Safe Keeper - Part 9
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,951 views
Safe Keeper - Part 9

==The Story==

RD diam sejenak, "Butuh kekuatan yang sangat, sangat besar untuk melempar seorang gadis sejauh itu. Bahkan dari titik setinggi ini." Kata RD.

Mereka berdua diam dan berpikir.

"Mmm...

kalau boleh kubantu..." Kata satpam sekolah.

"Silahkan." Kata RD.

"Kurasa aku tahu siapa yang bisa melakukan, apa yang kau katakan." kata satpam.

"Ya, siapa?"

[FAST FORWARD]

RD memanggil kembali SSI - 000 - 1. Satpam itu bilang kalau dia memiliki semacam kekuatan telekinesis yang cukup kuat untuk mengangkat barang-barang dan melemparnya.

"Kau sudah pernah mengurus anak ini, kan?" Tanya RD. "Kau saja yang maju."

"Kurasa tidak, RD." Kata Martin. "Aku sudah mengatasi orang aneh itu sekali dan sekarang giliranmu melakukannya."

"Jangan panggil dia begitu. Setiap orang itu aneh." Kata RD. "Kau mengatakan kalau dia bukan orang? Begitu?"

"Aku tahu apa yang kukatakan, kalau soal faktanya, aku tidak yakin." Jawab Martin.

"Aku akan minta klarifikasi secepatnya." Kata RD sambil berjalana ke ruang interrogasi. "Ayo, Rel!"

RD dan Farrell masuk ke dalam ruang interrogasi yang ada SSI - 000 - 1 di dalamnya.

"Dimana dua polisi yang menginterrogasiku sebelumnya?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Kurasa kau sukses membuat mereka takut." Jawab RD.

"Ya, biasa. Manusia kebanyakkan." Kata SSI - 000 - 1.

Aku melihat suatu kertas dokumen mengenai semua kejadian dia menggunakan telekinesisnya. Jadi, SSI - 000 - 1 sudah menggunakan kekuatan itu sejak kelas 2 SMP. Dia bisa mengangkat benda seberat setengah ton dan melemparnya sejauh 10 meter. Menarik.

"Jadi, kau bisa telekinesis?" Tanya RD.

"Ya. Kau bisa bilang begitu." Jawab SSI - 000 - 1.

"Bisa katakan, telekinesis macam apa yang kita bicarakan ini?" Tanya RD.

Dalam seketika, barang-barang yang ada di dalam ruangan, meja, kursi yang tidak diduduki SSI - 000 - 1 dan cangkir teh yang ada di atas meja terangkat sejauh 1 meter dari permukaan lantai. Di saat yang sama, barang-barang yang ditempel di dinding seperti papan tulis bergoyang goyang dan lampu berkedip-kedip.

Tak lama kemudian, semua hal-hal aneh itu berhenti.

"Kau sudah lihat, kan?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Menarik." RD bilang. "Sejak kapan kau mampu melakukan ini?"

"Sejak aku 14 tahun." Jawabnya.

"Apa kau juga bisa mengangkat manusia dengan kelebihanmu?" Tanya RD.

"Aku bisa." Jawabnya. "Tapi, tidak. Aku tidak akan melakukannya."

"Kenapa?" Tanya Farrell.

"Itu terlalu..." SSI - 000 - 1 terdiam sejenak. "Aku tidak tahu. Aku hanya merasa... aku tidak akan melakukannya."

"Baik."

SSI - 000 - 1 tidak bisa menjelaskan sebab, terlihat perasaan malu dan bersalah dari wajahnya. Kemudian dia menghadap kembali ke arah RD dan Farrell dengan senyum lebar.

"Jadi, masih ada lagi yang perlu ditanyakan?" Tanya SSI - 000 - 1. "Mungkin soal kasus Erika."

"Oh, soal itu." RD melanjutkan. "Aku tidak suka menanyakan ini, nona, tapi ini harus ditanakan."

"Aku mengerti. Silahkan saja." Kata SSI - 000 - 1.

"Apa kau berada di atas atap, atau di lantai teratas gedung sekolah bagian timur di saat kejadian?" Tanya RD.

"Tentu tidak." Jawabnya. "Aku sedang makan bersama teman-temanku di kantin."

"Kemana anda pergi setelah dari kantin?" Tanya Farrell.

"Ke kelas. Kelas yang sama dengan Erika." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa anda tahu sesuatu yang mungkin menyebabkan Erika melakukan ini?" Tanya RD.

"Ya, aku sepertinya terlalu keras padanya sehari sebelumnya." Jawabnya. "Tapi aku mengatakan apa yang kukatakan padanya dengan kesadaran penuh, jadi aku yakin aku tidak mengatakan sesuatu yang membuatnya melakukan hal bodoh seperti lompat dari atap sekolah."

"Memangnya apa yang kau katakan?"

SSI - 000 - 1 mengatakan apa yang dia akui dia katakan kepada Erika sehari sebelum kejadian. Yang dikatakan tidak punya kemungkinan akan membuat seseorang yang dikatai seperti itu bunuh diri, dan hanya anak cengeng dan manja yang akan sakit hati karena dikatai seperti itu.

Kesimpulannya, SSI - 000 - 1 hanya mengatakan pengakuannya kepada Erika kalau SSI - 000 - 1 adalah nomor 1 dan Erika adalah nomor 3.

"Apa maksudnya?" Tanya Farrell.

"Aku sudah mengatakan itu kepada dua polisi yang menanyaiku sebelumnya." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa kau berkata jujur?" Tanya RD.

"Kalau kau bertanya soal yang kukatakan pada Erika, itu jelas." Jawab SSI - 000 - 1. "Kalau kau bertanya soal apa yang kukatakan padamu soal yang kukatakan pada Erika, begitulah kenyataannya."

RD sedikit tertawa mendengarnya.

"Kurasa sudah cukup. Kami akan keluar dari sini." Kata RD.

"Silahkan."

RD dan Farrell keluar dari ruang interrogasi dan masuk ke ruang di balik kaca satu sisi. Disana Martin dan Sania menunggu.

"Bagaimana menurut kalian?" Tanya RD.

"Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya, tapi kurasa tidak ada hubungannya dengan Erika." Jawab Martin.

"Aku punya hal lain." Kata Sania. "Kau mau tahu?"

"Kenapa tidak?" Tanya RD balik.

"SSI - 000 - 1 mendapat kekuatan telekinesis bukan dari bakat alami. Tapi melalui covenant." Kata Sania.

"Covenant?" Tanya Farrell kebingungan.

"Perjanjian." Kata Sania. "Tepatnya, White Right Covenant."

"Aku pernah dengar namanya, tapi tidak tahu benar maksudnya." Kata Farrell.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant secara langsung akan mendapat kemampuan khusus, seperti mengangkat benda seperti tadi misalnya, tapi tergantung." Jelas Sania. "Sepertinya tidak semua orang sama."

"Ada hal lain yang akan membuatku tertarik?" Tanya RD.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant akan kehilangan kekuatannya bila melakukan aksi yang menimbulkan pertumpahan darah secara sengaja dan tidak dalam keadaan terdesak." Jelas Sania.

"Maksudnya SSI - 000 - 1 mestinya kehilangan kekuatannya bila dia benar-benar melempar Erika dari atap kecuali kalau SSI - 000 - 1 dalam keadaan terdesak seperti usaha membela diri." Lanjut RD.

"Ya, jelas begitu maksudnya." Kata Martin.

"Jadi, dia keluar dari list tersangka?" Tanya Sania.

"Sepertinya begitu."

[FAST FORWARD]

Di ruang briefing kedua 2nd Senostar...

"Jadi, sekarang tersangka kita hanya satu, yaitu RM." Kata Martin.

"Memang begitu kan?" Tanya RD. "Lagipula, kita hanya dapat dua tersangka dalam kasus ini. Aku juga tidak tahu kalau kita payah atau memang beginilah kasusnya."

"Kita sudah melakukan semua yang kita harus lakukan dalam penyelidikan, tapi inilah yang kita dapat." Kata Sania.

Mereka berempat terdiam.

"Jadi, bagaimana dengan sesuatu yang RM sembunyikan itu?" Tanya Martin.

"Aku tahu." Jawab RD. "Tapi kita butuh sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengelak. Lebih banyak bukti."

"Seperti chip itu?" Tanya Sania.

"Seseorang yang menaruh chip itu bisa siapa saja, Sania." Kata RD.

"Oh iya. Aku juga menemukan satu hal."

Sania mengambil sebuah lembaran kertas.

"Chip itu hanya bisa dipasang sebelum orang yang dipasangi belum berumur 12 tahun dan chip ini baru ditemukan 15 bulan yang lalu." Kata Snia.

"Aku tahu." Kata Farrell. "Aneh, kan?"

"Jadi kalian berpikir chip ini sudah lebih lama dari yang kita kira atau entah bagaimana Erika masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu?" Tanya RD.

"Apa maksudmu?" Tanya Sania balik.

"Seperti yang kau katakan." Jawab RD.

"Bukan, maksudmu pernyataanmu yang kedua itu." Kata Sania.

"Aku mengatakan itu dengan artian harfiah, Sania." Kata RD.

"Kau berpikir entah bagaimana dia masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu atau kurang?" Tanya Sania.

"Aku tahu itu konyol." Kata RD.

"Jadi, kita akan panggil RM lagi?" Tanya Martin.

RD terdiam.

[FAST FORWARD]

Di sebuah ruangan yang gelap, seseorang yang tidak lain adalah RM terbangun di atas kursi. Sumber cahaya ruangan itu hanya berupa lampu meja 10 watt. Dia melihat dua sosok dalam kegelapan.

"Siapa kalian?" Tanya RM.

"Hei! Johny! Cepat nyalakan lampunya!" Teriak salah satu dari mereka.

Lampu di ruangan itu pun menyala dan seluruh ruangan jadi jelas kelihatan. Ternyata dua sosok itu adalah RD dan Sania.

"Oh, kalian." Kata RM. "Tunggu! Kenapa aku ada disini?"

"Apa maksudmu?" Tanya RD balik. "Kau yang datang ke kantor polisi setelah kupanggil dan kau tertidur di ruang interrogasi."

"Be... oh, ya." Ucap RM.

"Tapi, sementara kau tertidur pulas selama setengah jam, aku melihat-lihat tasmu." Kata RD.

RM kelihatannya terkejut.

"Kau tidak mengerti soal privasi wanita?" Tanya RM.

"Itulah kenapa aku belum punya pacar, nona." Kata RD. "Aku hanya melakukan yang harus kulakukan, bukan hal lain yang tidak akan mengancam nyawa orang lain."

Mereka diam sejenak.

"Aku menemukan satu benda yang bisa dibilang, peculiar." Kata RD sambil mengambil sesuatu dari sakunya. "Benda ini terlihat seperti remote, dengan sedikit tombol."

RM memperlihatkan ekspresi terkejut.

"Jelaskan pada kami, benda apa ini." Kata RD sambil menaruh benda seperti remote itu di atas meja. "Aku tidak akan percaya kalau kau mengatakan benda ini adalah remote AC atau TV, karena aku tahu remote macam apa saja yang terlihat seperti ini."

RM tertunduk dan menghela nafas.

"Rahasiamu aman bersama kami. Percayalah." Kata RD.

"Kau yakin?" Tanya RM.

"Kami akan jamin itu." Jawab RD.

"Bagaimana aku bisa percaya kau bukan salah satu dari orang egois yang hanya menginginkan informasi untuk kepentingan kalian sendiri?" Tanya RM.

Kemudian, RD mengangkat sebuah pistol dan mengarahkannya ke kepala RM.

"Karena aku bisa menembak kepalamu karena sudah menyimpan chip itu di tubuh seseorang." Jawab RD.

Lalu, RD menyimpan kembali pistolnya.

"Jadi, kalian sudah tahu." Kata RM.

RM menarik nafas dalam-dalam, kemudian membuangnya.

"Benda itu adalah pengendali chip itu dari jarak jauh." Kata RM. "Itu adalah remote yang khusus untuki mengendalikan chip untuk korban bunuh diri yang kalian selidiki."

"Lalu?"

"Aku menggunakan fungsi self-neutralize untuk membiarkan sang korban lompat dari atap, atau cara lain untuk membunuh dirinya sendiri." Lanjut RM. "Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya."

"Kau sadar apa yang kau lakukan menghilangkan nyawa seseorang?" Tanya Sania.

"Aku melakukan ini untuk suatu alasan" Kata RM.

[TO BE CONTINUED]

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
388 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,258 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,879 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,203 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,458 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,125 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,138 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,743 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,030 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,575 views 0 shares