluh meter di sebelah kiri orang-orang yang menembaki mereka di rumah itu.

"Aku bisa melihat orang-orang itu." Kata RD.

Kemudian, RD mengirim miss call kepada Gaston. Beberapa saat kemudian, Gaston mulai menembakkan AK Pistol yang dia pegang. Namun tidak bertubi-tubi. Dia hanya menembakkan beberapa peluru kemudian sembunyi lagi. Terus seperti itu hingga RD dan Howard sampai di belakang para penyerang itu dan memberikan sinyal kepada Gaston.

"Baik, Knight. Kau punya sesuatu untuk dilempar?" Tanya RD.

"Aku bisa memakai paku berukuran besar dan sedang untuk menancapkannya ke kepala mereka." Jawab Howard.

RD mengambil sesuatu dari belakang posisinya, ternyata beberapa buah paku berukuran sedang. Dia menyerahkannya kepada Howard.

"Kecuali kau sudah punya sesuatu untuk dilempar." Kata RD.

"Tidak apa-apa. Aku ambil mereka." Ucap Howard sambil mengambil paku-paku tersebut.

"Begini aturannya: kita tinggalkan mereka hidup-hidup sampai akhir. Kenai kaki atau lengan mereka. Lumpuhkan mereka dan cobalah untuk tidak membunuh mereka." Kata RD.

"Kau yakin?" Tanya Howard.

"Selama kita bisa, ya." Jawab RD.

Mereka berdua mulai beraksi. RD menarik satu dari mereka melalui jendela, kemudian melumpuhkannya. Selanjutnya, dia menembak dua orang lain dengan peluru bius. Kemudian Howard melumpuhkan dua orang dengan lemparn pakunya. Orang terakhir mencoba untuk menembak Howard. Namun, sebelum itu terjadi, Gaston berdiri dan menembak pundak orang itu. Keenam musuh sudah dijatuhkan.

Setelah melucuti persenjataan mereka, RD dan Howard menikat mereka berenam di mobil.

"Bagaimana dengan dua orang di dalam?" Tanya RD.

"Sudah diborgol." Jawab Gaston.

"Baik. Kita biarkan mereka diurus oleh orang-orang kepolisian. Kita harus lari keluar dari sini."

[FAST FORWARD]

Mereka menaiki mobil ntuk pergi keluar dari ground zero.

"Oi, siapapun kalian. Kalian tahu siapa yang menyerang kita tadi?" Tanya Howard.

"Kami selalu bisa mengetahuinya lewat interogasi atau ciri-ciri umum." Jawab Gaston.

"Kalau kulihat sekilas, sepertinya mereka..." Tiba-tiba RD terdiam.

"Kenapa?" Tanya Sania.

"Aku tidak akan mencoba menyembunyikan sesuatu dari kalian, tapi kalau aku merasa tidak pasti seperti ini, mengatakannya bukanlah ide bagus." Jawab RD.

"Baik. Aku mengerti."

Amira menatap ke arah mereka semua, sambil bertanya dalam hati, 'Sebenarnya apa-apaan mereka ini? '.

[TO BE CONTINUED]

Terima kasih sudah membaca, beri WOW kalau suka, dimohon komentarnya.

And as always, have a nice day.

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
391 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,262 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,882 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,211 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,462 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,125 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,139 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,746 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,031 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,575 views 0 shares