Wonderful Friends: Elder Brother - Part 6
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,827 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 6

Ini dia part 6 WF: Elder Brother.
Terima kasih atas supportnya, itu sangat membantu.

And... enjoy

==The Story==

~~Hika~~

Sepertinya Zu-chan sudah selesai meneleponnya.

Dia berjalan ke arah trailer.

"Jadi, apa kakakmu akan kemari?" Tanyaku.

"Dia akan menemukanku kemanapun aku pergi." Jawab Zu-Chan dengan senyuman manis.

"Baguslah kalau begitu." Kata Ryn-Sensei. "Sepertinya kita tunggu disini sampai dia datang."

"Aku tidak yakin." Kata Ha-Kun.

"Ada apa, Ha-Kun?" Tanya Ryn-Sensei.

"Ada yang mengawasi kita disini." Jawab Ha-Kun.

Aku melihat sekeliling.

"Jangan menengok! Jangan sampai mereka tahu kita tahu keberadaan mereka." Kata Ha-Kun. "Bersikaplah biasa."

"Dia benar. Aku bisa melihatnya." Kata Zu-Chan.

Aku mencoba bersikap biasa. Zu-Chan berjalan ke dalam triler. Dia lebih aman disana. Diluar hanya tinggal aku, Ryn-Sensei, Ha-Kun, Hyo-kun dan Ri-Chan. Zora-Chan menjaga Zu-Chan di dalam.

Hingga akhirnya, beberapa orang sipil mulai mengelilingi kami. Mereka pun mengepung kami. Mereka terus menatap ke arah kami dengan tatapan tajam seakan siap menyerang.

Kemudian, salah satu dari orang-orang itu mengarahkan pukulannya ke arahku. Aku melangkah mundur dan berhasil menghindari pukulan itu. Tiba-tiba, sebuah pisau menancap di lehernya. Saat dilihat, ternyata itu bukan orang, melainkan mesin. Orang itu robot.

"Ternyata benar." Kata Ha-Kun.

"Cyborg." Lanjut Ri-Chan.

Beberapa dari orang-orang itu pun maju.
Di saat itu juga, Ryn-Sensei maju dan memukul orang yang paling depan sehingga terpental, melakukan pukulan kue lapis dan mengenai orang-orang yang di belakangnya. (gaada nama lebih kreatif, apa?; TS: Jedog lu cuk!)

Hyo-Kun mencoba untuk memperlambat gerakkan mereka dengan salju dan Ha-Kun menggunakan dua buah belati untuk memisah-misahkan tubuh mesin-mesin itu. Ri-Chan bisa melawan beberapa dari mereka hanya dengan tangan kosong. Sementara aku... aku hanya terbang membawa dua orang dan menjatuhkannya ke dua orang lain yang ada di bawah.

'Heh...heh...heh. Aku akan menghabiskan seluruh pertarungan seperti ini.' Kataku dalam hati.

Hingga tiba-tiba, kedua tanganku dan kedua kakiku ditahan oleh empat dari para cyborg itu. Mereka benar-benar berat sehingga aku terjatuh. Aku pun menjauh dan berdiri.
Salju-salju Hyo-Kun tidak bisa memperlambat mesin-mesin itu lagi. Belati Ha-Kun sudah menumpul. Tubuh Ryn-Sensei ditindih oleh banyak sekali cyborg hingga dia tidak kuat lagi sedangkan Ri-Chan benar-benar kewalahan bertarung.

Aku? Aku benar-benar kehabisan ide. Tubuhku kesakitan gara-gara jatuh dan mereka banyak sekali. Tidak mungkin aku bisa mengalahkan mereka dengan keadaan seperti ini.

Tiba-tiba...
Dalam satu kedipan mata, mesin-mesin yang mencoba menyerangku terbelah jadi dua. Aku melihat potongan para cyborg itu tergeletak di tanah, dan lebih ke bawah, aku melihat seorang anak perempuan bertubuh kecil membawa sabit berukuran besar.

"Kau baik-baik saja, Hika Onee-San?" Ternyata itu Zu-Chan.

"Aku... tidak apa-apa." Jawabku.

Kemudian, beberapa ekor binatang, harimau, monyet dan lain-lain menyerbu para cyborg itu. Beberapa dari mereka mati dan beberapa dari mereka hanya kehilangan keseimbangan.

"Sepertinya kami tidak punya pilihan lain." Kata Zora-Chan.

"Untunglah kalian keluar." Kata Hyo-Kun.

Tiba-tiba, para cyborg yang menindih Ryn-Sensei terpental ke segala arah.

"Jangan remehkan aku, dasar mainan anak-anak!" Teriak Ryn-Sensei.

Aku dan Zu-Chan yang mendengar itu hanya bengong sambil "eeehh... iya juga. Eh, bener gak ya?"

Tiga cyborg melompat dari belakang kami, dengan cepat, Zu-Chan membelah mereka dengan satu tebasan sabit besarnya.

Kemudian kelompok cyborg melompat ke arah kami dari segala arah. Aku pun memegang pegelangan tangan Zu-Chan dan membawanya terbang bersamaku.

Di udara, para cyborg itu melompat tinggi ke arah kami. Zu-Chan memutar-mutar sabit besarnya ke kanan dan ke kiri untuk menjatuhkan para cyborg itu.

Sepertinya kami memenangkan pertarungan ini. Para cyborg itu dihalangi oleh para binatang kemudian teman-temanku menghabisi mereka. Tiba-tiba saja, sesuatu mengenaiku hingga aku terjatuh membentur tanah bersama Zu-Chan.

"Apa itu?"

Tadi itu rasanya seperti tersetrum. Seluruh tubuhku sepertinya tersengat listrik dengan tegangan tinggi. Sementara aku terpuruk lemas di atas tanah, teman-teman mencoba melindungiku, hingga akhirnya seluruh indraku kembali b ekerja sempurna dan aku bisa berdiri.

"Kau tidak apa-apa, Onee-San?" Tanya Zu-Chan.

"Aku baik-baik saja." Jawabku.

Masih ada banyak dari para cyborg itu, tapi kelihatannya mereka berhenti menyerang kami. Apa yang terjadi?

Dari kejauhan, aku melihat seorang wanita berjalan mendekati kami.

"Siapa dia?" Kami semua keheranan.

Orang itu menunjukkan wajahnya.

"Kau..." Ryn-Sensei sepertinya mengenal orang itu. "...Frasco."

Oh... jadi dia yang namanya Frasco?

"Sepertinya reputasiku sudah sampai ke telinga anda." Kata orang itu, Frasco.

"Kau yang mengirim robot-robot ini untuk menyerang murid-muridku?" Tanya Ryn-Sensei.

"Tebakan bagus, Sensei." Jawab Frasco. "Aku suka itu darimu."

Kemudian, Ryn-Sensei menembakkan bola sihir ke arah Frasco. Bola sihir itu mengenai pundaknya, tapi itu tidak melakukan banyak hal kalau dilihat. Ryn-Sensei mencoba menyerang Frasco lagi, namun sebelum itu terjadi, Frasco menembakkan kilatan listrik dari telapak tangannya ke arah Ryn-Sensei, sehingga Ryn-Sensei terjatuh.

"Sensei!" Teriakku dan Ri-Chan.

"Aku... tidak apa-apa." Kata Ryn-Sensei sedikit terbatuk-batuk.

"Tidak bisa diterima." Kata Ri-Chan.

Ri-Chan menyerang Frasco dengan kekuatan es, namun apa yang terjadi?
Frasco menangkap kekuatan es itu dengan tangannya.

"Apa-apaan?" Ri-Chan keheranan.

Kemudian Frasco melempar kekuatan es itu ke arah Ri-Chan.

"Awas!"

Hyo-kun mencoba mendorong Ri-Chan. Tapi, seluruh tubuh Ri-Chan dan tangan kanan Hyo-Kun membeku.

Frasco berjalan mendekati kami. Hyo-kun dengan tangan kirinya mengeluarkan kekuatan salju untuk menghentikan langkah Frasco. Di saat yang sama, para binatang menerjang Frasco. Lalu, secara tiba-tiba gelombang energi keluar dari tubuh Frasco sehingga membuat para binatang bersama dengan Zora-Chan terpental.

Kemudian aku melihat ke arah Frasco. Tubuhnya membawa seperti api. Itu membuat es Hyo-Kun meleleh. Frasco terus bergerak mendekati kami.

"Sialan kau!"

Hyo-Kun mencoba melakukan hal yang sama, tiba-tiba Frasco mengeluarkan kilatan listrik dari tangannya dan mengenai Hyo-Kun hingga dia pingsan.

Tiba-tiba, Ha-Kun muncul di atas trailer. Dia melemparkan banyak sekali shuriken dan pisau ke arah Frasco. Bagaimanapun juga, Frasco dapat menangkis mereka semua dengan gelangnya yang kelihatannya terbuat dari besi. Setelah Ha-Kun kehabisan stok, dia menyerang Frasco dengan dua buah pisau dipegang backhand. Namun, sebelum kedua pisau itu mengenai Frasco, Frasco berhasil menahan kedua tangan Ha-Kun dengan kedua tangannya. Frasco memutar-mutarnya kemudian melempar Ha-Kun jauh sekali.

Sepertinya hanya tinggal aku dan Zu-Chan. Aku akan menyerangnya pertama. Aku mengeluarkan pedangku kemudian menyiraminya dengan cahaya. Dengan cepat, aku bergerak ke arah Frasco dan mencoba menusuknya, namun dia berhasil menghindar. Aku mencoba mengenainya dengan pedangku beberapa kali, secepat mungkin, tapi dia selalu berhasil menghindarinya. Akhirnya, Frasco memegang tanganku, mengambil pedangku dan mengarahkan ujung pedang itu di dekat leherku.

"Wah...wah...wah. Gerakanmu cepat sekali. Sol sepatuku meleleh." Kata Frasco.

"Hika Onee-San!"

Zu-Chan muncul dan mengayunkan sebuah pedang besar ke arah Frasco, tapi Frasco bisa menahannya dengan pedangku.

Ini kesempatanku!

Aku mencoba memukul Frasco dengan pukulan cahaya. Tapi, dia berhasil menangkap tanganku kemudian melemparku, dan itulah semua yang kuingat...

>>>Ayumu<<<

Orang itu, Frasco melempar Hika Onee-Chan hingga dia pingsan. Aku mundur sedikit dari orang itu, menjaga jarak.

"Kau yang paling muda dari mereka?" Tanya Frasco.

"Begitulah." Jawabku.

"Hmph... bagus." Kata Frasco. "Sepertinya aku langsung saja ke tujuan utama."

Lansung ke tujuan utama? Apa maksudnya?

Frasco melempar pedang cahaya Hika Onee-Chan. Kemudian, aura hitam keluar dari tubuhnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Saat aura hitam itu mulai menghilang, aku bisa melihat sesosok orang berpakaian pelindung. Orang itu membawa pedang yang sangat besar, seukuran dengan pedangku dan sebuah perisai.

"Heh...heh...heh. Kalau begini bagaimana kau bisa mengalahkanku, anak kecil?" Tanya Frasco yang ada di dalam baju pelindung itu.

Ya ampun. Apa dia benar-benar menyimpan baju pelindung itu untuk melawanku? Kenapa dia baru mengeluarkannya sekarang?

"Sudahlah. Dengan baju pelindung itu pastinya gerakkanmu makin lambat." Kubilang.

Tiba-tiba, dia melesat ke arahku dengan sangat cepat.

"Nevermind...nevermind..."

[TO BE CONTINUED]

Jadi, ini part 6 WF: Elder Brother.
Terimakasih sudah membaca, komentar selalu bisa diterima.

Terakhir, selamat berpuasa bagi yg melaksanakan. Semoga satu bulan ini menjadi satu bulan yg menyenangkan

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
376 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,226 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,867 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,179 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,446 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,114 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,120 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,731 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,023 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,570 views 0 shares