3600 detik ^^9
Loading...
 
posted on WOW Keren
839 views
3600 detik ^^9

"Kau boleh membuka matamu sekarang!" kata nya.
Sandra membuka mata nya dan menatap muka nya di cermin.

Wajah yang memandang nya benar-benar cantik.
"Ah, Mama hampir saja lupa!" kata nya. Dia memasangkan anting-anting perak ke telinga Sandra. "Cantik!"
Tatapan Sandra jatuh pada jam dinding di kamar nya. Sudah jam setengah delapan.
"Aku telat!" teriak Sandra. "Pesta nya dimulai jam tujuh! Aku harus pergi!"
Widia menenangkan anak nya. "Sudah ada taksi yang menunggu di depan rumah!"
Sandra berlari mengambil sepatu nya dan memakai nya. Lalu dia mengambil kado yang sudah terbungkus di atas tempat tidur nya. Sandra menoleh ke mama nya.

"Terima kasih, Ma!" kata nya canggung. Lalu dia bergegas naik taksi. Dari atas jendela kamar anak nya, Widia memandang putrinya yang berlari ke arah taksi. Putriku sudah besar, desah nya dalam hati.
"Selamat bersenang-senang, Sandra." Kata nya kemudian.

***

Leon memandang kerumunan orang di depan nya. Dia sudah meniup lilin dan memotong kue, tetapi tamu yang dia harapkan belum datang juga. Apakah dia tidak akan datang? Tanya nya dalam hati. Tentu saja Leon akan kecewa jika Sandra tidak datang.
Sandra keluar dari taksi sambil mengeluh. Sepatu hak tinggi nya telah membuat nya harus berjalan perlahan-lahan. Rumah Leon lebih besar dari rumah nya. Para tamu terlihat sudah berdatangan.
Sandra merapikan gaun nya dan berjalan sambil mengernyit. Sepatu nya benar-benar membuat nya sengsara.

Ketika Sandra memasuki rumah Leon semua mata memandang ke arah nya. Sandra berjalan sangat cepat melewati mereka.
Mata nya mencari-cari Leon di antara kerumunan orang di depan nya.
"Kau seperti nya tidak menikmati pesta ini!"
Leon menoleh ke belakang dan mendapati papa nya sedang mendekati nya.
"Bukan seperti itu, Pa!" kata Leon. "Pesta nya meriah. Mama telah mempersiapkan nya dengan sempurna. Aku harus berterima kasih pada Mama nanti!"
"Lalu kenapa kau melamun di sini?" Tanya nya lagi.
"Aku sedang menunggu seseorang!" kata Leon.
"Sandra bukan?" tanya papa nya sambil tersenyum mengerti.
Leon mengangguk.

Tiba-tiba mama nya menghampiri. "Leon, kenapa kau tidak bergabung dengan teman-temanmu di taman?"
Leon menatap mama nya sambil tersenyum. "Nanti Leon ke sana!" kata nya lembut. "Saat ini aku masih ingin berada di sini!"
"Kenapa? Ada yang kurang dengan pesta nya?" tanya mama nya.
Leon mencium lembut pipi mama nya. "Pesta nya sempurna, Ma! Terima kasih sudah repot-repot menyiapkan pesta ini untuk Leon!"
Mama nya tersenyum senang. Lalu menarik tangan anak nya ke depan beranda. "Kau tidak mau menyapa mereka?" Tanya nya sambil menunjuk teman-teman Leon di bawah beranda. "Mereka mengatakan pada Mama kalau mereka ingin mengucapkan selamat padamu!"

Leon melihat kerumunan orang dibawah nya dengan tatapan malas. Namun, tiba-tiba pandangan nya jatuh pada gadis yang mengenakan baju merah. Leon tersenyum melihat nya.
"Mama benar!" kata Leon senang. "Sudah saat nya Leon ke bawah!"
Mama bingung melihat Leon secepat kilat turun ke bawah. "Kenapa dia?" Tanya nya pada suami nya. "Tadi dia tidak mau turun ke bawah, kenapa sekarang tiba-tiba dia antusias sekali?"
Suami nya hanya tersenyum, ia menunjuk Leon yang berlari ke arah gadis bergaun merah. "Teman yang ditunggu"y sudah datang!" Mama Leon mengikuti pandangan suami nya ke arah bawah.

Sandra menarik napas sambil menutup mata nya.
"Akhir nya kau datang juga!" kata suara yang dikenal nya.
Sandra menatap Leon dengan kagum. Leon tampak sangat tampan dengan kameja biru dan jas hitam. "Kau cantik sekali! Benar-benar berbeda dari Sandra yang kukenal!"
Sandra tersenyum sambil tersipu malu. "Terima kasih!"
Leon meraih tangan Sandra dan mengajak nya masuk ke rumah. "Ayo masuk!"

Sandra tertatih-tatih mengikuti langkah cepat Leon. Ketika sampai di ruang tamu, Leon menyuruh Sandra duduk.
"Kau mau minum apa?"
Sandra menggeleng. "Aku belum haus. Nanti saja! Ini hadiah untukmu!" kata nya sambil memberikan kado berwarna biru.
"Terima kasih!" kata Leon, seraya mengambil hadiah tersebut.
"Mungkin hadiah nya tidak sebagus hadiahmu untukku minggu lalu!" kata Sandra pelan.
Leon tersenyum. "Aku tidak peduli! Apa pun yang kau berikan untukku, aku pasti menyukai nya!
Sandra ikut tersenyum.

Leon menggoyangkan hadiah yang diberikan Sandra. "Lumayan berat untuk kado sekecil ini!"
"Isi nya kotak musik!" kata Sandra.
Leon cemberut mendengar nya. "Sandra! Alasan orang membungkus kado adalah supaya yang ulang tahun bisa membuka nya dan merasa pensaran pada isi nya. Jadi sewaktu bungkus nya sudah terbuka, dia akan merasa surprised. Kau baru saja menghentikan kesenanganku untuk sebuah kejutan!"

Sandra menatap Leon tanpa merasa bersalah. "Ops! Aku kelepasan ngomong kalau begitu. Toh kau akan mengetahui nya
cepat atau lambat! Jadi lebih baik aku memberitahumu secepat nya!"
"Sudahlah!" kata Leon menghentikan perdebatan mereka. "Kau mau melihat-lihat rumahku?"
"Bukankah seharus nya kau bersiap-siap untuk potong kue dan tiup lilin?" tanya Sandra.
Leon memandang Sandra sambil menggeleng. "Hei, Non, lihat jam tanganmu. Ini sudah jam berapa? Aku sudah melakukan kedua hal itu setengah jam yang lalu!"
Sandra melihat jam tangan nya. "Aku baru sadar bahwa aku sangat terlambat!" kata nya. "Kau khawatir aku tidak datang, ya?"
"Aku takut kau kenapa-napa di jalan!" Leon bersungut kesal.

Kepedulian Leon membuat hati Sandra tersentuh. "Maaf deh!" kata Sandra sambil tersenyum. "Habis aku juga kelupaan waktu! Leon, pestamu meriah sekali! Belum pernah melihat pesta ulang tahun sehebat ini!"
"Pestaku keenam belas lebih hebat daripada ini!" Leon memberitahu.
"Oya? Tapi kenapa umur enam belas, bukan tujuh belas?"
Leon menatap mata Sandra dengan tenang. "Karena para dokter memperkirakan aku tidak akan bertahan sampai umur enam belas tahun."
Sandra langsung terdiam.
"Jadi sewaktu aku masih bisa merayakan ulang tahunku yang keenam belasâ?¦" lanjut Leon. "Mama benar-benar mempersiapkan nya sehebat mungkin! Kalau di piker-pikir tiap tahun juga Mama selalu merayakan ulang tahunku semeriah mungkin!"
Itu karena mamamu tidak tahu kapan kau akan berhenti merayakan nya! kata Sandra dalam hati. "Aku suka musik ini!" kata Sandra.
Leon mendengar grup band membawakan lagu lembut. "Aku juga menyukai nya!"

Leon berdiri dan mengulurkan tangan nya pada Sandra. "Kau mau dansa denganku?"
Sandra tersenyum dan menyambut uluran tangan Leon.
Mereka berjalan ke tengah ruang tamu. Leon memeluk pinggang Sandra dan mereka mulai berdansa. Sandra mengernyit kesakitan. Dia baru ingat kalau sepatu hak tinggi nya membuat kaki nya sakit.
Leon menghentikan dansa nya. "Ada apa?"
"Sepatu ini!" kata Sandra kesal. "Aku benar-benar menderita dibuat nya. Kakiku sakit semua!"
Leon tersenyum. "Kalau begitu lepas saja."
Sandra memandang Leon dengan bingung.
"Tidak ada guna nya kita berdansa kalau tidak menikmati nya. Jadi lepas saja sepatumu kalau itu membuat kakimu sakit!"
"Tapiâ?¦"
"Sandra!" tegas Leon. "Lepas saja!"

Sandra membungkuk untuk melepas sepatu nya. Setelah itu dia merasa lega. Leon tersenyum, lalu dia juga melakukan hal yang sama, membuat Sandra menatap pemuda itu bingung.
"Kau melepas sepatumu, aku juga melepas sepatuku!" kata Leon. "Ini baru adil, bukan?"
Sandra terbahak senang.
"Nah, sekarang bisakah kita berdansa?" tanya Leon.
Sandra mengambil tangan Leon dan meletakkan di pinggang nya. "Ayo, dansa!"
Sesekali mereka bertubrukan satu sama lain dan menginjak kaki lawan nya.
"Auwww!" teriak Leon. "Kenapa kau menginjak kakiku?"
"Karena kau menghalangi jalanku!" kata Sandra.
"Kau seharus nya mundur." Kata Leon. "Bukan nya maju!"
"Kau yang seharus nya mundur!" balas Sandra. "Lagi pula kau belajar dansa dari mana sih? Payah sekali!"
"Biar kau tahu, ini dansa pertamaku!" kata Leon.
"Pantas!" kata Sandra.

"Memang nya kau pernah belajar dansa sebelum nya?" tanya Leon.
"Tentu sajaâ?¦" kata Sandra. "Belum. Heheheâ?¦ ini juga dansa pertamaku!"
Kedua nya pun terbahak berbarengan.
"Kita benar-benar payah!" kata Sandra.
"Ya!" kata Leon setuju.
Saat itu musik sudah berhenti.
"Seperti nya musik sudah berhenti!" kata Sandra.
Leon memeluk pinggang Sandra lagi dengan lembut. "Jangan bergerak! Kita berdansa seperi ini saja!"
Sandra merebahkan kepala nya di bahu Leon dan tersenyum.
Ya! Begini jauh lebih nyaman, kata Sandra dalam hati.

Setelah nya, Leon mengantar Sandra melihat-lihat rumah nya. Ketika malam sudah semakin larut dan Sandra ingin pulang, Leon mengatakan dia ingin mengantar nya.
"Lalu bagaimana dengan tamumu yang lain?" tanya Sandra.
"Kaulah tamuku!" kata Leon. "Tunggu sebentar!"
Leon bergegas ke lantai atas mencari-cari sesuatu. Ketika menemukan nya, dia mengambi nya dan kembali ke hadapan Sandra.
"Ini!" kata Leon sambil menyodorkan nya pada Sandra. "Pakailah!"
Sandra melihat sandal berbulu bergambar beruang di hadapan nya. "Aku tidak mau memakai nya!"
"Daripada kau mengenakan sepatu hak tinggi itu bukankah lebih baik pakai sandal ini?"
Sandra menatap Leon putus asa. "Apa tidak ada sandal lain?"
Leon tertawa. "Sebenar nya sih ada, tapi aku ingin kau mengenakan yang ini! Pasti cocok!"
"Kau mau mengerjaiku, ya?"
"Ayolah, Sandra!" kata Leon. "Anggap saja ini permintaan dari orang yang berulang tahun!"
Sandra memelototi Leon. "Baiklah!"

Leon melihat penampilan Sandra dari atas sampai bawah. Sandra jadi aneh dan lucu. Dan itu membuat Leon tertawa terbahak-bahak.
"Kalau kau berani tertawa lagiâ?¦" ancam Sandra lalu berjalan ke arah pintu depan.
"Ayo, pergi!" kata Leon
Sesampai nya di rumah, Sandra buru-buru membuka pintu penumpang. "Terima kasih ya, Leon." Dia ingin cepat-cepat mengganti sandal konnyol itu.
"Sama-sama!" kata Leon. "Hari ini adalah pesta terbaik sepanjang hidupku!"
Sandra melangkah masuk ke rumah.
"Sandra!" teriak Leon. "Kau lupa sepatumu!"

Sandra berbalik dan mengambil sepatu hal tinggi nya dari Leon sambil menahan malu. "Bye!" kata nya.

Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,192 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,847 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
851 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,319 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
306,514 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,651 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,094 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,890 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,864 views 0 shares