Safe Keeper - Part 9
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,998 views
Safe Keeper - Part 9

==The Story==

RD diam sejenak, "Butuh kekuatan yang sangat, sangat besar untuk melempar seorang gadis sejauh itu. Bahkan dari titik setinggi ini." Kata RD.

Mereka berdua diam dan berpikir.

"Mmm...

kalau boleh kubantu..." Kata satpam sekolah.

"Silahkan." Kata RD.

"Kurasa aku tahu siapa yang bisa melakukan, apa yang kau katakan." kata satpam.

"Ya, siapa?"

[FAST FORWARD]

RD memanggil kembali SSI - 000 - 1. Satpam itu bilang kalau dia memiliki semacam kekuatan telekinesis yang cukup kuat untuk mengangkat barang-barang dan melemparnya.

"Kau sudah pernah mengurus anak ini, kan?" Tanya RD. "Kau saja yang maju."

"Kurasa tidak, RD." Kata Martin. "Aku sudah mengatasi orang aneh itu sekali dan sekarang giliranmu melakukannya."

"Jangan panggil dia begitu. Setiap orang itu aneh." Kata RD. "Kau mengatakan kalau dia bukan orang? Begitu?"

"Aku tahu apa yang kukatakan, kalau soal faktanya, aku tidak yakin." Jawab Martin.

"Aku akan minta klarifikasi secepatnya." Kata RD sambil berjalana ke ruang interrogasi. "Ayo, Rel!"

RD dan Farrell masuk ke dalam ruang interrogasi yang ada SSI - 000 - 1 di dalamnya.

"Dimana dua polisi yang menginterrogasiku sebelumnya?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Kurasa kau sukses membuat mereka takut." Jawab RD.

"Ya, biasa. Manusia kebanyakkan." Kata SSI - 000 - 1.

Aku melihat suatu kertas dokumen mengenai semua kejadian dia menggunakan telekinesisnya. Jadi, SSI - 000 - 1 sudah menggunakan kekuatan itu sejak kelas 2 SMP. Dia bisa mengangkat benda seberat setengah ton dan melemparnya sejauh 10 meter. Menarik.

"Jadi, kau bisa telekinesis?" Tanya RD.

"Ya. Kau bisa bilang begitu." Jawab SSI - 000 - 1.

"Bisa katakan, telekinesis macam apa yang kita bicarakan ini?" Tanya RD.

Dalam seketika, barang-barang yang ada di dalam ruangan, meja, kursi yang tidak diduduki SSI - 000 - 1 dan cangkir teh yang ada di atas meja terangkat sejauh 1 meter dari permukaan lantai. Di saat yang sama, barang-barang yang ditempel di dinding seperti papan tulis bergoyang goyang dan lampu berkedip-kedip.

Tak lama kemudian, semua hal-hal aneh itu berhenti.

"Kau sudah lihat, kan?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Menarik." RD bilang. "Sejak kapan kau mampu melakukan ini?"

"Sejak aku 14 tahun." Jawabnya.

"Apa kau juga bisa mengangkat manusia dengan kelebihanmu?" Tanya RD.

"Aku bisa." Jawabnya. "Tapi, tidak. Aku tidak akan melakukannya."

"Kenapa?" Tanya Farrell.

"Itu terlalu..." SSI - 000 - 1 terdiam sejenak. "Aku tidak tahu. Aku hanya merasa... aku tidak akan melakukannya."

"Baik."

SSI - 000 - 1 tidak bisa menjelaskan sebab, terlihat perasaan malu dan bersalah dari wajahnya. Kemudian dia menghadap kembali ke arah RD dan Farrell dengan senyum lebar.

"Jadi, masih ada lagi yang perlu ditanyakan?" Tanya SSI - 000 - 1. "Mungkin soal kasus Erika."

"Oh, soal itu." RD melanjutkan. "Aku tidak suka menanyakan ini, nona, tapi ini harus ditanakan."

"Aku mengerti. Silahkan saja." Kata SSI - 000 - 1.

"Apa kau berada di atas atap, atau di lantai teratas gedung sekolah bagian timur di saat kejadian?" Tanya RD.

"Tentu tidak." Jawabnya. "Aku sedang makan bersama teman-temanku di kantin."

"Kemana anda pergi setelah dari kantin?" Tanya Farrell.

"Ke kelas. Kelas yang sama dengan Erika." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa anda tahu sesuatu yang mungkin menyebabkan Erika melakukan ini?" Tanya RD.

"Ya, aku sepertinya terlalu keras padanya sehari sebelumnya." Jawabnya. "Tapi aku mengatakan apa yang kukatakan padanya dengan kesadaran penuh, jadi aku yakin aku tidak mengatakan sesuatu yang membuatnya melakukan hal bodoh seperti lompat dari atap sekolah."

"Memangnya apa yang kau katakan?"

SSI - 000 - 1 mengatakan apa yang dia akui dia katakan kepada Erika sehari sebelum kejadian. Yang dikatakan tidak punya kemungkinan akan membuat seseorang yang dikatai seperti itu bunuh diri, dan hanya anak cengeng dan manja yang akan sakit hati karena dikatai seperti itu.

Kesimpulannya, SSI - 000 - 1 hanya mengatakan pengakuannya kepada Erika kalau SSI - 000 - 1 adalah nomor 1 dan Erika adalah nomor 3.

"Apa maksudnya?" Tanya Farrell.

"Aku sudah mengatakan itu kepada dua polisi yang menanyaiku sebelumnya." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa kau berkata jujur?" Tanya RD.

"Kalau kau bertanya soal yang kukatakan pada Erika, itu jelas." Jawab SSI - 000 - 1. "Kalau kau bertanya soal apa yang kukatakan padamu soal yang kukatakan pada Erika, begitulah kenyataannya."

RD sedikit tertawa mendengarnya.

"Kurasa sudah cukup. Kami akan keluar dari sini." Kata RD.

"Silahkan."

RD dan Farrell keluar dari ruang interrogasi dan masuk ke ruang di balik kaca satu sisi. Disana Martin dan Sania menunggu.

"Bagaimana menurut kalian?" Tanya RD.

"Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya, tapi kurasa tidak ada hubungannya dengan Erika." Jawab Martin.

"Aku punya hal lain." Kata Sania. "Kau mau tahu?"

"Kenapa tidak?" Tanya RD balik.

"SSI - 000 - 1 mendapat kekuatan telekinesis bukan dari bakat alami. Tapi melalui covenant." Kata Sania.

"Covenant?" Tanya Farrell kebingungan.

"Perjanjian." Kata Sania. "Tepatnya, White Right Covenant."

"Aku pernah dengar namanya, tapi tidak tahu benar maksudnya." Kata Farrell.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant secara langsung akan mendapat kemampuan khusus, seperti mengangkat benda seperti tadi misalnya, tapi tergantung." Jelas Sania. "Sepertinya tidak semua orang sama."

"Ada hal lain yang akan membuatku tertarik?" Tanya RD.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant akan kehilangan kekuatannya bila melakukan aksi yang menimbulkan pertumpahan darah secara sengaja dan tidak dalam keadaan terdesak." Jelas Sania.

"Maksudnya SSI - 000 - 1 mestinya kehilangan kekuatannya bila dia benar-benar melempar Erika dari atap kecuali kalau SSI - 000 - 1 dalam keadaan terdesak seperti usaha membela diri." Lanjut RD.

"Ya, jelas begitu maksudnya." Kata Martin.

"Jadi, dia keluar dari list tersangka?" Tanya Sania.

"Sepertinya begitu."

[FAST FORWARD]

Di ruang briefing kedua 2nd Senostar...

"Jadi, sekarang tersangka kita hanya satu, yaitu RM." Kata Martin.

"Memang begitu kan?" Tanya RD. "Lagipula, kita hanya dapat dua tersangka dalam kasus ini. Aku juga tidak tahu kalau kita payah atau memang beginilah kasusnya."

"Kita sudah melakukan semua yang kita harus lakukan dalam penyelidikan, tapi inilah yang kita dapat." Kata Sania.

Mereka berempat terdiam.

"Jadi, bagaimana dengan sesuatu yang RM sembunyikan itu?" Tanya Martin.

"Aku tahu." Jawab RD. "Tapi kita butuh sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengelak. Lebih banyak bukti."

"Seperti chip itu?" Tanya Sania.

"Seseorang yang menaruh chip itu bisa siapa saja, Sania." Kata RD.

"Oh iya. Aku juga menemukan satu hal."

Sania mengambil sebuah lembaran kertas.

"Chip itu hanya bisa dipasang sebelum orang yang dipasangi belum berumur 12 tahun dan chip ini baru ditemukan 15 bulan yang lalu." Kata Snia.

"Aku tahu." Kata Farrell. "Aneh, kan?"

"Jadi kalian berpikir chip ini sudah lebih lama dari yang kita kira atau entah bagaimana Erika masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu?" Tanya RD.

"Apa maksudmu?" Tanya Sania balik.

"Seperti yang kau katakan." Jawab RD.

"Bukan, maksudmu pernyataanmu yang kedua itu." Kata Sania.

"Aku mengatakan itu dengan artian harfiah, Sania." Kata RD.

"Kau berpikir entah bagaimana dia masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu atau kurang?" Tanya Sania.

"Aku tahu itu konyol." Kata RD.

"Jadi, kita akan panggil RM lagi?" Tanya Martin.

RD terdiam.

[FAST FORWARD]

Di sebuah ruangan yang gelap, seseorang yang tidak lain adalah RM terbangun di atas kursi. Sumber cahaya ruangan itu hanya berupa lampu meja 10 watt. Dia melihat dua sosok dalam kegelapan.

"Siapa kalian?" Tanya RM.

"Hei! Johny! Cepat nyalakan lampunya!" Teriak salah satu dari mereka.

Lampu di ruangan itu pun menyala dan seluruh ruangan jadi jelas kelihatan. Ternyata dua sosok itu adalah RD dan Sania.

"Oh, kalian." Kata RM. "Tunggu! Kenapa aku ada disini?"

"Apa maksudmu?" Tanya RD balik. "Kau yang datang ke kantor polisi setelah kupanggil dan kau tertidur di ruang interrogasi."

"Be... oh, ya." Ucap RM.

"Tapi, sementara kau tertidur pulas selama setengah jam, aku melihat-lihat tasmu." Kata RD.

RM kelihatannya terkejut.

"Kau tidak mengerti soal privasi wanita?" Tanya RM.

"Itulah kenapa aku belum punya pacar, nona." Kata RD. "Aku hanya melakukan yang harus kulakukan, bukan hal lain yang tidak akan mengancam nyawa orang lain."

Mereka diam sejenak.

"Aku menemukan satu benda yang bisa dibilang, peculiar." Kata RD sambil mengambil sesuatu dari sakunya. "Benda ini terlihat seperti remote, dengan sedikit tombol."

RM memperlihatkan ekspresi terkejut.

"Jelaskan pada kami, benda apa ini." Kata RD sambil menaruh benda seperti remote itu di atas meja. "Aku tidak akan percaya kalau kau mengatakan benda ini adalah remote AC atau TV, karena aku tahu remote macam apa saja yang terlihat seperti ini."

RM tertunduk dan menghela nafas.

"Rahasiamu aman bersama kami. Percayalah." Kata RD.

"Kau yakin?" Tanya RM.

"Kami akan jamin itu." Jawab RD.

"Bagaimana aku bisa percaya kau bukan salah satu dari orang egois yang hanya menginginkan informasi untuk kepentingan kalian sendiri?" Tanya RM.

Kemudian, RD mengangkat sebuah pistol dan mengarahkannya ke kepala RM.

"Karena aku bisa menembak kepalamu karena sudah menyimpan chip itu di tubuh seseorang." Jawab RD.

Lalu, RD menyimpan kembali pistolnya.

"Jadi, kalian sudah tahu." Kata RM.

RM menarik nafas dalam-dalam, kemudian membuangnya.

"Benda itu adalah pengendali chip itu dari jarak jauh." Kata RM. "Itu adalah remote yang khusus untuki mengendalikan chip untuk korban bunuh diri yang kalian selidiki."

"Lalu?"

"Aku menggunakan fungsi self-neutralize untuk membiarkan sang korban lompat dari atap, atau cara lain untuk membunuh dirinya sendiri." Lanjut RM. "Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya."

"Kau sadar apa yang kau lakukan menghilangkan nyawa seseorang?" Tanya Sania.

"Aku melakukan ini untuk suatu alasan" Kata RM.

[TO BE CONTINUED]

Trending Now
10 Gombalan Lucu Tanya Perbedaan Ini Bikin Muka Gebetanmu Memerah

10 Gombalan Lucu Tanya Perbedaan Ini Bikin Muka Gebetanmu Memerah

Kata-kata gombalan selalu menjadi cara yang digunakan oleh anak zaman sekarang untuk memulai pembicaraan dengan lawan jenis ataupun untuk se
429 views 0 shares
10 Momen Kocak Orang Naik Bus yang Bikin Terpingkal

10 Momen Kocak Orang Naik Bus yang Bikin Terpingkal

Bus adalah salah satu kendaraan umum yang biasa digunakan untuk bepergian. Ukurannya yang sangat besar ini bisa menampung banyak penumpang.
391 views 0 shares
10 Konsep Lucu Prewedding Antimainstream Ini Bikin Kamu Tepuk Jidat

10 Konsep Lucu Prewedding Antimainstream Ini Bikin Kamu Tepuk Jidat

Sebelum melakukan acara pernikahan, setiap pasangan pasti melakukan sesi pemotretan prewedding terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk meng
434 views 0 shares
10 Momen Kocak Sungkeman yang Gagal Khidmat

10 Momen Kocak Sungkeman yang Gagal Khidmat

Indonesia adalah negara yang terkenal akan tradisi dan adat istiadatnya. Salah satunya Kita harus menghormati orang yang lebih tua. Beberapa
341 views 0 shares
10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

Hidup di Indonesia sangat mudah sekali menemukan warung atau toko kelontong. di mana tempat usaha ini menyediakan barang yang kita butuhkan
5,560 views 0 shares
10 Curhatan Lucu Seputar Crazy Rich +62 Ini Bikin Sobat Misquen Nangis Di Pojokan

10 Curhatan Lucu Seputar Crazy Rich +62 Ini Bikin Sobat Misquen Nangis Di Pojokan

Kamu tahu tentang Crazy Rich kan? Yap, mereka adalah orang-orang yang memiliki kekayaan sangat banyak yang kadang bikin kita gak sanggup bua
280 views 0 shares
10 Chat Kocak Minta Kenalan Ini Bikin Tersenyum Geli

10 Chat Kocak Minta Kenalan Ini Bikin Tersenyum Geli

Berkat adanya smartphone dan internet, kita bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan sangat mudah. Nggak perlu repot-repot bertatap muka
10,673 views 0 shares
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
7,043 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,652 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
309,149 views 23,460 shares