Wonderful Friends: Elder Brother - Part 8
Loading...
 
posted on WOW Keren
2,542 views
Wonderful Friends: Elder Brother - Part 8

Hey, welcome to WF: Elder Brother.
Tanpa banyak kata-kata, enjoy the story.

==The Story==

Dua menit kemudian, kami berdua sampai di penginapan. Nata langsung memukul kepala Hiko dengan buku yang memiliki cover tebal, aku benar-benar tidak mau tahu kenapa.

Namun, aku mengabaikan mereka dan mendekati adikku. Dia langsung berlari ke arahku dan memelukku.

Tubuhnya berkeringat banyak sekali. Aku yakin dia shock. Ya, dia tidak pernah mengalami pertarungan sungguhan hingga sekarang.

"Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja." Kubilang sambil mengelus kepalanya.

Dia tidak aman disini. Aku mestinya membawanya pulang sejak diserang di panti asuhan tadi.

"Hei, Ayumu. Mari kita bicara empat mata diluar."

Aku mengajaknya ke teras penginapan. Kemudian aku menutup pintu depan penginapan erat-erat.

"Kau tidak akan percaya apa yang terjadi." Dia bilang.

"Ayumu, dengarkan aku." Kubilang.

"Teman-temanmu menyerang para robot itu dengan cepat. Hebat sekali, aku..."

"Ayumu, tolong dengarkan aku!" Akhirnya dia pun diam. "Aku akan memanggil rekanku kemari. Dia akan mengantarmu pulang."

"Apa? Apa maksudmu mengantarku pulang?" Tanya Ayumu dengan sedikit tertawa.

"Kau tidak ingat pertarunganmu dengan perempuan gila itu?" Tanyaku balk sambil mengeluarkan smartphone-ku. "Dia hampir membunuhmu."

Ayumu hanya tertunduk.

"Aku akan meminta rekanku mengantarmu pulang."

"Bagaimana kalau aku bilang tidak?" Tanya Ayumu.

Aku menurunkan smartphone-ku, menatapnya sambil mendekatinya.

"Kau belum belajar soal betapa berharganya hidupmu, eh?" Tanyaku. "Kau melawan seorang penyihir dengan ilmu jauh lebih tinggi dan kau hampir terbunuh. Itu berbahaya."

"Hentikan omong kosongnya!" Kata Ayumu. "Apa yang kau takutkan? Kau takut aku bernasib seperti adik Hika-nee. Aku bisa mengurus diriku sendiri."

"Seberapa dekat dirimu dengan bahaya saat itu!?" Tanyaku dengan nada keras.

"Aku baik-baik saja bersamamu dan teman-temanmu." Jawabnya. "Aku merasa aman bersama kalian. Aku merasa, akan baik-baik saja."

"Ya! Sekarang kau akan lebih baik bersama ayah dan ibu, DI RUMAH!" Teriakku.

Aku pun masuk kedalam penginapan, meninggalkan Ayumu sendirian di teras. Saat aku masuk, semuanya menatap ke arahku. Tadi itu benar-benar memalukan. Bukan hanya karena pertengkaranku dengan adikku didengar teman-temanku. Maksudku, aku tidak pernah meneriaki adikku sekeras dan seserius itu sebelumnya. Tapi masalahnya adalah,aku ingin melindunginya, dan aku tidak bisa melakukannya dengan keadaan seperti ini.

Aku pun menelepon rekanku, dan ya, dia setuju untuk mengantar Ayumu pulang.

"Sora!" Seseorang memanggilku. Ternyata itu Hika.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Apa kau yakin soal itu? Kau memaksa adikmu untuk pulang?" Tanya Hika.

"Dengar! Aku tahu apa yang kulakukan, oke." Jawabku.

Aku menyimpan kembali smartphone-ku dan mengambil segelas air putih.

"Sora. Aku tahu 'dia bukan dia', tapi..."

Perkataan Hika membuatku hampir tersedak.

"Apa?" Tanyaku.

"Kau tahu apa maksudku, 'dia bukan dia'." Jawab Hika.

"Hika, kumohon. Jangan hubungkan urusan pribadimu dengan ini." Kubilang. "Ini sudah cukup berat. Tidak,maksudku sangat berat bagi kita semua."

"Ini bukan hanya soal kehilangan adik, Sora!" Teriak Hika. "Ini soal kehilangan keluarga. Seseorang yang kau sayangi, yang dekat denganmu. Kau mengerti, kan?"

Aku menunduk dan menggaruk kepalaku.

"Kau tidak lihat bagaimana dia memelukmu tadi?" Tanya Hika.

"Ya, aku tahu. Dia dekat sekali dengan kematian saat melawan Frasco." Jawabku.

"Dia takut kehilanganmu, Sora!" Teriak Hika.

"Bagaimana kau tahu itu?" Tanyaku kesal.

"Kau bisa lihat saat di teras tadi. Kau bisa mendengar dia berkata kalau dia sama sekali tidak takut karena ada kita disisinya. Kau tidak bisa memaksanya pergi kalau akhirnya dia akan merasa lebih, takut."

"Tolong, Hika. Apa yang kau coba katakan sekarang?" Tanyaku.

"Aku tahu, dia bukan adikku. Tapi aku mengerti kalau dia takut kehilangan keluarganya melebihi apapun." Kata Hika. "Demi Tuhan, dia takut kehilanganmu, Sora. Tidakkah kau mengerti?"

Aku menatap kearahnya dengan seksama.

"Kau benar." Kubilang. "Adikku bukanlah adikmu, dan aku yakin benar kalau Ayumu bukanlah adikmu. Hal terakhir, Ayumu tidak perlu menetap disini. Kita bisa selamat kalau kita tetap bersama."

Hika tertunduk dan terdiam.

"Ya. Kau benar. Kita akan selalu baik-baik saja selama kita bersama." Kata Hika. "Aku... tolong maafkan aku karena membawa urusan pribadiku."

"Tidak apa-apa." Aku menepuk pundaknya. "Aku akan pergi lagi dengan Hiko. Bisa kau tolong jaga adikku?"

Dia tersenyum ke arahku dan menjawab, "Ya. Dengan senang hati."

Aku menepuk pundaknya lagi dan membiarkannya pergi.

***

Aku pun berjalan dengan Hiko menuju ke tempat.

"Hei!" Seseorang memanggilku dari belakang. Itu Zora.

"Kenapa kau ikut?" Tanya Hiko.

"Yanda-Sensei dan Nata-chi memintaku ikut. Mereka takut Hiko-kun akan membuat masalah." Jawab Zora.

"Eh... kenapa aku?" Tanya Hiko kesal.

"Mungkin karena tidak pernah ada yang punya masalah dengan Sora-kun." Jawab Zora.

"Baik, baik. Kau ikut." Kata Hiko.

Zora pun ikut dengn kami.

***

Aku mengambil sesuatu di saku jaketku. Itu adalah sebuah kalung rantai yang menggantung sebuah pedang kecil. Aku memakai kalung itu.

"Benda apa itu?" Tanya Zora.

"Kalung." Jawabku.

"Bentuknya aneh."

"Tidak juga." Kubilang "Aku membawanya setiap saat untuk berjaga-jaga. Walaupun tidak jarang benda ini ketinggalan di rumah."

Hiko ada di paling depan, memandu perjalanan sedangkan aku bersama Zora di belakang. Aku jarang bicara dengannya, jadi aku coba memulai pembicaraan lain dengannya.

"Jadi ka..."

Aku dan Zora mulai bicara di saat yang sangat bersamaan. That's awkward. Aku pun terdiam, begitupun Zora.

"Kau duluan." Kata Zora.

"Tidak, tidak. Kau saja duluan." Kubilang.

"Kurasa aku mau mendengarkanmu dulu." Kata Zora.

"Tidak begitu penting. Kurasa kau sepertinya yang ingin mengatakan sesuatu." Kubilang.

"Baik." Kata Zora. "Apa ada sesuatu pada diri Ayumu-chan, yang begitu, spesial?"

"Semua orang spesial, Zora." Kataku.

"Aku mendengar kalau Ayumu-chan adalah tujuan utama Frasco." Kata Zora.

"Apa? Benarkah?" Tanyaku.

"Ya. Aku mendengarnya."

Ya ampun. Apa ini semacam omong kosong? Aku hanya membawa adikku kemari untuk bersenang-senang, bukan bencana.

"Menurutmu, apa yang membuat seseorang seperti Frasco mengincar Ayumu?" Tanya Zora.

Aku memikirkannya. Aku berpikir sekeras mungkin. Dan sepertinya aku mendapat satu.

"Ini belum pasti, tapi..."

"Apa? Katakan saja." Kata Zora.

[TO BE CONTINUED]

Jadi, inilah WF: Elder Brother. Terima kasih sudah membaca.

And as always,
have a nice day

Trending Now
9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

9 Spanduk Jualan yang Bikin Pembeli Kebingungan

Spanduk adalah tulisan yang biasanya ditempel di tempat strategis agar orang-orang bisa melihatnya dengan jelas. Sebenarnya spanduk dibuat e
391 views 0 shares
Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Sebelum SELFIE di CERMIN, Pastikan Dulu Kondisinya, Kalo Gak Mau Seperti Ini.

Ada berbagai macam mode dan cara selfie yang jadi budaya masyarakat modern sekarang, salah satunya adalah Mirror Selfie, atau foto di depan
361,263 views 8,211 shares
10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

10 Coretan Dinding yang Bikin Kita Termotivasi

Sebagai manusia ada kalanya kita merasa sendiri, malas atau down karena berbagai masalah yang kita hadapi. Ketika masa itu datang, selain so
1,882 views 0 shares
FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

FOTOGRAFI MAYAT Setelah Kematiannya Yang Disetting Seakan Masih Hidup

pada zaman victoria dahulu, atau pada abad 18an, ada sebuah tren fotografi yang bernama post-mortem photography, dimana jasad orang mati aka
323,211 views 2,138 shares
10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

10 Foto Konyol Dalam Dunia Olahraga

Terkadang dalam dunia olahraga ada hal-hal konyol yang menggelikan. Dan ada saja fotografer yang mengabadikannya :D Yap, ini adalah gambar
343,462 views 3,701 shares
10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

10 Meme Bualan Buaya yang Bikin Cewek Nyengir

Sudah menjadi steriotip di Indonesia, cowok-cowok yang sukanya gombal, merayu tapi lalu ghosting sering disebut buaya. Entah apa filosofi aw
2,125 views 0 shares
10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

10 Jajanan Warung yang Isinya Bikin Kaget

Walaupun minimarket sudah bertebaran di kota atau desa pinggiran, hal ini yang membuat semua masyarakat berbelanja di sana. Masih banyak sek
2,139 views 0 shares
10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

10 Benda Buatan Manusia yang Nyaris Nggak Bisa Dihancurkan

Tuhan menciptakan manusia dengan akal pikiran, untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna. Ada yang bilang kalau nggak ada yang abadi di du
478,746 views 28,183 shares
10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

10 Aktris Cantik Indonesia yang Memiliki Alis Tebal

Penampilan wajah menurut wanita adalah hal yang paling utama. Karena nggak bisa dipungkiri jika kita melihat seseorang, hal utama yang kita
2,031 views 0 shares
10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

10 Tokoh Superhero yang Pernah Main di Sinetron Indonesia. Kocak!

Sebelum adanya sinetron azab, salah satu stasiun TV Indonesiasering menayangkan sinetron kolosal yang isinya menceritakan tentang kerajaan-k
7,575 views 0 shares