Safe Keeper - Part 9
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,022 views
Safe Keeper - Part 9

==The Story==

RD diam sejenak, "Butuh kekuatan yang sangat, sangat besar untuk melempar seorang gadis sejauh itu. Bahkan dari titik setinggi ini." Kata RD.

Mereka berdua diam dan berpikir.

"Mmm...

kalau boleh kubantu..." Kata satpam sekolah.

"Silahkan." Kata RD.

"Kurasa aku tahu siapa yang bisa melakukan, apa yang kau katakan." kata satpam.

"Ya, siapa?"

[FAST FORWARD]

RD memanggil kembali SSI - 000 - 1. Satpam itu bilang kalau dia memiliki semacam kekuatan telekinesis yang cukup kuat untuk mengangkat barang-barang dan melemparnya.

"Kau sudah pernah mengurus anak ini, kan?" Tanya RD. "Kau saja yang maju."

"Kurasa tidak, RD." Kata Martin. "Aku sudah mengatasi orang aneh itu sekali dan sekarang giliranmu melakukannya."

"Jangan panggil dia begitu. Setiap orang itu aneh." Kata RD. "Kau mengatakan kalau dia bukan orang? Begitu?"

"Aku tahu apa yang kukatakan, kalau soal faktanya, aku tidak yakin." Jawab Martin.

"Aku akan minta klarifikasi secepatnya." Kata RD sambil berjalana ke ruang interrogasi. "Ayo, Rel!"

RD dan Farrell masuk ke dalam ruang interrogasi yang ada SSI - 000 - 1 di dalamnya.

"Dimana dua polisi yang menginterrogasiku sebelumnya?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Kurasa kau sukses membuat mereka takut." Jawab RD.

"Ya, biasa. Manusia kebanyakkan." Kata SSI - 000 - 1.

Aku melihat suatu kertas dokumen mengenai semua kejadian dia menggunakan telekinesisnya. Jadi, SSI - 000 - 1 sudah menggunakan kekuatan itu sejak kelas 2 SMP. Dia bisa mengangkat benda seberat setengah ton dan melemparnya sejauh 10 meter. Menarik.

"Jadi, kau bisa telekinesis?" Tanya RD.

"Ya. Kau bisa bilang begitu." Jawab SSI - 000 - 1.

"Bisa katakan, telekinesis macam apa yang kita bicarakan ini?" Tanya RD.

Dalam seketika, barang-barang yang ada di dalam ruangan, meja, kursi yang tidak diduduki SSI - 000 - 1 dan cangkir teh yang ada di atas meja terangkat sejauh 1 meter dari permukaan lantai. Di saat yang sama, barang-barang yang ditempel di dinding seperti papan tulis bergoyang goyang dan lampu berkedip-kedip.

Tak lama kemudian, semua hal-hal aneh itu berhenti.

"Kau sudah lihat, kan?" Tanya SSI - 000 - 1.

"Menarik." RD bilang. "Sejak kapan kau mampu melakukan ini?"

"Sejak aku 14 tahun." Jawabnya.

"Apa kau juga bisa mengangkat manusia dengan kelebihanmu?" Tanya RD.

"Aku bisa." Jawabnya. "Tapi, tidak. Aku tidak akan melakukannya."

"Kenapa?" Tanya Farrell.

"Itu terlalu..." SSI - 000 - 1 terdiam sejenak. "Aku tidak tahu. Aku hanya merasa... aku tidak akan melakukannya."

"Baik."

SSI - 000 - 1 tidak bisa menjelaskan sebab, terlihat perasaan malu dan bersalah dari wajahnya. Kemudian dia menghadap kembali ke arah RD dan Farrell dengan senyum lebar.

"Jadi, masih ada lagi yang perlu ditanyakan?" Tanya SSI - 000 - 1. "Mungkin soal kasus Erika."

"Oh, soal itu." RD melanjutkan. "Aku tidak suka menanyakan ini, nona, tapi ini harus ditanakan."

"Aku mengerti. Silahkan saja." Kata SSI - 000 - 1.

"Apa kau berada di atas atap, atau di lantai teratas gedung sekolah bagian timur di saat kejadian?" Tanya RD.

"Tentu tidak." Jawabnya. "Aku sedang makan bersama teman-temanku di kantin."

"Kemana anda pergi setelah dari kantin?" Tanya Farrell.

"Ke kelas. Kelas yang sama dengan Erika." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa anda tahu sesuatu yang mungkin menyebabkan Erika melakukan ini?" Tanya RD.

"Ya, aku sepertinya terlalu keras padanya sehari sebelumnya." Jawabnya. "Tapi aku mengatakan apa yang kukatakan padanya dengan kesadaran penuh, jadi aku yakin aku tidak mengatakan sesuatu yang membuatnya melakukan hal bodoh seperti lompat dari atap sekolah."

"Memangnya apa yang kau katakan?"

SSI - 000 - 1 mengatakan apa yang dia akui dia katakan kepada Erika sehari sebelum kejadian. Yang dikatakan tidak punya kemungkinan akan membuat seseorang yang dikatai seperti itu bunuh diri, dan hanya anak cengeng dan manja yang akan sakit hati karena dikatai seperti itu.

Kesimpulannya, SSI - 000 - 1 hanya mengatakan pengakuannya kepada Erika kalau SSI - 000 - 1 adalah nomor 1 dan Erika adalah nomor 3.

"Apa maksudnya?" Tanya Farrell.

"Aku sudah mengatakan itu kepada dua polisi yang menanyaiku sebelumnya." Jawab SSI - 000 - 1.

"Apa kau berkata jujur?" Tanya RD.

"Kalau kau bertanya soal yang kukatakan pada Erika, itu jelas." Jawab SSI - 000 - 1. "Kalau kau bertanya soal apa yang kukatakan padamu soal yang kukatakan pada Erika, begitulah kenyataannya."

RD sedikit tertawa mendengarnya.

"Kurasa sudah cukup. Kami akan keluar dari sini." Kata RD.

"Silahkan."

RD dan Farrell keluar dari ruang interrogasi dan masuk ke ruang di balik kaca satu sisi. Disana Martin dan Sania menunggu.

"Bagaimana menurut kalian?" Tanya RD.

"Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya, tapi kurasa tidak ada hubungannya dengan Erika." Jawab Martin.

"Aku punya hal lain." Kata Sania. "Kau mau tahu?"

"Kenapa tidak?" Tanya RD balik.

"SSI - 000 - 1 mendapat kekuatan telekinesis bukan dari bakat alami. Tapi melalui covenant." Kata Sania.

"Covenant?" Tanya Farrell kebingungan.

"Perjanjian." Kata Sania. "Tepatnya, White Right Covenant."

"Aku pernah dengar namanya, tapi tidak tahu benar maksudnya." Kata Farrell.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant secara langsung akan mendapat kemampuan khusus, seperti mengangkat benda seperti tadi misalnya, tapi tergantung." Jelas Sania. "Sepertinya tidak semua orang sama."

"Ada hal lain yang akan membuatku tertarik?" Tanya RD.

"Siapapun yang terikat dengan White Right Covenant akan kehilangan kekuatannya bila melakukan aksi yang menimbulkan pertumpahan darah secara sengaja dan tidak dalam keadaan terdesak." Jelas Sania.

"Maksudnya SSI - 000 - 1 mestinya kehilangan kekuatannya bila dia benar-benar melempar Erika dari atap kecuali kalau SSI - 000 - 1 dalam keadaan terdesak seperti usaha membela diri." Lanjut RD.

"Ya, jelas begitu maksudnya." Kata Martin.

"Jadi, dia keluar dari list tersangka?" Tanya Sania.

"Sepertinya begitu."

[FAST FORWARD]

Di ruang briefing kedua 2nd Senostar...

"Jadi, sekarang tersangka kita hanya satu, yaitu RM." Kata Martin.

"Memang begitu kan?" Tanya RD. "Lagipula, kita hanya dapat dua tersangka dalam kasus ini. Aku juga tidak tahu kalau kita payah atau memang beginilah kasusnya."

"Kita sudah melakukan semua yang kita harus lakukan dalam penyelidikan, tapi inilah yang kita dapat." Kata Sania.

Mereka berempat terdiam.

"Jadi, bagaimana dengan sesuatu yang RM sembunyikan itu?" Tanya Martin.

"Aku tahu." Jawab RD. "Tapi kita butuh sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengelak. Lebih banyak bukti."

"Seperti chip itu?" Tanya Sania.

"Seseorang yang menaruh chip itu bisa siapa saja, Sania." Kata RD.

"Oh iya. Aku juga menemukan satu hal."

Sania mengambil sebuah lembaran kertas.

"Chip itu hanya bisa dipasang sebelum orang yang dipasangi belum berumur 12 tahun dan chip ini baru ditemukan 15 bulan yang lalu." Kata Snia.

"Aku tahu." Kata Farrell. "Aneh, kan?"

"Jadi kalian berpikir chip ini sudah lebih lama dari yang kita kira atau entah bagaimana Erika masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu?" Tanya RD.

"Apa maksudmu?" Tanya Sania balik.

"Seperti yang kau katakan." Jawab RD.

"Bukan, maksudmu pernyataanmu yang kedua itu." Kata Sania.

"Aku mengatakan itu dengan artian harfiah, Sania." Kata RD.

"Kau berpikir entah bagaimana dia masih kurang dari 12 tahun 15 bulan yang lalu atau kurang?" Tanya Sania.

"Aku tahu itu konyol." Kata RD.

"Jadi, kita akan panggil RM lagi?" Tanya Martin.

RD terdiam.

[FAST FORWARD]

Di sebuah ruangan yang gelap, seseorang yang tidak lain adalah RM terbangun di atas kursi. Sumber cahaya ruangan itu hanya berupa lampu meja 10 watt. Dia melihat dua sosok dalam kegelapan.

"Siapa kalian?" Tanya RM.

"Hei! Johny! Cepat nyalakan lampunya!" Teriak salah satu dari mereka.

Lampu di ruangan itu pun menyala dan seluruh ruangan jadi jelas kelihatan. Ternyata dua sosok itu adalah RD dan Sania.

"Oh, kalian." Kata RM. "Tunggu! Kenapa aku ada disini?"

"Apa maksudmu?" Tanya RD balik. "Kau yang datang ke kantor polisi setelah kupanggil dan kau tertidur di ruang interrogasi."

"Be... oh, ya." Ucap RM.

"Tapi, sementara kau tertidur pulas selama setengah jam, aku melihat-lihat tasmu." Kata RD.

RM kelihatannya terkejut.

"Kau tidak mengerti soal privasi wanita?" Tanya RM.

"Itulah kenapa aku belum punya pacar, nona." Kata RD. "Aku hanya melakukan yang harus kulakukan, bukan hal lain yang tidak akan mengancam nyawa orang lain."

Mereka diam sejenak.

"Aku menemukan satu benda yang bisa dibilang, peculiar." Kata RD sambil mengambil sesuatu dari sakunya. "Benda ini terlihat seperti remote, dengan sedikit tombol."

RM memperlihatkan ekspresi terkejut.

"Jelaskan pada kami, benda apa ini." Kata RD sambil menaruh benda seperti remote itu di atas meja. "Aku tidak akan percaya kalau kau mengatakan benda ini adalah remote AC atau TV, karena aku tahu remote macam apa saja yang terlihat seperti ini."

RM tertunduk dan menghela nafas.

"Rahasiamu aman bersama kami. Percayalah." Kata RD.

"Kau yakin?" Tanya RM.

"Kami akan jamin itu." Jawab RD.

"Bagaimana aku bisa percaya kau bukan salah satu dari orang egois yang hanya menginginkan informasi untuk kepentingan kalian sendiri?" Tanya RM.

Kemudian, RD mengangkat sebuah pistol dan mengarahkannya ke kepala RM.

"Karena aku bisa menembak kepalamu karena sudah menyimpan chip itu di tubuh seseorang." Jawab RD.

Lalu, RD menyimpan kembali pistolnya.

"Jadi, kalian sudah tahu." Kata RM.

RM menarik nafas dalam-dalam, kemudian membuangnya.

"Benda itu adalah pengendali chip itu dari jarak jauh." Kata RM. "Itu adalah remote yang khusus untuki mengendalikan chip untuk korban bunuh diri yang kalian selidiki."

"Lalu?"

"Aku menggunakan fungsi self-neutralize untuk membiarkan sang korban lompat dari atap, atau cara lain untuk membunuh dirinya sendiri." Lanjut RM. "Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya."

"Kau sadar apa yang kau lakukan menghilangkan nyawa seseorang?" Tanya Sania.

"Aku melakukan ini untuk suatu alasan" Kata RM.

[TO BE CONTINUED]

Trending Now
Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Dibalik Romantisnya Foto PREWED, Ternyata Prosesnya LUCU juga !

Setiap orang pasti menginginkan acara pernikahannya menjadi moment romantis yang bisa teringat sampai kapanpun. Salah satu cara yang belakan
232,305 views 68,555 shares
28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

28 Foto Operasi Plastik Orang Korea yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Memiliki wajah yang sempurna merupakan impian bagi banyak orang. Namun hal itu kadang tidak dapat dinikmati oleh semua orang. Karena setiap
233,187 views 3,232 shares
10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

10 Alasan Kocak Driver Ojol yang Cancel Orderan

Nggak bisa dipungkiri jika teknologi saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah ojek online. Ya, keb
107,028 views 0 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
420 views 0 shares
10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

10 Foto yang Diambil Sedetik Sebelum Terjadinya Kesialan

Selain dalam pikiran, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengenang sesuatu adalah dengan mengabadikannya momen lewat jepretan kamer
241,978 views 19,965 shares
WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

WOW Ternyata Gitu !! Foto-Foto Film Terkenal Sebelum Ditambah Efek Visual

Kamu suka nonton film? Pasti banyak yang bilang suka nih. Pada tau belum sih kalo ternyata film-film sebelum dikasih efek visual malah kelia
242,614 views 7,141 shares
Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Nggak Semua yang Kamu Lihat Di Sosmed Itu Benar, Ini Buktinya!

Dengan adanya media sosial, hampir setiap orang memamerkan semua momen yang mereka rasakan melalui foto lalu mengunggahnya. Dan terkadang ha
242,632 views 48,219 shares
10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

10 Kegagalan Desain Bangunan yang Bikin Bingung plus Ngakak

Arsitek adalah pekerjaan yang mendesain suatu bangunan seperti rumah, gedung atau fasilitas umum lainnya. Dalam pekerjaannya arsitek harus
242,625 views 8,130 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
849,861 views 0 shares
10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

10 Tulisan Lucu di Belakang Truk yang Bikin Kita Tersenyum Kecut

Salah satu ciri khas kendaraan umum di Indonesia adalah tulisan yang ditempel pada tubuh kendaraan. Yang paling sering kita jumpai adalah tu
465 views 0 shares