Safe Keeper - Part 8
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,948 views
Safe Keeper - Part 8

Bersiaplah, pembaca PULSK-ers, part ini sangat kompleks dan rumit.

Btw, terima kasih atas support-nya. Itu benar-benar membantu.

Kalau kalian ingin lebih banyak, ubah saja tombol WOW yang ada di atas artikel ini jadi oranye.

And... enjoy...

==The Story==

"Penyangga hidup?" Sania kebingungan. "Aku tidak salah dengar?"

"Aku tidak benar-benar bermaksud begitu. Maksudku, bila benda ini mati, maka kemungkinan besar metabolisme tubuhnya akan terhenti, dan tubuhnya akan kehilangan energi listrik." Jelas Aiden.

"Apa yang benda ini lakukan?" Tanya Farrell.

"Hampir semuanya." Jawab Aiden sambil mengambil sesuatu di sebuah laci. Sejenis chip. "Membuat jantung terus berdetag, mengalirkan darah, dan membiarkan terjadinya reaksi kimia dalam tubuh."

"Jadi, benda ini. Maksudku, kematian benda ini yang menyebabkan kematian Erika?" Tanya Farrell.

"Bisa jadi." Jawab Aiden. "Sayang sekali, kan. Kematian orang semuda Erika bisa diatur dengan satu pencetan remote."

Mereka semua terdiam.

"Tunggu! Kau bilang pencetan remote?" Tanya Sania.

"Ya. Itulah yang kukatakan." Jawab Aiden.

"Maksudmu, benda ini bisa diatur dari jarak jauh?"

"Ya."

"Jadi kau mengatakan kalau Erika kehilangan nyawanya bukan karena jauh dari atap sekolah, tapi karena seseorang memencet tombol agar dia mati?" Tanya Farrell.

"Aku tidak bilang begitu." Jawab Aiden. "Aku hanya bilang kalau itu bisa terjadi."

Farrell dan Sania mengangguk mengerti.

"Tapi aku menemukan satu hal yang baru." Kata Aiden.

Dia mengambil sebuah remote, kemudian dia memutar sebuah video di TV yang tergantung di dinding ruangan itu.

Rekaman itu menunjukkan proses otopsi. Aiden mempercepat rekaman itu ke menit 20. Disana ditampilkan saat chip tersebut dikeluarkan dari tubuh Erika. Di menit 20:11, Aiden mem-pause video-nya.

"Kalian lihat itu?" Tanya Aiden.

"Itu apa?" Tanya Sania balik.

"Sebentar."

Aiden memutar balik videonya 5 detik. Dia memainkannya lagi, kemudian mem-pause-nya sekitar 2 frame lebih cepat.

"Lihat cahaya biru di chip itu?" Tanya Aiden.

Farrell dan Sania melihat lebih dekat. Ada sedikit cahaya kecil berwarna biru di atas chip tersebut.

"Dari mana cahaya itu berasal?" Tanya Sania.

"Dari sini." Jawab Aiden sambil menunjuk satu titik di atas chip itu. Terlihat seperti bekas bola lampu yang tertempel disana dan pecah.

"Apa yang membuatnya pecah?" Tanya Farrell.

"Mungkin aku kurang hati-hati mengeluarkan benda itu. Lampu ini pecah oleh gesekkan pinsetku." Jawab Aiden. "Aku menemukan sedikit bekas bola lampu birunya di tempat aku mengambil chip tersebut."

"Jadi, apa maksud cahaya biru itu?" Tanya Farrell.

Aiden menaruh remote itu di meja kerjanya, kemudian duduk di sebuah kursi sambil berpikir.

"Cahaya itu menandakan kalau fungsi "self-neutralize" sedang aktif." Jawab Aiden.

"Self-neutralize?" Farrell kebingungan.

"Apa kedengarannya seperti yang kupikirkan?" Tanya Sania.

"Kalau yang kau pikirkan adalah fungsi untuk membunuh diri sendiri, kau benar." Jawab Aiden.

Farrell dan Sania terdiam mendengarnya.

"Apa benda ini benar-benar bisa bekerja?" Tanya Farrell.

"Terbukti." Jawab Aiden. "Hanya saja mereka sudah menghapus dan mengilegalkan fungsi ini sejak setahun yang lalu."

"Tapi, bagaimana mungkin masih ada?" Tanya Sania.

"Itu masih jadi misteri." Jawab Aiden. "Lagipula, cara mereka menghapus fungsi itu hanyalah dengan menghilangkan activator fungsi itu dari remotenya."

Farrell dan Sania merasa bingung campur terkejut. Mereka tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.

"Jadi, kau bilang seseorang mengaktifkan self-neutralize untuk Erika sehingga dia loncat dari atap?" Tanya Sania.

"Ya, memang begitulah kelihatannya." Jawab Aiden.

Farrell dan Sania pun mengerti. Kemungkinan besar fungsi self-neutralize pada chip itulah yang membuat Erika loncat dari atap sekolah.

"Mau tahu fakta yang lebih greget?" Tanya Aiden.

Farrell dan Sania menatap ke arah Aiden.

"Benda ini... chip ini baru pertama dibuat 15 bulan yang lalu."

***

Sementara Farrell dan Sania mengobrol dengan Aiden, RD mengajak Martin melihat-lihat tempat kejadian ditemani oleh satpam sekolah.

"Dari mana Erika loncat?" Tanya Martin.

"Dari sini." Jawab RD menunjuk satu titik di sisi bangunan yang sempit di balik pagar setinggi 1 meter tersebut.

"Kau yakin?"

"Bisa dibilang begitu." Jawab RD. "Menurut petunjuk yang kutemukan."

"Kau sudah coba berdiri di sisi di balik pagar ini?" Tanya Martin.

"Tidak terpikir sama sekali." Jawab RD.

Martin pun melompat melewati pagar kemudian mendaratkan kakinya di lantai bagian bawah pagar. Saat dia melangkahkan satu kakinya lebih ke depab, tiba-tiba...

BRUKK!!

Sisi bangunan yang dipijaknya runtuh. Martin yang hampir terjatuh langsung kembali ke zona aman dibantu RD dan satpam sekolah.

"Aku lupa mengatakan pada kalian. Sisi bangunan bagian ini memang mudah runtuh." Kata satpam sekolah.

"Oh, begitu."

"Seminggu yang lalu ada seekor kucing yang loncat ke bagian lain dari sisi depan pagar, kemudian kucing itu jatuh karena bagian sisi bangunan yang runtuh. Untung rekanku bisa menangkap kucing itu." Jelas satpam sekolah.

RD melihat lebih ke kanan. Memang ada bagian sisi bangunan yang kelihatannya runtuh.

"Apa yang terjadi?" Tanya Martin.

"Aku tidak begitu mengerti, tapi begitulah kenyataannya." Jawab satpam sekolah.

RD menepuk pundak Martin.

"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya RD.

Mereka berdua pun berjalan lebih tengah ke atap sekolah.

"Kau memikirkan apa yang kupikirkan?" Tanya RD.

"Perawatan gedung ini tidak begitu baik." Kata Martin.

"Ya, itu salah satunya." Kata RD. "Juga, apakah kau sadar? Seekor kucing saja bisa jatuh, apalagi manusia."

"Aku tahu. Aku hanya memijakkan kakiku sedikit ke bagian itu." Kata Martin. "Aku mencoba melangkahkan kakiku yang satunya lagi ke depan, dan kemudian kaki satunya lagi membuat sisi bangunan runtuh."

"Mungkin dia tidak benar-benar lompat dari sisi bangunan." Kata RD. "Mungkin kakinya ada di bagian lantai di bawah pagar. Kau mengerti maksudku, kan?"

"Ya." Jawab Martin. "Tapi bagaimana dia bisa lompat sampai sejauh 10 meter. Semua orang harus menunduk paling tidak beberapa derajat ke belakang untuk melakukan lompatan itu, bahkan dari titik setinggi ini."

"Apa yang kau coba katakan?" Tanya RD.

"Pagar itu menghalangi siapapun yang memijakkan kakinya di bawahnya untuk menunduk bahkan 10 derajat sekalipun." Jawab Martin.

RD meneliti pagar itu sekali lagi. Pagar itu terbuat dari besi, terlihat seperti pagar pada umumnya, dengan banyak besi disimpan secara vertical dan satu besi yang dipasang horizontal dan memanjang. Di antara besi yang dipasang horizontal dengan lantai di bawahnya terdapat semacam pembatas yang sepertinya untuk menjaga agar tidak ada orang bodoh yang mencoba melewati pagar lewat bawah pagar. Tapi sayang sekali, seseorang masih bisa melewatinya dari atas pagar.

Pembatas yang ada di antara kedua titik itu punya sedikit celah di bawahnya. Celah itu bisa membiarkan seseorang yang berada di luar pagar untuk berdiri di bawahnya, namun hanya cukup untuk kaki bagian belakang saja, tidak lebih. Dengan itu, siapapun yang mencoba untuk menunduk atau membuat posisi jongkok, maka pinggulnya akan terhalangi oleh pembatas tersebut, atau kemungkinan besar terpeleset dan jatuh dengan meninggalkan bagian sisi gedung yang runtuh.

Dengan pagar seperti ini, tidak akan ada yang bisa menunduk dan membuat lompatan sejauh itu.

"Jadi, kesimpulannya?" Tanya Martin.

"Dia mungkin meloncat dari atas pagar." Jawab RD.

"Dengan pagar seperti ini siapapun mungkin akan terpeleset sebelum bisa membuat lompatan." Kata Martin.

"Kecuali, kalau Erika terpeleset kedepan, kemudian dia memberikan tekanan dengan kakinya, dengan menendang ke pembatas tersebut."

Martin garuk-garuk kepala.

"Tapi apa mungkin?" Tanya Martin.

"Aku tidak yakin." Jawab RD. "Tapi Amira bilang dia tidak mendengar suara aneh lain di saat kejadian."

"Kalau Erika membuat tendangan seperti itu untuk lompatan sejauh 10 meter, pasti suara itu akan terdengar seperti tembakkan pistol dari bawah, dan benar-benar terdengar." Kata Martin.

"Aku tahu." Kata RD.

Mereka berdua berpikir sejenak.

"Apa seseorang melempar Erika dari atas?" Tanya Martin.

RD diam sejenak, "Butuh kekuatan yang sangat, sangat besar untuk melempar seorang gadis sejauh itu. Bahkan dari titik setinggi ini." Kata RD.

Mereka berdua diam dan berpikir.

"Mmm... kalau boleh kubantu..." Kata satpam sekolah.

"Silahkan." Kata RD.

"Kurasa aku tahu siapa yang bisa melakukan, apa yang kau katakan." kata satpam.

"Ya, siapa?"

[TO BE CONTINUED]

Inilah akhir part-nya.
Mungkin terlalu gaje bagi seseorang, itu hanya bagaimana saya menggambarkan sesuatu.

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa dihargai.

And as always,
have a nice day

Trending Now
Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Setiap orang pasti menginginkan acara pernikahannya menjadi moment romantis yang bisa teringat sampai kapanpun. Salah satu cara yang belakan
232,243 views 68,555 shares
28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Memiliki wajah yang sempurna merupakan impian bagi banyak orang. Namun hal itu kadang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Karena setiap
233,136 views 3,232 shares
10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

Nggak bisa dipungkiri jika teknologi saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah ojek online. Ya, keb
106,981 views 0 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
377 views 0 shares
10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

Selain dalam pikiran, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengenang sesuatu adalah dengan mengabadikannya momen lewat jepretan kamer
241,932 views 19,965 shares
WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

Kamu suka nonton film? Pasti banyak yang bilang suka nih. Pada tau belum sih kalo ternyata film-film sebelum dikasih efek visual malah kelia
242,502 views 7,141 shares
Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Dengan adanya media sosial, hampir setiap orang memamerkan semua momen yang mereka rasakan melalui foto lalu mengunggahnya. Dan terkadang ha
242,580 views 48,219 shares
10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

Arsitek adalah pekerjaan yang mendesain suatu bangunan seperti rumah, gedung atau fasilitas umum lainnya. Dalam pekerjaannya arsitek harus
242,588 views 8,130 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
849,826 views 0 shares
10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

Salah satu ciri khas kendaraan umum di Indonesia adalah tulisan yang ditempel pada tubuh kendaraan. Yang paling sering kita jumpai adalah tu
433 views 0 shares