Safe Keeper - Part 7
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,656 views
Safe Keeper - Part 7

Jadi, sy kembali dengan Part 7 dari Safe Keeper.
Terima kasih untuk segala jenis dukungannya, itu benar-benar membantu.

Sy akan mencoba membuat setiap part sepanjang mungkin.

And... have a nice time reading...

==The Story==

Howard menarik nafas berat.

Dia pun mengambil pistol itu dan menyimpannya di bagian belakang celananya.

"Baik. Kalau kau bilang begitu."

"Anak pintar." Kata RD. "Have a nice evening."

RD beranjak pergi.

***

Sementara itu, Sania dan Martin memeriksa satu orang siswi. Sebut saja namanya SSI - 000 - 1. Dia dikatakan sebagai tersangka atas satu alasan: Dia memiliki kecemburuan tingkat tinggi terhadap Erika.

"Jadi, SSI - 000 - 1, dimana anda di antara jam 09:50 sampai jam 10:10?" Tanya Martin.

"Aku di kantin sekolah." Jawabnya. "Aku tidak benar-benar melihat jam saat itu."

"Kemana ka pergi setelah dari kantin?" Tanya Martin lagi.

"Aku langsung berjalan ke kelas." Jawabnya.

"Kau mendengar soal kematian Erika ///////?" Tanya Sania.

"Ya." Jawabnya. "Sedih sekali mendengar anak sebaik, apalagi semuda Erika meninggal begitu cepat."

"Baik." Martin mencari pertanyaan lain. "Kapan terakhir kali kau pergi ke atap sekolah?"

"Siang kemarin. Maksudku, jam makan siang kemarin." Jawabnya.

"Sekitar jam 10:00 - 10:15?" Tanya Sania.

"Tentu."

"Sekarang: Apa benar anda punya kecemburuan berat kepada Erika?" Tanya Martin.

SSI - 000 - 1 tidak mengeluarkan sepatah katapun. Hingga akhirnya dia menjawab.

"Ya, kuakui. Dia lebih cantik dariku." Jawabnya. "Banyak laki-laki yang menyukainya dan aku hanya ditelantarkan. Karena, maksudku, semua laki-laki menyukainya."

"Karena dia lebih cantik?" Tanya Sania.

"Dia juga sangat baik. Kuakui itu." Kata SSI - 000 - 1 dengan nada cuek. "Sedangkan aku tidak pernah berjasa apapun. Bagaimanapn juga, aku merasa lebih baik darinya dalam banyak hal."

"Begitu, ya."

Itu semua yang harus mereka tanyakan.

"Kita akhiri sesi tanya jawab ini sekarang. Anda tunggu dulu disini." Kata Martin.

Martin mencoba membuka pintu, namun pintu itu secara tiba-tiba tertutup lagi tanpa ada yang menariknya. Martin mencoba membuka pintu itu lagi, namun tidak bisa.

Tiba-tiba, lampu ruangan itu berkedip-kedip. Papan-papan yang tertempel di tembok ruangan itu pun bergoyang-goyang. Padahal tidak ada angin di ruangan itu.

"Kalian berpikir aku yang membunuh Erika, kan?" Tanya SSI - 000 - 1.

Martin dan Sania menatap satu sama lain kebingungan.

"Ayolah, kami baru dapat satu tersangka. Bagaimana kami dapat menyimpulkan kasus ini?" Tanya Sania.

Semua keanehan dengan papan-papan dan lampu itupun hilang. Martin pun berhasil membuka pintu. SSI - 000 - 1 berdiri dan meregangkan tubuhnya.

"Sampai jumpa, kalian berdua." Ucap SSI - 000 - 1.

"Ya. Sampai jumpa." Balas Martin.

Martin dan Sania berjalan keluar dari kantor.

Mereka berdua berjalan ke sisi lain jendela satu sisi untuk mengawasi SSI - 000 - 1.

"Kau lihat itu?" Tanya Sania.

"Sepertinya dia punya kekuatan telekinesis atau memanggil roh." Kata Martin. "Kita biarkan dia pergi. Kalau kita mau menanyai orang sepertinya lagi, aku akan memilih untuk meminta RD melakukannya."

"Ya, sepertinya aku setuju." Kata Sania.

[FAST FORWARD]

Keesokkan ahrinya...
RD mendapat pesan dari Farrell. Mereka mendapat tersangka baru, yang tidak lain adalah tukang bersih-bersih.

RD bertemu dengan Farrell di koridor kantor polisi.

"Apa yang terjadi?" Tanya RD.

"Jejak kaki yang kita temukan di atap, ukuran sepatunya tidak cocok dengan ukuran semua sepatu yang dimiliki Erika. Tepatnya lebih kecil dari ukuran kaki Erika." Jawab Farrell.

"Aku sudah sadari itu sejak aku melihat kembali kaki Erika, Ril." Kata RD. "Pertanyaannya: bagaimana kau mendapatkan tukang bersih-bersih sebagai tersangka?"

"Ukuran sepatunya cocok sekali dengan jejak kaki yang kita temukan. Pola sol sepatunya juga sama." Jawab Farrell.

"Baik, kita tanya dia."

Mereka memasuki sebuh ruangan. Ruangan itu adalah ruangan untuk mengawasi bagian dalam ruang interogasi melalui kaca satu sisi. Disana sudah menunggu Sania dan Martin sambil mengawasi orang yang sedang duduk di ruang interogasi.

"Itu tersangka kita?" Tanya RD.

"Ya." Jawab Sania.

"Dia sudah menunggumu sejak setengah jam yang lalu." Kata Martin. "Orang ini tidak bisa diajak istirahat."

RD langsung berjalan ke dalam ruang interogasi.

Tersangka adalah R//// M//////.
Perempuan.
28 tahun.
Bekerja di sekolah itu sebagai tukang bersih-bersih selama 3 tahun.
Belum menikah.

"Selamat siang, nona." Ucap RD.

"Selamat siang." Jawab RM. "Bisakah kita buat ini cepat? Aku punya kerjaan di sekolah."

"Aku akan buat ini selesai secepatnya." Jawab RD. "Kalau kau mau seperti itu, langsung jawab pertanyaanku ketika aku menjawabnya. Oke?"

RM mengangguk setuju.

"Apa benar kau berjalan di atap sebelum kejadian?" Tanya RD.

"Ya." Jawab RM.

"Apa yang kau lakukan disana?" Tanya RD.

"Ayolah. Bahkan orang yang bekerja keras sepertiku butuh istirahat." Jawab RM. "Kau tahu? Menikmati angin dan udara segar."

"Jadi kau mengakui kalau kau mengotori atap dengan sepatumu?" Tanya RD lagi.

"Begitulah."

"Kenapa kau tidak membersihkan kembali atap yang lantainya kau kotori?" Tanya RD.

"Aku bermaksud melakukannya." Jawab RM. "Hanya saja seorang siswi menghentikanku dan meminta waktunya sendirian di atap. Aku melayaninya, maka aku kembali ke ruang staff untuk mengambil krim pembersih lantai."

RD menatap RM secara seksama. Tatapan RM mengarah kesana-kemari, seakan-akan menyembunyikan sesuatu. Entah kenapa, RD belum mau meminta klarifikasi. Ada sesuatu yang berbeda disini, dia tahu itu.

Jadi, RD pun melanjutkan ke pertanyaan lain.

"Apa siswi itu mengatakan hal lain kepada anda sebelum kejadian?" Tanya RD.

"Tidak." Jawab RM.

"Apa dia bersama orang lain?"

"Tidak."

"Apa anda menerima sesuatu, barang dari siswi itu?"

"Tidak."

Sepertinya RD cukup dengan pertanyaan-pertanyaannya.

"Baik. Terima kasih untuk kerja samanya." Ucap RD.

RD dan RM berjabat tangan.

"Sama-sama, tuan." Ucap RM.

RD dan RM berjalan keluar bersamaan dari ruang interogasi. RM beranjak pergi sedangkan RD berkumpul dengan teman-temannya.

"Kau tahu dia berbohong, kan?" Tanya Martin.

"Aku tahu, Tin." Jawab RD. "Hanya saja, sepertinya bukan beginilah cara kita harusnya mencari jawaban."

"Apa maksudmu?" Tanya Farrell.

"Aku akan langsung praktekan nanti. Tenang saja." Jawab RD. "Kalian sudah menanyai rekan-rekan Erika?"

"Jawabannya sama seperti yang dikatakan Mitha. Dia sama seperti dia biasanya setiap hari." Jawab Sania. "Tapi, satu hal."

Semuanya menatap ke arah Sania.

"Hari ini dia jajan spagheti dan segelas jus alpukat sebelum kejadian." Lanjut Sania. "Dia menghabiskan makanannya dengan cepat dan langsung pergi."

"Dan...?"

"Jumlah nominal kedua menu tersebut sebesar Rp 6000." Lanjut Sania.

"Dan dia menyisakan Rp 4500 di sakunya." Lanjut Martin.

"Sementara bekalnya setiap hai adalah Rp 15000." Lanjut Farrell.

"Yep."

RD memikirkan soal itu. Berarti ada tiga kemungkinan:
1. Seseorang mengambil uangnya sebelum kejadian.
2. Uangnya terlempar entah kemana saat kejadian.
3. Seseorang mengambil uang dari saku Erika setelah kejadian.
+ Kemungkinan tambahan, yaitu gabungan dari 2 dan 3.

Secara detilnya, RD belum bisa berpikir begitu jauh. Juga, Amira mengatakan kalau tidak ada orang lain yang mendekati tubuh Erika setelah kejadian. Kecuali kalau orang itu tidak terlihat(frickin' funny, man).

Ya... liat aja nanti.

Tiba-tiba, RD mendapat SMS. Pesan itu dari Aiden, petugas forensik. Dia mengajak RD untuk menemuinya di ruang otopsi.

"Farrell dan Sania. Kalian pergi mengunjung Aiden." Suruh RD.

"Oke." Kata Sania.

"Tin, ayo! Coba kamu lihat-lihat di TKP." Kata RD.

"Oh, ayo." Kata Martin.

[FAST FORWARD]

Farrell dan Sania sampai di ruang otopsi. Di dalam mereka bertemu dengan Aiden.

"Oh, hei. Kalian pasti suruhan RD." Kata Aiden sambil berjalan ke arah mereka. "Perkenalkan. Aku Aiden."

Aiden menjulurkan tangannya yang memakai sarung tangan yang kelihatan berdarah dan bernanah. Farrell dan Sania pun ragu untuk menjabat tangannya.

"Hehe... aku hanya bercanda." Kata Aiden sambil menarik kembali tangannya. "Aku pasti sudah gila meminta kalian menjabat tanganku yang penuh dengan nanah."

Sania hanya tertawa kecil mendengar itu.
Kemudian Aiden mengambil sesuatu dari meja kerjanya. Sebungkus French Fries, di ruang otopsi.

"Ada yang mau?" Tanya Aiden.

Farrell hanya menarik nafas dalam-dalam. 'Dari mana mereka dapat orang ini?' Tanya Farrell dalam hati.

Sedangkan Sania, dia bersiap untuk muntah.

"Tidak ada yang mau? Ya sudah."

Aiden terdengar benar-benar serius soal menawarkan French Fries tersebut. Manalagi, Aiden memakan salah satu French Fries itu dengan sarung tangannya. Itu benar-benar membuat Sania ingin muntah, tapi dia sanggup menahannya.

"Baik, langsung ke tujuan kalian di sini." Kata Aiden sambil menunjukkan mayat Erika. "Keluarga sudah meminta mayat Erika dikembalikan tiga jam yang lalu." Kata Aiden. "Jadi aku tidak bisa menunjukkannya secara langsung."

Aiden menunjukkan beberapa buah foto hasil otopsi.

"Wow, kurasa dia terlalu muda untuk mati." Ucap Sania.

"Tidak ada kata terlalu cepat atau lama untuk mati, nona. Orang mati karena memang itu yang mestinya terjadi di saat itu juga." Kata Aiden. "Jadi, saya sadar kalau di tubuh korban, ada semacam implant yang menjadi, semacam... penyangga hidupnya."

"Penyangga hidup?" Sania kebingungan. "Aku tidak salah dengar?"

[TO BE CONTINUED]

Inilah Part 7 Safe Keeper.
Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka dan kalian ingin lebih banyak. Komentar selalu bisa dihargai.

And as always,
have a nice time

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
388 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,261 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,882 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,207 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,459 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,125 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,139 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,744 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,030 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,575 views 0 shares