Love. Life. Lie
Loading...
 
posted on WOW Keren
944 views
Love. Life. Lie

Halo, Tachi di sini. Selamat lebaran yaa, semuanya.

Mohon maaf lahir dan batin, ya, pulsker.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Love. Life. Lie.

Genre: Romance, Hurt / comfort, tragedy, slightly humor
I dont own any of the character, only the story. All chara are level-5's.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Love, Life, Lie.

Ada apa hubungan antar ketiga kata itu?

Awalnya aku juga tak mengerti. Sama sekali. Aku bahkan tak mau ambil pusing untuk hal itu.

"Menurutmu, apa arti dari ketiga kata itu?" Aku hanya mengedikkan bahuku dengan acuh tak acuh. "Mana kutahu. Aku tak pernah memikirkan tentang cinta, kok."

"Lagipula," Aku menyelesaikan crepes yang kubeli. "Tak ada gunanya," Ia, gadis bersurai pink baby bernama Takanashi Shinobu hanya tertawa kecil. "Kau memang tak pernah dewasa!"

"Aku sudah dewasa, kok! Umurku suah tiga belas, dan aku murid teladan," Ia berjalan membuntutiku. "Ya, murid teladan di ekskul baris-berbaris putri. Kau itu galak sekali, sih!"

Aku mendelik. Dasar, kenapa, sih, aku harus berada di pleton yang sama dengan orang ini? Cerewet sekali. Aku menyesal mengusulkan diri membersihkan ruang ganti.

"Tenang saja, Sakuma!" Shinobu berkata dengan serius. "Aku tahu, kok, ada beberapa cowok yang melirikmu!" Aku hanya memutar bola mataku. "Masa bodoh, kau pikir aku peduli?"

Ya, pada akhirnya aku peduli, sih. Aku peduli ketika aku bertemu orang itu.

Orang yang mempesona.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Murid baru akan datang hari ini," Ucap Koujirou, sahabatku. "Katanya ia dari keluarga yang kaya-rayaaa!" Aku memukulnya pelan, memberi tanda untuk diam. Ia mengaduh, lalu balas memukulku.

"Kau memukul keras sekali, sih! Kau itu bukan perempuan, ya?" Aku hanya terenyum sok manis. "Lalu maumu apa, Koujirou-kun? Kau ingin aku mengenakan rok mini yang melambai-lambai, lipstick, dan menghias rambutku dengan jepit? Like hell!"

Ia tertawa. "Untung kau tidak menulis biodatamu dengan gender laki-laki saat masuk SMP," Aku menjulurkan lidah. "Aku lupa memberitahu ayahku untuk melingkari kolom laki-laki!"

Kami berlari menuju kelas 2-A, kelas unggulan. Semacam kelas elit, lah. Kelas ini cukup bergengsi, apalagi di sekolah elit tempatku bersekolah ini. Kenapa aku bisa masuk ke sini? Kerena aku membanting tulangku dengan les dan ikut lomba ini-itu.

Sesuatu menyentuh bahuku. Gumplan kertas rupanya. Aku tahu, itu pasti dari Koujirou. Ia mengedipkan sebelah matanya padaku. Yah, itu memang kebiasaan kami selama ini.

"Anak-anak, ibu kenalkan dengan teman baru kalian, Yuuto-kun. Ayo, masuk!" Ia melangkah masuk ke kelas. Well, pada pandangan pertama, sih, aku tak memperhatikan. Barulah setelah ia berbicara, aku meliriknya, sedikit.

"Salam kenal. Aku harap kalian mau menerimaku dengan baik. Sekian," Memang, pidatonya pendek dan wajahnya tak terlalu jelas karena adanya goggle yang menghalangi.

"Hm, Yuuto-kun, tolong lepas kacamatamu," Ia menoleh ke arah bu guru. "Maaf, bu. Ini privasi," Cih, orang aneh. Kenapa ia meniru perkataanku, sih?

"Baiklah, kau bisa duduk di samping Sakuma-chan," Aku langsung menggebrak meja. "Tolong panggil nama saya tanpa 'chan'!" Seisi kelas tertawa kecil. Jujur, ya. Aku tak mau dipanggil dengan panggilan yang feminin.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oiii! Sakumaaa! Mau ikut main ngggaaak?" Aku menoleh ke arrah lapangan sekolah yang berisi anak-anak seusiaku. Koujirou nyengir. Peluh menetes dari pelipisnya. Aku tertawa.

"Tentu saja!" Tas beserta jaketku terlempar entah ke mana. Aku tak peduli. Toh, bukan aku yang mencucinya. Memang, kebiasaanku ini kurang baik. Tapi, aku-tidak-peduli.

Walaupun aku perempuan, aku pergi ke SMP dengan seragam laki-laki, yaitu dengan celana panjang hitam, bukan dengan rok mini merah. Rambutku adalah satu-satunya penanda genderku, panjang sepunggung.

Bukan, bukan berarti aku suka. Ayahku memaksa agar aku memanjangkan rambutku dengan ancaman ini-itu. Aku mengalah, tapi aku juga memaksanya untuk membelikan seragam untuk laki-laki dengan ancaman juga. Anggaplah ini impas.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Kau harusnya tak usah terlalu serius tadi," Koujirou memegangi pipinya yang lebam. Well, maklum, aku terbawa emosi. Karena alasan dihina oleh Koujirou, aku memukulnya. Pelan, kok.

"Apa opinimu dengan Yuuto, hm?" Aku hanya menggumam. "Aku tak tahu. Ia terlihat menarik, walau...yah," Ia menatapku. "Eksentik," Aku mengganguk

"Sakuma," Aku menoleh. Koujirou menatapku. Langkah kami berhenti. Aku tak tahu apa, tapi pandangan mataku tak dapat terlepas dari matanya. Mata sewarna samudra yang bekilau diterpa matahari senja. Indah sekali.

Ia membelai pipiku. "Kenapa kau selalu mengenakan eyepatch ini, Sakuma?" Aku menutup kedua mataku, merasakan getaran hangat dari telapak tangannya. "Apa yang terjadi sehingga kau menutupinya?"

Tiba-tiba, aku tersadar. Reflek, kupukul pipinya (yang tentu saja, bukan pipi yang telah lebam), kali ini dengan keras. Koujirou, tentu saja, terpelanting ke belakang.

"Dasar mesuum!" jeritku sambil terus memukulinya. Aku tak peduli, walau ia terus mengaduh dan memohon untuk berhenti.

"Aduh! Ow! Saku... Ow! Sakit! Aduh! Berhenti!" Setelah puas memukulinya, barulah aku berhenti. "Makan, tuh!" teriakku sebelum meninggalkannya sendiri di jalan.

"Maaf, maaf!" Ia tertatih-tatih mengejarku. "Tapi, kau mau, kan, kucium sebagai permintaan maaf?" Aku menoleh ke arahnya. Menarik kerahnya ke arahku.

"Go to hell,"

Dan, sekali lagi, Koujirou harus terpelanting jatuh.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TBC
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Chapter Depan :

"Anak perempuan tidak seharusnya begitu!" Aku menoleh. Dasar goggle sialan! Sudah mencabut posisiku, mengaturku lagi!

"Kau mau cari mati, ya?"

"Kau tidak tahu? Dasar tidak peka! Ia selama ini menyukaimu, tahu!"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ofyuh, akhirnya rampung chap, 1. Oya, merasa familiar dengan nama Sakuma? Dulu memang Ririn pernah nulis tentang dia di cerpen Cancer, dan rencananya, Tachi pengen ngerevisi. Nah, itu emang aslinya cerita bikinan Tachi pas kelas 4 dulu. Tapi, Tachi belom ngasih ancer-ancer appearancenya ke Ririn. Nah, ini covernya ntuh wajah aslinya, bukan yang sebelumnya itu, oke ()? Tachi pamit dulu!

Trending Now
10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

Ketika kita belanja online melalui e-commerce, pada aplikasinya ada kolom komentar yang bisa kita isi tentang kepuasan barang yang telah kit
892 views 0 shares
9 Kebaya ala Aurel Hermansyah yang Bisa Menginspirasimu

9 Kebaya ala Aurel Hermansyah yang Bisa Menginspirasimu

Kebaya adalah busana wanita khas tradisional Indonesia. Walaupun saat ini sudah modern,namun dalam beberapa acara formal seperti pernikahan
2,342 views 0 shares
10 Jawaban Nyeleneh Siswa Saat Ujian yang Bikin Tepuk Jidat

10 Jawaban Nyeleneh Siswa Saat Ujian yang Bikin Tepuk Jidat

Sudah menjadi kewajiban para siswa mengikuti ujian setelah mempelajari materi yang diberikan oleh para guru. Biasanya soal-soal yang diberik
9,009 views 0 shares
11 Chat Lucu pakai Bahasa Kekinian ini bikin Auto Ngakak cekikikan

11 Chat Lucu pakai Bahasa Kekinian ini bikin Auto Ngakak cekikikan

Dijaman sekarang ini semakin lama makin banyak bahasa gaul kekinian yang banyak istilah aneh-aneh. Kalau kita sendiri gak update bakal banya
351,582 views 0 shares
14 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip & Gak Kalah Indah Dari Luar Negeri

14 Tempat Wisata Indonesia yang Mirip & Gak Kalah Indah Dari Luar Negeri

Piknik dan Travelling saat ini nampaknya jadi Kebutuhan setiap orang, banyak yang ingin travelling ke luar negeri tapi kadang terhambat peng
343,285 views 13,351 shares
10 Meme Tentang Foto Benda Bisa Menggoda Orang Lagi Puasa

10 Meme Tentang Foto Benda Bisa Menggoda Orang Lagi Puasa

Kekurangan nutrisi pada tubuh memang membuat kita jadi lemas dan lunglai. Apalagi ketika kita menjalankan ibadah puasa seperti sekarang ini.
704 views 0 shares
10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

Setiap orang pasti punya hobi dalam hidupnya, salah satu yang paling digandrungi anak muda saat ini adalah main game. Enggak cuma lewat smar
11,979 views 0 shares
10 Potret Nyeleneh Orang Lagi Ngadem

10 Potret Nyeleneh Orang Lagi Ngadem

Cuaca terkadang memang sedang tidak menentu. Ketika siang hari begitu terik, memasuki sore hari tiba-tiba hujan lebat. Ada yang mengatakan j
2,189 views 0 shares
10 Tipe Pacaran Orang Indonesia yang Bikin Kamu Ngakak Setuju

10 Tipe Pacaran Orang Indonesia yang Bikin Kamu Ngakak Setuju

Setiap orang pasti ingin memiliki hubungan khusus dengan seseorang. Ketika paham PDKT sudah dilewati, kita akan menuju tahap berikutnya yait
5,411 views 0 shares
10 Pekerjaan Ekstrim Dan Nggak Masuk Akal yang Dilakukan Para Pria

10 Pekerjaan Ekstrim Dan Nggak Masuk Akal yang Dilakukan Para Pria

Dari dulu, kaum pria selalu dianggap lebih kuat dari pada kaum hawa. Mereka bisa mengerjakan pekerjaan yang lebih berat dari wanita karena m
64,642 views 3,509 shares