Wonderful Friends: Elder Brother - Part 4
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,143 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 4

Ini dia Part 4 dari WF: Elder Brother

Enjoy...

==The Story==

Part 4: Kid Tiger

"Tuan MacTavish!" Aku mencoba membujuknya. Aku mengeluarkan benda yang ingin kuperlihatkan padanya.

"Kami mau membicarakan soal benda ini."

"Aku sudah bilang. Aku tidak mau..."

Perkataannya terhenti saat melihat benda yang kupegang. Dia berjalan mendekat dan melihat benda itu lebih dekat.

"Dari mana kau dapat benda ini?" Tanya tuan MacTavish.

"Kami menemukannya saat kami pergi ke ////////// ///// beberapa saat yang lalu." Jawabku.

"Boleh kulihat sebentar?"

"Silahkan."

Aku memberikan batu berwarna biru itu kepada tuan MacTavish. Dia menelitinya dari jarak dekat.
Reaksinya membuatku benar-benar penasaran. Benda apa itu sebenarnya?

"Kalau boleh kutahu, benda apa itu?" Tanyaku.

"Kau tidak tahu?" Tanya tuan MacTavish balik. "Benda ini adalah Versonium."

Baik. Aku benar-benar tidak tahu benda macam apa Versonium itu.

"Benda ini adalah sumber energi yang sangat kuat."

Oh, oke. Itu menjelaskan semuanya.

"Jika benda ini digunakan dengan benar, maka akan memberi manfaat besar bagi seluruh umat manusia." Lanjut tuan MacTavish.

"Jadi, anda tahu cara menggunakannya?" Tanya Nata.

"Aku punya alat yang bisa menghasilkan energi dengan benda ini, tapi aku harus pergi ke apartemenku dulu." Kata tuan MacTavish. "Aku punya prototype benda yang dapat mengubah benda ini menjadi energi disana."

"Jadi, kita tunggu apa lagi?" Tanyaku.

Tuan MacTavish menyiapkan barang-barangnya dan mengenakan jaketnya.

"Project! Jaga kantorku sampai pemberitahuan lebih lanjut." Kata tuan MacTavish.

"Siap!" Respon Project.

"Sampai nanti, Project."

Aku membukakan pintu depan. Disana, aku melihat sekelompok orang tak dikenal mengelilingi pintu masuk. Mereka tidak punya maksud baik, aku punya perasaan seperti itu.

"Tuan Felix MacTavish. Bagaimana kabar anda?" Tanya salah seorang dari mereka.

"Apa mau kalian?" Tanya tuan MacTavish.

"Aku mendapat sedikit informasi kalau teman-teman pemudamu ini punya sesuatu untuk diberikan." Jawab orang itu.

Mendengar itu, aku menyimpan Versonium itu di saku belakangku.

"Tunjukkan barang itu pada kami." Kata orang itu.

"Bahkan jika kami punya, mau kau apakan benda itu?" Tanyaku.

Tiba-tiba, dua orang menahan lengan kanan dan kiriku.

"Hiko-kun!" Teriak Nata.

"Hal yang akan kami lakukan padamu sekarang." Jawab orang itu. "Tapi jauh lebih luas dan menyeluruh."

Orang yang menahan lengan kiriku mengeluarkan sebuah buzzsaw. Ketiga mata gergaji bulat buzzsaw tersebut didekatkan kepadaku. Di satu saat, benda itu mati. Orang itu memukul-mukulnya, hingga akhirnya menyala lagi. Aku mengambl kesempatan ini untuk membelokkan tangan orang itu, dan buzzsaw itu pun memotong tenggorokkan orang yang menahan lengan kananku.

Orang itupun mati dengan mata gergaji buzzsaw itu masih berada di lehernya. Aku mengambil buzzsaw itu, kemudian menggunakannya untuk memotong bagian kiri leher orang yang satunya lagi.

Orang yang sepertinya pemimpin mereka itu mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya ke arahku. Sebelum dia melakukan hal buruk, tiba-tiba semacam dahan pohon melempar senjata itu dari tangan orang itu ke arahku. Aku pun mengambilnya dan menembak tiga orang terakhir dengan masing-masing satu tembakkan secepat kilat.

Yeah...

"Terima kasih, Nata."

"Bukan masalah."

Mereka semua pun mati. Aku bisa melihatnya.

Tiba-tiba, aku mendapat telepon. Ternyata itu dari Mizu. Aku mengangkatnya.

"Halo, Mizu."

"Hei, kau! Apa kau sedang dalam kesulitan sekarang?" Tanya Mizu.

"Tidak juga." Jawabku. "Sebenarnya, kesulitan itu hilang dan lewat sudah."

"Kau tidak membunuh seorangpun, kan?" Tanya Mizu.

"Tunggu! Bagaimana kau tahu?" Tanyaku balik.

"Jawab dulu pertanyaanku."

"Ya. Aku membunuh lima orang yang mencoba menyerangku dan seorang warga sipil." Jawabku. "Sekarang bisa kau jawab pertanyaanku?"

"Telepon dan mesan tertinggal milik musuh selalu bisa diandalkan." Jawab Mizu. "Sepertinya aku terlambat memberitahumu."

"Tidak apa-apa, Mizu. Bahaya sudah lewat."

Aku melihat mayat-mayat itu. Aku pun teringat.

"Hei! Mizu! Bisa kau bantu aku?" Tanyaku. "Tolong datang ke Hotel (tempat tinggal tuan MacTavish) malam ini?"

"Ada masalah apa?" Tanya Mizu balik.

"Aku butuh orang berbakat dan bersenjata untuk mengantar seseorang." Jawabku.

"Baik! Malam ini di (tempat)!" Kata Mizu.

"Terima kasih." Ucapku.

Telepon pun ditutup.

>>>Mizu-kun<<<

Aku menghentikan percakapan dengan Hiko. Kemudian aku melihat ke arah Ishida, teman baruku yang memimpin penyerangan ke panti asuhan yang sedang terikat tak berdaya di kursi.

"Kurasa mereka cukup ceroboh." Kataku sambil melihat smartphone-ku. "Tidak tahu siapa yang dapat melacak panggilan mereka."

Aku teringat adikku. Mungkin dia dalam masalah sekarang.

"Hei! Haze!" Panggilku. "Bawa dia ke tempat yang kau bilang tersembunyi itu. Pastikan kau bawa dia hidup-hidup."

"Apa aku kelihatan seperti seseorang yang bekerja dalam bidang itu?" Tanya Haze.

Aku melihat penampilannya dari atas sampai bawah.

"Begini, Haze. Kita membutuhkan dia dan apa yang dia tahu. Jadi pastikan dia akan mengatakan apa yang mau kudengar."

Haze berkeluh kesah. "Baik, akan kulakukan."

"Bagus."

Aku langsung memukul wajah Ishida hingga dia pingsan.

"Itu pukulan terkerasku dalam satu tahun ini." Ucapku.

Aku pun beranjak pergi dari sana.

[FAST FORWARD]

~~~ Hika-Chan ~~~

Aku kebagian jalan-jalan bersama Zora-chan, Ri-chan, Ryn-Sensei, Ha-kun, Hyo-kun dan adik Mizu-kun, Zu-chan. Mungkin kelompokku yang orangnya paling banyak disini.

Saat sedang melihat-lihat bunga di salah satu tukang jualan, sesuatu menyenttuh leher belakangku. Sesuatu yang sangat dingin. Saat kulihat...

"Ri-chan!" Ternyata dia memasukkan es ke dalam kerah bajuku.

"Bukan aku. Hyo-kun!" Tuduhnya.

"Apa-ap..." Hyo-kun speechless.

Mana mungkin aku percaya pada Ri-Chan. Aku tahu seperti apa dia itu.

Aku melupakan itu. Aku mencoba mengobrol dengan Zu-chan.

"Hei, Zu-chan." Aku menyapanya. "Bunga apa yang kau suka?"

Zu-chan melihat-lihat sekeliling toko bunga itu. Dia menggaruk-garuk kepalanya.

"Ngg...aku...." Zu-chan ragu-ragu menjawab.

Tiba-tiba, dari belakang, tangan seseorang memegang tangan Zu-chan. Ternyata itu Ryn-Sensei.

"Mmm... anu..." Zu-chan agak speechless.

"Kelihatannya tidak sama." Kata Ryn-Sensei.

"Maksud Sensei?" Tanya Zora-chan.

"Kau pernah memegang tangan Mizu, kan?" Tanya Ryn-sensei kepadaku.

"Eh, iya. Aku ingat." Jawabku.

Saat itu aku mencoba membangunkannya saat jam istirahat berakhir. Saat itu aku mencoba menyingkirkan tangannya yang menjadi bantalnya saat itu. Setelah itu, yang aku ingat aku melihat dia berputar-putar di dalam otakku. Melihat masa laluku dan kehidupanku.
Setelah itu, entah bagaimana dia bisa menembakkan cahaya dari tangannya.

"Kelihatannya kau sedikit berbeda dengan kakakmu." Kata Ryn-Sensei. "Boleh aku tahu lebih banyak soal dirimu?"

"Sebenarnya, aku..." Zu-chan seakan tidak tahu bagaimana harus mengatakan apa yang akan dia katakan. "Aku bisa me..."

Tiba-tiba, perkataan Zu-chan terpotong oleh teriakkan kesakitan seseorang. Ternyata seorang pelatih binatang. Saat aku melihat ke arahnya, aku juga melihat sesuatu berlari ke arah sebuah gang. Aku mencoba melihatnya lebih dekat.

"Apa yang terjadi?" Tanya seorang pejalan kaki.

"Anak harimau yang kulatih. Dia mencakarku." Jawab sang pelatih.

"Dia ada di gang itu!" Kata pejalan kaki yang lain. "Apa kita harus memanggilpolisi?"

"Tunggu!" Sahut Zora-chan. "Aku bisa membantu."

"Kau? Apa kau berpegalaman dalam melatih binatang?" Tanya sang pelatih.

"Kau bisa bilang begitu."

Zora-chan pun masuk ke dalam gang di mana anak harimau itu masuk. Aku berada tepat di belakangnya. Aku bisa melihat harimau kecil itu bersembunyi di balik kantong sampah.

"Keluarlah, teman kecil. Kau aman." Kata Zora-chan mencoba membujuk anak harimau itu. "Hika? Apa kau bisa menggunakan kekuatan penjinak binatangmu?" Tanya Zora.

"Bisa saja. Tapi, kurasa ..." Jawabku.

"Maksudmu?"

"Dia tidak terlihat buas atau berbahaya." Jelasku. "Dia... ketakutan."

Anak harimau itu kelihatannya masih ketakutan.

"Kalau begitu, Hika. Bawakan dia makanan." Kata Zora-chan.

Aku meminta makanan harimau kecil itu dari sang pelatih. Aku mendapatkannya, kemudian memberikannya kepada Zora-chan.

"Kemari, kawan kecil."

Anak harimau itu mulai mendekati Zora-chan. Terus mendekat dan, dia melahap habis makanan yang ditawarkan.

Sementara anak harimau itu menikmati makanannya, aku juga mengelus-elus tubuhnya, supaya dia lebih tenang.
Iih...so cute. (yea' of course)

"Jadi, siapa namamu?" Tanya Zora-chan kepada anak harimau itu.

"Oh, namamu Jorgen?"

Aku sama sekali tidak tahu apa yang dikatakan harimau kecil itu. Hanya Zora-chan yang tahu.

"Jadi, boleh aku tahu apa yang terjadi tadi itu?" Tany Zora-chan lagi.

Yang bisa kudengar setelah itu hanyalah Zora-chan mengeluarkan suara "Hmmm...", "Ehemm..." dari mulutnya.

"Oh, begitu rupanya."

Zora-chan berdiri kemudian berjalan keluar dari gang tesebut.

"Tidak ada lagi yang perlu dilihat. Semuanya lakukan lagi aktifitas masing-masing." Kata Zora-chan.

"Kalian dengar dia? Silahkan." Teriak Ryn-Sensei.

Semuanya pun melakukan aktifitas mereka masing-masing. Berdagang, berjalan, dan lain-lain.

"Bagaimana dengan Jorgen?" Tanya sang pelatih pada Zora-chan.

"Bisa kita bicarakan hal ini di tempat yang lebih, sepi?" Tanya Zora-chan.

"Tentu. Masuklah ke truk trailer-ku." Jawab sang pelatih.

"Terima kasih."

[TO BE CONTINUED]

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa dihargai.

Disclaimer milik Jasmine Haifa Khairunissa dan Natasya Aulia Nasri, dan perlu diingat, sy membatasi cerita ini sampai seri originalnya selesai.

And as always,
have a nice time

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
175 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
360,877 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,769 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
322,939 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,353 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
1,982 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
1,757 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,583 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
1,918 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,517 views 0 shares