Safe Keeper - Part 11
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,844 views
Safe Keeper - Part 11

==The Story==

Part 11: In Pursuit

Tiba-tiba, Rina berlari ke arah RD dan Sania.

"Tolong!" Kata Rina.

"Ada apa, Rin?" Tanya Sania.

"Ada orang-orang. Banyak orang, datang." Jawab Rina.

"Kau butuh bantuan mengurus pembeli?" Tanya RD.

"Mereka membawa senjata." Lanjut Rina.

"Sial!"

RD dan Sania keluar ke ruang toko dan sembunyi di balik meja kasir.

"Ini yang ingin kau katakan, Milla?" Tanya RD.

"Orang-orang ini membawa senjata api." Kata Milla.

"Apa yang mereka mau?" Tanya RD.

"Aku tidak tahu." Kata Milla.

"Tentu saja."

RD mengawasi orang-orang itu sembunyi-sembunyi.

Ada sekitar 15 dari mereka.

'Baik. Kita lakukan ini dengan senjata bergejolak atau sedamai mungkin.' Pikir RD.

"RD! Seseorang mengendarai mobil menjauh dari sana." Kata Milla. "Itu Erika!"

Dua mobil lain pun mengikuti mobil yang dikendarai Erika.

"Kau bisa membantu Erika?" Tanya RD.

"Kami bisa urus itu." Jawab Milla. "Mereka sudah tahu posisi Erika bersama para kloningnya. Tempat itu sudah tidak mungkin aman lagi."

"Apa rencanamu?" Tanya RD.

"Rencanaku bisa diurus nanti. Singkirkan saja orang-orang bersenjata itu." Kata Milla.

"Ya, oke."

RD melihat sekeliling tempat itu. Ada empat orang di dalam dan empat orang diluar, dan tempat itu seperti rumah kaca dimana orang-orang di luar bisa melihat ke dalam. Bagaimanapun juga, ada beberapa buah etalase yang bisa digunakan untuk bersembunyi dan menyerang diam-diam.

Dia hanya punya satu pistol dengan peredam tanpa peluru tambahan. Dia merasa sedikit beruntung karena dia punya sarung tangan ajaibnya selalu terpakai setiap saat.

"Aku akan coba jatuhkan mereka." Kata RD ke Sania. "Apa yang kau punya?"

Sania mengecek sakunya.

"Pistol dan dua peluru bius." Jawab Sania sambil menunjukkan apa yang dia punya dengan wajah murung.

"Kau jatuhkan orang-orang dari luar yang masuk ke dalam dengan itu."

"Baik."

RD melihat salah satu dari mereka dekat dengan kotak instalasi listrik. RD menyentuh tembok dengan tangan kirinya yang memakai sarung tangan hitamnya, beberapa saat kemudian, kotak itu meledak dan satu orang pun terjatuhkan.

"Ada apa ini?" Semua orang bertanya-tanya.

Satu orang mendekati orang yang terjatuhkan itu untuk melihat keadaannya. Di saat itu juga, RD mendekatinya dengan cepat, mengeluarkan kain bius khusus dan menggunakannya untuk orang itu hingga pingsan.

"Hei! Ada apa!" Satu orang dari luar masuk untuk melihat apa yang terjadi.

Sania langsung menembak orang itu di bagian leher dengan peluru bius. Orang itu pun langsung pingsan dan tatapan dua orang lain yang ada di dalam mengarah kepadanya. RD mengambil kesempatan ini untuk memukul satu orang di kepala bagian belakangnya, kemudian memukul orang yang satu lagi di bagian wajah dua kali hingga mereka berdua pingsan.

"Berarti sekarang tinggal tiga orang di luar." Kata RD.

Tiga orang itu terus bolak-balik di sekitar pintu depan. Salah satu dari mereka terkena peluru bius dan terkulai lemas di belakang mobil. Salah satu dari dua yang lain mendengar suara benturan dan melihat ke arah dia jatuh.

"Freddy? Kau tidak apa-apa?"

Dia berjalan ke belakang mobil, hanya untuk ditarik oleh RD kemudian dibius menggunakan kain bius khususnya.

Untuk yang terakhir, RD hanya tinggal maju dengan cepat dan membenturkan kepala orang itu ke mobil hingga pingsan.

"Area clear, Milla." Kata RD. "Sekarang apa?"

"Pergilah ke kordinat yang kukirim."

RD melihat satcom-nya. Dia melihat satu titik di pinggiran kota yang ditunjuk.

"Bagaimana dengan "adik-adik" Erika?" Tanya RD.

"Percayalah padaku. Aku ini kan adikmu." Kata Milla. "Kakak macam apa yang tidak percaya pada adiknya?"

"Ya... seperti aku." Jawab RD.

***

Sementara itu, Erika mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk menghindari dua mobil yang mengejarnya. Di saat itu, tiba-tiba seseorang meneleponnya, namun Erika membiarkannya, hingga akhirnya telepon itu terangkat sendiri.

"Erika!" Panggil seseorang di balik telepon.

Erika mengambil HP-nya.

"Bagaimana kau melakukan itu? Bagaimana kau tahu namaku?" Tanya Erika.

"Aku teman RD." Jawab orang dari balik telepon yang tidak lain adalah Alexei. "Dengarkan aku. Aku bisa menolongmu, tapi kau harus percaya padaku."

"RD? Maksudmu pria yang datang ke kantorku tadi?" Tanya Erika.

"Kalau maksudmu kantor adalah ruang rahasia bawah tanahmu, iya." Jawab Alexei.

Jawaban Alexei membuat Erika terkejut.

"Belok kiri, sekarang!"

Erika pun langsung belok kiri.

"Aku tidak percaya bisa menurutimu seperti itu." Kata Erika.

"Beginilah yang terbaik." Kata Alexei.

Tak lama kemudian, salah satu dari mobil-mobil itu berada di samping mobil Erika.

"Mereka ada di sampingku. Bagaimana ini?"

"Tetap bergerak lurus." Jawab Alexei.

"Apa? Apa maksudmu?" Tanya Erika. "Aku bisa langsung belok kiri untuk menghindari mereka."

"Terlalu mudah ditebak. Percayalah pada kami." Kata Alexei.

Tiba-tiba, ban depan mobil itu pecah. Mobil itupun berbelok dan menabrak sisi jalan. Sekarang tinggal satu mobil lagi.

Setelah itu, Alexei menyuruh Erika untuk bergerak ke area pembuangan rongsokan besi. Saat ada di dalam, tiba-tiba mobil Erika diangkat oleh mesin pengangkut sampah. Erika bersama mobilnya dimasukkan ke dalam peti kemas kemudian dikunci. Sementara orang yang mengejar Erika dijatuhi oleh rongsokan besi oleh mesin pengangkut rongsokan.

Erika tidak tahu apa dia harus bersyukur atau khawatir, tapi dia benar-benar lelah, hingga akhirnya tertidur.

[FAST FORWARD]

Erika terbangun di dalam mobilnya. Hari itu sudah malam. Dia pun keluar dan menyadari dirinya sudah tidak lagi ada di dalam peti kemas.

Dari kejauhan, dia melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya. Erika pun berjalan mendekati orang itu. Ternyata orang itu tidak lain adalah RD.

"Kau tidak apa-apa, kan Erika?" Tanya RD. "Tidak ada yang terluka? Tidak ada yang rusak?"

"Dimana adik-adikku?" Tanya Erika.

"Hmm...aku anggap itu sebagai tidak." Kata RD.

"Dimana kloning-kloning itu?"

"Kami sudah menjamin keamanan mereka, tenang saja." Jawab RD.

"Erika!" Teriak seseorang.

Ternyata, itu adalah RM. Dia langsung memeluk Erika.

"Syukurlah, kawan. Kukira aku akan kehilanganmu disana." Kata RM.

RM melepaskan pelukannya. RD berjalan, Erika dan RM mengikutinya.

"Aku harus melihat kloning-kloning itu. Sekarang!" Kata Erika.

"Begitulah yang kumau, tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukannya sekarang." Kata RD.

"Apa!? kenapa!?" Tanya Erika terkejut.

"Erika, tenanglah." Kata RM.

"Bagaimana aku bisa tenang? Adik-adikku dalam bahaya!" Kata Erika.

"Kami mengerti, Erika." Kata RD. "Tapi kami melakukan ini untuk yang terbaik."

Erika pun sudah lebih tenang.

"Apa rencanamu?" Tanya Erika sambil tertunduk.

"Kami akan membiarkanmu melihat adikmu kembali, tapi dengan tiga ketentuan." Jawab RD.

"Katakan padaku." Kata Erika.

"Pertama: Kau harus bekerja sama dengan kami dalam menyelidiki keterlibatan DEIS Industry dalam penyerangan Block 17.
Kedua: Kami akan melakukan pemindahan adik-adikmu, termasuk yang masih di dalam tabung ke tempat yang lebih aman." Kata RD.

"Kalian tidak tahu caranya." Kata Erika.

"Itulah yang kedua." RD mengambil sebuah HP dari sakunya. "You give 'em phonecall." Kata RD sambil menyerahkan sebuah HP kepada Erika.

Erika mengambil dan melihat-lihat HP itu.

"Terakhir: Kami harus menghapusmu." Kata RD.

"Apa maksudmu?" Tanya RM.

RD mengambil sesuatu dari balik jaket jeans-nya. Dia meraihnya pelan-pelan seakan mengambil sebuah pistol. RM dan Erika yang khawatir mundur selangkah. Saat RD mengambil benda itu, ternyata itu hanya sebuah smartphone.

RD hanya seperti, "apaan, sih?" dengan menggunakan ekspresi wajahnya. RM dan Erika mulai tenang.

"Oh, ternyata sudah hampir disana." Kata RD saat melihat smartphone-nya. "Sekarang aku bisa menghapusmu dari radar DEIS Industry."

"Benarkah?" Tanya Erika.

"Tapi, satu hal." Kata RD. "Jawabannya: iya atau tidak. Itu ada dalam satu jari."

"Maksudmu?"

RD berjalan mengelilingi Erika dan RM.

"Seperti yang dikatakan di kontrak: Kau akan bertemu dengan adik-adikmu . Hanya saja, untuk melakukan itu, kau harus bekerja sama dengan kami dalam menyelidiki keterlibatan DEIS Industry dalam penyerangan Block 17." Jelas RD. "Kau tertarik?"

RD tidak banyak bicara lagi setelah itu.

"Ya. Jawabannya jelas." Kata Erika. "Aku terima. Aku akan membantu kalian."

RD tersenyum dan menepuk pundak Erika. "That's a good girl."

RD menekan satu tombol di smartphone-nya kemudian memasukkannya kembali ke saku. Setelah itu, HP yang dipegang Erika berbunyi.

"Itu panggilanmu." Kata RD.

Erika mengangkatnya. Ternyata itu suruhan-suruhan RD diruangan bawah tanah Erika.

RD, Erika dan RM berjalan-jalan di pelabuhan sementara Erika juga menelepon orang-orang RD.

[TO BE CONTINUED]

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa dihargai.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
370 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,206 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,864 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,168 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,444 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,108 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,111 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,721 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,018 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,569 views 0 shares