Safe Keeper - Part 10
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,972 views
Safe Keeper - Part 10

Jadi inilah Part 10 dari Safe Keeper.
Terima kasih untuk semua dukungannya.

==The Story==

Part 10: Clones

"Aku menggunakan fungsi self-neutralize untuk membiarkan sang korban lompat dari atap, atau cara lain untuk membunuh dirinya sendiri." Lanjut RM. "Kalian tahu apa yang terjadi setelahnya."

"Kau sadar apa yang kau lakukan menghilangkan nyawa seseorang?" Tanya Sania.

"Aku melakukan ini untuk suatu alasan." Kata RM.

RD dan Sania hanya diam menunggu kelanjutan perkataan RM.

RM menjelaskan semuanya.

Semuanya benar-benar jelas, soal apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa itu harus terjadi.

"Terima kasih, nona." Ucap RD. "Keamanan rahasia dan keamanan anda akan kami jamin."

"Terima kasih." Ucap RM.

[FAST FORWARD]

RD bersama Sania mengunjungi sebuah toko tanaman. Mereka disambut oleh seorang wanita tua.

"Selamat datang tuan dan nona. Silahkan lihat-lihat tanamanku." Kata wanita tua itu.

Wanita itu ditemani oleh asistennya. Seorang gadis muda merambut hitam. Tapi...

"Aku suka yang ini." Kata Sania sambil menunjuk sebuah bunga berwarna ungu.

"Kukira kau suka mawar." Kata RD.

"Aku sebenarnya suka beberapa jenis bunga." Kata Sania. "Oh, yang ini juga."

Sementara Sania melihat-lihat bunga di tempat itu, RD mencoba mengobrol dengan wanita tua itu.

"Berapa pekerja yang kau punya disini?" Tanya RD.

"Sepuluh. Termasuk Rina dan aku juga." Jawab wanita tua itu.

"Rina? Maksudmu gadis itu?" Tanya RD sambil menunjuk asisten wanita tua itu yang menemani Sania.

"Ya. Dia." Jawab wanita tua itu. "Kalau aku. Aku ada disini setiap saat. Ini juga rumahku."

"Oh, begitu."

RD melihat-lihat monitor HP-nya.

"Jadi, apa maksud anda kemari?" Tanya wanita tua itu.

"Apa disini ada bunga, mmm... Tarna flower? Atau Tiniar?" Tanya RD. "Aku ingin membelikannya untuk adikku."

"Tentu ada." Jawab wanita tua itu. "Tapi jenis mereka lumayan banyak. Kau mau yang mana?"

"Yang warna ungu gelap." Jawab RD. "Seperti ini, kurasa."

RD menunjukkan sebuah foto di HP-nya. Foto itu tidak lain adalah foto bunga Tiniar berwarna ungu kehitaman dari kamar Erika. Wanita itu menunjukkan ekspresi terkejut.

"Maafkan aku." Ucap RD. "Aku mengambil foto ini dari kamar gadis yang sudah mati. Aku menyelidiki kematiannya yang disebabkan bunuh diri, tapi semua penyelidikan ini berjalan menuju sesuatu yang lebih besar dari yang kuharapkan."

Wanita itu menundukkan kepalanya.

"Rina!?" Panggil wanita tua itu ke asistennya. "Kau bisa jaga toko sendirian untuk sementara?"

"Ya. Aku tidak keberatan." Jawab Rina.

Wanita tua itu mengajakku lebih dalam ke toko. Disana ada ruangan gudang, kamar mandi, kamar dan tangga menuju lantai atas. Wanita itu memegang rambutnya yang beruban, kemudian menariknya dan terlihat rambut aslinya yang pendek dan berwarna cokelat.

"Jadi, bagaimana kau bisa sampai sejauh ini?" Tanya wanita itu.

"Temanmu yang membantu kami." Jawab RD.

Wanita itu pun mencuci mukanya.

"Maksudmu, R////?" Tanya wanita itu.

"Ya." Jawab RD.

Wanita itu menhadap ke arah RD. Ternyata dia bungan wanita tua. Dia adalah seorang gadis muda yang tidak lain adalah Erika.

"Sepertinya kami berhasil menangkapmu, nak." Kata RD.

"Tentu saja akan ada yang menemukan kami." Kata Erika. "Aku dan R//// payah dalam memalsukan crime scene."

"Kalau aku boleh tahu aku akan menanyakan soal apapun yang kami temukan." Kata RD. "Kau tidak keberatan?"

"Kita bicarakan di tempat yang lebih aman dan nyaman." Kata Erika.

[FAST FORWARD]

Erika membawa RD dan Sania ke ruangan bawah tanah rahasia via pintu rahasia dari kamar Erika.

RD melihat catatannya soal bukti-bukti yang dia dapatkan.

"Apa kau selalu menyisakan Rp 3500 atau Rp 4500 setiap hari?" Tanya Erika.

"Aku bermaksud mengambil semua uang yang ada di tabunganku saat itu, tapi aku lupa." Jawab Erika. "Aku mengambil uang saku yang Kak Mitha berikan pada kloningku tadi pagi untuk ongkos."

Itu menjelaskan semuanya tentang uang yang hilang.

'Aku akan menghapus soal kunci, karena kain itu itu jelas dari salah satu baju milik Erika.' Pikir RD. 'Sekarang.'

"Kau bisa jelaskan bagaimana kloningmu melompat sejauh lebih dari 10 meter dari ujung atap sekolah?" Tanya RD. "Padahal menurut semua kemungkinan dia lompat dari belakang pagar."

"Kloningku itu superhuman. Dia bisa melakukan lebih baik." Jawab Erika.

RD sudah kehabisan bukti untuk dibicarakan. Sejujurnya, dia hanya punya sedikit sekali bukti dalam kasus ini.

"Kalau kau mau membuat adegan bunuh diri, kenapa tidak membuat adegan putus asa sebelumnya?" Tanya RD.

"Masalah yang membuatku seperti ini sudah ada selama beberapa tahun, tapi sebanyak apapun aku mau mengakhiri hidupku karenanya, aku masih bisa tersenyum." Jawab Erika. "Terima kasih kepada teman-temanku."

"Jadi mereka memberimu motivasi lebih?" Tanya Sania.

"Tentu."

RD menutup buku catatannya.

"Jelaskan lebih banyak soal tujuanmu." Kata RD.

Erika berdiri dari duduknya. Dia berjalan dan membuka sebuah pintu otomatis. Dia mengajak RD dan Sania masuk ke dalam.

"Aku punya misi tersendiri untuk kuselesaikan." Kata Erika.

RD dan Sania melihat-lihat sekeliling. RD menemukan sebuah dokumen milik DEIS Industry.

"DEIS Industry?"

"Ya. DEIS Industry. Mereka adalah orang-orang pertama yang memulai kekacauan ini." Kata Erika. "Heh... para bajingan itu."

"Memulai bagaimana?" Tanya Sania.

"Memulai ini."

Erika membuka pintu otomatis lain yang terbuat dari besi. Pintu itu adalah akses menuju ke ruangan monitoring. Di tempat itu terdapat sebuah jendela besar, dan di balik jendela itu adalah ruangan besar dengan tabung-tabung berukuran besar. Cukup besar untuk menampung manusia.

"Jadi, mereka..."

"Mereka adalah kloning-kloningku." Kata Erika. "Ya, mereka diproses di tabung-tabung itu."

Kemudian Erika mengajak RD dan Sania ke suatu tempat yang juga dengan tabung-tabung berjajaran, namun kali ini dengan posisi tiduran. Di dalamnya terdapat kloning Erika.

"Disinilah aku mendesain pikiran mereka." Kata Erika. "Karakter, mental, bahasa dan lain-lain."

"Menarik." Kata RD.

"Hebat sekali." Kata Sania.

"Jadi, setelah mereka selesai diproses dan melihat dunia, apa rencanamu terhadap mereka?" Tanya RD.

"Aku punya beberapa rencana untuk setiap dari mereka." Kata Erika. "Namun jelas, bukan rencana sebesar itu. Karena aku tidak bisa memalsukan identitas resmi mereka."

"Apa mereka begitu berarti bagimu?" Tanya RD.

Erika mendekati salah satu tabung yang dipasang tiduran dengan kloningnya di dalamnya. Kemudian, Erika memeluknya.

"Mereka adalah adik-adikku." Jawab Erika.

Itu membuat Sania terbelalak kaget. Sementara RD...

"Oh, tentu saja."

"Aku tidak akan membiarkan orang-orang jahat itu menggunakan mereka demi tujuan mereka." Kata Erika. "Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti mereka."

"Kalau kau menyayangi mereka, kenapa kau memasang chip itu di salah satu kloningmu?" Tanya Erika.

"Ya. Kemudian mengaktifkan fungsi self-neutralize itu." Lanjut RD.

"Kalian tidak paham. Aku menyerahkan remote itu kepada R//// untuk suatu alasan." Jawab Erika. "Mengetahui kalau aku harus mengorbankan salah satu dari kloningku benar-benar menyiksaku. Lebih buruk dari apapun yang pernah kualami di dunia yang kacau ini."

Erika mulai meneteskan air mata. RD dan Sania hanya diam.

"R//// bilang, aku harus mengorbankan salah satu dari adik-adikku. Mau atau tidak mau. Ini juga untuk kebaikan adik-adikku yang lain." Kata Erika. "Aku berpikir untuk mengorbankan diriku saja, tapi R//// bilang, yang asli harus tetap hidup. Dia berhasil meyakinkanku dan begitulah yang terjadi."

RD mengangguk mengerti. Sania juga sudah mulai mengeluarkan air mata empatinya.

"Kami turut menyesal." Ucap Sania.

"Terima kasih." Ucap Erika.

Mereka terdiam sejenak.

"Kami akan membiarkanmu sendiri sekarang, nona." Kata RD. "Maaf kalau kami mengganggu anda."

"Terima kasih." Ucap Erika.

RD dan Sania berjalan keluar dari ruangan rahasia bawah tanah itu. Setelah itu, aku menelpon Milla di markas.

"Kau mendengar itu?" Tanya RD.

"Keras dan jelas." Jawab Milla. "Ya ampun. Itu benar-benar..."

"Sudahlah, Milla. Kurasa Erika akan baik-baik saja." Kata RD. "Kami akan kesana sekarang juga."

"RD! Kau dalam masalah!" Kata Milla.

Tiba-tiba, Rina berlari ke arah RD dan Sania.

"Tolong!" Kata Rina.

"Ada apa, Rin?" Tanya Sania.

"Ada orang-orang. Banyak orang, datang." Jawab Rina.

"Kau butuh bantuan mengurus pembeli?" Tanya RD.

"Mereka membawa senjata." Lanjut Rina.

"Sial!"

[TO BE CONTINUED]

Apakah yang akan terjadi?

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka. Komentar selalu bisa diterima.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
376 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,226 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,867 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,178 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,446 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,114 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,120 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,731 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,023 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,570 views 0 shares