Kibou (special Tanabata)
Loading...
 
posted on WOW Keren
974 views
Kibou (special Tanabata)

Hai, semuanya. Selamat hari Tanabata! Bertepatan dengan hari ini, Tachi akan bikin cerita temanya Tanabata! Enjoy!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku tahu kalau tiap malam anak itu selalu memandang langit dengan putus asa, walau aku tak tahu alasannya.

Iris emeraldnya memandang bintang-bintang yang bertabur tak beraturan dengan lemah, seolah ia adalah salah satu diantara bintang-bintang tersebut yang sudah lelah berkedip.

"Fusuke," Ia menoleh, mengibaskan surai crimsonnya. "Aku tahu kau ada di sana," Walau enggan, aku akhirnya keluar dari persembunyianku. "Aku diminta Onee-san untuk menyuruhmu tidur."

Ia tersenyum kecil. "Aku belum mengantuk. Sepertinya aku tidur terlalu lama tadi siang," Aku melemparkan senyuman sarkastik. "Bukankah alasanmu selalu sama tiap hari?"

"Ada kalanya saat kita butuh privasi, Fusuke. Aku butuh privasi juga," Ia lalu melangkah menuju kamarnya. "Aku ingin kau mengerti diriku walau hanya sesaat."
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sinar matahari memang terik, apalagi di bulan Agustus. Aku, yang seorang anti-panas, memilih untuk bergelung di dalam kamar ber AC tanpa alas tidur apapun, hanya lantai yang dingin.

"Bangun, pemalas! Kalau mau tidur, ayo tidur bareng di padang rumput!" Aku menepis tangannya. "Pergilah sendiri, Haruya. Aku malas bertemu matahari!"

"Nanti tulangmu rapuh! Ayo, sekalian memancing!" Aku tetap bersikeras untuk tinggal. "Paling-paling kalau dapat juga anak katak atau ikan kecil!"

"Kemarin Osamu-nii nemu ikan gede, kok!" Aku berdecih. "Iya, nemunya di pasar, kan? Kemarin aku yang menemaninya beli!" Masih bersikukuh, Haruya menyeret kakiku.

"Apa-apaan? Hei, lepaskan kakiku! Memangnya aku ini kambing?!" teriakku protes. "Tolong! Penculik!" Yah, aku tahu kalau itu random, tapi tak apalah.

"Penculik apaan?" balasnya cuek. "Onee-san! Osamu-nii! Toloong!" Sayangnya, orang yang diharapkan tidak datang, malah seekor kucing dengan ikan menggantung di mulutnya.

"Lho, kenapa kalian di sana?" Suara yang tinggi itu terdengar. "Oi, Ryuuji! Sini! Bantuin narik!" Aku melemparkan tatapan tajam pada pemuda berambut sewarna teh hijau itu.

"Eh, aku tak mau ikut campur," Ia mengelak. "Ayolah, Midori-chan! Jangan jadi orang penakut!" Midori-chan itu nama panggilan Ryuuji. Well, semacam ejekan karena rambutnya yang panjang dan berwarna hijau teh itu.

"Oh, ya. Kalian ikut ke festifal, tidak?" Ia berbasa-basi. "Tanabata, maksudku."

"Oh, ya. Tentu saja! Kau pasti akan kesana kan, Midori-chan? Dengan pacarmu, tentunya," pipinya Ryuuji memerah, walau ia berdeham untuk menyembunyikannya. "Intinya," Ia memulai, "Kalian sudah menyiapkan yukata untuk nanti sore?"

"Osamu-nii bilang ia yang menyiapkannya, jadi aku tak usah khawatir!" Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, aku menendang dagu Haruya, dan kabur secepat kilat.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya, kami tiba di kuil terdekat. Walau kuil itu kecil, tapi cukup ramai. Terbukti dari pengunjungnya yang memenuhi jalan hingga berdesak-desakan. Stan yang menjajakan dagangannya amat banyak.

"Oke, kita berpisah di sini. Nanti kalian sudah harus harus ada di sini dalam tiga jam!" Setelah mengiyakan, kami bubar. Beberapa dari kami menuju stan makanan, beberapa lainnya menuju ke stan permainan. Aku? Menuju stan es serut.

"Hei, kenapa tidak mencoba tangkap ikan?" Aku menoleh ke arah suara. "Aku hanya diberi uang mepet, jangan harap aku akan menghabiskannya!"

Gadis bersurai biru elektrik tertawa. "Ayolah, hanya kau yang kulihat saat ini. Kalau ada Ann, aku pasti sudah menyeretnya."

Aku tersenyum kecil. "Maaf, Reina. Nanti kalau yang lain melihat, aku disangka pacarmu!" Ia berdecih. "Siapa juga yang mau dengan lelaki sepertimu?"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Darpada berdesak-desakkan, aku memilih untuk duduk di padang rumput dekat kuil. Saat siang hari, padang ini panas sekali, namun kebalikannya bila matahari telah terbenam. Sejuk.

"Kau tahu, kan, tentang Tanabata?" Oh, sepertinya itu Hiroto, pemuda yang muncul di awal cerita ini, dan... "Aku tahu," Ryuuji? Sedang apa mereka berdua di sini?

"Orihime dan Hikoboshi, kan? Mereka dipisahkan oleh kaisar langit dan hanya bisa bertemu dengan bantuan walet setahun sekali," Hiroto tertawa kecil. "Yah, begitulah."

"Hiroto?" "Hm?" Lalu hening. Aku tak tahu apakah mereka saling berbisik atau memang tak berkata apa-apa, hanya murni keheningan belaka.

"Kenapa kau selalu memandang langit malam dengan ekspresi sedih?" Ia tertawa. "Kau pernah mendengar cerita Putri Kaguya?" Ryuuji mengiyakan. "Ia selalu memandang ke arah bulan dengan sedih, kan?"

"Memangnya kau sama dengan Putri Kaguya?" Hiroto menggumam, tapi aku yakin saat ini dia sedang tersenyum. "Tidak sama persis, sih. Tapi aku memang merasa seperti Putri Kaguya yang merindukan bulan."

"Aku ingin pulang," Aku tertegun. Pulang? Apa yang ia bicarakan, sih? Jelas-jelas rumahnya ada di Sun Garden, sama sepertiku! Lagipula, apa maksudnya pulang? Bukannya Hiroto yang paling antusias ketika diajak kemari?

"Pulang...kemana?" Jeda sejenak. "Pulang ke rumahku yang sebenarnya," Oke, aku tahu anak itu sering ngelantur, tapi kali ini berkesan real. "Rumahku ada di Fukushima, kurasa."

"Oh, tolong jangan mengatakan sesuatu yang tidak-tidak, Hiroto! Rumahmu tentu saja di Tokyo, sama sepertiku!" jerit Ryuuji. Aku tahu ia frustasi dari nada bicaranya. "Kenapa kau bisa bicara begitu?"

"Karena aku tahu selama ini papa memperlakukanku seperti anaknya, padahal sesungguhnya bukan!" Ryuuji tersentak. "Padahal, aku tahu orangtuaku sudah tiada!"

"Aku juga tahu hal itu, Hiroto. Tapi apa yang bisa kulakukan?"

Hening.

"Orihime dan Hikoboshi juga ingin saling bertemu, tapi apa yang mereka bisa lakukan selain mengharap jasa dari burung walet? Tidak ada, Hiroto!"

"Aku juga ingin tahu seperti apa rupa orangtuaku," bisik Ryuuji pelan. Pemuda itu mengusap matanya. Kuduga, ia beru saja menitikkan air mata. "Kadang ada hal yang tak bisa kita capai."

"Itulah mengapa selalu ada pohon bambu yang menggantung semua harapan kita," Hiroto tersenyum. "Ya, kan?" Ryuuji balas tersenyum. "Ya, begitulah."

"Lebih baik kita kembali ke tempat kita harus berkumpul," ucap Hiroto. "Ayo!"

Hingga akhirnya, tinggallah aku sendiri di padang itu. Aku masih merenungkan kata-kata Ryuuji tadi. Memang benar, tak semua harapan kita dapat terkabulkan.

Tapi...

"Hei! Kau gila, ya! Dari tadi kupanggil-panggil nyahut aja nggak!" Aku menoleh, menatap sosok bermata jingga itu. Dan, aku tersenyum.

"Maaf."

...paling tidak, kita selalu memiliki harapan untuk satu langkah ke depan, kan?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hyuh, akhirnya selesai! Maaf, yang di tengah-tengahnya, kok, tiba-tiba poinless, ya? Oya, covernya juga ga nyambung! Gomenne! Soalnya, sulit, sih, nyari cover yang sesuai!

Trending Now
10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

Semenjak adanya internet dan smartphone, semua orang bisa menggunakan media sosial dan melakukan jual beli online. Entah sebagai penjual ata
41,762 views 0 shares
10 Status WhatsApp yang Isinya Kocak Banget

10 Status WhatsApp yang Isinya Kocak Banget

WhatsApp adalah aplikasi yang bisa mengirimkan pesan singkat kepada seseorang. Hampir semua orang yang memakai smartphone memakai WA untuk b
4,206 views 0 shares
10 Status Lucu Orang Lagi Liburan yang Bikin Gagal Pahan

10 Status Lucu Orang Lagi Liburan yang Bikin Gagal Pahan

Salah satu hal yang bisa menghilangkan rasa penat adalah liburan. Tapi disaat pandemi seperti saat ini, liburan tinggallah sebuah rencana, k
13,057 views 0 shares
10 Gaya Baju Absurd di Tempat Umum Ini Bikin Kamu Bertanya Tanya Heran

10 Gaya Baju Absurd di Tempat Umum Ini Bikin Kamu Bertanya Tanya Heran

Hak azasi setiap manusia melakukan segala sesuatu yang disukainya asalkan tidak melanggar Undang Undang dan hak azasi orang lain. Bermacam a
17,262 views 306 shares
10 Potret Driver Ojek Online Saat Beristirahat Ini Bikin Terharu

10 Potret Driver Ojek Online Saat Beristirahat Ini Bikin Terharu

Dijaman yang sudah melek teknologi ini, kehidupan kita tentu sangat terbantu. Kita bisa melakukan segala hal hanya dengan mengakses Internet
24,850 views 1,805 shares
10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

YouTube adalah kanal dimana kita bisa melihat berbagai macam video. Siapapun bisa mengunggah videonya di YouTube. Selain itu, kita juga bisa
5,367 views 0 shares
10 Tutorial Nyeleneh yang Ada di Facebook. Mau Meniru?

10 Tutorial Nyeleneh yang Ada di Facebook. Mau Meniru?

Beberapa tahun belakangan ini di internet banyak sekali tutorial-tutorial yang dibagikan unruk memudahkan hidup kita. Hal ini sering disebut
112,965 views 0 shares
8 Momen Kesialan Driver Nemu Uang di Jalan. Kasihan tapi Lucu!

8 Momen Kesialan Driver Nemu Uang di Jalan. Kasihan tapi Lucu!

Rejeki, jodoh dan maut sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai manusia hanya perlu berusaha dan berdoa. Ketika kita mendapatkan
2,890 views 0 shares
10 Status Tanya Jawab di Facebook yang Isinya Lucu Banget

10 Status Tanya Jawab di Facebook yang Isinya Lucu Banget

Media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Buat kita yang aktif bermedia sosial, pasti jika tidak membukanya sehari saj
14,174 views 0 shares
10 Chat Penjual Olshop yang Isinya Iseng Abiss

10 Chat Penjual Olshop yang Isinya Iseng Abiss

semenjak adanya internet dan media sosial, semua orang bisa menjadi penjual dan pembeli online shop. Dan bisa dibilang berbelanja di online
2,176 views 0 shares