Kibou (special Tanabata)
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,001 views
Kibou (special Tanabata)

Hai, semuanya. Selamat hari Tanabata! Bertepatan dengan hari ini, Tachi akan bikin cerita temanya Tanabata! Enjoy!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku tahu kalau tiap malam anak itu selalu memandang langit dengan putus asa, walau aku tak tahu alasannya.

Iris emeraldnya memandang bintang-bintang yang bertabur tak beraturan dengan lemah, seolah ia adalah salah satu diantara bintang-bintang tersebut yang sudah lelah berkedip.

"Fusuke," Ia menoleh, mengibaskan surai crimsonnya. "Aku tahu kau ada di sana," Walau enggan, aku akhirnya keluar dari persembunyianku. "Aku diminta Onee-san untuk menyuruhmu tidur."

Ia tersenyum kecil. "Aku belum mengantuk. Sepertinya aku tidur terlalu lama tadi siang," Aku melemparkan senyuman sarkastik. "Bukankah alasanmu selalu sama tiap hari?"

"Ada kalanya saat kita butuh privasi, Fusuke. Aku butuh privasi juga," Ia lalu melangkah menuju kamarnya. "Aku ingin kau mengerti diriku walau hanya sesaat."
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sinar matahari memang terik, apalagi di bulan Agustus. Aku, yang seorang anti-panas, memilih untuk bergelung di dalam kamar ber AC tanpa alas tidur apapun, hanya lantai yang dingin.

"Bangun, pemalas! Kalau mau tidur, ayo tidur bareng di padang rumput!" Aku menepis tangannya. "Pergilah sendiri, Haruya. Aku malas bertemu matahari!"

"Nanti tulangmu rapuh! Ayo, sekalian memancing!" Aku tetap bersikeras untuk tinggal. "Paling-paling kalau dapat juga anak katak atau ikan kecil!"

"Kemarin Osamu-nii nemu ikan gede, kok!" Aku berdecih. "Iya, nemunya di pasar, kan? Kemarin aku yang menemaninya beli!" Masih bersikukuh, Haruya menyeret kakiku.

"Apa-apaan? Hei, lepaskan kakiku! Memangnya aku ini kambing?!" teriakku protes. "Tolong! Penculik!" Yah, aku tahu kalau itu random, tapi tak apalah.

"Penculik apaan?" balasnya cuek. "Onee-san! Osamu-nii! Toloong!" Sayangnya, orang yang diharapkan tidak datang, malah seekor kucing dengan ikan menggantung di mulutnya.

"Lho, kenapa kalian di sana?" Suara yang tinggi itu terdengar. "Oi, Ryuuji! Sini! Bantuin narik!" Aku melemparkan tatapan tajam pada pemuda berambut sewarna teh hijau itu.

"Eh, aku tak mau ikut campur," Ia mengelak. "Ayolah, Midori-chan! Jangan jadi orang penakut!" Midori-chan itu nama panggilan Ryuuji. Well, semacam ejekan karena rambutnya yang panjang dan berwarna hijau teh itu.

"Oh, ya. Kalian ikut ke festifal, tidak?" Ia berbasa-basi. "Tanabata, maksudku."

"Oh, ya. Tentu saja! Kau pasti akan kesana kan, Midori-chan? Dengan pacarmu, tentunya," pipinya Ryuuji memerah, walau ia berdeham untuk menyembunyikannya. "Intinya," Ia memulai, "Kalian sudah menyiapkan yukata untuk nanti sore?"

"Osamu-nii bilang ia yang menyiapkannya, jadi aku tak usah khawatir!" Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, aku menendang dagu Haruya, dan kabur secepat kilat.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya, kami tiba di kuil terdekat. Walau kuil itu kecil, tapi cukup ramai. Terbukti dari pengunjungnya yang memenuhi jalan hingga berdesak-desakan. Stan yang menjajakan dagangannya amat banyak.

"Oke, kita berpisah di sini. Nanti kalian sudah harus harus ada di sini dalam tiga jam!" Setelah mengiyakan, kami bubar. Beberapa dari kami menuju stan makanan, beberapa lainnya menuju ke stan permainan. Aku? Menuju stan es serut.

"Hei, kenapa tidak mencoba tangkap ikan?" Aku menoleh ke arah suara. "Aku hanya diberi uang mepet, jangan harap aku akan menghabiskannya!"

Gadis bersurai biru elektrik tertawa. "Ayolah, hanya kau yang kulihat saat ini. Kalau ada Ann, aku pasti sudah menyeretnya."

Aku tersenyum kecil. "Maaf, Reina. Nanti kalau yang lain melihat, aku disangka pacarmu!" Ia berdecih. "Siapa juga yang mau dengan lelaki sepertimu?"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Darpada berdesak-desakkan, aku memilih untuk duduk di padang rumput dekat kuil. Saat siang hari, padang ini panas sekali, namun kebalikannya bila matahari telah terbenam. Sejuk.

"Kau tahu, kan, tentang Tanabata?" Oh, sepertinya itu Hiroto, pemuda yang muncul di awal cerita ini, dan... "Aku tahu," Ryuuji? Sedang apa mereka berdua di sini?

"Orihime dan Hikoboshi, kan? Mereka dipisahkan oleh kaisar langit dan hanya bisa bertemu dengan bantuan walet setahun sekali," Hiroto tertawa kecil. "Yah, begitulah."

"Hiroto?" "Hm?" Lalu hening. Aku tak tahu apakah mereka saling berbisik atau memang tak berkata apa-apa, hanya murni keheningan belaka.

"Kenapa kau selalu memandang langit malam dengan ekspresi sedih?" Ia tertawa. "Kau pernah mendengar cerita Putri Kaguya?" Ryuuji mengiyakan. "Ia selalu memandang ke arah bulan dengan sedih, kan?"

"Memangnya kau sama dengan Putri Kaguya?" Hiroto menggumam, tapi aku yakin saat ini dia sedang tersenyum. "Tidak sama persis, sih. Tapi aku memang merasa seperti Putri Kaguya yang merindukan bulan."

"Aku ingin pulang," Aku tertegun. Pulang? Apa yang ia bicarakan, sih? Jelas-jelas rumahnya ada di Sun Garden, sama sepertiku! Lagipula, apa maksudnya pulang? Bukannya Hiroto yang paling antusias ketika diajak kemari?

"Pulang...kemana?" Jeda sejenak. "Pulang ke rumahku yang sebenarnya," Oke, aku tahu anak itu sering ngelantur, tapi kali ini berkesan real. "Rumahku ada di Fukushima, kurasa."

"Oh, tolong jangan mengatakan sesuatu yang tidak-tidak, Hiroto! Rumahmu tentu saja di Tokyo, sama sepertiku!" jerit Ryuuji. Aku tahu ia frustasi dari nada bicaranya. "Kenapa kau bisa bicara begitu?"

"Karena aku tahu selama ini papa memperlakukanku seperti anaknya, padahal sesungguhnya bukan!" Ryuuji tersentak. "Padahal, aku tahu orangtuaku sudah tiada!"

"Aku juga tahu hal itu, Hiroto. Tapi apa yang bisa kulakukan?"

Hening.

"Orihime dan Hikoboshi juga ingin saling bertemu, tapi apa yang mereka bisa lakukan selain mengharap jasa dari burung walet? Tidak ada, Hiroto!"

"Aku juga ingin tahu seperti apa rupa orangtuaku," bisik Ryuuji pelan. Pemuda itu mengusap matanya. Kuduga, ia beru saja menitikkan air mata. "Kadang ada hal yang tak bisa kita capai."

"Itulah mengapa selalu ada pohon bambu yang menggantung semua harapan kita," Hiroto tersenyum. "Ya, kan?" Ryuuji balas tersenyum. "Ya, begitulah."

"Lebih baik kita kembali ke tempat kita harus berkumpul," ucap Hiroto. "Ayo!"

Hingga akhirnya, tinggallah aku sendiri di padang itu. Aku masih merenungkan kata-kata Ryuuji tadi. Memang benar, tak semua harapan kita dapat terkabulkan.

Tapi...

"Hei! Kau gila, ya! Dari tadi kupanggil-panggil nyahut aja nggak!" Aku menoleh, menatap sosok bermata jingga itu. Dan, aku tersenyum.

"Maaf."

...paling tidak, kita selalu memiliki harapan untuk satu langkah ke depan, kan?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hyuh, akhirnya selesai! Maaf, yang di tengah-tengahnya, kok, tiba-tiba poinless, ya? Oya, covernya juga ga nyambung! Gomenne! Soalnya, sulit, sih, nyari cover yang sesuai!

Trending Now
10 Chat Asal Pakai Bahasa Inggris yang Bikin Gregetan

10 Chat Asal Pakai Bahasa Inggris yang Bikin Gregetan

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara. Di Indonesia sendiri
1,660 views 0 shares
8 Meme Test Mata Saat Puasa yang Bikin Gagal Fokus

8 Meme Test Mata Saat Puasa yang Bikin Gagal Fokus

Saat ini kita sedang memasuki bulan suci Ramadan, dimana para umat muslim sedunia sedang menjalankan ibadah puasa. Selama menjalankan puasa,
135 views 0 shares
14 Meme Foto "Jangan Remehkan Emak Berdaster" Yang Lagi Trending Di Indonesia

14 Meme Foto "Jangan Remehkan Emak Berdaster" Yang Lagi Trending Di Indonesia

Beberapa waktu lalu sempat heboh & trending soal mannequin challenge, tapi ternyata kreatifitas Netizen tidak berhenti disitu , hanyak sela
68,156 views 2,995 shares
10 Foto yang Mungkin Hanya Pernah Kamu Lihat Sekali Seumur Hidup

10 Foto yang Mungkin Hanya Pernah Kamu Lihat Sekali Seumur Hidup

Dunia ini penih misteri di dalamnya, dan nggak semuanya bisa kita pecahkan. Selain itu, banyak hal-hal menarik yang terjadi setiap harinya,
199,993 views 12,988 shares
10 Orang Jualan Dengan Trik S3 Marketing

10 Orang Jualan Dengan Trik S3 Marketing

Sebagai pedagang, mereka harus memiliki cara agar barang yang mereka jual laku di pasaran. Terlebih lagi karena begitu banyak saingan yang j
8,978 views 0 shares
10 Chat Tanya Alamat yang Bikin Gagal Paham

10 Chat Tanya Alamat yang Bikin Gagal Paham

Walaupun semuanya sudah serba digital, namun untuk urusan mengirimkan barang harus tetap menggunakan kurir. Seperti mengirimkan barang atau
1,469 views 0 shares
13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia, Mengerikan !

13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia, Mengerikan !

Inilah 13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia yang sangat Mengerikan !   Eshima Ohashi, di Jepang:  Jembatan Eshima Ohashi di Jepang b
219,465 views 8,878 shares
15 Foto Keren Ini Membuktikan Kalau Alam Lebih Jago Dari Photoshop!

15 Foto Keren Ini Membuktikan Kalau Alam Lebih Jago Dari Photoshop!

Photoshop merupakan salah satu aplikasi masterpiece untuk mengedit sebuah foto menjadi lebih bagus, bahkan jauh dari foto aslinya. Namun, ti
243,384 views 14,877 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
211,471 views 3,543 shares
10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

Ketika kita belanja online melalui e-commerce, pada aplikasinya ada kolom komentar yang bisa kita isi tentang kepuasan barang yang telah kit
1,418 views 0 shares