RESZUNIA Prologue I (Part 2 -Last-) :
Loading...
 
posted on WOW Keren
558 views
RESZUNIA Prologue I (Part 2 -Last-) :

(Author's Note: Jadi disini ada beberapa simbol yang tidak termuat ya? Jahat... //orz\\ )

Akupun hening mendengar apa yang diucap gadis itu.

Penampilannya sama sekali tak berbeda dengan yang lainâ??maksudku tidak ada unsur barat-baratnya sama sekali; Rambut hitam pekat adalah salah satu ciri orang lokal, rambut panjang juga banyak dimiliki gadis Indonesia, warna kulitnya agak oriental... lumayan banyak. Tunggu. MATA BERWARNA MERAH JUGA TATAPAN TAJAM TIDAK MUNGKIN DIMILIKI GADIS INDONESIA.

"Jadi, kau yang bernama..." Aku agak lupa dengan namanya, ia hanya diam menatapku. Beruntung ada buku kosong yang sudah ia beri nama. "..Lusca Van Scoutern.." Lanjutku sembari mata melirik pada buku tersebut. "Ya, tepat sekali." Jawab gadis tersebut singkat.

"Kau sendiri?" Ia balas menanya. "Aku Radit, Raditya Rangga Putra".

"Apa? Anggraini Putra?".

ANGGRAINI GUNDULMU.

---

Siang harinya.

Akhirnya pulang. Tak ada jalan untuk kembali pulang kecuali nyambi bemo--angkot. Bisa dibilang jarak dari sekolah kembali kerumah dan sebaliknya agak jauh--tidak sangat jauh, lintas kota Surabaya-Sidoarjo. Eh? Dekat ya?. Terserahlah, yang penting aku harus ambil bemo--maksud saya angkot jurusan H4.

Setelah menunggu lama dipinggir jalan, akhirnya muncul juga kendaraan umum bercat hijau tersebut. Tanpa banyak omong, aku segera masuk kedalam. Kebetulan angkotnya sepi, jadi bisa memilih tempat duduk sesuka hati... Tunggu...

"Hai~" Sapa seseorang yang sudah tak asing lagi dimataku karna namanya yang antik.

Kau nunggu angkot dimana sih? Kok dah naik duluan; itulah yang ada dalam pikiranku saat ini. Tapi bodo amat, siapa tau dia Esper. Lupakan. Jadi dia tinggal dengan jalur angkot yang sama? Oke, tak heran bila aku akan bertemu dengannya setiap sesi sekolah. Didalam angkot kami tak begitu banyak bicara, dia hanya diam sambil memandangi jendela bagian belakang angkot, sementara aku hanya berpaling dengan arah yang berlawanan dengannya, menunggu sampai tujuan. Lama-lama menunggu, aku merogoh saku.

"...".

ASTAGA, KEMANA PERGINYA UANG 3000 YANG SUDAH KUSIAPKAN UNTUK INI..!!?. Dalam pikiran, aku panik seketika begitu mendapati uang yang sudah kusiapkan raib begitu saja. Mau tak mau, aku harus nebeng gadis--Lusca yang duduk beberapa meter jauh dariku. Tapi bagaimana? Aku terlalu gengsi untuk menyapanya duluan. Malu dilihatin ibu-ibu yang duduk didepanku, nanti dikirain pacaran tapi lagi ngambek-ngambekan, kan nggak enak. Oke, saatnya cari waktu yang tepat untuk bicara dengannya. *tik tok tik tok ting* Aku nekat.

"Lus--" Kata-kataku terpotong.

"Wah, itu lalatnya gede".

Ternyata perhatiannya dialihkan oleh seekor lalat berukuran sejempol yang hinggap di kaca jendela angkot ". . .".

"Hm?" Ia lalu sadar bila aku ingin memanggilnya, jadi ia menoleh kepadaku. Masih dengan ekspresi datar. "Nanti waktu turun angkot, aku boleh pinjam uangmu nggak? Uangku hilang, hehe..".

"Tenang, aku juga nggak bawa uang kok".

". . .".

Entah kenapa dia menjawab hal itu dengan tenang dan santai. Tentu saja ia sedang dalam keadaan bahaya.

"Lalu... bagaimana kau akan membayar angkot ini? Apa kau akan kabur begitu saja?" Tanyaku padanya lagi. "Hm... Hm...".

Mendengar responnya, ia seperti memiliki teknik rahasia untuk turun dari angkot tanpa membayar. Ya tunggu saja, siapa tau aku bisa ikut caranya mencurangi angkot. Sebenarnya ini kebiasaan yang tidak patut ditiru loh.

Menunggu dan menunggu. Mulai banyak orang naik turun angkot. Sementara kami masih duduk manis menunggu sampai tujuan. Tunggu. Kenapa dia daritadi tidak turun-turun? Atau jangan-jangan rumahnya tak begitu jauh dari kosku, jangan-jangan dia adalah penghuni misterius itu, jangan-jangan dia adalah hantu. Cukup. Kembali menunggu hingga sampai tujuan.

Angkot akhirnya berhenti tepat dipinggir jalan. Saatnya aku turun. "Kau mau tau caranya? Lewatlah belakang angkot" Suara yang familiar. Lusca tanpa banyak kata langsung turun dengan santainya dan berjalan melewati belakang angkot tanpa membayar. Akupun mengikutinya. Mungkin si supir kurang minum air, jadi kurang fokus.

Setelah menyebrang ke tepi jalan lain, kami berhasil melewati angkot tersebut. Sebenarnya aku takut bila supir itu sadar dan mengejar kami. Tapi... Tak ada tapi-tapian, semua sudah terlanjur.

Kosanku terletak di perkampungan, jadi harus jalan beberapa meter dari jalan raya. Awalnya aku santai-santai saja, namun kelamaan aku jadi heran.

"Kenapa kau mengikutiku!? Kau stalker, ya!!?" Seruku pada Lusca yang sedari tadi berjalan mengikutiku. "He? Siapa yang ngikutin? Aku mau pulang" Jawabnya dengan nada santainya.

"Kau tinggal disini? Kenapa aku tak pernah melihatmu sebelumnya?".

"Itu karna aku jarang keluar. Aku lebih suka berada didalam selama masih punya persediaan makanan.".

He? Kenapa yang ia katakan tak asing ditelingaku? Jangan-jangan dia memang benar-benar penghuni pekarangan itu. Entah kenapa aku merasa beruntung bisa bertemu dengannya. Sementara yang lain akan tetap menyimpan rasa penasaran terhadap gadis ini.

"Ya, seperti yang kau dengar, aku tinggal di pekarangan yang kalian sebut kosong itu. Aku tinggal disana sejak kecil. Kau boleh main jika kau mau." Ujar Lusca padaku sembari tersenyum. Astaga, dia memang manis bila tersenyum. Ya, ini akan kumanfaatkan baik-baik, mungkin ada PR yang tak bisa kukerjakan, aku bisa minta bantuan orang ini.

CHAPTER I: END.

(CHAPTER II : "Catatan Harian Lusca" -W.I.P-)

Trending Now
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
6,442 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,285 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
308,750 views 23,460 shares
14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

Indonesia tidak kalah kreatif dalam memilih nomer cantik, entah itu nomer telpon ataupun plat nomer. Meskipun biayanya mahal tapi tetap saja
288,113 views 7,312 shares
10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

Awalnya media sosial tercipta untuk hiburan semata. Menyenangkan, kita bisa bermain media sosial hingga mengenal banyak orang di dunia maya.
598,595 views 0 shares
PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

Jepang! gak abis-abis ngomongin negara nyelempit mirip kue semprit dan bermata sipit ini. selain terkenal dengan kekuatan agresinya pada mas
291,727 views 7,283 shares
10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

Setiap orang pasti punya makanan favoritnya masing-masing.cara membuat orang Indonesia, biasanya makanan yang bikin lahab adalah lalapan dan
10,620 views 0 shares
10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Jaman sekarang, dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain tanpa bertemu langsung dengannya. K
579,154 views 2,710 shares
Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Iklan memang salah satu sarana promosi dalam strategi pemasaran produk. Sehingga sangat wajar dalam sebuah iklan, yang ditampilkan pastilah
442,714 views 17,421 shares
10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

Biasanya peraturan dibuat agar hidup kita lebih teratur dan terarah. Peraturan sendiri ada yang tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan te
5,130 views 0 shares