Safe Keeper - Part 10
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,014 views
Safe Keeper - Part 10

Jadi inilah Part 10 dari Safe Keeper.
Terima kasih untuk semua dukungannya.

==The Story==

Part 10: Clones

"Aku menggunakan fungsi self-neutralize untuk membiarkan sang korban lompat dari atap, atau cara lain untuk membunuh dirinya sendiri." Lanjut RM. "Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya."

"Kau sadar apa yang kau lakukan menghilangkan nyawa seseorang?" Tanya Sania.

"Aku melakukan ini untuk suatu alasan." Kata RM.

RD dan Sania hanya diam menunggu kelanjutan perkataan RM.

RM menjelaskan semuanya.

Semuanya benar-benar jelas, soal apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa itu harus terjadi.

"Terima kasih, nona." Ucap RD. "Keamanan rahasia dan keamanan anda akan kami jamin."

"Terima kasih." Ucap RM.

[FAST FORWARD]

RD bersama Sania mengunjungi sebuah toko tanaman. Mereka disambut oleh seorang wanita tua.

"Selamat datang tuan dan nona. Silahkan lihat-lihat tanamanku." Kata wanita tua itu.

Wanita itu ditemani oleh asistennya. Seorang gadis muda merambut hitam. Tapi...

"Aku suka yang ini." Kata Sania sambil menunjuk sebuah bunga berwarna ungu.

"Kukira kau suka mawar." Kata RD.

"Aku sebenarnya suka beberapa jenis bunga." Kata Sania. "Oh, yang ini juga."

Sementara Sania melihat-lihat bunga di tempat itu, RD mencoba mengobrol dengan wanita tua itu.

"Berapa pekerja yang kau punya disini?" Tanya RD.

"Sepuluh. Termasuk Rina dan aku juga." Jawab wanita tua itu.

"Rina? Maksudmu gadis itu?" Tanya RD sambil menunjuk asisten wanita tua itu yang menemani Sania.

"Ya. Dia." Jawab wanita tua itu. "Kalau aku. Aku ada disini setiap saat. Ini juga rumahku."

"Oh, begitu."

RD melihat-lihat monitor HP-nya.

"Jadi, apa maksud anda kemari?" Tanya wanita tua itu.

"Apa disini ada bunga, mmm... Tarna flower? Atau Tiniar?" Tanya RD. "Aku ingin membelikannya untuk adikku."

"Tentu ada." Jawab wanita tua itu. "Tapi jenis mereka lumayan banyak. Kau mau yang mana?"

"Yang warna ungu gelap." Jawab RD. "Seperti ini, kurasa."

RD menunjukkan sebuah foto di HP-nya. Foto itu tidak lain adalah foto bunga Tiniar berwarna ungu kehitaman dari kamar Erika. Wanita itu menunjukkan ekspresi terkejut.

"Maafkan aku." Ucap RD. "Aku mengambil foto ini dari kamar gadis yang sudah mati. Aku menyelidiki kematiannya yang disebabkan bunuh diri, tapi semua penyelidikan ini berjalan menuju sesuatu yang lebih besar dari yang kuharapkan."

Wanita itu menundukkan kepalanya.

"Rina!?" Panggil wanita tua itu ke asistennya. "Kau bisa jaga toko sendirian untuk sementara?"

"Ya. Aku tidak keberatan." Jawab Rina.

Wanita tua itu mengajakku lebih dalam ke toko. Disana ada ruangan gudang, kamar mandi, kamar dan tangga menuju lantai atas. Wanita itu memegang rambutnya yang beruban, kemudian menariknya dan terlihat rambut aslinya yang pendek dan berwarna cokelat.

"Jadi, bagaimana kau bisa sampai sejauh ini?" Tanya wanita itu.

"Temanmu yang membantu kami." Jawab RD.

Wanita itu pun mencuci mukanya.

"Maksudmu, R////?" Tanya wanita itu.

"Ya." Jawab RD.

Wanita itu menhadap ke arah RD. Ternyata dia bungan wanita tua. Dia adalah seorang gadis muda yang tidak lain adalah Erika.

"Sepertinya kami berhasil menangkapmu, nak." Kata RD.

"Tentu saja akan ada yang menemukan kami." Kata Erika. "Aku dan R//// payah dalam memalsukan crime scene."

"Kalau aku boleh tahu aku akan menanyakan soal apapun yang kami temukan." Kata RD. "Kau tidak keberatan?"

"Kita bicarakan di tempat yang lebih aman dan nyaman." Kata Erika.

[FAST FORWARD]

Erika membawa RD dan Sania ke ruangan bawah tanah rahasia via pintu rahasia dari kamar Erika.

RD melihat catatannya soal bukti-bukti yang dia dapatkan.

"Apa kau selalu menyisakan Rp 3500 atau Rp 4500 setiap hari?" Tanya Erika.

"Aku bermaksud mengambil semua uang yang ada di tabunganku saat itu, tapi aku lupa." Jawab Erika. "Aku mengambil uang saku yang Kak Mitha berikan pada kloningku tadi pagi untuk ongkos."

Itu menjelaskan semuanya tentang uang yang hilang.

'Aku akan menghapus soal kunci, karena kain itu itu jelas dari salah satu baju milik Erika.' Pikir RD. 'Sekarang.'

"Kau bisa jelaskan bagaimana kloningmu melompat sejauh lebih dari 10 meter dari ujung atap sekolah?" Tanya RD. "Padahal menurut semua kemungkinan dia lompat dari belakang pagar."

"Kloningku itu superhuman. Dia bisa melakukan lebih baik." Jawab Erika.

RD sudah kehabisan bukti untuk dibicarakan. Sejujurnya, dia hanya punya sedikit sekali bukti dalam kasus ini.

"Kalau kau mau membuat adegan bunuh diri, kenapa tidak membuat adegan putus asa sebelumnya?" Tanya RD.

"Masalah yang membuatku seperti ini sudah ada selama beberapa tahun, tapi sebanyak apapun aku mau mengakhiri hidupku karenanya, aku masih bisa tersenyum." Jawab Erika. "Terima kasih kepada teman-temanku."

"Jadi mereka memberimu motivasi lebih?" Tanya Sania.

"Tentu."

RD menutup buku catatannya.

"Jelaskan lebih banyak soal tujuanmu." Kata RD.

Erika berdiri dari duduknya. Dia berjalan dan membuka sebuah pintu otomatis. Dia mengajak RD dan Sania masuk ke dalam.

"Aku punya misi tersendiri untuk kuselesaikan." Kata Erika.

RD dan Sania melihat-lihat sekeliling. RD menemukan sebuah dokumen milik DEIS Industry.

"DEIS Industry?"

"Ya. DEIS Industry. Mereka adalah orang-orang pertama yang memulai kekacauan ini." Kata Erika. "Heh... para bajingan itu."

"Memulai bagaimana?" Tanya Sania.

"Memulai ini."

Erika membuka pintu otomatis lain yang terbuat dari besi. Pintu itu adalah akses menuju ke ruangan monitoring. Di tempat itu terdapat sebuah jendela besar, dan di balik jendela itu adalah ruangan besar dengan tabung-tabung berukuran besar. Cukup besar untuk menampung manusia.

"Jadi, mereka..."

"Mereka adalah kloning-kloningku." Kata Erika. "Ya, mereka diproses di tabung-tabung itu."

Kemudian Erika mengajak RD dan Sania ke suatu tempat yang juga dengan tabung-tabung berjajaran, namun kali ini dengan posisi tiduran. Di dalamnya terdapat kloning Erika.

"Disinilah aku mendesain pikiran mereka." Kata Erika. "Karakter, mental, bahasa dan lain-lain."

"Menarik." Kata RD.

"Hebat sekali." Kata Sania.

"Jadi, setelah mereka selesai diproses dan melihat dunia, apa rencanamu terhadap mereka?" Tanya RD.

"Aku punya beberapa rencana untuk setiap dari mereka." Kata Erika. "Namun jelas, bukan rencana sebesar itu. Karena aku tidak bisa memalsukan identitas resmi mereka."

"Apa mereka begitu berarti bagimu?" Tanya RD.

Erika mendekati salah satu tabung yang dipasang tiduran dengan kloningnya di dalamnya. Kemudian, Erika memeluknya.

"Mereka adalah adik-adikku." Jawab Erika.

Itu membuat Sania terbelalak kaget. Sementara RD...

"Oh, tentu saja."

"Aku tidak akan membiarkan orang-orang jahat itu menggunakan mereka demi tujuan mereka." Kata Erika. "Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti mereka."

"Kalau kau menyayangi mereka, kenapa kau memasang chip itu di salah satu kloningmu?" Tanya Erika.

"Ya. Kemudian mengaktifkan fungsi self-neutralize itu." Lanjut RD.

"Kalian tidak paham. Aku menyerahkan remote itu kepada R//// untuk suatu alasan." Jawab Erika. "Mengetahui kalau aku harus mengorbankan salah satu dari kloningku benar-benar menyiksaku. Lebih buruk dari apapun yang pernah kualami di dunia yang kacau ini."

Erika mulai meneteskan air mata. RD dan Sania hanya diam.

"R//// bilang, aku harus mengorbankan salah satu dari adik-adikku. Mau atau tidak mau. Ini juga untuk kebaikan adik-adikku yang lain." Kata Erika. "Aku berpikir untuk mengorbankan diriku saja, tapi R//// bilang, yang asli harus tetap hidup. Dia berhasil meyakinkanku dan begitulah yang terjadi."

RD mengangguk mengerti. Sania juga sudah mulai mengeluarkan air mata empatinya.

"Kami turut menyesal." Ucap Sania.

"Terima kasih." Ucap Erika.

Mereka terdiam sejenak.

"Kami akan membiarkanmu sendiri sekarang, nona." Kata RD. "Maaf kalau kami mengganggu anda."

"Terima kasih." Ucap Erika.

RD dan Sania berjalan keluar dari ruangan rahasia bawah tanah itu. Setelah itu, aku menelpon Milla di markas.

"Kau mendengar itu?" Tanya RD.

"Keras dan jelas." Jawab Milla. "Ya ampun. Itu benar-benar..."

"Sudahlah, Milla. Kurasa Erika akan baik-baik saja." Kata RD. "Kami akan kesana sekarang juga."

"RD! Kau dalam masalah!" Kata Milla.

Tiba-tiba, Rina berlari ke arah RD dan Sania.

"Tolong!" Kata Rina.

"Ada apa, Rin?" Tanya Sania.

"Ada orang-orang. Banyak orang, datang." Jawab Rina.

"Kau butuh bantuan mengurus pembeli?" Tanya RD.

"Mereka membawa senjata." Lanjut Rina.

"Sial!"

[TO BE CONTINUED]

Apakah yang akan terjadi?

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka. Komentar selalu bisa diterima.

And as always,
have a nice day

Trending Now
10 Gombalan Lucu Tanya Perbedaan Ini Bikin Muka Gebetanmu Memerah

10 Gombalan Lucu Tanya Perbedaan Ini Bikin Muka Gebetanmu Memerah

Kata-kata gombalan selalu menjadi cara yang digunakan oleh anak zaman sekarang untuk memulai pembicaraan dengan lawan jenis ataupun untuk se
423 views 0 shares
10 Momen Kocak Orang Naik Bus yang Bikin Terpingkal

10 Momen Kocak Orang Naik Bus yang Bikin Terpingkal

Bus adalah salah satu kendaraan umum yang biasa digunakan untuk bepergian. Ukurannya yang sangat besar ini bisa menampung banyak penumpang.
382 views 0 shares
10 Konsep Lucu Prewedding Antimainstream Ini Bikin Kamu Tepuk Jidat

10 Konsep Lucu Prewedding Antimainstream Ini Bikin Kamu Tepuk Jidat

Sebelum melakukan acara pernikahan, setiap pasangan pasti melakukan sesi pemotretan prewedding terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk meng
429 views 0 shares
10 Momen Kocak Sungkeman yang Gagal Khidmat

10 Momen Kocak Sungkeman yang Gagal Khidmat

Indonesia adalah negara yang terkenal akan tradisi dan adat istiadatnya. Salah satunya Kita harus menghormati orang yang lebih tua. Beberapa
337 views 0 shares
10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

10 Nama Toko Dari Plesetan Nama Merk Terkenal. Kocak Banget!

Hidup di Indonesia sangat mudah sekali menemukan warung atau toko kelontong. di mana tempat usaha ini menyediakan barang yang kita butuhkan
5,559 views 0 shares
10 Curhatan Lucu Seputar Crazy Rich +62 Ini Bikin Sobat Misquen Nangis Di Pojokan

10 Curhatan Lucu Seputar Crazy Rich +62 Ini Bikin Sobat Misquen Nangis Di Pojokan

Kamu tahu tentang Crazy Rich kan? Yap, mereka adalah orang-orang yang memiliki kekayaan sangat banyak yang kadang bikin kita gak sanggup bua
278 views 0 shares
10 Chat Kocak Minta Kenalan Ini Bikin Tersenyum Geli

10 Chat Kocak Minta Kenalan Ini Bikin Tersenyum Geli

Berkat adanya smartphone dan internet, kita bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan sangat mudah. Nggak perlu repot-repot bertatap muka
10,672 views 0 shares
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
7,043 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,651 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
309,147 views 23,460 shares