Wonderful Friends: Elder Brother - Part 7
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,977 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 7

Jadi inilah part 7 dari WF: Elder Brother.
Terima kasih atas supportnya sebelumnya, itu sangat membantu.

Jadi, have a nice reading.

==The Story==

>>>Ayumu<<<

Orang itu, Frasco melempar Hika Onee-Chan hingga dia pingsan. Aku mundur sedikit dari orang itu, menjaga jarak.

"Kau yang paling muda dari mereka?" Tanya Frasco.

"Begitulah." Jawabku.

"Hmph...

bagus." Kata Frasco. "Sepertinya aku langsung saja ke tujuan utama."

Lansung ke tujuan utama? Apa maksudnya?

Frasco melempar pedang cahaya Hika Onee-Chan. Kemudian, aura hitam keluar dari tubuhnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Saat aura hitam itu mulai menghilang, aku bisa melihat sesosok orang berpakaian pelindung. Orang itu membawa pedang yang sangat besar, seukuran dengan pedangku dan sebuah perisai.

"Heh...heh...heh. Kalau begini bagaimana kau bisa mengalahkanku, anak kecil?" Tanya Frasco yang ada di dalam baju pelindung itu.

Ya ampun. Apa dia benar-benar menyimpan baju pelindung itu untuk melawanku? Kenapa dia baru mengeluarkannya sekarang?

"Sudahlah. Dengan baju pelindung itu pastinya gerakkanmu makin lambat." Kubilang.

Tiba-tiba, dia melesat ke arahku dengan sangat cepat.

"Nevermind...nevermind..."

Aku terus melangkah mundur untuk menghindarinya. Saat dia mengayunkan pedangnya, aku melompat melewati bagian atasnya. Di saat itu juga, aku menyayat baju pelindungnya. Ternyata, kerusakkan yang ditimbulkan benar-benar sedikit. Aku bahkan tidak bisa melihat bekas sayatan yang kubuat sendiri di baju pelindung itu.

[FAST FORWARD]

Pola serangannya benar-benar mudah ditebak. Dia hanya mengayunkan pedang besarnya ke kiri, kanan, dan membenturkannya. Gerakkan pedangnya juga sangat lambat. Entah bagaimana, aku juga yakin kalau Frasco kesulitan melihat dengan helm yang dia pakai.
Aku sering melihat Nii-San melawan musuh seperti ini. Satu-satunya alasanku untuk kalah dari musuh seperti ini adalah karena aku mengacau.

Lihatlah. Aku sudah melubangi beberapa titik di baju pelindungnya.

"Ini tidak akan bekerja."

Kemudian baju pelindung itu menghilang dari Frasco.
Setelah itu, kilatan listrik mengelilingi seluruh tubuhnya, kemudian dia menembakkan listrik ke arahku. Aku menghindarinya dengan berguling ke samping.

Itu terus menerus kulakukan, hingga aku berhasil mendekatinya, aku mengubah pedangku kembali menjadi sabit dan mengayunkannya ke arah Frasco. Tapi, sebelum sabitku mengenai Frasco, dia berhasil menggenggam tanganku, kemudian mencengkeram leherku.
Aku pun berada di dalam keadaan dicekik sambil diangkat.

"Tipe musuh dengan gaya bertarung sepertimu benar-benar menyebalkan." Kata Frasco. "Sekarang kau milikku, anak kecil."

Cengkeramannya semakin kuat. Aku tidak bisa bernafas dan kepalaku rasanya mau meledak di saat yang sama. Cengkeraman itu menahan saluran pernafasanku dan aliran darah ke otakku.

Tiba-tiba, sesuatu terjadi dan aku pun terjatuh. Aku bersyukur masih bisa bernafas.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya seseorang.

Ternyata aku ditolong oleh teman-teman Nii-San. Syukurlah.

"Tenanglah. Kau baik-baik saja."

\\\Nata-Chi///

Aku menenangkan Zu-Chan, adik Sora-Kun. Sementara itu, Tetsu, Teru dan Ino-Kun mencoba melawan orang yang menyerang teman-temanku. Frasco namanya, kalau aku tidak salah.

"Kalian serius mau melawanku?" Tanya Frasco. "Aku sudah mengalahkan teman-teman kalian yang lain. Mereka jauh lebih banyk klau kalian tanya aku."

Benar juga. Tidak mungkin kami bisa mengalahkan perempuan itu.

"Hei!" Tedengar teriakkan seseorang.

Saat aku melihat ke sumber suara, aku melihat Sora-Kun, Ai-Kun, Na-Kun dan Ya-Chan.
Senang sekali mereka datang.

Frasco tidak bisa berkomentar banyak soal itu. Dia lompat ke atas sebuah bangunan.

"Sampai jumpa lain kali, anak-anak." Katanya.

Seketika, Frasco pun langsung menghilang.

"Kemana dia?" Tanya Ai-Kun.

Sora-Kun mendekatiku dan Zu-Chan.

"Dia tidak apa-apa?" Tanya Sora-Kun.

"Frasco mencengkeram lehernya, tapi kurasa dia baik-baik saja." Jawabku. "Dia hanya sedikit shock."

"Baik. Sekarang apa?" Tanya Teru-Kun.

Kemudian, Ino-kun bersama Tetsu-Kun membantu Ryn-Sensei berdiri.

"Kita kembali ke penginapan." Kata Ryn-Sensei.

"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Ya-Chan sambil menunjuk teman-teman kami yang pingsan dan membeku.

Ya ampun, gimana ini?

"Tenang saja." Kata Ryn-Sensei. "Tuan Peter bisa membantu."

Heuuuhhh... syukurlah.
Kami pun pergi ke penginapan menggunakan konvoi.

[FAST FORWARD]

>>>Mizu<<<

Aku merasa benar-benar bersyukur adikku baik-baik saja. Dia berada di penginapan bersama teman-temanku. Sedangkan aku tidak bisa menemaninya, karena aku berada di sebuah kafe untuk menemui Hiko. Padahal rencana awal dia mau bertemu di hotel, tapi sepertinya aneh juga dua cowok berbarengan ke hotel.

"Oi! Mizu!" Hiko memanggilku.

Hiko mendekatiku dan duduk di sebelahku.

"Jadi, bagaimana?" Tanyaku.

"Kita minum sebentar disini kemudian langsung pergi." Jawab Hiko.

"Pulang?"

"Bukan! Ke tempat janjian kita." Jawab Hiko.

Aku benar-benar ingin pulang sekarang. Setelah apa yang terjadi, tentu saja.

"Ayolah, kawan. Ini pertama kalinya kau ikut touring setelah beberapa bulan." Kata Hiko.

"Oh, benarkah?" Tanyaku sarkastik.

"Lagipula, banyak hal yang bisa kita lakukan." Kata Hiko.

"Misalnya?" Tanyaku.

"Nyomblangin kamu sama Littan." Jawab Hiko.

"Eh? Apa maksudmu?" Tanyaku terkejut.

"Aku paham. Lelaki sepertimu kesulitan mendekati cewek." Kata Hiko. "Walaupun banyak perempuan yang menyapamu, kau hanya menyapa balik dan pergi."

"Apa yang harus kulakukan?" Tanyaku. "Aku selalu begitu kalau ibu dan adikku menyapaku."

"Sss...sss...ssstt. Jangan bicarakan itu lagi, oke." Kata Hiko.

Aku benar-benar tidak tahu apa yang dia mau. Lagipula, aku sama sekali tidak peduli.

"Biar kuberitahukan cara mendekati dan mendapatkan cewek." Kata Hiko sambil merangkulku.

U-oh. Aku tidak suka ini.

"Kau rangkul dia seperti ini." Kata Hiko. Kemudian matanya mengarah ke wajahku. "Kemudian kau tatap matanya dengan serius."

Dia merangkulku sambil menatapku dengan tatapan yang aneh. Ini benar-benar kejadian yang menyebalkan.

"Sudahlah Hiko. Orang-orang menatap ke arah kita." Kataku sambil menyingkirkan tangan Hiko dari pundakku.

"Kukira kau ingin bantuan untuk mendekati Littan." Kata Hiko.

"Tidak, Hiko. Tidak. Aku tidak mau jadi pacar Littan." Kubilang.

"Apa? Tapi, kau perhatian dan, begitu kepadanya. Bukankah itu artinya kau suka dia?" Tanya Hiko. "Kau juga sempat bilang kau mencintainya."

"Tidak. Tidak. Dengarkan aku." Kubilang. "Aku memang selalu kangen padanya. Aku senang melihat dia senang, dan aku ingin dia melihatku senang. Aku ingin tahu bagaimana harinya, dan aku ingin dia tahu bagaimana hariku. Tapi aku bukan orang bodoh yang ingin jadi pacarnya!"

Hiko hanya menatapku terkejut.

"Tapi, kau pernah marah saat laki-laki lain mendekatinya." Kata Hiko.

"Bagaimana ya?" Ucapku. "Dia sudah seperti adikku sendiri."

"Jadi, kau bukan mau jadi pacarnya Littan? Kau hanya mencintainya dengan artian umum?" Tanya Hiko.

"Jangan salah." Kubilang. "Kalau aku harus memilih antara Littan dan adikku. Aku akan memilih adikku."

"Ya iyalah." Kata Hiko. "Kalau akhirnya dia dapat pacar bagaimana?"

"Pffftt... kalau ada seseorang yang cukup bodoh untuk memacari anak kecil itu, aku akan memakan 10 biji kuenya dalam 10 hari." Kubilang.

"Wow... itu taruhan yang cukup meyakinkan." Kata Hiko.

Aku melihat ke jam. Ini baru jam 17 lebih. Masih lumayan jauh dari malam.

"Sebaiknya kita ke penginapan, atau Yanda-Sensei akan memukul kepalamu lagi." Kubilang.

"Diamlah. Bukan hanya Yanda-Sensei yang selalu memukul kepalaku." Kata Hiko sambil mengusap-usap kepalanya.

Kami pun beranjak menuju ke penginapan.

[TO BE CONTINUED]

Inilah Wonderful Friends: Elder Brother.

Terima kasih sudah membaca.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
380 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,243 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,871 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,186 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,449 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,117 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,126 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,737 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,025 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,571 views 0 shares