3600 detik ^^5
Loading...
 
posted on WOW Keren
882 views
3600 detik ^^5

Sesudah membukakan pintu untuk Leon, Pak Budi beralih ke kursi pemudi dan menjalankan mobil. Di tengah perjalanan, Leon melihat Sandra memasuki tempat biliar.

"Pak! Berhenti dulu!" kata Leon pada Pak Budi.

Pak Budi menghentikan mobil nya."Ada apa, Leon?" tanya Pak Budi panik.
"Tolong Pak Budi tunggu di sini sebentar!" kata Leon sambil keluar dari mobil. Leon berjalan menuju tempat biliar dan masuk ke dalam nya. Ketika merasa seseorang melangkah mendekati nya, Sandra langsung menoleh."Apa yang kau lakukan di sini?" bentak Sandra.
"Keluar! Aku tidak mau melihatmu!"
"Mengapa kau bolos hari ini?"
"Aku sudah bilang jangan pernah campuri urusanku!" kata Sandra dingin. Leon memandang nya tajam tanpa berkata apa-apa.
"Kau bisa main biliar?" tantang Sandra.
"Tidak." Jawab Leon.
"Kalau begitu apa yang kau lakukan di sini?" teriak Sandra.
"Menemuimu." Kata Leon.
"Kau memang penguntit." Gerutu Sandra.Leon tidak menjawab."Baik!" kata Sandra ketus. "Kalau kau tidak mau keluar, terserah." Lalu tatapan Sandra beralih pada orang di sebelah nya.

"Ayo, kita lanjutkan!"
"Kita mau bertaruh apa?" tanya orang di sebelah nya.Sandra melirik jam tangan emas mama nya yang diambil nya kemarin, lalu melemparkan kepada orang itu. "Kalau kau menang, kau boleh memiliki jam tangan emas ini!"
"Kalau aku kalah?" tanya orang itu."Kau boleh memiliki jam tangan emas ini juga! Bukankah itu tawaran yang menarik?" jelas Sandra."Menang atau kalah aku tetap dapat jam tangan emas ini!" kata orang itu sambil mengangguk. "Setuju!" kata nya.
"Apakah kau tidak lelah menyakiti dirimu sendiri?" kata Leon.
"Cukup! Aku sudah tidak tahan lagi denganmu! Apa kau berpikir bertemu satu-dua kali kau sudah mengenalku? Jangan kau kira karena kau penyakitan maka aku tidak bisa memukulmu! Aku tidak peduli!" kata Sandra.

"Apa mungkin itu yang harus kulakukan? Memukulmu supaya kau dikeluarkan dari sekolah?"Leon hanya terdiam mengamati Sandra.
Tiba-tiba Sandra mengeluarkan sebatang rokok. "Kau mau coba?" tanya Sandra sinis. "Toh jantungmu sudah sakit, jadi apa salah nya mengisap satu saja?"
"Tampak nya hari ini suasana hatimu sedang buruk!" kata Leon.
"Bukankah kau ingin menjadi temanku?" tanya Sandra. "Kalau begitu temani aku main biliar hari ini!" Leon tergoda untuk menyanggupi nya tetapi dia teringat Pak Budi. "Maaf, hari ini aku tidak bisa! Aku ada janji lain!"
Sandra tertawa terbahak-bahak. "Aku sudah menyangka nya. Pasti kau mau kabur ke Pak Donny dan memberitahu dia kalau aku ada di sini sedang main biliar." Leon menatap Sandra dengan sedih. \
"Kau salah. Aku tidak akan mengadu pada siapa pun!"
"Ha ha ha!" tawa Sandra singkat. "Aku tidak percaya padamu! Jadi pergi saja dari hadapanku!"
"Aku harap bertemu denganmu di sekolah besok!" dia lalu berjalan ke arah pintu.Sandra tersenyum pendek. "Jangan terlalu berharap banyak, anak teladan. Kalau aku pergi ke sekolah besok, pasti aku akan berbuat onar. Nanti kau akan kecewa dan jantungmu tidak kuat menahan nya!" Leon menoleh menatap Sandra.

"Lalu kenapa kau tidak datang ke sekolah besok dan melihat nya sendiri?" setelah itu Leon pergi dari hadapan Sandra.Leon masuk ke mobil."Ayo, jalan, Pak!" kata Leon lemah. Pak Budi belum pernah melihat Leon seaneh itu."Kau tidak apa-apa?" tanya Pak Budi khawatir. "Tidak apa-apa." Jawab Leon. "Mari kita ke rumah sakit! Papa pasti sudah menunggu!"Pak Budi segera menjalankan mobil nya.Melihat kepergian Leon, Sandra tidak punya keinginan untuk meneruskan permainan nya.

"Aku tidak mau main lagi!" kata Sandra.Sekeluar nya dari tempat biliar, Sandra mendesah. Dia tahu dia telah bersikap keterlaluan terhadap Leon.Baiklah, anak teladan. Besok aku akan membuat
onar lagi dan kita lihat sejauh mana kau menjadi temanku! Tekad Sandra dalam hati.

***

Sudah malam saat Sandra memasuki rumah nya. Mama, seperti biasa sudah duduk di kursi tamu.
"Dari mana saja?" tanya Widia.
"Tadi siang Mama mendapat telepon dari sekolahmu, kata nya kau membolos lagi!"
"Jadi kenapa? Toh itu bukan hal baru lagi!" kata Sandra santai.
"Apakah kau masih mau seperti ini, Sandra?"
"Ya!" kata Sandra.
"Aku memang tidak mau berubah!"\
Widia ingin mengatakan sesuatu lagi tetapi dering telepon menghentikan perkataan nya.
"Jangan pergi dulu! Mama belum selesai berbicara denganmu!" Ia mengangkat telepon dari samping nya.
"Halo!"Untuk sesaat ia mendengarkan suara si penelepon.
"Ya, benar!" kata nya kemudian.
"Kemarin sore saya memang melaporkan bahwa saya telah kehilangan kartu kredit!"Ia mengerutkan dahi nya dengan bingung.

"Apa maksud anda? Kartu kredit saya baru saja digunakan kemarin!? Tapi saya sama sekali tidak menggunakan nya kemarin. Saya yakin kartu kredit saya sudah dicuri."
Sandra menghampiri mama nya dan memutuskan pembicaraan telepon itu.
"Apa yang kau lakukan?" protes Widia.Sandra melemparkan kartu kredit mama nya ke meja telepon.
"Aku yang mencuri kartu kredit mama. Dan aku yang menggunakan nya kemarin di kelab!" Widia terpana tidak percaya.
"Kenapa kau tega melakukan hal seperti ini, Sandra? Sekarang kau berani mencuri dari Mama?"

"Mungkin suatu hari aku akan berakhir di penjara!" kata Sandra.Tamparan Widia mengenai pipi Sandra. Dia menyesali perbuatan nya.Widia menatap putrid nya dengan sedih.
"Mama tidak bermaksud demikian, Sandra. Hanya saja perkataanmu tadi sudah keterlaluan. Mama kira dengan pindah ke kota baru dan rumah baru kau akan mendapatkan lingkungan baru dan memulai dari awal lagi!" Sandra tertawa sinis.

"Memulai baru? Satu-satu nya alasan kenapa Mama mau pindah ke kota ini adalah untuk membuka cabang hotel baru Mama."
"Itu tidak benar!"
"Seakan-akan lima hotel masih kurang!" kata Sandra.
"Tampak nya apa pun yang Mama katakan, kau tidak akan mendengar nya!" Widia menatap Sandra sedih.
"Mama hanya mau kau percaya bahwa kau satu-satu nya yang terpenting bagi Mama!"
"Aku capek!" kata Sandra. "Aku tidak mau mendengar omongan Mama lagi!"
"Sandraâ?¦"
Sandra sudah menaiki tangga menuju kamar nya.
"Oh ya, satu hal lagi!" kata Sandra menoleh ke arah mama nya.
"Aku juga mengambil jam tangan emas yang ada di laci Mama."

"SANDRAAA!!!" teriak Widika kesal.Sandra memasuki kamar nya.Di lantai bawah, Widia menangis terisak-isak.

***

Keesokan pagi nya Sandra sudah mempersiapkan apa saja yang akan dilakukan di sekolah supaya dia di keluarkan hari itu juga.Ketika bel tanda pelajaran berbunyi, Pak Donny mendekati Sandra.
"Istirahat nanti temui Bapak di ruang guru!" kata Pak Donny tegas. "Kau sudah membolos seharian kemarin untuk pergi ke tempat biliar!" Pak Donny pergi meninggalkan nya.
Percaya pada Leon??? Betapa bodoh nya aku sempat berpikir untuk memercayai anak penyakitan itu. Teriak Sandra dalam hati.

Semua orang sama saja, tidak bisa dipercaya. Teman apa nya? Dia hanya ingin jadi anak kesayangan guru.Saat istirahat, sebelum menemui Pak Donny, Sandra melabrak Leon di kelas nya.
"Bagaimana kau bisa munafik seperti ini? Dengan memakai alasan teman segala!" kata Sandra keras.Leon tidak mengerti perkataan Sandra.
"Maksud nya?" Sandra tertawa sinis.
"Masih pura-pura tidak mengerti, lagi! Aktingmu hebat sekali! Kau memberitahu Pak Donny kalau aku ke tempat biliar kemarin!"Leon menatap Sandra dengan serius.
"Aku tidak memberitahu siapa pun!""Bohong!" teriak Sandra.
"Wali kelasku baru saja memanggilku pagi ini, memintaku menemui
nya karena aku berada di tempat biliar kemarin. Kalau bukan kau siapa lagi yang mengatakan nya, hah?!"
"Aku benar-benar tidak mengadukanmu!" tegas Leon.
"Yah! Aku tidak percaya padamu!" Sandra berjalan keluar dari kelas Leon.
"Aku hanya ingin melihat tampangmu saat aku memberitahu hal tadi. Dan percayalah ini adalah terakhir kali nya kau melihatku karena sudah pasti hari ini aku akan dikeluarkan dari sekolah!"

"Sandra!" teriak Leon.Sandra menghentikan langkah nya.
"Aku tidak peduli kau percaya atau tidak, tetapi aku benar-benar tidak memberitahu Pak Guru soal kemarin. Kau temanku dan aku tidak mau melihatmu pergi dari sekolah! "Sandra melihat tatapan sedih memancar dari mata Leon.
"Yah, kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan?"Sandra menemui Pak Donny di ruangan nya.
"Duduk, Sandra!" Sandra duduk menghadap wali kelas nya.
"Apakah kau mau mengakui kalau kemarin kau bolos dan main ke tempat biliar?" tanya Pak Donny.
"Ya, benar!" sahut Sandra.
"Apakah sekarang Bapak akan mengeluarkan saya?"Pak Donny tersenyum.
"Kau benar-benar berpikir Bapak akan mengeluarkanmu? Mengeluarkanmu adalah langkah terakhir. Bapak masih ingin memberimu kesempatan. Jadi mulai hari ini hukuman membersihkan WCmu akan diperpanjang jadi enam minggu!"
"Saya lebih suka dikeluarkan!" kata Sandra.
"Bapak tau!" kata Pak Donny sambil tertawa.
"Tapi Bapak lebih suka hukuman yang ini! Kalau kau tidak mau melakukan nya, Bapak akan tambah lagi dua minggu sampai kau melakukan nya!" Sandra mendesah.
"Kalau tidak ada pertanyaan lagi, kau boleh keluar!" kata Pak Donny.

Sandra melangkah keluar."Oh ya, satu hal lagi." Lanjut Pak Donny. "Kalau kau mau main biliar, jangan lakukan lagi di dekat rumah Bapak kalau tidak mau ketahuan!" Sandra berbalik menghadap Pak Donny.

Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,129 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,831 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
833 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,304 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
306,242 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,641 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,087 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,880 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,673 views 0 shares