RESZUNIA Prologue II: "Catatan Harian Lusca"
Loading...
 
posted on WOW Keren
668 views
RESZUNIA Prologue II: "Catatan Harian Lusca"

(Author's Note: Para Readers... Boleh tidak saya meminta dukungan untuk Fic ini? Bila saya mampu, saya ingin mengirim Fic ini ke penerbit bila sudah rampung.

Jadi, saya minta kritik saran juga dukungannya dari kalian semua~. Sekian :D )

---

Hidup bagaikan sebuah cerita yang akan kau tulis. Kau akan menulis sebuah cerita tanpa menggunakan penghapus dan kau takkan bisa mengulangi ceritamu. Karena itu, kau harus menulis ceritamu dengan apa adanya. Tak peduli meski ada bagian duka maupun sukacita. Hingga akhirnya kau tak mampu menulis kembali, akhirnya kau akan menyerahkan ceritamu dan membiarkan yang maha kuasa membacanya. Lalu memberikan tanggapan untuk itu


. . .

Lagi-lagi aku terpikir hal yang tidak-tidak.

---

Aku Lusca "De Athena" Van Scoutern. Ayahku kelahiran Skotlandia, Ibuku Jawa tulen. Jadi masih ada kemungkinan bila aku blasteran. Entah bagaimana caranya mereka bertemu.

Aku putri ke 6 dari 7 bersaudara. Saat usiaku 3 hingga 5 tahun, aku tinggal di panti asuhan untuk sementara, disana aku bertemu seseorang. Namun akhirnya kami terpisah. Saat usiaku 9 tahun, tepat saat itu tahun 2004, kedua orang tua dan 4 orang kakakku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan maut. Setelah hari itu, hanya aku dan seorang kakak juga adik laki-laki. Aku menginjak bangku SMP, kakakku membawa adikku yang masih kelas 1 SD untuk pindah ke daerah Yogyakarta, jadi aku tinggal mandiri di rumah peninggalan ayah ini. Meski tinggal sendirian, tagihan listrik dan air juga jatah bulanan ditanggung oleh pamanku yang tinggal di daerah Malang. Awalnya paman menawariku untuk tinggal bersamanya, namun entah kenapa aku menolak.

Aku tidak begitu suka berkeliaran keluar atau mengunjungi mall seperti layaknya gadis remaja jaman sekarang. Aku lebih suka berada didalam membaca buku novel atau hanya menuangkan beberapa isi otak dalam bentuk tulisan atau gambar di meja belajar. Terkadang aku keluar mungkin hanya untuk berbelanja kebutuhan pokok atau pergi ke toko buku--itu saja jarang sekali.

---

8 Mei 2011

"Ja, jadi kau sudah kehilangan kedua orang tuamu? Maaf telah membuatmu cerita seperti itu" Ujar Lyvita. Gadis itu merasa bersalah karna telah menanyakan tentang kedua orang tua Lusca. Lusca hanya menggeleng kecil sembari tersenyum "Tak apa kok. Lagipula aku jadi merasa lebih baik setelah bercerita tentang ini semua".

"Tapi...".

Lusca meraih kedua pundak sahabatnya itu. "Sudahlah, kau sudah cukup kupercayai untuk menyimpan rahasia itu.".

"Oh... Makasih ya...".

---

11 Juli 2010

*Kriing--Tep..*

"Akhirnya aku bisa menyaingimu, jam alarm sialan" Gumamku sembari mematikan jam alarm yang seharusnya membangunkanku tiap pagi.

Jamku selalu berbunyi pukul 5 pagi, namun kali ini aku bangun sendiri tanpa ia bangunkan. Entah apa yang membuatku terbangun pukul 4 saat fajar akan menyingsing. Setelah terbangun, aku sempat ingin mencoba tidur kembali, tapi percuma hanya tidur 1 jam.

Hari ini adalah hari pertama aku menjenjangkan kaki di bangku SMA. Ya, meski tidak ada kegiatan alias hanya perkenalan sebentar. Kata mereka, masa SMA adalah masa paling menyenangkan. Aku tidak percaya. Mungkin hanya masa yang sama, hanya saja inilah dimana kita jadi agak lebih dewasa.

Meski hari pertama, aku tak boleh bermalas-malasan. Segera aku mengganti pakaian dan berangkat ke SMA baru dengan angkot. Nah, karna menggunakan angkot-lah yang membuatku harus bangun pagi-pagi supaya tidak ketinggalan angkot dan terlambat tiba.

---

Aku tiba di sekolah pukul 6. Sepinya. Satpam saja baru membuka gerbang sekolah. Pria tua itu agak terkejut begitu melihat kehadiranku. Ia lalu berjalan menghampiriku dengan senyumnya yang bersahabat.

"Sebenarnya kamu nggak perlu datang pagi-pagi gini dek, ini kan masih hari pertama. Santai saja." Ujar pria tua itu.

"Iya, maaf pak, sebenarnya saya datang pagi-pagi sekali karna saya tidak ingin ketinggalan angkot. Daripada nanti kalau agak siangan, saya malah akan terlambat datang pak" Aku menjelaskan alasan kenapa datang pagi-pagi.

"Oh gitu..." Respon pria tua itu. Setelah itu, aku hanya membalasnya dengan senyum sekilas sebelum akhirnya berjalan memasuki gedung SMA.

Saat aku masuk, suasana begitu sepi dan mencekam . Kelas-kelas masih baru dibuka. Semakin lama, satu persatu murid lain pun datang... Hingga akhirnya sangat ramai pada sekitar pukul 8. Beberapa temanku saat SMP juga katanya bersekolah di SMA ini, namun aku tak melihat mereka sama sekali. Mungkin beberapa batal.

"Hey! Kelasnya ditempel!" Aku tak sengaja mendengar seruan salah satu siswa. Kelihataannya pembagian kelas sudah selesai dan sekarang sudah dipasang di papan pengumuman. Aku memutuskan untuk mengeceknya. "X-IPS III" namaku terpampang di kertas kelas tersebut "Lusca De Athena Van Scoutern".

"Lusca...!!" Seseorang memanggil namaku. Aku agak lupa-lupa ingat dengan suaranya, yang jelas dia seorang gadis.

Tiba-tiba seseorang merangkul bahuku dari belakang. Seorang gadis berambut pendek yang menyingkirkan poninya yang panjang dengan sepasang japit lonjong tipis berwarna putih. Lyvita Anggraini, temanku sejak kelas 2 SMP pindahan dari Ponorogo. Ia selalu memapar senyumnya yang manis. "Kau juga disini, Lyvita?" Aku agak terkejut begitu melihat kehadirannya.

Ia melepas rangkulannya dan muncul kehadapanku sembari mengangguk senang "Iya~!". "Aku sengaja memilih SMA yang sama denganmu karna aku takut bila terpisah denganmu tidak akan dapat teman." Lanjutnya.

Mendengar jawabannya aku jadi sedikit tersipu "Memang aku seperti apa? Apa aku spesial buatmu?".

"Tentu saja!" Lyvita kembali mengangguk mantap. "Meski kau terkesan jutek, sebenarnya kau baik. Kau sudah membelaku dari beberapa tukang bully kan, waktu itu?" Tambahnya. Aku hanya membalasnya dengan tawa kecil.

Lyvita berbalik badan menghadap papan pengumuman. Ia terlihat mencari namanya disana "Lyvita Anggraini... Lyvita Anggraini..." Ia terhenti, sepertinya ia menemukan namanya. "Yahâ?¦ Tahun ini kita tidak satu kelasâ?¦" Ujarnya dengan nada kecewa. Setelah ku cek, ternyata Lyvita masuk kelas lain, berbeda dariku.

Aku tersenyum, lalu menepuk bahunya. "Tidak apa kok, aku yakin kau pasti akan menemukan teman. Mengingat kau selalu terlihat ceria dan berseri-seri" Aku mencoba untuk sedikit meningkatkan suasana hatinya. Iapun menoleh padaku dan tersenyum "Iya!" Ia mengangguk senang.

---

8 Mei 2011

Lyvita pulang. Kini aku sendirian di rumah.

â?¦

Tidak terasa kini aku sudah duduk di kelas 11 atau 2 SMA. Aku termasuk murid biasa-biasa saja, selalu memegang ranking 7. Pelajaran paling kukuasai adalah kedua pelajaran bahasa--Indonesia, Inggris. Untuk ekstrakurikuler, aku mengambil musikâ?¦ Ya, meski tak begitu memiliki banyak peminatnya.

Sejak kecil, aku sudah dilatih oleh ayahku untuk bermain Biola dan Piano. Jadi aku mahir memainkan kedua alat music tersebut. Saat masih SMP, aku adalah bagian dari band yang berhasil menjunjung nama sekolah tersebut pada kompetisi band se-Jawa Timur. Eh? Kenapa aku malah menceritakan yang tidak-tidak?.

Semasa SMA, aku tak begitu memiliki banyak teman dekat. Ya, mungkin bila dihitung hanya 6 orang ditambah denganku jadi 7. Dari kami semua memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan, bahkan beberapa sempat ingin bunuh diri. Karna itu, persahabatan kami diberi nama "Reszunia". Nama tersebut diambil dari salah satu huruf nama kami.

R-E-S-Z-U-N-I-Aâ?¦. Tunggu, kenapa jumlahnya hurufnya 8?


PROLOGUE II END >>> PERKENALAN & Sinopsis Pendek

Trending Now
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
6,449 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,288 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
308,752 views 23,460 shares
14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

Indonesia tidak kalah kreatif dalam memilih nomer cantik, entah itu nomer telpon ataupun plat nomer. Meskipun biayanya mahal tapi tetap saja
288,114 views 7,312 shares
10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

Awalnya media sosial tercipta untuk hiburan semata. Menyenangkan, kita bisa bermain media sosial hingga mengenal banyak orang di dunia maya.
598,620 views 0 shares
PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

Jepang! gak abis-abis ngomongin negara nyelempit mirip kue semprit dan bermata sipit ini. selain terkenal dengan kekuatan agresinya pada mas
291,748 views 7,283 shares
10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

Setiap orang pasti punya makanan favoritnya masing-masing.cara membuat orang Indonesia, biasanya makanan yang bikin lahab adalah lalapan dan
10,638 views 0 shares
10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Jaman sekarang, dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain tanpa bertemu langsung dengannya. K
579,157 views 2,710 shares
Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Iklan memang salah satu sarana promosi dalam strategi pemasaran produk. Sehingga sangat wajar dalam sebuah iklan, yang ditampilkan pastilah
442,715 views 17,421 shares
10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

Biasanya peraturan dibuat agar hidup kita lebih teratur dan terarah. Peraturan sendiri ada yang tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan te
5,130 views 0 shares