3600 detik ^^6
Loading...
 
posted on WOW Keren
977 views
3600 detik ^^6

"Maksud Bapak, kemarin Bapak melihat saya di tempat biliar?"
"Iya!" kata Pak Donny. Sandra akhir nya tahu kalau ternyata bukan Leon yang memberitahu Pak Donny.

Sepulang sekolah, Sandra melihat Leon yang sedang duduk sambil melamun sedih. Sandra mendekati Leon.
"Bukan kau yang memberitahu Pak Guru!" kata Sandra.Leon menatap Sandra dengan pandangan.
"Kan sudah kubilang".
"Aku minta maaf." Lanjut Sandra .Leon bangkit dari kursi nya.
"Jadi aku tidak akan melihatmu lagi karena kau akan dikeluarkan dari sekolah!" Sandra tersenyum.
"Sebetul nya aku tidak dikeluarkan dari sekolah. Hanya disuruh membersihkan WC enam minggu!" Leon tertawa balik.
"Enam minggu? Lama sekali. Kau akan melakukan nya?" Sandra nyengir.
"Tidak! Leon mendesah.
"Sayang sekali!"
"Kenapa?" tanya Sandra heran.
"Karena tadi nya aku mau menemanimu!"
Sepulang sekolah Sandra membersihkan toilet ditemani Leon, tanpa sepengetahuan mereka, Pak Donny melihat nya dari jauh dan tersenyum. Leon memerhatikan Sandra yang sedang membersihkan WC. Tiba-tiba Sandra tertawa."Apa yang kau tertawakan?" tanya Leon.

"Aku hanya memikirkan perkataan yang dulu!" kata Sandra.
"Yang mana?"
"Kau bilang hidupmu hanya berkisar di rumah sakit, sekarang aku merasa hidupku hanya akan berkisar di toilet!" Leon terbahak mendengar nya.
"Kau tidak akan membersihkan WC kalau kau tidak melakukan kesalahan lagi!"
"Yah, benar!" kata Sandra.
"Tapi aku punya perasaan aku akan melakukan nya lagi!"
"Berhentilah menyakiti dirimu sendiri!" kata Leon serius.
"Rasanya tidak enak. Aku pernah mengalami nya waktu berumur dua belas tahun. Papa melarangku pergi ke taman bermain bersama teman-teman karena aku tidak cukup sehat. Aku mengamuk seharian. Ketika melihat Papa dan Mama menangis, akhir nya aku berhenti mengamuk dan sadar bahwa mereka juga sedih!" Sandra terdiam mendengar cerita Leon.

"Setahun yang lalu orangtuaku bercerai. Aku tidak pernah dekat dengan Mama, dan Papa malah meninggalkan aku dengan nya! Aku membenci mereka berdua!"Begitu rupa nya, kata Leon dalam hati.
"Aku marah sekali dan berusaha sekeras mungkin untuk menyakiti Mama dan orang-orang yang kutemui!" lanjut Sandra.
"Tetapi kau malah menyakiti dirmu sendiri lebih dalam lagi!" kata Leon.
"Ya!" Sandra mengangguk.
"Dua hari yang lalu aku menemukan undangan pertunangan papaku! Papa akan bertunangan di luar negeri! Itulah sebab nya aku marah sekali dan membolos untuk pergi ke tempat biliar. Tapi betapa pun aku membenci nya, aku tetap merindukan nya!"
"Kalau kau begitu merindukan nya, kenapa kau tidak pergi menghadiri pertunangan nya?" tanya Leon lembut. Sandra menggeleng.
"Aku belum siap menghadapi Papa!"
"Tidak usah buru-buru!" kata Leon.
"Kau akan tahu saat yang tepat untuk menemui nya!"
"Waktu itu aku pasti sudah siap!" kata Sandra yakin. Leon tersenyum.

"Sudah selesai?"
"Ya!" kata Sandra mantap.
"Baiklah!" kata Leon.
"Aku pulang dulu! Pak Budi, sopirku, pasti sudah menunggu dari tadi! Kau mau kuantar pulang?"
"Tidak usah! Aku bisa pulang sendiri!" kata Sandra.
"Sampai jumpa besok!" ujar Leon dan melangkah menuju gerbang sekolah.

"Leon!!" teriak Sandra.Leon berbalik menghadap Sandra.
"Apa?"
"Aku mau jadi temanmu!" kata Sandra keras.Leon tersenyum dan berjalan mendekati Sandra.
"Terima kasih!"
"Hanya satu yang membuatku penasaran." Lanjut Sandra.
"Apa itu?"
"Kenapa kau mau berteman denganku?"Leon menjawab dengan yakin.
"Alasan yang sama kau ingin berteman denganku! Karena tidak ada yang mau berteman dengan orang penyakitan!"
"Dan tidak ada yang mau berteman dengan anak berandalan!" tandas Sandra. Mereka berdua tersenyum.
"Bye!" ujar Leon akhir nya.Untuk pertama kali dalam setahun ini Sandra merasa gembira.

Seminggu kemudian Leon melihat Sandra sedang menulis sesuatu di taman sekolah. Leon menyentuh pundak Sandra.
"Nulis apa kau?" Tanya nya.Leon melihat buku fisika di depan Sandra dan coretan tangan gadis itu di kertas kecil.
"Hei, kau bikin sontekan ya!"
"Ya!" ujar Sandra sambil tersenyum.Leon mendesah kecewa.
"Buat apa sih kau lakukan itu?"
"Aku kelupaan belajar semalam!" kata Sandra.
"Tapi itu bukan alasan supaya kau boleh menyontek" kata Leon sambil cemberut.
"Ayolah!" kata Sandra bercanda.
"Memang nya seumur hidup kau belum pernah menyontek?"
"Tidak pernah!" jawabnya serius.
"Kau harus mencoba nya kapan-kapan. Aku bisa mengajarimu supaya tidak tertangkap!"
"Dengar, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyontek. Aku lebih menghargai orang yang jujur walaupun nilai nya jelek."

"Bukankah lebih baik kalau kau dapat nilai bagus tanpa ketahuan bahwa kau menyontek!" kata Sandra masih bercanda.
"Aku tidak bisa meyakinkanmu untuk tidak menyontek, kan?" tanya Leon.
"Ya!" kata Sandra.
"Begini, Leon, aku tahu kau kecewa padaku, tapi ulangan ini penting bagiku. Ini adalah ulanganku yang pertama semenjak aku masuk sekolah ini. Kalau aku dapat nilai jelek, Pak Donny pasti akan akan memberitahu mamaku, dan aku tidak mau mendengar petuah-petuah Mama lagi, oke?!"
"Karena aku tidak bisa meyakinkanmu untuk tidak menyontekâ?¦" lanjut Leon sambil mencari akal.
"Bagaimana kalau kita taruhan saja!"
"Taruhan apa?" Leon mengarahkan jari nya pada bunga melati yang ada di sebelah Sandra.

"Aku akan memetik salah satu bunga nya. Kalau kelopak bungan nya genap, kau boleh menyontek, dan aku tidak akan menghalangimu. Tapi kalau jumlahnya ganjil, kau tidak boleh menyontek lagi. Tidak sekarang, tidak juga nanti! "Sandra tertawa mendengar usul itu. "Wah, berat sekali!"
"Berani tidak?" tantang Leon.
"Hei! Memang nya aku pengecut? Baik, aku terima tantanganmu, tapi aku juga punya permintaan. Kalau genap arti nya aku yang menang kan, aku ingin kau menyebutku "Kakak" setiap kali kita bertemu sambil menundukkan kepala, sampai lulus SMA!"
"Hah?!!" Leon terenyak bingung.
"Kakak?! Untuk apa aku melakukan hal konyol seperti itu!?"

"Kenapa, Leon? Kau mau mengundurkan diri dari taruhan ini?"
"Tidak!" tegas Leon.
"Hanya saja permintaanmu tidak masuk akal!"
"Hei! Aku memang lebih tua setahun darimu! Sudah sepantas nya kau menyebutku "kakak"!" protes Sandra.
"Tidak percaya??" Sandra mengeluarkan dompet nya.
"Ini KTPku!"Leon memerhatikan tanggal lahir Sandra. Benar. Sandra lebih tua satu tahu dari nya.

"Aku tidak lulus ujian Ebtanas tahun lalu, jadi aku harus mengulang tahun ini!" kata Sandra.
"Oh, begitu rupa" nya!" Leon mengangguk-angguk.
"Taruhan nya jadi tidak?!" tanya Sandra.
"Tentu saja jadi! Ingat, kau tidak boleh ingkar!"
"Begitu juga denganmu!" kata Sandra.Satu per satu kelopak melati itu dicabuti Leon, hingga sampai kelopak terakhir.Leon tersenyum senang. Sandra cemberut kesal. Jumlah nya ganjil.
"Aku yang menang!!" seru Leon senang.

"Jadi, kau tidak boleh menyontek!!" kemudian ia mengulurkan tangan nya, meminta kertas berisi rumus-rumus yang sudah susah payah ditulis Sandra dari pagi.Sandra menyerahkan kertas tersebut sambil cemberut dan mengomel.
"Janji tetap janji!" kata Leon.
"Yah!" kata Sandra.
"Bukan berarti aku harus menerima nya dengan senang hati, kan?" Bel tanda masuk berbunyi.Leon tersenyum.
"Aku akan menemuimu istirahat nanti!" kata Leon.
"Semoga ulanganmu sukses!"Leon meninggalkan Sandra.

Beberapa saat kemudian, ketika Sandra melihat soal ulangan di papan tulis, dia betul-betul kesal. Ia tahu kali ini pasti akan mendapat nilai jelek.
"Jadi." Kata Leon pas istirahat siang.
"Bagaimana ulangan nya tadi?" Sandra mendelik kesal.
"Aku harus berterima kasih padamu karena aku yakin sekali ulangan tadi dapat nilai jelek!" Leon tertawa terbahak-bahak.
"Itu kan salahmu sendiri tidak belajar!"Sandra semakin cemberut.

Keesokan hari nya ulangan tersebut dibagikan. Sandra menatap kertas di hadapan nya dengan kesal. Angka tiga berwarna merah.Siang nya Sandra sudah berada di ruang guru lagi. Seperti nya ruangan ini akan sering aku masuki, kata nya dalam hati.

"Jadi, Sandraâ?¦" kata Pak Donny. "Apakah kau mau menjelaskan kenapa ulanganmu jelek? Kau satu-satu nya yang dapat nilai jelek di kelas!"
"Saya tidak belajar!" kata Sandra.
"Apakah soal-soal tadi terlalu sulit untukmu?"
"Saya tidah tahu!" kata Sandra terus terang.
"Saya tidak memerhatikan! Apakah Bapak akan memberitahu Mama saya?"
"Bapak akan memberimu satu kesempatan untuk ulangan lagi besok. Kalau nilaimu masih jelek juga, Bapak akan memberitahu mamamu!" Sandra tidak menyangka Pak Donny akan berkata demikian.
"Kenapa Bapak ingin memberi saya kesempatan untuk mengulang?"Pak Donny tersenyum.
"Bapak menghargai kejujuranmu untuk tidak menyontek. Kau bisa melakukan nya saat ulangan kemarin. Tapi hal itu tidak kau lakukan. Berdasarkan keterangan dari sekolahmu yang lama, kau akan menyontek setiap ada kesempatan. Bapak rasa kau berhak mendapat kesempatan kedua. Pastikan kali ini kau belajar dengan serius. Kau boleh keluar sekarang." Sandra melangkah ke pintu.

"Sandra!" kata Pak Dony. "Hanya sekadar ingin tahu, kenapa kau tidak menyontek?" Sandra memandang Pak Donny.
"Karena saya kalah taruhan."Sandra berlalu, meninggalkan Pak Donny yang terdiam bingung.

***

Trending Now
10 Status Momen Apes yang Isinya Bikin Deg-degan

10 Status Momen Apes yang Isinya Bikin Deg-degan

Menjadi hal yang manusiawi ketika kita panik, akan merasa mulas, panas dingin, deg-degan hingga kehilangan konsentrasi. Biasanya momen panik
2,595 views 0 shares
Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Perkembangan teknologi memang sangat membantu kehidupan kita, salah satunya adalah kita bisa dengan mudah berbelanja secara online. Ada bany
539,805 views 20,089 shares
9 Cara Orang Makan Mie Instan yang Bikin Gagal Lapar

9 Cara Orang Makan Mie Instan yang Bikin Gagal Lapar

Beberapa orang gemar memakan mie instan. Selain karena mudah dibuat, mie instan juga bisa menemani kita kapanpun dan dimanapun. Apalagi pali
2,516 views 0 shares
Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Menjadi Pramugari mungkin bisa jadi salah satu idaman pekerjaan bagi banyak wanita, syarat penampilan fisik, kercerdasan, dan komukasi yang
340,635 views 16,685 shares
10 Foto Lucu Saat Orang Salah Kostum & Dandan, Kocak Parah

10 Foto Lucu Saat Orang Salah Kostum & Dandan, Kocak Parah

Saat menghadiri acara atau event tertentu biasanya ada dress code, baju, atau makeup yang disepakati buat dipakai, tapi gimana jadinya kalo
22,937 views 0 shares
10 Chat Kepolosan Pembeli Online Shop yang Bikin Gregetan

10 Chat Kepolosan Pembeli Online Shop yang Bikin Gregetan

Banyak alasan kenapa seseorang memilih berbelanja di online shop. Selain karena banyak pilihannya, harga yang ditawarkan online shop juga be
77,437 views 0 shares
10 Tulisan di Gerobak Jualan yang Isinya Nyeleneh

10 Tulisan di Gerobak Jualan yang Isinya Nyeleneh

Keberadaan pedagang kaki lima sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Di mana ada tempat keramaian, di situ sudah dipastikan ada orang-or
2,153 views 0 shares
10 Kisah Tawar-menawar ala Emak-emak yang Bikin Mules

10 Kisah Tawar-menawar ala Emak-emak yang Bikin Mules

Berbicara tentang tawar-menawar tidak jauh dari urusan jual beli, pasar dan ibu-ibu. Kenapa mereka berkaitan erat? Karena ibu-ibu sangat jag
10,383 views 0 shares
10 Chat Ditolak Gebetan yang Isinya Bikin Sedih tapi Ngakak

10 Chat Ditolak Gebetan yang Isinya Bikin Sedih tapi Ngakak

Buat yang masih dalam tahap PDKT dengan gebetan, pasti berbagai macam cara kamu lakukan agar mereka juga membalas rasa cintamu. Mulai dari m
8,641 views 0 shares
10 Chat Kocak yang Isinya Pamer Ini Bikin Ngakak

10 Chat Kocak yang Isinya Pamer Ini Bikin Ngakak

Berkat teknologi, orang komunikasi tanpa harus bertemu langsung dan bertatap muka. Cukup aplikasi chatting, kita bisa langsung menyampaikan
11,233 views 0 shares