Safe Keeper - Part 5
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,107 views
Safe Keeper - Part 5

Sy benar2 tidak tahu dan tidak punya banyak waktu utk mencari gambar baru, tapi inilah.

WF: Elder Brother Part selanjutnya juga akan datang hari ini, jadi stay tuned

And... have a nice reading...

==The Story==

"RD!" Sahut Sania.

"Ini Mitha O'Hara. Dia adalah orang yang paling tahu soal korban. Dia mungkin akan membantumu."

"Bagus. Aku butuh orang seperti dia." Ucap RD.

"Aku akan tinggalkan kalian." Sania meninggalkan area tempat kejadian.

"Mari kita bicara di tempat yang lebih nyaman." Kata RD.

[FAST FORWARD]

RD dan Farrell memulai tanya jawab di rumah Mitha. Hanya mereka bertiga.
Ternyata, siswi yang loncat dari atap gedung tiga lantai itu adalah sepupu Mitha. Nama siswi itu adalah Erika.

"Pintar. Setengah jam kita menyelidikinya dan kita baru tahu namanya." Komentar RD.

Mitha mengusap air matanya.

"Aku tidak mengerti kenapa dia melakukan ini." Kata Mitha terisak. "Dia perempuan yang kuat. Dia tidak mungkin mengakhiri hidupnya seperti ini."

"Tolonglah, nona. Tenangkan diri anda." Kata RD. "Kami akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada anda. Hanya kalau anda siap."

Mitha terdiam sambil tertunduk.

"Baik, ambil waktu anda."

"Tidak. Tidak apa-apa. Silahkan." Kata Mitha.

"Baik."

RD membuka buku catatan berisi beberapa hal yang dia temukan.
Tapi, pertama...

"Apa Erika punya kerabat lain selain anda?" Tanya RD.

"Tidak. Aku satu-satunya yang dia punya." Jawab Mitha.

RD menatap Mitha secara seksama.

"Oh... mak ... maksudku... orang tuanya ada di tempat lain. Di... luar, negeri. Aku, tidak benar-benar ingat di mana tepatnya." Lanjut Mitha.

RD dan Farrell tahu kalau Mitha berbohong soal perkataan terakhirnya. Bagaimanapun juga, mereka tidak akan meminta klarifikasi untuk itu.

"Baik. Pertanyan pertama: apa Erika membawa uang recehan sebanyak Rp 3500 atau Rp 4500 setiap harinya?" Tanya RD.

"Dia biasanya membawa Rp 15000." Jawab Mitha. "Tapi, tetap ada yang aneh."

"Tolong katakan."

"Dia membutuhkan Rp 5000 untuk ongkos pulang. Dia biasanya menyisakan uangnya sebanyak itu, bahkan lebih." Kata Mitha.

'Ya, tentu saja. Aneh sekali. Mungkin seseorang mengambil uangnya yang jatuh.' Kata RD dalam hati.

Sekarang, RD mau menanyakan soal kunci yang tepatnya beberapa kunci pada satu gantungan kunci yang dia temukan. Dia mengambil kunci-kunci itu dari sakunya.

"Sepertinya kami sudah selesai dengan kunci-kunci ini." Kata RD sambil menyerahkan kunci-kunci itu kepada Mitha.

"Terima kasih." Ucap Mitha.

Mitha memeriksa kunci-kunci itu. "Tapi..."

"Ada yang salah?" Tanya RD.

"Ada satu kunci yang hilang." Jawab Mitha.

"Kunci apa?" Tanya Farrell.

"Kunci kamarnya."

'Kunci kamar? Tidak perlu dikhawatirkan, lagipula bukan pintu rumah depan yang hilang.' Pikir RD. 'Tapi, siapa yang mengambil kunci kamarnya. Apa kami melewatkan sesuatu? Atau benda itu memang tidak ada di sana sebelumnya?'

Dia pun memilih menanyakan pertanyaan selanjutnya.

"Aku minta maaf, nona. Tapi, apakah anda tahu apa kira-kira motif Erika melakukan ini?" Tanya RD.

Mitha menghela nafas. Dia terdiam sebentar dan...

"Tidak. Sama sekali tidak." Jawab Mitha.

Mereka semua pun terdiam. Kemudian RD mengambil sisir yang dia temukan di tempat kejadian dari sakunya.

"Apa benda ini sangat berarti bagimu?" Tanya RD sambil menunjukkan sisir tersebut.

"Ya." Jawab Mitha sambil mengambil sisir itu dari RD. "Ayahku memberikan sisir ini padaku sejak kelulusan SMP. Ayahku membeli dua karena penjualnya tidak punya kembalian. Setelah itu aku mengukir salah satunya, dan inilah dia."

RD dan Farrell mengangguk mengerti.
Tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan.

"Bolehkah kami mengecek kamar Erika?" Tanya RD.

"Bo-boleh. Silahkan." Jawab Mitha. "Tapi, untuk apa?"

"Kami akan mencari sesuatu yang mungkin bisa jadi petunjuk." Jawab RD.

Mitha pun mengizinkan. Mereka naik ke lantai dua dan Mitha membukakan sebuah ruangan yang sepertinya kamar perempuan seumuran Erika.

"Silahkan." Ucap Mitha.

"Mmm...Terima kasih." Ucap RD saat dia berjalan masuk.

Mitha menunggu di depan pintu masuk sementara RD dan Farrell memeriksa isi ruangan. Terdapat banyak barang di sana. Pakaian, barang-barang yang berhubungan dengan anime dan Vocaloid, seperti poster, action figure, DVD dan hiasan-hiasan alat tulis.

"Wow. Dia cukup baik sebagai seorang otaku." Ucap RD.

Farrell membuka sebuah laci di meja kecil di samping tempat tidur.

"Dia mengumpulkan cukup banyak uang di sini." Kata Farrell. "Dia mungkin butuh tempat yang lebih aman." Farrell menutup laci tersebut.

"Kira-kira berapa uang yang ada di dalam sana?" Tanya RD.

"Rp X00.000-an. Mungkin lebih."

"Mitha! Kapan terakhir kali sepupu anda membeli sesuatu yang berharga lumayan mahal? Maksudku, lebih dari Rp 100.000-an?" Tanya RD.

"Empat minggu yang lalu. Tepatnya XX/XX/XXXX. Dia membeli action figure Hatsune Miku seharga Rp 150.000-an di [DATA EXPUNGED]." Jawab Mitha.

'Hmm... berarti dia mengumpulkan uang ini selama 21 hari (jika dikurangi jumlah hari Minggu).' Ucap RD dalam hati. 'Berarti setiap hari dia hanya menggunakan uang sakunya untuk ongkos tanpa jajan sama sekali. Kecuali...'

"Apa dia menghabiskan seluruh uangnya saat itu?" Tanya Farrell.

"Aku tidak yakin. Maksudku, begitulah yang dia katakan, tapi aku tidak tahu dia mengatakan kebenaran atau tidak." Jawab Mitha. "Oh, tapi dia selalu memberikan sisa uang tabungannya padaku setelah membeli action figure atau sejenisnya."

Kemudian, Farrell berbisik ke RD, "Mestinya seberapa besarpun uang yang dia sisakan di sini tidak mungkin dia hanya meninggalkan Rp 4000 atau Rp 5000 dalam satu hari."

Kemudian RD balas membisik, "Aku tidak tahu, Ril. Banyak sekali kemungkinannya. Tapi kalau Mitha memang benar, Erika pasti bertingkah berbeda hari ini."

"Apa maksudmu?"

"Meninggalkan kurang dari Rp 5000 dalam sakunya. Itu maksudku."

RD bertanya ke Mitha lagi.

"Mitha, apakah..."

Sebelum RD selesai bicara, Mitha memotong, "Sebentar, tuan-tuan. Apa ini memang benar-benar berarti?"

RD dan Farrell terdiam sejenak.

'Aku tidak perlu menyembunyikan ini.' Kata RD dalam hati.

"Kami menemukan jenis psikotropika baru. Untuk sekarang, kami menyebutnya PDr-034." Jawab RD. "Harganya benar-benar murah. Hanya sekitar Rp 5000 per tablet dan untuk setiap pembelian, harganya akan tetap sama. Begitulah yang dikatakan narasumber kami."

"Tunggu! PDr...?" Tanya Mitha kebingungan.

"Population Decreaser type 034." Jelas Farrell.

"Kami menamakannya begitu karena efek samping yang ditimbulkannya dan harganya yang sangat murah. Maka kami percaya benda ini digunakan pemerintah untuk mengurangi populasi manusia." Lanjut RD.

"Tunggu! Kalian tidak berpikir kalau Erika..."

RD memotong, "Tenanglah. Melihat dari jumlah uang sakunya setiap hari dan jumlah uang yang dia simpan di sini, kemungkinan besar dia tidak menggunakan barang sialan itu.".

Mitha bernafas lega.

"Sekarang aku akan menyelesaikan pertanyaanku." Kata RD. "Apa dia bertingkah berbeda hari ini?"

"Tidak. Dia bangun seperti biasa, sarapan, mandi, pergi sekolah seperti biasanya." Jawab Mitha.

"Apa dia dekat dengan orang lain di sekolahnya?" Tanya Farrell.

"Dia dekat dengan dua teman sekelasnya (Nama Siswi 1), (Nama Siswi 2) dan kakak kelasnya yang juga teman dekatku, Amira. Itulah yang kutahu." Jawab Mitha. "Dia juga dekat dengan siswa laki-laki seangkatannya bernama [DATA EXPUNGED], tapi dia sudah pindah ke ////////."

RD dan Farrell berhadapan satu sama lain. Kemudian pandangan RD tertuju kepada sebuah buku kecil berwarna merah jambu yang tersembunyi di balik tempat kaset. RD mendekatinya kemudian mengambilnya.

"Itu diary Erika." Kata Mitha.

RD memutar-mutar buku itu. Covernya terbuat dari kulit yang diwarnai merah jambu, dan ada pengaman berupa magnet.

"Bolehkah kami, um...kau tahu?" Tanya RD.

Mitha terdiam dan tertunduk. Itu terus terjadi selama sepuluh detik.

"Baik. Mungkin kau mau menyimpannya." Kata RD sambil menyerahkan buku diary itu.

"Maafkan aku." Ucap Mitha. "Rasanya aku terlalu..."

"Tidak apa-apa, nona." Kata Farrell. "Kami mengerti."

"Terima kasih atas kerjasamanya." Ucap RD.

"Sama-sama."

"Wow. Lihat." RD melihat sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

RD melihat sebuah pot yang ditanami sebuah bunga berwarna hitam keunguan dengan bentuk yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

"Kau tidak pernah melihat bunga itu?" Tanya Mitha.

"Tidak di tempat asalku tentunya." Jawab RD.

"Itu bunga Tiniar. Taarna Flower." Kata Mitha. "Jenisnya banyak. Ada warna merah kekuningan, merah kecoklatan, biru keputihan dan lain-lain."

RD mengambil HP-nya dan membuka sebuah kamera.

"Kau begitu tertarik dengan bunga itu?" Tanya Farrell.

"Aku akan menunjukkan fotonya kepada adikku. Kalau aku suka, apalagi dia." RD bilang. "Kalau kau tanya aku: mungkin kita harus mengambil foto seluruh inci tempat ini."

"Oh, ya."

RD dan Frrell mengambil beberapa foto. Setelah itu, RD dan Farrell pun berjalan keluar dari rumah itu.
Di luar, RD menelepon Sania. Dia memintanya untuk menanyai kedua teman sekelas Erika yang disebutkan namanya oleh Mitha.

"Aku akan pergi ke rumah teman dulu. Nanti aku akan bertemu denganmu di kapal." Kata RD.

"Baik, kawan. Aku pergi."

Farrell pun pergi dari sana. Sementar itu, RD melihat ke jendela kamar Erika. Seseorang yang tidak lain adalah Mitha mengintip RD dari sana.

Apapun maksudnya, RD tidak begitu mau memastikan. Dia pergi ke rumah Amira.

[TO BE CONTINUED]

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa dihargai.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
175 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
360,881 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,769 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
322,940 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,354 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
1,982 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
1,758 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,585 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
1,918 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,517 views 0 shares