Love. Life. Lie
Loading...
 
posted on WOW Keren
983 views
Love. Life. Lie

Halo, Tachi di sini. Selamat lebaran yaa, semuanya.

Mohon maaf lahir dan batin, ya, pulsker.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Love. Life. Lie.

Genre: Romance, Hurt / comfort, tragedy, slightly humor
I dont own any of the character, only the story. All chara are level-5's.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Love, Life, Lie.

Ada apa hubungan antar ketiga kata itu?

Awalnya aku juga tak mengerti. Sama sekali. Aku bahkan tak mau ambil pusing untuk hal itu.

"Menurutmu, apa arti dari ketiga kata itu?" Aku hanya mengedikkan bahuku dengan acuh tak acuh. "Mana kutahu. Aku tak pernah memikirkan tentang cinta, kok."

"Lagipula," Aku menyelesaikan crepes yang kubeli. "Tak ada gunanya," Ia, gadis bersurai pink baby bernama Takanashi Shinobu hanya tertawa kecil. "Kau memang tak pernah dewasa!"

"Aku sudah dewasa, kok! Umurku suah tiga belas, dan aku murid teladan," Ia berjalan membuntutiku. "Ya, murid teladan di ekskul baris-berbaris putri. Kau itu galak sekali, sih!"

Aku mendelik. Dasar, kenapa, sih, aku harus berada di pleton yang sama dengan orang ini? Cerewet sekali. Aku menyesal mengusulkan diri membersihkan ruang ganti.

"Tenang saja, Sakuma!" Shinobu berkata dengan serius. "Aku tahu, kok, ada beberapa cowok yang melirikmu!" Aku hanya memutar bola mataku. "Masa bodoh, kau pikir aku peduli?"

Ya, pada akhirnya aku peduli, sih. Aku peduli ketika aku bertemu orang itu.

Orang yang mempesona.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Murid baru akan datang hari ini," Ucap Koujirou, sahabatku. "Katanya ia dari keluarga yang kaya-rayaaa!" Aku memukulnya pelan, memberi tanda untuk diam. Ia mengaduh, lalu balas memukulku.

"Kau memukul keras sekali, sih! Kau itu bukan perempuan, ya?" Aku hanya terenyum sok manis. "Lalu maumu apa, Koujirou-kun? Kau ingin aku mengenakan rok mini yang melambai-lambai, lipstick, dan menghias rambutku dengan jepit? Like hell!"

Ia tertawa. "Untung kau tidak menulis biodatamu dengan gender laki-laki saat masuk SMP," Aku menjulurkan lidah. "Aku lupa memberitahu ayahku untuk melingkari kolom laki-laki!"

Kami berlari menuju kelas 2-A, kelas unggulan. Semacam kelas elit, lah. Kelas ini cukup bergengsi, apalagi di sekolah elit tempatku bersekolah ini. Kenapa aku bisa masuk ke sini? Kerena aku membanting tulangku dengan les dan ikut lomba ini-itu.

Sesuatu menyentuh bahuku. Gumplan kertas rupanya. Aku tahu, itu pasti dari Koujirou. Ia mengedipkan sebelah matanya padaku. Yah, itu memang kebiasaan kami selama ini.

"Anak-anak, ibu kenalkan dengan teman baru kalian, Yuuto-kun. Ayo, masuk!" Ia melangkah masuk ke kelas. Well, pada pandangan pertama, sih, aku tak memperhatikan. Barulah setelah ia berbicara, aku meliriknya, sedikit.

"Salam kenal. Aku harap kalian mau menerimaku dengan baik. Sekian," Memang, pidatonya pendek dan wajahnya tak terlalu jelas karena adanya goggle yang menghalangi.

"Hm, Yuuto-kun, tolong lepas kacamatamu," Ia menoleh ke arah bu guru. "Maaf, bu. Ini privasi," Cih, orang aneh. Kenapa ia meniru perkataanku, sih?

"Baiklah, kau bisa duduk di samping Sakuma-chan," Aku langsung menggebrak meja. "Tolong panggil nama saya tanpa 'chan'!" Seisi kelas tertawa kecil. Jujur, ya. Aku tak mau dipanggil dengan panggilan yang feminin.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oiii! Sakumaaa! Mau ikut main ngggaaak?" Aku menoleh ke arrah lapangan sekolah yang berisi anak-anak seusiaku. Koujirou nyengir. Peluh menetes dari pelipisnya. Aku tertawa.

"Tentu saja!" Tas beserta jaketku terlempar entah ke mana. Aku tak peduli. Toh, bukan aku yang mencucinya. Memang, kebiasaanku ini kurang baik. Tapi, aku-tidak-peduli.

Walaupun aku perempuan, aku pergi ke SMP dengan seragam laki-laki, yaitu dengan celana panjang hitam, bukan dengan rok mini merah. Rambutku adalah satu-satunya penanda genderku, panjang sepunggung.

Bukan, bukan berarti aku suka. Ayahku memaksa agar aku memanjangkan rambutku dengan ancaman ini-itu. Aku mengalah, tapi aku juga memaksanya untuk membelikan seragam untuk laki-laki dengan ancaman juga. Anggaplah ini impas.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Kau harusnya tak usah terlalu serius tadi," Koujirou memegangi pipinya yang lebam. Well, maklum, aku terbawa emosi. Karena alasan dihina oleh Koujirou, aku memukulnya. Pelan, kok.

"Apa opinimu dengan Yuuto, hm?" Aku hanya menggumam. "Aku tak tahu. Ia terlihat menarik, walau...yah," Ia menatapku. "Eksentik," Aku mengganguk

"Sakuma," Aku menoleh. Koujirou menatapku. Langkah kami berhenti. Aku tak tahu apa, tapi pandangan mataku tak dapat terlepas dari matanya. Mata sewarna samudra yang bekilau diterpa matahari senja. Indah sekali.

Ia membelai pipiku. "Kenapa kau selalu mengenakan eyepatch ini, Sakuma?" Aku menutup kedua mataku, merasakan getaran hangat dari telapak tangannya. "Apa yang terjadi sehingga kau menutupinya?"

Tiba-tiba, aku tersadar. Reflek, kupukul pipinya (yang tentu saja, bukan pipi yang telah lebam), kali ini dengan keras. Koujirou, tentu saja, terpelanting ke belakang.

"Dasar mesuum!" jeritku sambil terus memukulinya. Aku tak peduli, walau ia terus mengaduh dan memohon untuk berhenti.

"Aduh! Ow! Saku... Ow! Sakit! Aduh! Berhenti!" Setelah puas memukulinya, barulah aku berhenti. "Makan, tuh!" teriakku sebelum meninggalkannya sendiri di jalan.

"Maaf, maaf!" Ia tertatih-tatih mengejarku. "Tapi, kau mau, kan, kucium sebagai permintaan maaf?" Aku menoleh ke arahnya. Menarik kerahnya ke arahku.

"Go to hell,"

Dan, sekali lagi, Koujirou harus terpelanting jatuh.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TBC
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Chapter Depan :

"Anak perempuan tidak seharusnya begitu!" Aku menoleh. Dasar goggle sialan! Sudah mencabut posisiku, mengaturku lagi!

"Kau mau cari mati, ya?"

"Kau tidak tahu? Dasar tidak peka! Ia selama ini menyukaimu, tahu!"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ofyuh, akhirnya rampung chap, 1. Oya, merasa familiar dengan nama Sakuma? Dulu memang Ririn pernah nulis tentang dia di cerpen Cancer, dan rencananya, Tachi pengen ngerevisi. Nah, itu emang aslinya cerita bikinan Tachi pas kelas 4 dulu. Tapi, Tachi belom ngasih ancer-ancer appearancenya ke Ririn. Nah, ini covernya ntuh wajah aslinya, bukan yang sebelumnya itu, oke ()? Tachi pamit dulu!

Trending Now
Inilah Arti Tersembunyi dari 9 Logo Perusahaan di Dunia

Inilah Arti Tersembunyi dari 9 Logo Perusahaan di Dunia

Pulsker pernah liat logo 9 perusahaan ini ga? Kalo pernah, Pulsker ngeh ga ternyata ada suatu maksud yang tersembunyi dari logo mereka? Kaya
56,964 views 1,602 shares
8 Chat Gagal Gombal yang Endingnya Bikin Ngakak

8 Chat Gagal Gombal yang Endingnya Bikin Ngakak

Hubungan cinta antara pria dan wanita bukan terjadi secara instan, pasti ada tahapan kita melakukan pendekatan, pengenalan hingga akhirnya m
1,640 views 0 shares
10 Mainan Anak-anak yang dijual di Online Shop Ini Aneh Banget

10 Mainan Anak-anak yang dijual di Online Shop Ini Aneh Banget

Anak kecil adalah makhluk yang masih belum mengerti tentang serba serbi masalah kehidupan. Yang ada dipikiran mereka hanyalah bermain dan me
1,188 views 0 shares
Beragam Ilustrasi Kejadian yang Terjadi Saat 12 Zodiak Jatuh Cinta

Beragam Ilustrasi Kejadian yang Terjadi Saat 12 Zodiak Jatuh Cinta

Zodiak merupakan perlambangan dari 12 bulan purnama. Zodiak seseorang ditentukan di bagian bulan apa dia lahir. Sebagai contoh, orang yang l
4,185 views 0 shares
10 Meme Lucu Tentang Kehidupan Santri Yang Penuh Suka Dan Duka!

10 Meme Lucu Tentang Kehidupan Santri Yang Penuh Suka Dan Duka!

santri adalah nama lain dari murid pesantren, tempat dimana ia menuntut ilmu. pesantren biasanya memisahkan antara santri perempuan dan sant
123,416 views 9,578 shares
Ternyata Ini Rahasia Dibalik Karya Keren Fotografer

Ternyata Ini Rahasia Dibalik Karya Keren Fotografer

Setiap pekerja seni pasti punya trik untuk mempermudah pekerjaannya, ataupun menjadikan hasil karyanya menarik. Begitupun dengan fotografer
203,639 views 13,477 shares
Bikin Baper, 7 Foto Prewedding Pasangan Artis di atas Ranjang

Bikin Baper, 7 Foto Prewedding Pasangan Artis di atas Ranjang

Foto prewedding saat ini jadi seperti sebuah "kewajiban" buat pasangan yang akan menikah, termasuk yang dilakukan oleh pasangan artis terken
18,052 views 0 shares
10 Status Lucu Hal Unfaedah yang Bikin Ngakak Kocak

10 Status Lucu Hal Unfaedah yang Bikin Ngakak Kocak

Zaman sekarang hal apapun bisa kita bagikan di media sosial. Enggak cuma update status dan upload foto saja, tetapi kita juga bisa meng-upda
3,618 views 0 shares
Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Perkembangan teknologi memang sangat membantu kehidupan kita, salah satunya adalah kita bisa dengan mudah berbelanja secara online. Ada bany
329,712 views 20,089 shares
10 Chat Konsumen Kasih Alamat ke Ojek Online yang Isinya Kocak

10 Chat Konsumen Kasih Alamat ke Ojek Online yang Isinya Kocak

Keberadaan ojek online saat ini sangat membantu kehidupan kita sehari-hari. Bukan untuk mengantar ke tempat tujuan saja, tetapi juga untuk m
4,605 views 0 shares