Wonderful Friends: Elder Brother - Part 4
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,251 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 4

Ini dia Part 4 dari WF: Elder Brother

Enjoy...

==The Story==

Part 4: Kid Tiger

"Tuan MacTavish!" Aku mencoba membujuknya. Aku mengeluarkan benda yang ingin kuperlihatkan padanya.

"Kami mau membicarakan soal benda ini."

"Aku sudah bilang. Aku tidak mau..."

Perkataannya terhenti saat melihat benda yang kupegang. Dia berjalan mendekat dan melihat benda itu lebih dekat.

"Dari mana kau dapat benda ini?" Tanya tuan MacTavish.

"Kami menemukannya saat kami pergi ke ////////// ///// beberapa saat yang lalu." Jawabku.

"Boleh kulihat sebentar?"

"Silahkan."

Aku memberikan batu berwarna biru itu kepada tuan MacTavish. Dia menelitinya dari jarak dekat.
Reaksinya membuatku benar-benar penasaran. Benda apa itu sebenarnya?

"Kalau boleh kutahu, benda apa itu?" Tanyaku.

"Kau tidak tahu?" Tanya tuan MacTavish balik. "Benda ini adalah Versonium."

Baik. Aku benar-benar tidak tahu benda macam apa Versonium itu.

"Benda ini adalah sumber energi yang sangat kuat."

Oh, oke. Itu menjelaskan semuanya.

"Jika benda ini digunakan dengan benar, maka akan memberi manfaat besar bagi seluruh umat manusia." Lanjut tuan MacTavish.

"Jadi, anda tahu cara menggunakannya?" Tanya Nata.

"Aku punya alat yang bisa menghasilkan energi dengan benda ini, tapi aku harus pergi ke apartemenku dulu." Kata tuan MacTavish. "Aku punya prototype benda yang dapat mengubah benda ini menjadi energi disana."

"Jadi, kita tunggu apa lagi?" Tanyaku.

Tuan MacTavish menyiapkan barang-barangnya dan mengenakan jaketnya.

"Project! Jaga kantorku sampai pemberitahuan lebih lanjut." Kata tuan MacTavish.

"Siap!" Respon Project.

"Sampai nanti, Project."

Aku membukakan pintu depan. Disana, aku melihat sekelompok orang tak dikenal mengelilingi pintu masuk. Mereka tidak punya maksud baik, aku punya perasaan seperti itu.

"Tuan Felix MacTavish. Bagaimana kabar anda?" Tanya salah seorang dari mereka.

"Apa mau kalian?" Tanya tuan MacTavish.

"Aku mendapat sedikit informasi kalau teman-teman pemudamu ini punya sesuatu untuk diberikan." Jawab orang itu.

Mendengar itu, aku menyimpan Versonium itu di saku belakangku.

"Tunjukkan barang itu pada kami." Kata orang itu.

"Bahkan jika kami punya, mau kau apakan benda itu?" Tanyaku.

Tiba-tiba, dua orang menahan lengan kanan dan kiriku.

"Hiko-kun!" Teriak Nata.

"Hal yang akan kami lakukan padamu sekarang." Jawab orang itu. "Tapi jauh lebih luas dan menyeluruh."

Orang yang menahan lengan kiriku mengeluarkan sebuah buzzsaw. Ketiga mata gergaji bulat buzzsaw tersebut didekatkan kepadaku. Di satu saat, benda itu mati. Orang itu memukul-mukulnya, hingga akhirnya menyala lagi. Aku mengambl kesempatan ini untuk membelokkan tangan orang itu, dan buzzsaw itu pun memotong tenggorokkan orang yang menahan lengan kananku.

Orang itupun mati dengan mata gergaji buzzsaw itu masih berada di lehernya. Aku mengambil buzzsaw itu, kemudian menggunakannya untuk memotong bagian kiri leher orang yang satunya lagi.

Orang yang sepertinya pemimpin mereka itu mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya ke arahku. Sebelum dia melakukan hal buruk, tiba-tiba semacam dahan pohon melempar senjata itu dari tangan orang itu ke arahku. Aku pun mengambilnya dan menembak tiga orang terakhir dengan masing-masing satu tembakkan secepat kilat.

Yeah...

"Terima kasih, Nata."

"Bukan masalah."

Mereka semua pun mati. Aku bisa melihatnya.

Tiba-tiba, aku mendapat telepon. Ternyata itu dari Mizu. Aku mengangkatnya.

"Halo, Mizu."

"Hei, kau! Apa kau sedang dalam kesulitan sekarang?" Tanya Mizu.

"Tidak juga." Jawabku. "Sebenarnya, kesulitan itu hilang dan lewat sudah."

"Kau tidak membunuh seorangpun, kan?" Tanya Mizu.

"Tunggu! Bagaimana kau tahu?" Tanyaku balik.

"Jawab dulu pertanyaanku."

"Ya. Aku membunuh lima orang yang mencoba menyerangku dan seorang warga sipil." Jawabku. "Sekarang bisa kau jawab pertanyaanku?"

"Telepon dan mesan tertinggal milik musuh selalu bisa diandalkan." Jawab Mizu. "Sepertinya aku terlambat memberitahumu."

"Tidak apa-apa, Mizu. Bahaya sudah lewat."

Aku melihat mayat-mayat itu. Aku pun teringat.

"Hei! Mizu! Bisa kau bantu aku?" Tanyaku. "Tolong datang ke Hotel (tempat tinggal tuan MacTavish) malam ini?"

"Ada masalah apa?" Tanya Mizu balik.

"Aku butuh orang berbakat dan bersenjata untuk mengantar seseorang." Jawabku.

"Baik! Malam ini di (tempat)!" Kata Mizu.

"Terima kasih." Ucapku.

Telepon pun ditutup.

>>>Mizu-kun<<<

Aku menghentikan percakapan dengan Hiko. Kemudian aku melihat ke arah Ishida, teman baruku yang memimpin penyerangan ke panti asuhan yang sedang terikat tak berdaya di kursi.

"Kurasa mereka cukup ceroboh." Kataku sambil melihat smartphone-ku. "Tidak tahu siapa yang dapat melacak panggilan mereka."

Aku teringat adikku. Mungkin dia dalam masalah sekarang.

"Hei! Haze!" Panggilku. "Bawa dia ke tempat yang kau bilang tersembunyi itu. Pastikan kau bawa dia hidup-hidup."

"Apa aku kelihatan seperti seseorang yang bekerja dalam bidang itu?" Tanya Haze.

Aku melihat penampilannya dari atas sampai bawah.

"Begini, Haze. Kita membutuhkan dia dan apa yang dia tahu. Jadi pastikan dia akan mengatakan apa yang mau kudengar."

Haze berkeluh kesah. "Baik, akan kulakukan."

"Bagus."

Aku langsung memukul wajah Ishida hingga dia pingsan.

"Itu pukulan terkerasku dalam satu tahun ini." Ucapku.

Aku pun beranjak pergi dari sana.

[FAST FORWARD]

~~~ Hika-Chan ~~~

Aku kebagian jalan-jalan bersama Zora-chan, Ri-chan, Ryn-Sensei, Ha-kun, Hyo-kun dan adik Mizu-kun, Zu-chan. Mungkin kelompokku yang orangnya paling banyak disini.

Saat sedang melihat-lihat bunga di salah satu tukang jualan, sesuatu menyenttuh leher belakangku. Sesuatu yang sangat dingin. Saat kulihat...

"Ri-chan!" Ternyata dia memasukkan es ke dalam kerah bajuku.

"Bukan aku. Hyo-kun!" Tuduhnya.

"Apa-ap..." Hyo-kun speechless.

Mana mungkin aku percaya pada Ri-Chan. Aku tahu seperti apa dia itu.

Aku melupakan itu. Aku mencoba mengobrol dengan Zu-chan.

"Hei, Zu-chan." Aku menyapanya. "Bunga apa yang kau suka?"

Zu-chan melihat-lihat sekeliling toko bunga itu. Dia menggaruk-garuk kepalanya.

"Ngg...aku...." Zu-chan ragu-ragu menjawab.

Tiba-tiba, dari belakang, tangan seseorang memegang tangan Zu-chan. Ternyata itu Ryn-Sensei.

"Mmm... anu..." Zu-chan agak speechless.

"Kelihatannya tidak sama." Kata Ryn-Sensei.

"Maksud Sensei?" Tanya Zora-chan.

"Kau pernah memegang tangan Mizu, kan?" Tanya Ryn-sensei kepadaku.

"Eh, iya. Aku ingat." Jawabku.

Saat itu aku mencoba membangunkannya saat jam istirahat berakhir. Saat itu aku mencoba menyingkirkan tangannya yang menjadi bantalnya saat itu. Setelah itu, yang aku ingat aku melihat dia berputar-putar di dalam otakku. Melihat masa laluku dan kehidupanku.
Setelah itu, entah bagaimana dia bisa menembakkan cahaya dari tangannya.

"Kelihatannya kau sedikit berbeda dengan kakakmu." Kata Ryn-Sensei. "Boleh aku tahu lebih banyak soal dirimu?"

"Sebenarnya, aku..." Zu-chan seakan tidak tahu bagaimana harus mengatakan apa yang akan dia katakan. "Aku bisa me..."

Tiba-tiba, perkataan Zu-chan terpotong oleh teriakkan kesakitan seseorang. Ternyata seorang pelatih binatang. Saat aku melihat ke arahnya, aku juga melihat sesuatu berlari ke arah sebuah gang. Aku mencoba melihatnya lebih dekat.

"Apa yang terjadi?" Tanya seorang pejalan kaki.

"Anak harimau yang kulatih. Dia mencakarku." Jawab sang pelatih.

"Dia ada di gang itu!" Kata pejalan kaki yang lain. "Apa kita harus memanggilpolisi?"

"Tunggu!" Sahut Zora-chan. "Aku bisa membantu."

"Kau? Apa kau berpegalaman dalam melatih binatang?" Tanya sang pelatih.

"Kau bisa bilang begitu."

Zora-chan pun masuk ke dalam gang di mana anak harimau itu masuk. Aku berada tepat di belakangnya. Aku bisa melihat harimau kecil itu bersembunyi di balik kantong sampah.

"Keluarlah, teman kecil. Kau aman." Kata Zora-chan mencoba membujuk anak harimau itu. "Hika? Apa kau bisa menggunakan kekuatan penjinak binatangmu?" Tanya Zora.

"Bisa saja. Tapi, kurasa ..." Jawabku.

"Maksudmu?"

"Dia tidak terlihat buas atau berbahaya." Jelasku. "Dia... ketakutan."

Anak harimau itu kelihatannya masih ketakutan.

"Kalau begitu, Hika. Bawakan dia makanan." Kata Zora-chan.

Aku meminta makanan harimau kecil itu dari sang pelatih. Aku mendapatkannya, kemudian memberikannya kepada Zora-chan.

"Kemari, kawan kecil."

Anak harimau itu mulai mendekati Zora-chan. Terus mendekat dan, dia melahap habis makanan yang ditawarkan.

Sementara anak harimau itu menikmati makanannya, aku juga mengelus-elus tubuhnya, supaya dia lebih tenang.
Iih...so cute. (yea' of course)

"Jadi, siapa namamu?" Tanya Zora-chan kepada anak harimau itu.

"Oh, namamu Jorgen?"

Aku sama sekali tidak tahu apa yang dikatakan harimau kecil itu. Hanya Zora-chan yang tahu.

"Jadi, boleh aku tahu apa yang terjadi tadi itu?" Tany Zora-chan lagi.

Yang bisa kudengar setelah itu hanyalah Zora-chan mengeluarkan suara "Hmmm...", "Ehemm..." dari mulutnya.

"Oh, begitu rupanya."

Zora-chan berdiri kemudian berjalan keluar dari gang tesebut.

"Tidak ada lagi yang perlu dilihat. Semuanya lakukan lagi aktifitas masing-masing." Kata Zora-chan.

"Kalian dengar dia? Silahkan." Teriak Ryn-Sensei.

Semuanya pun melakukan aktifitas mereka masing-masing. Berdagang, berjalan, dan lain-lain.

"Bagaimana dengan Jorgen?" Tanya sang pelatih pada Zora-chan.

"Bisa kita bicarakan hal ini di tempat yang lebih, sepi?" Tanya Zora-chan.

"Tentu. Masuklah ke truk trailer-ku." Jawab sang pelatih.

"Terima kasih."

[TO BE CONTINUED]

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa dihargai.

Disclaimer milik Jasmine Haifa Khairunissa dan Natasya Aulia Nasri, dan perlu diingat, sy membatasi cerita ini sampai seri originalnya selesai.

And as always,
have a nice time

Trending Now
Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Setiap orang pasti menginginkan acara pernikahannya menjadi moment romantis yang bisa teringat sampai kapanpun. Salah satu cara yang belakan
232,242 views 68,555 shares
28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Memiliki wajah yang sempurna merupakan impian bagi banyak orang. Namun hal itu kadang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Karena setiap
233,136 views 3,232 shares
10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

Nggak bisa dipungkiri jika teknologi saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah ojek online. Ya, keb
106,974 views 0 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
370 views 0 shares
10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

Selain dalam pikiran, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengenang sesuatu adalah dengan mengabadikannya momen lewat jepretan kamer
241,930 views 19,965 shares
WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

Kamu suka nonton film? Pasti banyak yang bilang suka nih. Pada tau belum sih kalo ternyata film-film sebelum dikasih efek visual malah kelia
242,498 views 7,141 shares
Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Dengan adanya media sosial, hampir setiap orang memamerkan semua momen yang mereka rasakan melalui foto lalu mengunggahnya. Dan terkadang ha
242,579 views 48,219 shares
10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

Arsitek adalah pekerjaan yang mendesain suatu bangunan seperti rumah, gedung atau fasilitas umum lainnya. Dalam pekerjaannya arsitek harus
242,588 views 8,130 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
849,817 views 0 shares
10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

Salah satu ciri khas kendaraan umum di Indonesia adalah tulisan yang ditempel pada tubuh kendaraan. Yang paling sering kita jumpai adalah tu
426 views 0 shares