RESZUNIA Prologue II: "Catatan Harian Lusca"
Loading...
 
posted on WOW Keren
708 views
RESZUNIA Prologue II: "Catatan Harian Lusca"

(Author's Note: Para Readers... Boleh tidak saya meminta dukungan untuk Fic ini? Bila saya mampu, saya ingin mengirim Fic ini ke penerbit bila sudah rampung.

Jadi, saya minta kritik saran juga dukungannya dari kalian semua~. Sekian :D )

---

Hidup bagaikan sebuah cerita yang akan kau tulis. Kau akan menulis sebuah cerita tanpa menggunakan penghapus dan kau takkan bisa mengulangi ceritamu. Karena itu, kau harus menulis ceritamu dengan apa adanya. Tak peduli meski ada bagian duka maupun sukacita. Hingga akhirnya kau tak mampu menulis kembali, akhirnya kau akan menyerahkan ceritamu dan membiarkan yang maha kuasa membacanya. Lalu memberikan tanggapan untuk itu


. . .

Lagi-lagi aku terpikir hal yang tidak-tidak.

---

Aku Lusca "De Athena" Van Scoutern. Ayahku kelahiran Skotlandia, Ibuku Jawa tulen. Jadi masih ada kemungkinan bila aku blasteran. Entah bagaimana caranya mereka bertemu.

Aku putri ke 6 dari 7 bersaudara. Saat usiaku 3 hingga 5 tahun, aku tinggal di panti asuhan untuk sementara, disana aku bertemu seseorang. Namun akhirnya kami terpisah. Saat usiaku 9 tahun, tepat saat itu tahun 2004, kedua orang tua dan 4 orang kakakku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan maut. Setelah hari itu, hanya aku dan seorang kakak juga adik laki-laki. Aku menginjak bangku SMP, kakakku membawa adikku yang masih kelas 1 SD untuk pindah ke daerah Yogyakarta, jadi aku tinggal mandiri di rumah peninggalan ayah ini. Meski tinggal sendirian, tagihan listrik dan air juga jatah bulanan ditanggung oleh pamanku yang tinggal di daerah Malang. Awalnya paman menawariku untuk tinggal bersamanya, namun entah kenapa aku menolak.

Aku tidak begitu suka berkeliaran keluar atau mengunjungi mall seperti layaknya gadis remaja jaman sekarang. Aku lebih suka berada didalam membaca buku novel atau hanya menuangkan beberapa isi otak dalam bentuk tulisan atau gambar di meja belajar. Terkadang aku keluar mungkin hanya untuk berbelanja kebutuhan pokok atau pergi ke toko buku--itu saja jarang sekali.

---

8 Mei 2011

"Ja, jadi kau sudah kehilangan kedua orang tuamu? Maaf telah membuatmu cerita seperti itu" Ujar Lyvita. Gadis itu merasa bersalah karna telah menanyakan tentang kedua orang tua Lusca. Lusca hanya menggeleng kecil sembari tersenyum "Tak apa kok. Lagipula aku jadi merasa lebih baik setelah bercerita tentang ini semua".

"Tapi...".

Lusca meraih kedua pundak sahabatnya itu. "Sudahlah, kau sudah cukup kupercayai untuk menyimpan rahasia itu.".

"Oh... Makasih ya...".

---

11 Juli 2010

*Kriing--Tep..*

"Akhirnya aku bisa menyaingimu, jam alarm sialan" Gumamku sembari mematikan jam alarm yang seharusnya membangunkanku tiap pagi.

Jamku selalu berbunyi pukul 5 pagi, namun kali ini aku bangun sendiri tanpa ia bangunkan. Entah apa yang membuatku terbangun pukul 4 saat fajar akan menyingsing. Setelah terbangun, aku sempat ingin mencoba tidur kembali, tapi percuma hanya tidur 1 jam.

Hari ini adalah hari pertama aku menjenjangkan kaki di bangku SMA. Ya, meski tidak ada kegiatan alias hanya perkenalan sebentar. Kata mereka, masa SMA adalah masa paling menyenangkan. Aku tidak percaya. Mungkin hanya masa yang sama, hanya saja inilah dimana kita jadi agak lebih dewasa.

Meski hari pertama, aku tak boleh bermalas-malasan. Segera aku mengganti pakaian dan berangkat ke SMA baru dengan angkot. Nah, karna menggunakan angkot-lah yang membuatku harus bangun pagi-pagi supaya tidak ketinggalan angkot dan terlambat tiba.

---

Aku tiba di sekolah pukul 6. Sepinya. Satpam saja baru membuka gerbang sekolah. Pria tua itu agak terkejut begitu melihat kehadiranku. Ia lalu berjalan menghampiriku dengan senyumnya yang bersahabat.

"Sebenarnya kamu nggak perlu datang pagi-pagi gini dek, ini kan masih hari pertama. Santai saja." Ujar pria tua itu.

"Iya, maaf pak, sebenarnya saya datang pagi-pagi sekali karna saya tidak ingin ketinggalan angkot. Daripada nanti kalau agak siangan, saya malah akan terlambat datang pak" Aku menjelaskan alasan kenapa datang pagi-pagi.

"Oh gitu..." Respon pria tua itu. Setelah itu, aku hanya membalasnya dengan senyum sekilas sebelum akhirnya berjalan memasuki gedung SMA.

Saat aku masuk, suasana begitu sepi dan mencekam . Kelas-kelas masih baru dibuka. Semakin lama, satu persatu murid lain pun datang... Hingga akhirnya sangat ramai pada sekitar pukul 8. Beberapa temanku saat SMP juga katanya bersekolah di SMA ini, namun aku tak melihat mereka sama sekali. Mungkin beberapa batal.

"Hey! Kelasnya ditempel!" Aku tak sengaja mendengar seruan salah satu siswa. Kelihataannya pembagian kelas sudah selesai dan sekarang sudah dipasang di papan pengumuman. Aku memutuskan untuk mengeceknya. "X-IPS III" namaku terpampang di kertas kelas tersebut "Lusca De Athena Van Scoutern".

"Lusca...!!" Seseorang memanggil namaku. Aku agak lupa-lupa ingat dengan suaranya, yang jelas dia seorang gadis.

Tiba-tiba seseorang merangkul bahuku dari belakang. Seorang gadis berambut pendek yang menyingkirkan poninya yang panjang dengan sepasang japit lonjong tipis berwarna putih. Lyvita Anggraini, temanku sejak kelas 2 SMP pindahan dari Ponorogo. Ia selalu memapar senyumnya yang manis. "Kau juga disini, Lyvita?" Aku agak terkejut begitu melihat kehadirannya.

Ia melepas rangkulannya dan muncul kehadapanku sembari mengangguk senang "Iya~!". "Aku sengaja memilih SMA yang sama denganmu karna aku takut bila terpisah denganmu tidak akan dapat teman." Lanjutnya.

Mendengar jawabannya aku jadi sedikit tersipu "Memang aku seperti apa? Apa aku spesial buatmu?".

"Tentu saja!" Lyvita kembali mengangguk mantap. "Meski kau terkesan jutek, sebenarnya kau baik. Kau sudah membelaku dari beberapa tukang bully kan, waktu itu?" Tambahnya. Aku hanya membalasnya dengan tawa kecil.

Lyvita berbalik badan menghadap papan pengumuman. Ia terlihat mencari namanya disana "Lyvita Anggraini... Lyvita Anggraini..." Ia terhenti, sepertinya ia menemukan namanya. "Yahâ?¦ Tahun ini kita tidak satu kelasâ?¦" Ujarnya dengan nada kecewa. Setelah ku cek, ternyata Lyvita masuk kelas lain, berbeda dariku.

Aku tersenyum, lalu menepuk bahunya. "Tidak apa kok, aku yakin kau pasti akan menemukan teman. Mengingat kau selalu terlihat ceria dan berseri-seri" Aku mencoba untuk sedikit meningkatkan suasana hatinya. Iapun menoleh padaku dan tersenyum "Iya!" Ia mengangguk senang.

---

8 Mei 2011

Lyvita pulang. Kini aku sendirian di rumah.

â?¦

Tidak terasa kini aku sudah duduk di kelas 11 atau 2 SMA. Aku termasuk murid biasa-biasa saja, selalu memegang ranking 7. Pelajaran paling kukuasai adalah kedua pelajaran bahasa--Indonesia, Inggris. Untuk ekstrakurikuler, aku mengambil musikâ?¦ Ya, meski tak begitu memiliki banyak peminatnya.

Sejak kecil, aku sudah dilatih oleh ayahku untuk bermain Biola dan Piano. Jadi aku mahir memainkan kedua alat music tersebut. Saat masih SMP, aku adalah bagian dari band yang berhasil menjunjung nama sekolah tersebut pada kompetisi band se-Jawa Timur. Eh? Kenapa aku malah menceritakan yang tidak-tidak?.

Semasa SMA, aku tak begitu memiliki banyak teman dekat. Ya, mungkin bila dihitung hanya 6 orang ditambah denganku jadi 7. Dari kami semua memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan, bahkan beberapa sempat ingin bunuh diri. Karna itu, persahabatan kami diberi nama "Reszunia". Nama tersebut diambil dari salah satu huruf nama kami.

R-E-S-Z-U-N-I-Aâ?¦. Tunggu, kenapa jumlahnya hurufnya 8?


PROLOGUE II END >>> PERKENALAN & Sinopsis Pendek

Trending Now
Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Demi cinta, semua orang rela melakukan pengorbanan apapun untuk pasangannya. Mereka cenderung tidak ingin pasangannya sedih bahkan terluka.
59,181 views 5,167 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
3,490 views 0 shares
10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

Setiap orang sudah memiliki pasangan, pasti ingin hubungannya berlanjut ke bahtera pernikahan. Bagi orang Indonesia sendiri, pernikahan buka
9,552 views 0 shares
10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

Kendaraan saat ini sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai kebutuhan sekunder, karena tanpa sebuah kendaraan mobilitas manusia akan susah. Se
11,695 views 0 shares
10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

Bagi kamu yang tinggal di pemukiman padat penduduk pasti nggak asing dengan jalanan yang sempit atau kecil. Biasanya jalanan ini hanya bisa
3,128 views 0 shares
10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

Kereta api adalah salah moda transportasi yang ada di Indonesia. Menurut Undang-Undang, kereta api memiliki jalan sendiri sehingga harus mel
12,494 views 0 shares
10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dengan enak. Tapi sebenarnya yang namanya rasa makanan itu relatif, jadi nggak s
2,995 views 0 shares
10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

Selain kewajiban bagi para laki-laki yang memasuki akil baligh, khitan juga bisa dilakukan dengan alasan kesehatan. Kalau jaman dulu khitan
5,603 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
226,234 views 9,337 shares