Safe Keeper - Part 12
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,670 views
Safe Keeper - Part 12

Di ruang rapat, RD sedang mengerjakan sesuatu dengan laptop-nya.

Ini dia Part 12 Safe Keeper. Terima kasih atas semua supportnya, itu sangat membantu.

And, enjoy reading...

==The Story==

"Kukira kau ada di kamar." Kata Milla yang tiba-tiba muncul.

"Kalau kakak ada di kamar lalu apa? Kau mau tidur denganku?" Tanya RD.

"Heh...heh.

Kurasa itu bisa terjadi." Kata Milla.

"Kau keberatan meninggalkanku sendiri?" Tanya RD. "Ada 2 laporan yang harus kukerjakan sekarang."

Kemudian, satu orang lagi masuk. Ternyata itu Alexei.

"Dispenser yang ada di depan kosong. Aku akan ambil air disini." Kata Alexei.

Dia mengambil gelas, mengisinya dengan air dari dispenser yang terletak di pojok ruangan dan meminum airnya.

"Kenapa kau tidak angkat sendiri galonnya?" Tanya RD.

"Mudah bagimu mengatakanya." Kata Alexei. "Mengangkat tas yang selalu kau bawa saja pegalnya sudah setengah mati."

"Oke."

Alexei menghabiskan minuman di gelasnya.

"Oi, RD. Kau pikir bagaimana kabar Erika dan para kloningnya?" Tanya Alexei.

"Urusanku dengannya sudah selesai." Kata RD.

"Tidak. Aku hanya bertanya." Kata Alexei. "Maksudku, kalau para kloning itu sudah hidup dan memulai hidupnya di dunia. Ini tidak mungkin mudah karena, kau tahu..."

RD berhenti mengetik dan menatap ke arah Alexei.

"B-baik, kurasa aku..."

"Erika bisa mengurus itu sendiri bersama R////." Jawab RD. "Kita sudah memberinya bantuan yang cukup banyak. Memindahkan para kloning yang dia anggap "adik" ke tempat yang lebih aman, menghapusnya dari radar DEIS dan kita dapat apa yang kita mau. Done!"

RD melanjutkan mengetik.

"Oh, RD." Panggil Alexei. "Aku bertanya-tanya..."

RD berhenti mengetik dan menatap ke arah Alexei.

"Kau begitu baik kepada Erika dan beberapa minggu yang lalu, kepada Amira juga."

"Ya, aku tahu." Kata RD.

"Aku bertanya-tanya. Mmm..." Kata Alexei. "Apa yang kau lakukan ini untuk tugas dan amanatmu? Apa mungkin itu adalah hal yang... kau tahu? Dari dirimu sendiri?"

RD menatap ke arah Alexei dengan tatapan yng lebih tajam.

"Tidurlah, Lex." Kata RD. "Kau juga masuk sekolah besok."

"Oh, baik."

Alexei pun beranjak pergi.

"WHOAAAAHMM..." Milla menguap.

"Kurasa kau juga harus tidur." Kata RD kepada Milla. "Kau juga sekolah besok."

"Ya. Kurasa begitu." Kata Milla sambil berdiri. "Kakak tidak tidur?"

"Aku tidur tengah malam dan masih bisa bangun kurang dari jam lima. Tenanglah." Kata RD.

Milla pun langsung beranjak pergi. Sementara itu, RD masih mengetik dengan laptopnya.

Chapter 3: Sentinel

Pada sore hari, seorang gadis berseragam SMP berjalan pulang dari sekolahnya. Panggil saja July. Dia adalah satu dari 5% orang-orang kota yang merupakan manusia biasa, yang dihitung-hitung hanya sekitar 128 ribu orang.

July adalah anak perempuan berambut hitam dikuncir panjang, berkulit coklat dengan tubuh kecil.

Perlu dikatakan kalau kota ini adalah kota yang besar yang dikendalikan oleh supercomputer yang dikendalikan oleh pemerintah kota. Kota ini dihuni oleh macam-macam. Manusia berkemampuan khusus, spirits (ya, begitulah sy akan menuliskannya disini), siluman, vampir, lain-lain dan manusia biasa hanya salah satu dari yang paling sedikit tinggal disini.

Populasi yang paling sedikit di kota ini adalah, dari yang paling sedikit, hantu(1%), manusia biasa(5%) dan SEH (Specially Enchanced Human)(5.5%). Lalu, dari yang paling banyak, siluman(12%) dan manusia berkemampuan khusus(11.5%).

July berjalan pulang bersama temannya, Carla.

Carla memiliki rambut hitam terurai, kulit pucat dan sedikit lebih tinggi daripada July.
Tidak ada banyak hal. Mereka hanya berjalan sambil mengobrol. Saat sampai di TV besar yang ada di kota, yang biasanya menayangkan iklan-iklan dan berita, ada satu berita yang muncul.

"Tiga orang ditemukan tewas di perumahan Namour, distrik West Kelian." Begitulah yang dikatakan berita.

"Bukankah itu perumahan kita?" Tanya Carla.

"Ya, benar." Jawab July.

TV itu menunjukkan gambar tempat kejadian. Ternyata, tempat itu adalah jalan di samping lapangan yang cukup dekat dengan rumah July.

"Bukankah itu tempat lapangan itu?" Tanya July.

"Ya, benar!" Jawab Carla.

"Ya ampun. Itu dekat sekali dengan rumahmu." Kata Carla.

Kemudian terdengar lagi dari pembawa acara berita: "Ketiga mayat tersebut diduga meninggal akibat kehabisan darah karena dihisap oleh vampir. Ketiga mayat diduga digigit oleh satu orang yang sama."

Itu membuat July geram.

"Ya ampun. Orang macam apa yang tega melakukan itu?" Tanya Carla terkejut.

"Siapapun yang melakukan ini, pastinya satu vampir yang sangat gegabah dan minum bahkan saat dia tidak membutuhkannya." Jawab July. "Sialan. Vampir murahan."

"Ehemmm...!" Carla sedikit khawatir dengan July.

July lupa kalau temannya sendiri, Carla adalah vampir.

"Eh... m-maaf. Aku tidak bermaksud... maksudku, kau temanku dan kau bukan..." Ucap July.

"Sudah. Tidak apa-apa." Ucap Carla. "Mari kita lanjutkan perjalanan."

"Ya."

[FAST FORWARD]

Carla sudah sampai di rumahnya.

"Oh, ya. Nanti jam 4 jadi tidak?" Tanya Carla.

"Ya... lihat saja nanti." Jawab July.

"Baik. Sampai ketemu nanti."

Mereka pun berpisah.

Dalam perjalanan, July melewati satu gang. Dia melihat ke dalam gang tersebut dan melihat dua makhluk jenis "warlock" mengepung seorang pria.

July mendengarkan percakapan mereka dan dia pun tahu kalau pria itu sedang dirampok.

"Tolong. Aku membutuhkan uang-uang ini untuk istri dan anak-anakku." Ucap pria itu memohon belas kasihan.

Namun, kedua warlock itu tidak peduli. Mereka menginginkan uang pria itu.
July yang merasa geram melihat itu maju, berniat untuk menolong pria itu. Setelah dua langkah, dia berhenti. Dia pun menyadari, dirinya hanya manusia biasa tanpa kekuatan khusus atau semacamnya. Dia tidak akan bisa mengalahkan dua warlock sekaligus.

"Hei, nona!" Panggil salah satu warlock itu. "Apa yang kau lakukan? Kau mau main bersama kami?"

July merasa kesal. Kemudian, dia berbalik dan berlari ke arah rumahnya sambil mengeluarkan air mata.

'Kenapa? Kenapa?' Kata July dalam hati. 'Kenapa aku begitu tidak berguna? Kenapa aku tidak bisa menolong orang yang butuh pertolonganku?'

Akhirnya dia sampai di rumah. Dia membuka pintu dan masuk ke dalam. Dia disambut oleh ibunya. Menyadari itu, July langsung mengusap air matanya.

"Oh, kau sudah pulang July." Kata ibunya. "Ada apa denganmu?"

"Ti-tidk apa-apa." Jawab July masih sedikit tersedu-sedu.

Ibunya yang kenal betul dengan July tahu kalau yang dikatakan July itu adalah bohong. Dia membiarkan anaknya berjalan ke kamar mandi.

***

Sementara itu, di tempat lain...

Seorang pencuri bertopeng berlari dari orang-orang yang mengejarnya. Dia membawa sesuatu di dalam tasnya. Sebuah benda berbentuk tabung transparan dengan benda bercahaya berwarna biru di dalamnya.

Dia terus berlari, dan saat satu atau beberapa orang muncul di depannya dan mengarahkan senjata ke arahnya, dia melemparkan bola gas berwarna biru yang kemudian meledak saat dilempar.

Dia terus berlari hingga sampai di sebuah ruangan bawah tanah. Di dalam sana dia bertemu dengan seorang gadis muda.

"Apa kau mendapatkannya?" Tanya gadis itu.

Pencuri itu membuka topengnya. Ternyata dia adalah seorang pria separuh baya. Kemudian pria itu menunjukkan barang yang dia curi.

"Ya. Aku dapat." Jawab pria itu. "Bersiap untuk peluncuran."

Pria itu menyimpan tabung itu di semacam slot yang cocok dengan tabung itu.

"Kita harus mencari orang yang tepat." Kata gadis itu. "Siapa yang akan mendapatkan kekuatan besar ini?"

"Kita mencari seseorang dengan hati yang baik, namun tidak boleh punya keraguan untuk menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan." Jawab pria itu.

Pria itu mencoba mengoperasikan benda tempat tabung itu dimasukkan. Sementara gadis itu memutar-mmutar tangannya mengelilingi sebuah bola kristal.

"Aku menemukan satu." Kata gadis itu.

Bola kristal memperlihatkan seorang gadis berambut putih yang sepertinya sedang bersiap-siap untuk jalan-jalan.

"Baik. Luncurkan kekuatan itu padanya." Kata pria itu.

"Kau yakin?" Tanya sang gadis.

"Siapapun yang muncul disana adalah pilihan kekuatan yang kita masukkan." Jawab pria itu. "Kita tidak punya waktu lebih untuk mencari yang lain."

"Baik. Aku menger..."

Tiba-tiba, bola kristal yang dipakai gadis itu pecah.

"Seseorang ada disini!" Kata pria itu.

Pria itu membuka sebuah kotak dan mengangkat sesuatu yang tidak lain adalah senjata api laras panjang.

"Berlindung!"

Pria itu bersama sang gadis berlindung di balik meja.
Tak lama kemudian, beberapa orang dengan persenjataan berat memasuki ruangan itu. Sang pria berdiri kemudian menembakkan senjatanya ke arah orang-orang itu sehingga dua orang mati. Orang-orang yang tersisa dari mereka pun berlindung di balik meja dan tembok, begitupun pria itu.

"Raymond Fettel. Ini Kapten Hammer!" Kata seseorang yang sepertinya pemimpin orang-orang itu. "Kau ditahan karena aksi pencurian. Serahkan dirimu dan tidak akan ada yang terluka."

"Omong kosong. Mereka akan menyakiti lebih banyak orang jika itu terjadi." Bisik pria itu, Fettel kepada dirinya sendiri.

"Biar kuperjelas!" Kata orang itu, Kapten Hammer. "Serahkan benda yang kau curi dan kalian tidak akan tersakiti. Apapun yang kalian curi."

"Benda ini lebih aman bersama kami daripada di tangan kalian!" Kata Fettel. "Kalian hanya akan menggunakannya untuk kejahatan dan merusak, itulah yang jelas."

"Tunggu." Kapten Hammer terkejut. "Apa sebenarnya yang kau curi!"

"Great Soul of Blue Sentinel." Jawab Fettel. "Terdengar familiar?"

Kapten Hammer pun terkejut.

"Maju! Serang dia!" Teriak Kapten Hammer.

[TO BE CONRINUED]

Terima kasih sudah membaca. Beri WOW kalau suka, komentar selalu bisa diterima.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
391 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,263 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,882 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,211 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,462 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,125 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,139 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,746 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,031 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,575 views 0 shares