Here I Am, Mother #Prolog
Loading...
 
posted on WOW Keren
4,304 views
Here I Am, Mother #Prolog

Halohaa ... Ada yang rindu Jasmine bikin cerita? Mengenai WF sih, aku gak tahu (._.).

Ini adalah cerita penghibur bagi pembaca WF. Happy Reading~! ^_^

~ Here I Am, Mother ~
Genre: Slice Of Life, Sad, School Life, Romance.

#Prolog
-- Enkakuchi ( Daerah terpencil ) 22.43 --

Pada malam hari yang dingin, seorang ibu sedang menggendong seorang bayi 8 bulan dengan tatapan kasih sayang yang sangat dalam. Bayi itu tertidur dengan lelap di pelukan sang ibu.
" Apa kau masih sayang pada anak itu? " tanya lelaki separuh baya sambil merebut bayi itu dari pelukan sang ibu.
" Iya, aku masih sayang pada anak ini karena dia adalah anakku jadi jangan rebut anakku! "
Sang ibu merebut kembali anaknya lalu memeluknya kembali dengan hangat.
" Jangan membuatku marah, Aisuru. Biarkan aku membuang anak itu! "
Lelaki separuh baya itu kembali merebut sang bayi lalu pergi keluar rumah. Sang ibu mengejar sang lelaki yang hendak membuang anaknya.
" Koku, jangan kau buang anak itu! Biarkan dia hidup layak manusia biasa "
" Apa aku harus membuat dia layak? Kalau kau mau anak ini hidup, kita adopsi anak lain "
" A-adopsi? Maksudmu? "
" Aku ingin kau mengadopsi anak lain sebagai anak kita dan anak ini akan kubiarkan hidup. Apa kau mau? "
Lelaki separuh baya itu mengulurkan tangannya. Sang ibu terdiam sejenak lalu menerima uluran tangannya.
Lelaki semparuh baya itu tersenyum iblis lalu mengambil keranjang dan memasukkan bayi itu kedalam keranjang. " Kau terlalu gampang tertipu, Aisuru "
Tak disangka. Lelaki separuh baya itu melemparkan bayi itu kedalam sungai.
" Asami, anakku!! Apa yang kau lakukan?! "
Sang Ibu masuk kedalam sungai namun tangan sang lelaki mencengkram tangannya.
" Apa kau mau dia hidup layaknya manusia? Dia akan hidup seperti yang kau inginkan karena dia akan terdampar disebuah wilayah dekat kota "
" Apa kau bisa menjamin dia hidup seperti yang kuinginkan? "
" Mmm .. mungkin sekitar 20%. Sudahlah. Besok kita pergi ke panti asuhan "
Lelaki itu memeluk sang ibu lalu mereka kembali kerumah.

-- No machi no chikaku no ryoiki ( Wilayah dekat kota ) 04.21 --

" Lalala~ Lalala~ " Seorang gadis berumur 11 tahun sedang bersenandung sambil berjalan untuk mencuci pakaian disungai. Dia sangat gembira karena dia akan membantu ibunya sebagai pembantu disebuah rumah besar.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya dia sampai disungai yang ia tuju. Gadis itu meletakkan ember yang ia bawa lalu mencucinya.
" Eaaa! (Tangisan bayi) "
Sang gadis terdiam untuk mendengarkan suara itu. Suara itu semakin terdengar ditelinganya. Sang gadis pun mencari arah suara itu.
" Bayi? " Sang gadis menggendong bayi itu. Dia mencari barang yang bisa menunjukkan siapa nama bayi ini namun tak ada apapun dalam keranjang.
" Bukankah majikan ibu gak punya anak ya? Aku bawa saja " Gadis itu kembali memasukkan bayi itu kedalam keranjang dan membawanya untuk mencuci baju.

-- On'nanoko no ie ( Rumah sang gadis ) 06.42 --

" Hina, darimana kamu dapatkan bayi ini? Kau menculiknya? " tanya keheranan sang Ibu ketika melihat bayi yang dibawa gadis yang bernama Hina.
" Aku tidak menculiknya. Aku mendapakan dia saat aku mencuci baju. Tak ada kertas atau apapun yang menunjukkan nama bayi ini "
" Terus siapa yang mau ngerawat anak ini? Kita? "
Hina menggelengkan kepala. " Bukankah Nyonya Gokana tidak punya anak? Kita berikan saja "
" Kau benar, Hina! Kau pintar sekali anakku "

-- Manshon ( Rumah besar ) 07.28 "

" Ternyata kau sudah datang, Hina dan Ibu Inaku~ " sambut Nyonya Gokana ketika Hina dan ibunya sampai dirumahnya dengan membawa dua koper, 1 tas ransel, dan tentunya, sang bayi.
" Nyonya, bolehkah aku melihat kamar kami? " tanya Ibu Inaku.
" Tentu saja! Ayo ikuti saya " jawab Nyonya Gokana sambil berjalan mengarahkan jalan sedangkan Hina dan ibunya mengikutinya dari belakang.
" Inilah kamar kalian~ Semoga kalian suka " Nyonya Gokana membuka pintu kamar.
" N-nyonya, apa ini benar kamarku dan ibu? " Hina terkagum ketika melihat kamar dia dan ibunya yang besar, terdapat dua tempat tidur, 1 meja belajar, dan 2 lemari.
" Tentu saja. Ibumu sudah baik sekali padaku jadi kalian kuberi kamar ini. Nikmati kamarmu, Hina~ " Nyonya Gokana mencubit Hina. Hina tertawa kecil lalu mengusap-usap pipinya.
" Nyonya, bolehkah aku bicara denganmu sebentar? " Ibu Inaku menggendong bayi itu dengan erat.
" Ahh .. Tentu saja, Bu. Ayo, kita bicarakan di ruangan saya " Nyonya Gokana menarik tangan kanan Ibu Inaku menuju ruangan kerjanya.

-- Sagyo ryoiki ( Ruangan kerja ) "

" Jadi, apa yang Ibu Inaku mau katakan padaku? " tanya Nyonya Gokana sambil menyodorkan secangkir teh.
" Apa Nyonya sudah punya anak? "
Nyonya terdiam bisu. Dia masih belum punya anak karena dia mandul ( penyakit yang tidak bisa hamil ). Dia pun menggelengkan kepala lalu tertunduk.
" A-aku masih belum punya anak dan aku merindukan seorang anak untuk suamiku "
Ibu Inaku sangat bersedih melihat keadaan sang Nyonya. Dia menatap sang bayi yang tertidur pulas.
" Nyonya, aku menemukan seorang bayi yang dibuang oleh kedua orang tuanya "
Nyonya kembali mendirikan kepalanya lalu melihat sang bayi. Nyonya melihatnya dengan penuh kasih sayang seperti seorang ibu yang melihat anaknya sendiri.
" Apa .. Aku boleh mengadopsinya? Mungkin aku bisa merawatnya sampai dia besar sebagai anak angkatku "
" Boleh Nyonya ^^ Jagalah dia, tapi ada satu syarat "
" Apa syaratnya? "
" Ketika dia sudah besar, beri tahu bahwa dia bukanlah anak Nyonya bila tidak bisa dipenuhi, kembalikan anak itu padaku kembali "
Lagi lagi Nyonya Gokana terdiam bisu. Sebenarnya dia tidak bisa memenuhi syarat Ibu Inaku namun karena dia menginginkan bagaimana rasanya mempunyai anak, dia memenuhi syaratnya.
-- Saiyo no basho ( Tempat pengadopsian ) 07.34 --

" Aisuru, kau mau mengadopsi anak yang mana? " tanya sang suami pada sang istri yang masih termenung memikirkan anaknya, Asami Sugata.
Akhirnya sang suami mencolek pundak istrinya. Istrinya pun menoleh pada sang suami dan beliau masih linglung.
" Ahh .. Aku ingin mengadopsi anak ini. Dia cantik dan sepertinya â?¦ baik " kata sang istri dengan pelan.
" Dia bernama Waruna. Dia berumur 6 bulan " kata pemilik tempat adopsi.
" Kau memilih anak yang pantas, Aisuru " Sang suami mengecup pipi sang istri.
Sang istri menatap Waruna. Sang istri akan mencoba mengasuhnya dengan baik namun saat dia besar, tak ada pelukan dan kecupan manis untuknya â?¦ Sang istri akan mencari anak aslinya, Asami Sugata.

~~~ Thank's For Reading and WOW!! ~~~

Bagaimana? Ini masih prolog sih ... Oh ya, Pict diatas adalah Hina! :D

Trending Now
Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Demi cinta, semua orang rela melakukan pengorbanan apapun untuk pasangannya. Mereka cenderung tidak ingin pasangannya sedih bahkan terluka.
62,424 views 5,167 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
6,085 views 0 shares
10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

Setiap orang sudah memiliki pasangan, pasti ingin hubungannya berlanjut ke bahtera pernikahan. Bagi orang Indonesia sendiri, pernikahan buka
11,860 views 0 shares
10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

Kendaraan saat ini sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai kebutuhan sekunder, karena tanpa sebuah kendaraan mobilitas manusia akan susah. Se
13,444 views 0 shares
10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

Bagi kamu yang tinggal di pemukiman padat penduduk pasti nggak asing dengan jalanan yang sempit atau kecil. Biasanya jalanan ini hanya bisa
5,426 views 0 shares
10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

Kereta api adalah salah moda transportasi yang ada di Indonesia. Menurut Undang-Undang, kereta api memiliki jalan sendiri sehingga harus mel
14,551 views 0 shares
10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dengan enak. Tapi sebenarnya yang namanya rasa makanan itu relatif, jadi nggak s
4,825 views 0 shares
10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

Selain kewajiban bagi para laki-laki yang memasuki akil baligh, khitan juga bisa dilakukan dengan alasan kesehatan. Kalau jaman dulu khitan
7,444 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
227,648 views 9,337 shares